Bukan Sahabat Sverre

6.5K posts

Bukan Sahabat Sverre banner
Bukan Sahabat Sverre

Bukan Sahabat Sverre

@To_Evermore

🗺️⚖️☮️ 🌳 Private popular & unpopular opinions.

Bangsa Besar Katılım Ekim 2020
493 Takip Edilen93 Takipçiler
Bukan Sahabat Sverre retweetledi
Johnny Dogs
Johnny Dogs@madHink·
Mereka itu orang² yang paham IT, paham pasar modal, paham crypto. Gampang aja kalau mau dapat keuntungan tanpa harus ada bukti aliran uang. Jaman sekarang orang² mah pada pinter ngakalin hukum dan keuangan.
Indonesia
0
1
3
128
Bukan Sahabat Sverre
Bukan Sahabat Sverre@To_Evermore·
@Augustine_dw @kompascom Yang bayar Ibam itu yayasan yang bosnya ikut-ikutan bahas chromebook. Tapi Ibam ngaku netral. Kan kemarin dijelasin pas sidang. Ternyata masih ada yg gak paham.
Indonesia
0
0
0
45
Augustine 🤍
Augustine 🤍@Augustine_dw·
@kompascom Mon maap, kalo menteri bayar gaji staff khususnya, itu bukan konflik, itu kewajiban, Investasi google di gojek/GOTO itu $786 itu jauh sebelum beliau menjabat jadi menteri. Please sumber selain bapak ini yang dapat menjelaskan dengan lebih jujur, sederhana dan terang 🥹
Indonesia
3
5
7
1.2K
Kompas.com
Kompas.com@kompascom·
Jaksa Penuntut Umum Roy Riady menyebut perbuatan Nadiem Makarim merupakan white collar crime. Dia menuding Nadiem memanipulasi kebohongan demi keuntungan pribadinya. ~RS
Indonesia
111
39
93
18.1K
Bukan Sahabat Sverre retweetledi
Indonesian Poop Base
Indonesian Poop Base@iPoopBased·
Indonesian Poop Base tweet media
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen

Lewat artikel kompas ini, kita bisa melihat adanya pergeseran besar dalam cara anak muda mengonsumsi informasi. 🌱 Berdasarkan laporan Reuters Institute 2026, generasi muda usia 18-24 tahun kini lebih memercayai kreator konten dibandingkan media arus utama. 🌱 Rupanya, Sosmed sosial telah menjadi pintu utama mereka untuk mengakses berita, dengan persentase mencapai 39%, naik drastis dari satu dekade lalu. ya mirip berita bola, skrg mudah sekali dapat info dan PoV dr twitter. 🌱 Dominasi Facebook telah berakhir di kalangan anak muda. Mereka sekarang lebih memilih Instagram, YouTube, dan TikTok. Platform berbasis audiovisual jauh lebih diminati daripada format teks tradisional. 🌱 Sebanyak 51% responden lebih memperhatikan kreator konten karena dianggap lebih relevan, autentik, dan memiliki kedekatan emosional. Media konvensional hanya dipilih oleh 39 persen responden. 🌱 Anak muda lebih tertarik pada konten yang bersifat opini, partisan, dan menghibur. Sebaliknya, berita analisis yang formal dan seimbang justru mulai ditinggalkan. Mereka juga cenderung menghindari berita yang dianggap terlalu depresif atau tidak relevan dengan keseharian mereka. 🌱Ketua @dewanpers, Prof. Komaruddin Hidayat, menilai kondisi ini membuat arus informasi di media sosial terasa seperti kerumunan besar tanpa aturan yang ideal. 🌱 Media arus utama kini menghadapi tantangan berat untuk tetap relevan tanpa kehilangan prinsip dasar jurnalisme di tengah gempuran konten yang emosional dan sensasional. saya pribadi melihat bahwa tantangan media saat ini bukan sekadar soal distribusi berita, melainkan bagaimana cara mengemas informasi agar tetap berkualitas namun tetap dekat dengan realitas hidup generasi muda. cc: @dosenhukumnotes @dospeng @dosenkesmas @FandomID_

