👀

3.9K posts

👀 banner
👀

👀

@Tr4shhbin

kosong

Masuk gang Katılım Ağustos 2018
114 Takip Edilen61 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
👀
👀@Tr4shhbin·
you'll fine, i trust u.
English
0
0
1
1.8K
👀 retweetledi
🐂
🐂@ppppanteqqqq·
sekarang setiap ada tragedi, kek kebakaran kantor dan kecelakaan kereta, lebih kerasa makdeg dan kena bgt karena korbannya seumuran. maksudnya, dulu tuh kalo ada kejadian gini, mikirnya orang dewasa yg meninggal, tapi ini bisa aja kita sendiri atau temen. umur gak ada yg tau 😭
Indonesia
66
9.2K
37.2K
366.9K
👀 retweetledi
Alma | Games & Lifestyle
Alma | Games & Lifestyle@alsjournall·
Keren banget intel warga. Ternyata kejadian tabrakan antara KRL arah Jakarta dan taksi tuh estimasinya sekitar jam 20.46 - 20.47. Sedangkan kejadian tabrakan antara KJJ dan KRL sekitar 20.52. Posisi KRL arah Cikarang masih distasiun, gabisa gerak karena insiden taksi didepannya. Posisi KJJ pukul 20.45.50 - 20.46.10 ngelewatin stasiun Cakung, KJJ ngelewatin stasiun Kranji pukul 20.49.10 - 20.49.30. Jadi disaat waktu kejadian tabrakan taksi terjadi, posisi KJJ ada diantara stasiun Cakung dan Kranji. Setelah gue hitung, disaat bersamaan terjadi tabrakan taksi, KJJ posisinya udah 0.75KM (20.46) atau 1.5KM (20.47) diluar stasiun Cakung. Total jarak antara KJJ ke stasiun Bekasi Timur ada 5.5KM. Tiap 1 KM ada blok sinyal. Total 5 blok sinyal. Tapi yang efektif cuma 3 blok sinyal terutama di stasiun Kranji karena kereta butuh jarak 1 KM kurang lebih buat ngerem aman. Jarak antara tiap blok sinyal cuma satu menit. Overall KAI cuma dikasih 3 menit yang efisien sejak detik pertama tabrakan taksi buat ngabarin KJJ. When it’s A RACE AGAINST TIME. Human often lot. Baca ini bikin gue ngeri banget sama yang namanya WAKTU, in a matter of minutes, dari menit ke 47 ke menit 52, 14 nyawa bertaruh 😭 YAALLAH
ジュール🧪💛@bsahsawth

Min, hasil crosscheck video live YT dan foto dari pengguna KRL itu kek gini:

Indonesia
208
18.1K
53.7K
1.5M
👀 retweetledi
Iqbal Abizars
Iqbal Abizars@idabizars·
Saya dihantui rasa takut kehilangan beragam kacang lokal yang mulai jarang ditanam di Temanggung akibat corak pertanian kiwari, corak yang lebih menyandarkan pertimbangan produksi berdasarkan spekulasi pasar ketimbang kebutuhan rasional masyarakat.
Iqbal Abizars tweet mediaIqbal Abizars tweet media
Indonesia
30
574
2.5K
35.8K
👀 retweetledi
nana kopaja (deera)
you (indonesia) seem pretty anti intellectual for a country with "mencerdaskan kehidupan bangsa" in its uud
Indonesia
1
15.5K
33.7K
289.3K
👀 retweetledi
aish²⁶
aish²⁶@psychologiq·
YA ALLAH IZINKANLAH AKU BERHASIL DIATAS KERAGUAN SEMUA ORANG DI SEKITARKUUUUU
Indonesia
140
19.5K
62.8K
517.3K
👀 retweetledi
bia
bia@bersuwara_·
kalau malas mandi katanya adalah sebuah tanda depresi lalu apakah aku depresi setiap hari
bia tweet media
Indonesia
108
7K
32.3K
212.4K
👀 retweetledi
▁ ▂ ▃ ▄ ▅ ▆ ▇ █ ▉ ▊
Dulu liat orang-orang yang ke jepang cuma artis, lama-lama mutual sosmed, sekarang ke lingkungan temen terdekat juga udah pada liburan ke jepang. Pertanyaane, wong-wong kok duite akeh men dan jatahku kapan? 😞
Indonesia
117
698
3K
105.1K
👀 retweetledi
✨ Widas ✨
✨ Widas ✨@WidasSatyo·
Gambaran gimana rapuhnya kondisi ekonomi banyak orang tuh terlihat saat mereka kena layoff/phk dan reaksi pertama yg mereka dengar dari keluarganya adalah : "Loooh ntar yg bayar listrik dan beli beras siapaa??" Lu bahkan gak punya waktu buat sedih atau sekedar dikasih semangat.
Indonesia
23
823
2.8K
43K
unmag
unmag@unmagnetism·
pangling banget😱
unmag tweet media
Filipino
646
123
5.4K
1.4M
👀 retweetledi
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran. Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini. Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap “tidak berguna”, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan. Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja. Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya. Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia. Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap “tidak praktis”. Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal. Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;) Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan. Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa. Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri. Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok. Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.
tempo.co@tempodotco

JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

Indonesia
418
20.8K
51.5K
1.3M
👀 retweetledi
goma
goma@soigomaa·
notice how "fatherless", "single mother" and "daddy issues" are used as insults towards women but they're all examples of a man's failure
Chaos@kizzriee

Hot take:

English
505
38.6K
196.9K
2.6M
👀 retweetledi
syfa
syfa@sukagiyu·
[brain dump] Dilema banget hidup di jaman banyak berita ga enak soal negara sendiri. Di satu sisi pengen YOLO, di satu sisi takut tiba-tiba ada hal ga enak terjadi. Impactnya pengen jajan merch ragu, pengen jajan enak ragu. Guiltynya berasa banget😭
Indonesia
23
2.4K
7K
76.7K