The Straight Way
2.5K posts


Kalian udah liat ini belum? Jujur aku gak suka sih. Gak suka kalau beliau cuman jadi ketua RT. Harusnya minimal banget gubernur deh. Atau gantiin aja si ****. Coba deh liat ini, kulist satu-satu kesalahan beliau: 1. Ada anomali yang bikin heran. Biasanya kan rakyat itu posisinya jadi "objek" pasif terutama objek foto bareng pas bagi-bagi bansos jelang pemilu, atau objek janji manis yang mendadak amnesia setelah pelantikan selesai. Nah Pak RT ini malah berprinsip, "Warga itu SUBJEK kegiatan, bukan OBJEK." Jadi ada pelibatan warga di setiap kebijakannya. 🌚🍒 2. Di podium ada yg teriak jargon "HILIRISASI!" mulu tapi proyeknya banyak yang mangkrak atau gajadi. Di dalam gang ada Pak RT yang diem-diem udah sukses hilirisasi lele jadi lele marinasi, lele beku, sampai abon. Ekonomi sirkular jalan, pengangguran berkurang nyata, tanpa manipulasi data statistik. Para "yang mulia itu" mending magang ke Pak RT ini sih~ 😭 3. Di saat yg di atas hobi bikin aturan hukum yang lancip ke bawah tapi tumpul ke atas, Pak RT ini malah bikin aturan adil: warga yang mau ngompos dapet potongan iuran kebersihan. Nggak ada tuh konsep "titipan kekuasaan" atau privilege. Bagi beliau mah yg ada, "EQUAL TREATMENT".✋️👌👏 4. Pak RT ini sepertinya juga tidak paham cara kerja birokrasi modern. Harusnya kan kalau mau mengurangi pengangguran itu cukup dengan merevisi definisi "bekerja" di data statistik atau bikin proyek kartu pra-kerja yang serves kelas online formalitas. Kok ini malah repot-repot bikin warga mandiri tanpa perlu bergantung pd belas kasihan anggaran negara? Aneh ngga sih. Aneh banget kalau cuman berhenti di beliau.😭 5. Biasanya pemimpin kita kalau dapat penghargaan atau kunjungan luar negeri itu isinya agenda studi banding berkedok liburan keluarga, honeymoon di paris *eh, atau bikin penghargaan gimmick hasil bayar sendiri demi citra di media sosial. Rumah Pak RT malah dipasang maket pencegah krisis planet, dilirik Singapura untuk PLTS, dan dapat Rekor MURI. Sungguh pencitraan yang salah sasaran karena ada hasilnya.🙌 Terakhir, beliau ini mengintegrasikan tiga pilar utama: People (kesejahteraan warga), Profit (keuntungan ekonomi), dan Planet (kelestarian lingkungan). Bukan money atau pun jabatan. #Whenyaaaaa dapat pemimpin dengan karakter yg peduli ke rakyat even planet kayak gini. Huh🌚

Respons cepat Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta dalam menangani JPO Tendean yang rusak akibat tertabrak truk pengangkut alat berat membuahkan hasil. Proses evakuasi badan JPO berlangsung lebih cepat dari perkiraan. Sebagian besar badan JPO telah berhasil dievakuasi

Kalian udah liat ini belum? Jujur aku gak suka sih. Gak suka kalau beliau cuman jadi ketua RT. Harusnya minimal banget gubernur deh. Atau gantiin aja si ****. Coba deh liat ini, kulist satu-satu kesalahan beliau: 1. Ada anomali yang bikin heran. Biasanya kan rakyat itu posisinya jadi "objek" pasif terutama objek foto bareng pas bagi-bagi bansos jelang pemilu, atau objek janji manis yang mendadak amnesia setelah pelantikan selesai. Nah Pak RT ini malah berprinsip, "Warga itu SUBJEK kegiatan, bukan OBJEK." Jadi ada pelibatan warga di setiap kebijakannya. 🌚🍒 2. Di podium ada yg teriak jargon "HILIRISASI!" mulu tapi proyeknya banyak yang mangkrak atau gajadi. Di dalam gang ada Pak RT yang diem-diem udah sukses hilirisasi lele jadi lele marinasi, lele beku, sampai abon. Ekonomi sirkular jalan, pengangguran berkurang nyata, tanpa manipulasi data statistik. Para "yang mulia itu" mending magang ke Pak RT ini sih~ 😭 3. Di saat yg di atas hobi bikin aturan hukum yang lancip ke bawah tapi tumpul ke atas, Pak RT ini malah bikin aturan adil: warga yang mau ngompos dapet potongan iuran kebersihan. Nggak ada tuh konsep "titipan kekuasaan" atau privilege. Bagi beliau mah yg ada, "EQUAL TREATMENT".✋️👌👏 4. Pak RT ini sepertinya juga tidak paham cara kerja birokrasi modern. Harusnya kan kalau mau mengurangi pengangguran itu cukup dengan merevisi definisi "bekerja" di data statistik atau bikin proyek kartu pra-kerja yang serves kelas online formalitas. Kok ini malah repot-repot bikin warga mandiri tanpa perlu bergantung pd belas kasihan anggaran negara? Aneh ngga sih. Aneh banget kalau cuman berhenti di beliau.😭 5. Biasanya pemimpin kita kalau dapat penghargaan atau kunjungan luar negeri itu isinya agenda studi banding berkedok liburan keluarga, honeymoon di paris *eh, atau bikin penghargaan gimmick hasil bayar sendiri demi citra di media sosial. Rumah Pak RT malah dipasang maket pencegah krisis planet, dilirik Singapura untuk PLTS, dan dapat Rekor MURI. Sungguh pencitraan yang salah sasaran karena ada hasilnya.🙌 Terakhir, beliau ini mengintegrasikan tiga pilar utama: People (kesejahteraan warga), Profit (keuntungan ekonomi), dan Planet (kelestarian lingkungan). Bukan money atau pun jabatan. #Whenyaaaaa dapat pemimpin dengan karakter yg peduli ke rakyat even planet kayak gini. Huh🌚






