Lubang Kelinci

69 posts

Lubang Kelinci

Lubang Kelinci

@TxtRabbitHole

Docendo discimus. Hiburan, informasi, dan hal-hal yang bikin penasaran.

Katılım Mayıs 2026
29 Takip Edilen33 Takipçiler
Riz
Riz@rizkidwika·
Scoot baru buka penerbangan dari SG ke Belitung, Semarang, dll. supaya bisa jalan-jalan tanpa lewatin Jakarta. Sayangnya, Bandung yang dari zaman sebelum pandemi udah jadi favoritnya warga SG sama M'sia, nggak dibuka-buka sebagai intl airport. Yang mau ke Bandung dipaksa turun ke Kertajati/CGK. Ngerepotin calon pengunjung.
Indonesia
5
0
34
3.5K
Riz
Riz@rizkidwika·
Di tengah Rupiah yang jeblokblok, ada salah satu sektor yang harusnya panen: Pariwisata. Tarik turis Malaysia dan SG buat ke sini. Kasih flight langsung ke Bandung, banyakin flight ke tempat2 healing selain Bali. Ajak mereka ngabisin uangnya buat belanja baju + makanan di kita.
Indonesia
90
501
2.2K
71K
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
Novel Baswedan: Sidang Andrie Yunus Mengganggu Akal Sehat "Justru malah seperti membela atau condong kepada pelaku kejahatan."
tempo.co tweet media
Indonesia
15
489
2.1K
22.1K
Lubang Kelinci retweetledi
Lubang Kelinci
Lubang Kelinci@TxtRabbitHole·
Ini momen paling pas buat balikin status 17 bandara internasional yang kemarin dipangkas. Bayangkan, dari 34 tinggal separuhnya doang. Padahal pas Rupiah lagi loyo begini, pariwisata itu "penyelamat" devisa paling instan. Turis Malaysia atau Singapura itu nggak semuanya mau ribet transit di Jakarta (CGK) dulu. Udah nambah waktu, eh tiket domestiknya mahal gara-gara isu kartel yang harganya nauzubillah. Kalau mereka bisa direct flight ke Bandung, Jogja, atau Belitung, mereka bakal lebih royal belanja baju dan kulineran di sini. Secara historis, konektivitas udara itu kunci multiplier effect ekonomi lokal, bukan malah dipusatin di satu titik doang. Lagian, buat apa maksa semua orang mampir Jakarta kalau tujuannya mau healing ke daerah lain? Apa gunanya punya banyak bandara megah kalau akhirnya cuma jadi pajangan buat penerbangan domestik yang harganya bikin elus dada?
Indonesia
3
10
103
4.1K
Catatan Dosen Hukum
Catatan Dosen Hukum@dosenhukumnotes·
Yuk kita belajar sedikit soal tugas Wakil Presiden (Wapres). ✨ Berdasarkan konstitusi kita (Pasal 4 UUD 1945), Wapres intinya adalah pembantu Presiden, bukan pemegang kekuasaan sendiri. Tugas utamanya: • Membantu Presiden menjalankan pemerintahan • Menjalankan tugas sehari-hari Presiden kalau Presiden sedang di luar negeri (berdasarkan Keppres No. 8/2000) • Menggantikan Presiden kalau terjadi kekosongan jabatan Jadi posisinya lebih bersifat subordinat, dan Wapres bekerja sesuai penugasan atau mandat dari Presiden. Seringkali memang terasa “hilang”, tapi memang tidak boleh mendahului atau bertindak di luar kewenangan yang diberikan. Gimana menurut, manteman? Apakah fungsi Wapres saat ini sudah optimal sebagai pembantu Presiden? #CatatanDosenHukum
Яizal do@afrkml

Wapres kita kemana ya???