ZXX
19
57
359
14.7K
Bukan Sahabat Sverre
Bukan Sahabat Sverre@To_Evermore·
Dek, udah dek. Nadiem yang dari kemarin elu bela itu kuliah HI. Jurusan humaniora. Jurist Tan (buronan) juga kuliah humaniora. Ibam kuliah STEM. Minimal google dulu (pakai chromebook). Korupsi gak kenal jurusan.
Papan (Necromancer Bare Metal) Berjalan@papanberjalan

kebanyakan org jurusan Humaniora ga belajar logika matematika dan berfikir runut serta sistematis + rakus masuk menjadi pengatur negara. kamu yg memberitakan keilmuan secara logis adalah musuh buat mereka yg modal bacot hasil ilmu ngarang ngawang mereka 🤌🏻

Indonesia
7
210
996
51.2K
Great5
Great5@rinaldialamsya5·
@berthofmanecon @suilee @nytimes @suilee, during your interview with Nadiem, did you ask his opinion why Jurist tan need to flee out of the country if he thinks there’s no crime or corruption aspect on his case? Should’t her presence will help him clear the case since she is the main witness of all the acitvity
English
1
0
1
163
nephilaXmus
nephilaXmus@NephilaXmus·
Gila. Panjang, lebar dan tinggi upaya masif bela bekas mas mantri. Media international dikerahkan.
Indonesia
22
60
247
24.2K
Vincent Ricardo (柯仙森)
2 Dissenting Opinion dalam penjatuhan vonis Ibrahim Arief yang menyatakan seharusnya terdakwa bebas murni SANGAT JARANG terjadi dalam kasus Tindak Pidana Korupsi. Setelah saya mendengarkan langsung di ruang persidangan terkait dissenting opinion dari hakim yang dapat juga dilihat di kawalibam.org/dissenting-opi…, setidak-tidaknya ada 1 pernyataan dari hakim yang menunjukkan ketajaman intuisi dari 2 hakim yang memiliki dissenting opinion, yakni terkait dengan “memidanakan orang yang tidak bersalah”. Dissenting opinion tersebut bukan hanya berisikan opini pendek menggunakan paradigma ex-post yang berfokus dengan pemenuhan unsur-unsur yang patutnya ditafsirkan secara ketat (bukan secara luas seperti 3 hakim lain), namun juga paradigma ex-ante yang mempertimbangkan konsekuensi dari memidana orang yang tidak bersalah di masa depan. Apa yang ditekankan oleh Hakim Andi Saputra dan Hakim Eryusman terkait dengan memenjarakan orang yang tidak bersalah ini bahkan kurang mendapatkan perhatian dari ahli-ahli yang dihadirkan di persidangan. Mereka mengutip pendapat dari William Blackstone hingga John Fortescue terkait dengan lebih baik membebaskan orang jahat daripada memidana orang yang tidak bersalah. Dalam studi hukum kontemporer, apa yang dikhawatirkan oleh Blackstone dan dikutip oleh hakim Andi Saputra dan Eryusman adalah apa yang dikenal sebagai Type-II errors (memenjarakan orang tidak bersalah). Ini adalah salah satu fokus dalam artikel yang ditulis oleh Mitchell Polinsky dan Steven Shavell dalam The Economic Analysis of Public Enforcement of Law yang saya dan rekan saya Dr. Giovanni Christy (@gvnchrsty) kutip dalam artikel kami di The Jakarta Post: How Obscure Interpretation of State Losses Fuels Capital Flight. Yang menjadi persoalan dari memenjarakan orang tidak bersalah sebagaimana dijelaskan oleh Polinsky dan Shavell adalah "turunnya perbedaaan ongkos antara melakukan kejahatan dengan tidak melakukan kejahatan". Dengan kata lain, apabila hukum pidana memenjarakan orang yang tidak bersalah, maka tidak ada gunanya menjadi warga yang baik dan mematuhi hukum. Hukum pidana akan kehilangan fungsi efek jera atau efek pencegahannya (deterrent effect) karena hukum tidak lagi akan dipercayai oleh masyarakat. Yang jadi persoalan adalah kesalahan tipe-II ini sudah berulang-ulang kali terjadi, tampaknya akan terus terjadi, dan dalam jangka pendek hanya akan bisa dihentikan dengan memberikan grasi, amnesti, rehabilitasi maupun abolisi dari Presiden Prabowo. Pendapat Hakim Eryusman maupun Hakim Andi Saputra yang ditulis runut tetap kalah dibandingkan argumen buruk dan busuk 3 hakim lain yang menutup mata dari fakta yang dipertunjukkan dengan terang di ruang persidangan. Argumen buruk dan busuk dari 3 hakim yang mana salah satunya adalah Hakim Purwanto Abdullah yang turut memvonis bersalah Tom Lembong dengan alasan pemberat mengedepankan ekonomi kapitalisme. Sebuah putusan serupa yang miskin dengan argumen, logika dan tidak sesuai dengan fakta persidangan. Besar harapan saya agar mas Ibam dan keluarga menemukan keadilan dalam waktu dekat sehingga bebas dari jeratan pidana yang dibuat-buat dan hanya merusak tatanan hukum kita yang sudah busuk dan terus membusuk.
Vincent Ricardo (柯仙森) tweet mediaVincent Ricardo (柯仙森) tweet media
Ibrahim Arief@ibamarief