Kalian udah liat ini belum? Jujur aku gak suka sih. Gak suka kalau beliau cuman jadi ketua RT. Harusnya minimal banget gubernur deh. Atau gantiin aja si ****. Coba deh liat ini, kulist satu-satu kesalahan beliau: 1. Ada anomali yang bikin heran. Biasanya kan rakyat itu posisinya jadi "objek" pasif terutama objek foto bareng pas bagi-bagi bansos jelang pemilu, atau objek janji manis yang mendadak amnesia setelah pelantikan selesai. Nah Pak RT ini malah berprinsip, "Warga itu SUBJEK kegiatan, bukan OBJEK." Jadi ada pelibatan warga di setiap kebijakannya. 🌚🍒 2. Di podium ada yg teriak jargon "HILIRISASI!" mulu tapi proyeknya banyak yang mangkrak atau gajadi. Di dalam gang ada Pak RT yang diem-diem udah sukses hilirisasi lele jadi lele marinasi, lele beku, sampai abon. Ekonomi sirkular jalan, pengangguran berkurang nyata, tanpa manipulasi data statistik. Para "yang mulia itu" mending magang ke Pak RT ini sih~ 😭 3. Di saat yg di atas hobi bikin aturan hukum yang lancip ke bawah tapi tumpul ke atas, Pak RT ini malah bikin aturan adil: warga yang mau ngompos dapet potongan iuran kebersihan. Nggak ada tuh konsep "titipan kekuasaan" atau privilege. Bagi beliau mah yg ada, "EQUAL TREATMENT".✋️👌👏 4. Pak RT ini sepertinya juga tidak paham cara kerja birokrasi modern. Harusnya kan kalau mau mengurangi pengangguran itu cukup dengan merevisi definisi "bekerja" di data statistik atau bikin proyek kartu pra-kerja yang serves kelas online formalitas. Kok ini malah repot-repot bikin warga mandiri tanpa perlu bergantung pd belas kasihan anggaran negara? Aneh ngga sih. Aneh banget kalau cuman berhenti di beliau.😭 5. Biasanya pemimpin kita kalau dapat penghargaan atau kunjungan luar negeri itu isinya agenda studi banding berkedok liburan keluarga, honeymoon di paris *eh, atau bikin penghargaan gimmick hasil bayar sendiri demi citra di media sosial. Rumah Pak RT malah dipasang maket pencegah krisis planet, dilirik Singapura untuk PLTS, dan dapat Rekor MURI. Sungguh pencitraan yang salah sasaran karena ada hasilnya.🙌 Terakhir, beliau ini mengintegrasikan tiga pilar utama: People (kesejahteraan warga), Profit (keuntungan ekonomi), dan Planet (kelestarian lingkungan). Bukan money atau pun jabatan. #Whenyaaaaa dapat pemimpin dengan karakter yg peduli ke rakyat even planet kayak gini. Huh🌚




Fitur Projects bantu lo simpan konteks kerjaan biar nggak ulang dari nol setiap chat 👇🏻 s.shopee.co.id/5fn9Eh62Qm



















@kangderu @MiskinTV_ Iya, plus info tambahan dari gosip warung kopi. Dia sebenarnya tumbal dari koruptor yg kelas kakapnya (inisial I). Angelina Sondakh ama Nazaruddin mahh gak, seberapa... Bayangin aja ini I lebih dulu masuk politik tapi karir adeknya yg didorong ama bapaknya.


