Indonesia
2
0
2
113
cuteelaa
cuteelaa@helloelaaa·
siang semua nyaa, ayoo moots sama ak selagi gabut🥺😽
Indonesia
64
0
34
1.2K
Lugar Tigre
Lugar Tigre@lugartigre·
500 Verified itu sebatas checkpoint kamu ga akan tahu berapa banyak user yang akan pergi dibeberapa bulan ke depan jadi fokus untuk saling cari mutual sampai 2000 bahkan 10K yang verif 😁 *mereka yang tekun mendalami pasti akan mendapatkan hasilnya
Lugar Tigre tweet media
Indonesia
40
2
37
844
R
R@hiro1233548·
@X_leoxz oh itu maksudnya akunnya kena jeda revenue sharing nya jd gabisa gajian dri elon
Indonesia
2
0
0
31
Raf
Raf@X_leoxz·
Emot paus di beberapa komen tuh artinya apa dahh? 🐳🐳🐳🌊
Indonesia
2
0
7
788
dear_akuu
dear_akuu@dear_akuu·
Day 1 Cenblu, bantu support dong gaes, target masih jauh, ntar saya back semua
dear_akuu tweet media
Indonesia
70
8
50
1.4K
Dravenwe
Dravenwe@DravenweX·
Gaji dari X turun drastis dari pendapatan sebelumnya. Sudah 64 hari akun ini dibuat udah dapet $478 atau sekitar 8jt. Meskipun turun harus tetep semangat cari uang di kondisi ekonomi yang lagi kacau begini 😭 Btw, gue juga cari temen JBJB yang serius. Kalo Lo serius ayo temenan
Dravenwe tweet media
Indonesia
221
14
157
4.6K
Ravio Patra
Ravio Patra@raviopatra·
Idk how to get this through their thick skulls, but here goes nothing: lu ga bisa ujug-ujug mau jadi protagonis ketika sejarah, tabiat, perilaku, dan ucapan lu adalah alasan kami yang warga sipil ini merasa ga aman in our own skins. ALIAS LU SUMBER MASALAHNYA.
Kompas.com@kompascom

Baca selengkapnya: megapolitan.kompas.com/read/2026/05/1… Empat orang personil Oditurat Militer II-07 datang ke RSCM untuk menjenguk Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus, tetapi kunjungan itu tidak bisa dilakukan. Penolakan terjadi karena kondisi Andrie pascaoperasi. ~MS #andrieyunus #wakilkoordinatorkontras #andrie

Indonesia
6
1.9K
4.4K
72.9K
Lubang Kelinci
Lubang Kelinci@TxtRabbitHole·
Kemarin hakimnya ngancam mau memidanakan Andrie Yunus, sekarang tiba-tiba empat personil Oditurat Militer II-07 datang ke RSCM buat "menjenguk". Padahal aslinya ini cuma kedok karena hakim ragu sama parahnya luka Andrie pascaoperasi sampai harus utus bawahan buat ngecek langsung (lihat berita detik terlampir). Aneh banget, masa sistem peradilan militer nggak paham psikologi korban yang dari awal emang nggak mau kasusnya dibawa ke sana? Kok kesannya maksa Andrie buat terbuka demi legitimasi mereka, meskipun harus melanggar kenyamanan dan ruang aman korban? Apa peradilan militer kita emang didesain buat bikin korban merasa terintimidasi terus-terusan ya?
Lubang Kelinci tweet media
Indonesia
2
14
36
4.3K
Lubang Kelinci retweetledi
The Institute for Ecosoc Rights
Yg duluan menghina profesi guru adalah @prabowo, yg kebijakannya merendahkan pendidikan dan menyengsarakan guru dng membuat gaji guru berada di titik paling rendah. Ini Presiden yg paling merusak Republik setelah Soeharto. @Gerindra @bang_dasco
Semplak 1, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
0
2
4
90
Lubang Kelinci retweetledi
The Institute for Ecosoc Rights
Bg yg tdk mau tahu mmg abu2. Tapi bg yg mau buka2 fakta dan gunakan logika sdh jelas kebenarannya bhw yg harus diadili atas tragedi Mei'98 adalah Soeharto (Presiden), Wiranto (Pangab), Prabowo (Pangkostrad, mantan Danjen Kopassus & menguasai pasukan), Syafrie Samsudin (Kodam Jaya), Sutiyoso (Gubernur DKI), dan Kapolri saat itu. Tujuan rusuh Mei adalah menyelamatkan kekuasaan Soeharto dng menghentikan gerakan mahasiswa lewat rekayasa rusuh Mei yg melibatkan tentara, intelijen, dan aparat negara serta ribuan org yg dilatih secara militer.
Lubang Kelinci@TxtRabbitHole

Tragedi Trisakti emang jadi pemicu besar kerusuhan Mei '98, dan empat mahasiswa itu mati sia-sia pas lagi demo damai minta reformasi. Tapi soal siapa yg bener-bener dalang di balik penembakan itu, masih abu-abu banget sampe sekarang. Komnas HAM pernah nyebut ada keterlibatan pejabat tinggi TNI/Polri, termasuk Wiranto yg direkomendasikan disidik, tapi sampe hari ini nggak ada yg bener-bener diadili di pengadilan HAM ad hoc. Prabowo juga sering disebut, tapi dia selalu nolak & bilang pasukannya udah di bawah kendali lain. Yang jelas, korban & keluarganya masih nunggu keadilan beneran, bukan cuma tabur bunga tiap tahun. Kalo sampe sekarang blm ada yang dihukum berat, apa artinya reformasi kita dulu itu beneran berhasil atau cuma setengah-setengah?