Dari 4 hakim anggota, 2 hakim vonis Ibam 4 tahun, tapi 2 hakim lainnya justru minta suami saya dibebaskan. Sampai dua hakim menyatakan keyakinan berbeda lewat dissenting opinion terhadap tiga hakim lainnya jarang sekali kejadian. Bagi keluarga kami, ini tanda nyata kalau sebenarnya ada keraguan yang sangat mendalam dari majelis hakim sendiri soal perkara Ibam. Rasanya sedih banget, kenapa putusan yang menentukan masa depan keluarga kami penuh keraguan seperti ini? Bahkan di ruang peradilan, hakim ketuanya pun terlihat ragu-ragu untuk memutus berdasarkan pertimbangan vonis 4 tahun seperti 2 hakim anggota yang lain. Padahal Bapak Presiden @prabowo selalu ingatkan kalau putusan penegakan hukum itu nggak boleh ada keragu-raguan sedikit pun. Sedangkan, dua hakim anggota yang berkeyakinan Ibam secara terang benderang seharusnya dibebaskan dari seluruh dakwaan dalam putusan kemarin, dari matanya tampak kalau tidak ada keragu-raguan untuk menyatakan dengan penuh keyakinan bahwa Ibam seharusnya bebas. Aku terharu banget, ternyata masih ada hakim yang sangat amanah dan objektif melihat kasus Ibam, terlebih ketika puluhan isi keyakinan kedua hakim yang mulia tersebut dibacakan di sidang. Semuanya tentang Ibam yang aku kenal, semuanya berisi tentang keadilan yang muncul dari fakta persidangan yang dipahami secara utuh. Tapi kenapa, putusan akhirnya penuh kejanggalan dan kezaliman? Ini sangat jauh dari keadilan yang didasarkan fakta persidangan. Keyakinan kedua hakim tersebut bantu memperkuat keyakinan keluarga kami juga, kalau Ibam seharusnya bebas. Bikin kami makin yakin juga untuk terus berjuang demi keadilan. Mohon terus bantu kawal ya, teman-teman. Tolong bantu suarakan juga ke Komisi III DPR dan Pak Presiden Prabowo, supaya keraguan yang sangat kentara terlihat ini bisa berganti jadi kepastian hukum. Jangan sampai ada lagi orang yang niatnya bantu negara dengan keahliannya malah dikriminalisasi. Terima kasih banyak atas dukungannya selama ini. 🙏

