Bukan Sahabat Sverre
6.5K posts

Bukan Sahabat Sverre
@To_Evermore
🗺️⚖️☮️ 🌳 Private popular & unpopular opinions.




Kasus nadiem kalian ada di pihak yang mana?

Road trip dgn 3 teman lintas umur, profesi, suku & agama. Salahsatu obrolan di mobil ya kasus Nadiem Makarim. Kami ber-4 sepakat 2 hal: 1/ Kurikulum Belajar Mandiri itu memang tidak napak tanah & memfasilitasi kemalasan 2/ TAPI tindakan korupsi BEDA dgn kebijakan tdk membumi.

- Tom Lembong - Nadiem Makarim Gerakan Pink Ijo ini gerakan pembela koruptor apa gimana sih


Lewat artikel kompas ini, kita bisa melihat adanya pergeseran besar dalam cara anak muda mengonsumsi informasi. 🌱 Berdasarkan laporan Reuters Institute 2026, generasi muda usia 18-24 tahun kini lebih memercayai kreator konten dibandingkan media arus utama. 🌱 Rupanya, Sosmed sosial telah menjadi pintu utama mereka untuk mengakses berita, dengan persentase mencapai 39%, naik drastis dari satu dekade lalu. ya mirip berita bola, skrg mudah sekali dapat info dan PoV dr twitter. 🌱 Dominasi Facebook telah berakhir di kalangan anak muda. Mereka sekarang lebih memilih Instagram, YouTube, dan TikTok. Platform berbasis audiovisual jauh lebih diminati daripada format teks tradisional. 🌱 Sebanyak 51% responden lebih memperhatikan kreator konten karena dianggap lebih relevan, autentik, dan memiliki kedekatan emosional. Media konvensional hanya dipilih oleh 39 persen responden. 🌱 Anak muda lebih tertarik pada konten yang bersifat opini, partisan, dan menghibur. Sebaliknya, berita analisis yang formal dan seimbang justru mulai ditinggalkan. Mereka juga cenderung menghindari berita yang dianggap terlalu depresif atau tidak relevan dengan keseharian mereka. 🌱Ketua @dewanpers, Prof. Komaruddin Hidayat, menilai kondisi ini membuat arus informasi di media sosial terasa seperti kerumunan besar tanpa aturan yang ideal. 🌱 Media arus utama kini menghadapi tantangan berat untuk tetap relevan tanpa kehilangan prinsip dasar jurnalisme di tengah gempuran konten yang emosional dan sensasional. saya pribadi melihat bahwa tantangan media saat ini bukan sekadar soal distribusi berita, melainkan bagaimana cara mengemas informasi agar tetap berkualitas namun tetap dekat dengan realitas hidup generasi muda. cc: @dosenhukumnotes @dospeng @dosenkesmas @FandomID_

@NephilaXmus Artikel NYT? Di artikelnya aja penulisnya ( @suilee ) bahkan gak nyebut nama Jurist Tan yang fugitive. Hilarious. Either it's just bad research or idk what. x.com/To_Evermore/st…

kebanyakan org jurusan Humaniora ga belajar logika matematika dan berfikir runut serta sistematis + rakus masuk menjadi pengatur negara. kamu yg memberitakan keilmuan secara logis adalah musuh buat mereka yg modal bacot hasil ilmu ngarang ngawang mereka 🤌🏻




Melawan fitnah Jaksa langsung di daerah 3T. Chromebook faktanya dapat digunakan. Kami cross check langsung faktanya di Kecmatan Kie, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur Bebaskan Nadiem dan Ibam! Kriminalisasi seperti ini hanya membuat Indonesia semakin tidak aman untuk orang muda!

The Economist calls Prabowo a “thuggish general.” Indonesia needs rule of law now.

Dek, udah dek. Nadiem yang dari kemarin elu bela itu kuliah HI. Jurusan humaniora. Jurist Tan (buronan) juga kuliah humaniora. Ibam kuliah STEM. Minimal google dulu (pakai chromebook). Korupsi gak kenal jurusan.


Siapa yg untung dan buntung dari dihukumnha N Makarim? Mohon pencerahan. Terima kasih sebelumnya.

"Kebijakan itu disebut membuat Google menjadi satu-satunya penguasa pengadaan laptop pendidikan di ekosistem teknologi pendidikan nasional." Kalau temen-temen tidak memahami bahaya dari kalimat di atas, saya utaskan tulisan lama saya di Tempo, tahun 2022: -Utas-

@gvnchrsty Ini artikel datanya nyomot dari mana ya? Apa bukti bahwa UU Tipikor dan kasus TL, Nadiem, Ibam berkorelasi dengan capital flight? Yang ditulis cuman *ada* capital flight. Kalau tanya ekonom pasti penjelasannya beda. Tapi di artikel ini kenapa disangkutin ke kasus2 tersebut?



Dari 4 hakim anggota, 2 hakim vonis Ibam 4 tahun, tapi 2 hakim lainnya justru minta suami saya dibebaskan. Sampai dua hakim menyatakan keyakinan berbeda lewat dissenting opinion terhadap tiga hakim lainnya jarang sekali kejadian. Bagi keluarga kami, ini tanda nyata kalau sebenarnya ada keraguan yang sangat mendalam dari majelis hakim sendiri soal perkara Ibam. Rasanya sedih banget, kenapa putusan yang menentukan masa depan keluarga kami penuh keraguan seperti ini? Bahkan di ruang peradilan, hakim ketuanya pun terlihat ragu-ragu untuk memutus berdasarkan pertimbangan vonis 4 tahun seperti 2 hakim anggota yang lain. Padahal Bapak Presiden @prabowo selalu ingatkan kalau putusan penegakan hukum itu nggak boleh ada keragu-raguan sedikit pun. Sedangkan, dua hakim anggota yang berkeyakinan Ibam secara terang benderang seharusnya dibebaskan dari seluruh dakwaan dalam putusan kemarin, dari matanya tampak kalau tidak ada keragu-raguan untuk menyatakan dengan penuh keyakinan bahwa Ibam seharusnya bebas. Aku terharu banget, ternyata masih ada hakim yang sangat amanah dan objektif melihat kasus Ibam, terlebih ketika puluhan isi keyakinan kedua hakim yang mulia tersebut dibacakan di sidang. Semuanya tentang Ibam yang aku kenal, semuanya berisi tentang keadilan yang muncul dari fakta persidangan yang dipahami secara utuh. Tapi kenapa, putusan akhirnya penuh kejanggalan dan kezaliman? Ini sangat jauh dari keadilan yang didasarkan fakta persidangan. Keyakinan kedua hakim tersebut bantu memperkuat keyakinan keluarga kami juga, kalau Ibam seharusnya bebas. Bikin kami makin yakin juga untuk terus berjuang demi keadilan. Mohon terus bantu kawal ya, teman-teman. Tolong bantu suarakan juga ke Komisi III DPR dan Pak Presiden Prabowo, supaya keraguan yang sangat kentara terlihat ini bisa berganti jadi kepastian hukum. Jangan sampai ada lagi orang yang niatnya bantu negara dengan keahliannya malah dikriminalisasi. Terima kasih banyak atas dukungannya selama ini. 🙏




Raymond Chin juga turut berikan pendapat terkait tuntutan yang diberikan ke Nadiem.