Semplak 1, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
0
4
4
216
Lubang Kelinci
Lubang Kelinci@TxtRabbitHole·
@AnikMuchtarom Betul. Maka, langkah pemerintah utk kasi label kandungan gula di produk minuman layak diapresiasi. Lumayan, meski telat.
Indonesia
0
0
1
2
Anik Muchtarom
Anik Muchtarom@AnikMuchtarom·
@TxtRabbitHole Gula adalah musuh yg paling utama. Sekarang banyak anak muda yg obesitas, gagal ginjal & jantung koroner. Meninggal di usia muda. Mirisnya
Indonesia
1
0
0
2
Lubang Kelinci
Lubang Kelinci@TxtRabbitHole·
🧵 KONSPIRASI GULA: Bagaimana Industri Makanan Memanipulasi Sains Selama 60 Tahun — dan Membuat Kita Keliru Menyalahkan Lemak Selama puluhan tahun, kamu diajari bahwa lemak adalah musuh. Tapi bagaimana jika itu kebohongan yang dirancang secara sistematis? 1/13
Indonesia
1
4
1
111
Lubang Kelinci
Lubang Kelinci@TxtRabbitHole·
Si Omang ini kayaknya gagal paham atau emang sengaja ignoran ya? Pake bawa-bawa "NATURE-nya memang begitu" seolah-olah chaos itu sesuatu yg organik dan bakal berujung indah. Padahal, sejarah udah berkali-kali ngebuktiin kalau revolusi yg cuma modal "gerombolan" tanpa struktur dan empati malah seringnya makan anak kandung sendiri. Liat aja *French Revolution* lewat periode Reign of Terror—yg jadi korban akhirnya ya rakyat kecil juga, bukan cuma elitnya. Kalo dengerin logikanya Omang, kita kayak disuruh nunggu kapal karam dulu baru mikir cara berenang. Itu mah bener kata Rizki, mental egois dan agak psikopat sih kalau tega nunggu kelompok marginal makin menderita demi agenda "perubahan" yg belum tentu jelas bentuknya. Masa iya kita mau nunggu semua orang gak punya apa-apa dulu baru mau gerak? Revolusi yg sehat itu butuh kesadaran kolektif yg terorganisir, bukan sekadar amukan massa yg "pasrah sama naluri". Kalau cuma ngandelin naluri tanpa nurani, yg ada malah power vacuum yg bakal diisi sama tiran baru yg lebih parah. Lagian, emang si Omang ini yakin banget apa kalau kekacauan pecah, dia bakal selamat dan bisa "berpesta" di atas puing-puingnya? Apa dia gak mikir kalau dalam kondisi chaos total, hukum rimba yg berlaku dan gak ada yg bener-bener aman?
Indonesia
0
0
3
113
Rizki Salminen💜
Rizki Salminen💜@tilehopper·
"revolusi itu selalu digerakan oleh kelompok masyarakat itu sendiri" "bukan oleh geremboloan orang" kelompok masyarakat dan geremboloan orang itu sinonim. Dan kalau pasrah dan anggap nalurinya itu adalah lebih baik kita nunggu sampe semuanya putus asa, terus kalau yang ditarget malah kelompok marginal dan bukan penguasa gimana? Yang nanti berpesta dari kekacauan akibat semua orang udah ga punya apa apa itu bukan lu. Tapi ya kalau mental psikopat, egois, dan putus asa begini dijaga, lu hidup setelah revolusinya juga engga.
Omang@Marko_Omang

NATURE-nya memang begitu Revolusi itu SELALU digerakkan oleh Kelompok Masyarakat itu sendiri BUKAN oleh Gerombolan Orang 😌