Indonesia
9
207
500
29K
Pakman Ska
Pakman Ska@Pamankarta·
@To_Evermore @bungfarid Ga bisa dibilang kerugian lah kan ada barangnya dan tidak terbukti korupsi, mark up atau diberi imbalan. Yg dimasalahin jaksa akhirnya "tidak transparan dlm memilih chrome".
Indonesia
2
0
0
309
Bung Farid
Bung Farid@bungfarid·
Si Mas itu agak sombong orangnya, ini yg ngomong udah banyak banget Pas jabat juga banyak yg minta tolong ditolak, padahal kawan lama dan relasi keluarga, sama internal bawahan juga kurang baik hubungan Pas ketemu APH pelit pula Jadilah itu barang, urusan kecil, jadi besar
Indonesia
98
95
752
323.4K
Bukan Sahabat Sverre
Bukan Sahabat Sverre@To_Evermore·
Budiono Ignatius Jonan Bambang Brojo Agus Marto Marty Anggito Suahasil Bu Susi Arcandra Dll Banyak orang cerdas di govt yang gak korup, Cinta. Emangnya mentang-mentang Ivy League otomatis harus kebal hukum.
Cinta Laura Kiehl@xcintakiehlx

18 tahun. Itu tuntutan jaksa buat seseorang yang udah ngabisin waktu bertahun-tahun mencoba memajukan negara ini. Terlepas dari kamu setuju atau gak sama pandangan politiknya, coba deh renungin baik-baik angka itu. Ini bukan kejadian yang pertama kali. Indonesia itu punya pola yang diam-diam menghancurkan: orang-orang pinter, kompeten, dan punya niat tulus masuk ke pemerintahan, tapi ujung-ujungnya malah dihancurin sama sistem. Gak selalu karena mereka bersalah, tapi seringnya cuma karena kehadiran mereka "dianggap mengganggu". Tapi anehnya, kita terus-terusan nyuruh anak-anak muda terbaik kita: "Masuk dong ke pemerintahan. Mengabdi dong buat negara. Bawa perubahan." Siapa juga yang mau kalau mereka ngelihat langsung kejadian kayak gini di depan mata? Siapa pun dalang di balik semua ini, mereka sama sekali gak lagi ngelindungin Indonesia. Mereka justru lagi ngajarin satu generasi orang-orang berbakat kalau jalan paling aman itu ya mending diam aja. Atau sekalian pergi ke luar negeri. Buat yang suka nyinyir, "Ya udah, pergi aja sana!", tolong berhenti nutupin ego kalian dari kenyataan. Banyak kok orang Indonesia yang super cerdas dan bener-bener cinta sama negara ini. Mereka tetap stay di sini. Mereka ngebangun sesuatu. Mereka nyari cara lain buat berkontribusi di luar pemerintahan, karena masuk ke dalam sistemnya itu terlalu bahaya. Tapi ini realita yang lebih pahit: sehebat apa pun startup, kreator, atau inovator kita di kancah dunia, KALAU pemerintahnya tetap korup dan gila kuasa, KALAU aturannya gak ngelindungin rakyat atau gak ngasih ruang buat industri berkembang dengan sehat, terus kita sebagai masyarakat bisa berharap apa? Ini momen yang sedih banget buat Indonesia. Bukan cuma karena ada satu orang yang lagi diadili, tapi karena pesan yang ditangkap sama semua orang pintar dan idealis yang lagi ngelihatin kasus ini: bahwa negara ini sepertinya belum siap buat ngelindungin orang-orang yang berani membawa perubahan.

Indonesia
0
0
2
500