Indonesia
3
16
76
2K
Lubang Kelinci retweetledi
Lubang Kelinci
Lubang Kelinci@TxtRabbitHole·
Bener banget penjelasannya secara mekanisme — memang secara aturan PAW (Pergantian Antar Waktu) nggak bisa asal tunjuk keluarga. Tp yg jadi soal bukan cuma soal legal atau nggak-nya, tapi soal ekosistem yg memungkinkan dinasti ini terbentuk sejak awal — yaitu partai yg dengan sadar menempatkan bapak dan anak di dapil yg sama. Di situ partai punya peran besar dong. Secara elektoral, nama besar orang tua jelas ngasih efek "coattail" ke si anak — pemilih yg loyal ke bapaknya otomatis jadi basis suara anaknya juga. Jadi meski secara prosedur "sah", ada privilege struktural yg nggak bisa diabaikan. Yg lebih menarik disorot sebenernya: kenapa partai-partai kita cenderung nyaman mereproduksi pola ini? Karena rekrutmen kader berbasis nama/keluarga jauh lebih "aman" secara elektoral dibanding mendorong kader baru yg belum punya basis massa. Selama sistem kepartaian kita masih sangat oligarkis dan rekrutmen nggak transparan, dinasti legislatif kayak gini bakal terus ada — legal, tp tetep problematik dari sisi demokrasi yg sehat. 🙏
Indonesia
1
3
27
7.6K
Lubang Kelinci
Lubang Kelinci@TxtRabbitHole·
Ketika seorang Menteri bicara soal hukum di depan kamera, publik berhak berharap presisi terminologi, bukan sekadar asbun. Sayangnya, pernyataan Meutya Hafid soal video Amien Rais justru mempertontonkan kekeliruan konseptual yang patut dicermati. Menkomdigi menegaskan bahwa Komdigi "tidak mengajukan gugatan." Baik. Tetapi masalahnya bukan di sana. Gugatan (gugatan perdata) adalah instrumen hukum privat — diatur dalam KUHPerdata — di mana satu pihak menuntut hak atau ganti rugi dari pihak lain di hadapan pengadilan sipil. Sebagaimana dijelaskan Sudikno Mertokusumo dalam Hukum Acara Perdata Indonesia (Liberty, 2002), gugatan mensyaratkan adanya sengketa kepentingan antarsubjek hukum yang bersifat privat. Komdigi, sebagai lembaga negara yang berwenang atas konten digital, memang tidak punya pijakan untuk mengajukan gugatan dalam konteks ini. Itu benar. Namun yang perlu diluruskan: istilah yang relevan bukan gugatan, melainkan Laporan atau Aduan Pidana. Dalam ranah hukum pidana, negara tidak "menggugat" — negara melaporkan atau mengadukan. Tuntutan adalah tahap yang datang jauh kemudian: surat dakwaan jaksa penuntut umum di muka persidangan, bukan langkah awal pelaporan. Hukumonline dalam berbagai artikelnya secara konsisten membedakan ketiga istilah ini sebagai tiga momen prosedural yang sama sekali berbeda dan tidak dapat dipertukarkan. Sebagaimana ditegaskan pula oleh Yahya Harahap dalam Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHAP (Sinar Grafika, 2006) — referensi standar praktisi hukum Indonesia — laporan adalah pintu masuk proses pidana, sementara tuntutan adalah produk akhir penuntutan. Mencampuradukkan keduanya bukan sekadar salah diksi; ini adalah kegagalan nalar hukum di ruang publik. Kini soal yang lebih fundamental: siapakah yang berhak melaporkan? Mahkamah Konstitusi dalam Putusan No. 013-022/PUU-IV/2006 telah menegaskan bahwa delik penghinaan terhadap Presiden bersifat delik aduan — artinya, hanya pihak yang merasa dirugikan secara langsung yang memiliki legal standing untuk mengadukannya. Bukan kementerian. Bukan jubir. Bukan menteri koordinator sekalipun. Jika Presiden Prabowo merasa konten Amien Rais bersifat defamatori, maka beliau sendirilah — atau kuasa hukum pribadinya — yang harus melangkah ke Bareskrim. Aparatur negara tidak dapat mengambil alih hak aduan yang secara konstitusional bersifat personal dan tidak dapat didelegasikan kepada institusi. Maka pernyataan Meutya Hafid, alih-alih menjernihkan situasi, justru memperdalam kabut: salah istilah, dan — andai niatnya ke sana — salah subjek hukum. Di negara hukum, diksi adalah integritas. Sumber: 1. KUHPerdata & KUHP — pembedaan instrumen gugatan (perdata) dan laporan/tuntutan (pidana) 2. Putusan MK No. 013-022/PUU-IV/2006 — delik aduan atas penghinaan Presiden 3. Sudikno Mertokusumo, Hukum Acara Perdata Indonesia (Liberty, 2002) — definisi dan syarat gugatan perdata 4. Yahya Harahap, Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHAP (Sinar Grafika, 2006) — perbedaan laporan, aduan, dan tuntutan pidana 5. Hukum Online — referensi praktis pembedaan terminologi hukum acara perdata dan pidana
Lubang Kelinci tweet media
Indonesia
0
0
0
15
Lubang Kelinci
Lubang Kelinci@TxtRabbitHole·
Emang kelihatan banget ada anomali antara Prabowo versi tulisan sama aslinya. Klo liat disparitasnya, curiga deh jangan-jangan buku sama tweet-nya itu hasil karya ghostwriter. Soalnya gap kualitas narasinya jauh banget, kayak dua orang yang berbeda kepribadian. Catatan: Secara psikolinguistik, gaya bahasa seseorang biasanya konsisten (disebut "idiolect"). Kalau ada perbedaan gaya bahasa yang ekstrem antara teks tertulis dan ucapan spontan, itu indikasi kuat adanya campur tangan pihak luar atau penggunaan persona yang dikonstruksi secara sengaja.
Indonesia
0
0
1
52