🇮🇩Cinta Negeri✍️

12.5K posts

🇮🇩Cinta Negeri✍️ banner
🇮🇩Cinta Negeri✍️

🇮🇩Cinta Negeri✍️

@a_ghozi

🌹jangan takut mengungkapkan rasa cintamu pada negeri ini🌹 #𝓣𝓱𝓮𝓝𝓰𝓪𝓹𝓪𝓴𝓮𝓻𝓼

Repubilk Indonesia Katılım Nisan 2012
8.7K Takip Edilen10.7K Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
🇮🇩Cinta Negeri✍️
Dan malam pun mendekapku sambil berbisik: "kesempatanmu adalah sehatmu" nyaris tak terdengar. Terjagalah alam semesta dengan segenap doa-doanya😍😍
Indonesia
8
13
74
0
Extra Time Indonesia
Extra Time Indonesia@idextratime·
🚨 TERKINI : Como 1907 dilaporkan tidak akan menghalangi jika Cesc Fabregas tertarik untuk melatih Chelsea. Hal itu disampaikan Presiden Como, Mirwan Suwarso. 🗣️"Jika itu membuatnya bahagia, ya sudah, Anda tentu ingin karyawan Anda tetap bersama Anda selama mungkin, tetapi pada akhirnya kami tidak memilikinya dan dia bebas untuk pergi ke Chelsea jika dia mau." 📝 @MattHardyJourno
Extra Time Indonesia tweet mediaExtra Time Indonesia tweet media
Indonesia
138
214
4.8K
313.2K
🇮🇩Cinta Negeri✍️ retweetledi
NU Online
NU Online@nu_online·
[Full] Ngaji Penuh Humor Ilmiah Gus Baha' bersama Prof Quraish Shihab | Ceramah #NUOnline
Indonesia
11
296
822
16.1K
Für Elise
Für Elise@mrcorleoneeeeee·
@grok @ainunnajib Membelah laut secara instant butuh energi yg setara dgn ledakan supermasif, juga melanggar hukum fluida. Gelombang gravitasi dulu sulit diamati tapi masuk fisika. Einstein pernah membuat teori ilmiahnya. Lalu perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bisa membuktikannya.
Indonesia
2
0
0
316
🇮🇩Cinta Negeri✍️ retweetledi
Ainun Najib 🇮🇩@🇸🇬
hey @grok estimasi terbaikmu, di tahun berapakah Nabi Musa dan di tahun berapakah Buddha?
Indonesia
2
4
56
33.9K
🇮🇩Cinta Negeri✍️ retweetledi
Nadirsyah Hosen
Nadirsyah Hosen@na_dirs·
Perjalanan Karena hidup bukan hanya soal sekian lama berjalan, tapi tentang hidup yang bermakna. Banyak orang menua tanpa pernah benar-benar tumbuh. Mereka menghitung tahun, tapi lupa menghitung nilai dari setiap detik yang dijalani. Umur bertambah, tapi jiwa kadang tetap kanak-kanak — terperangkap dalam keinginan duniawi yang tak pernah kenyang. Padahal, yang membuat hidup berharga bukan lamanya napas, melainkan kedalaman makna di setiap tarikan napas itu. Hidup sejati bukan maraton untuk mencapai garis akhir tercepat. Hidup ini bukan kontestasi. Ia adalah perjalanan menuju kedewasaan hati — tentang bagaimana kita belajar memaafkan, menahan amarah, mencintai tanpa syarat, dan menebar kebaikan meski tak selalu dibalas. Setiap luka, kehilangan, dan ujian bukan sekadar penghalang, melainkan ayat-ayat kehidupan yang menuntun kita mengenal diri dan mengenal Tuhan. Dalam Al-Qur’an, Allah mengingatkan: الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا “Yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang paling baik amalnya.” (QS 67:2) Ayat ini menegaskan bahwa tujuan hidup bukan sekadar bertahan, tapi berbuat baik sebaik-baiknya. Paling baik amalnya. Bukan paling banyak amalnya. Sebab yang banyak, belum tentu baik. Kualitas, bukan cuma kuantitas amal. Maka ukuran keberhasilan bukan cuma panjang umur, tapi seberapa banyak manfaat yang lahir darinya. Bukan berapa langkah yang kita tempuh, tapi berapa jiwa yang kita sentuh lewat kebaikan kita. Wahai diri ini yang terkadang lupa dan khilaf…tetaplah menjadi orang baik, meski dunia sedang tidak baik-baik saja. Kelak pada ujung perjalanan ini semoga kita akan paham bahwa tak ada kebaikan yang sia-sia. Terima kasih wahai diri…sudah bertahan dalam ujian dan pujian; sudah menyerap makna dalam manis dan getirnya asa. “Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan sekecil zarrah (atom) pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya” (QS 99:7) Tabik, Nadirsyah Hosen
Nadirsyah Hosen tweet media
Indonesia
33
124
704
36.6K
🇮🇩Cinta Negeri✍️ retweetledi
Nadirsyah Hosen
Nadirsyah Hosen@na_dirs·
Tujuh Kali Allah Menguji Kita Hidup ini bukan sekadar perjalanan, melainkan ruang ujian. Allah tidak menguji untuk menjatuhkan, tetapi untuk menyingkap siapa kita sejatinya di hadapan-Nya. Ujian hadir dalam rupa yang berbeda: kadang manis, kadang getir—namun semuanya menuju satu tujuan: menguji cinta dan kesetiaan kita kepada-Nya. 1.Dengan nikmat yang kita pinta Doa terkabul, rezeki datang sesuai harapan. Allah ingin tahu: apakah kita bersyukur, atau merasa segalanya lahir dari diri sendiri. Nikmat bisa jadi tangga menuju surga, bisa pula jerat kesombongan. 2.Dengan doa yang tak terkabul Saat jawaban tak kunjung tiba, Allah sedang menakar sabar: apakah kita terus berharap dan beribadah, atau berpaling karena kecewa. Penundaan bukan penolakan, tapi pendidikan hati agar tetap setia. 3.Dengan memberi kepada orang lain Apa yang kita minta jatuh ke tangan orang lain. Inilah ujian hati: apakah kita menjadi pendengki, atau ridha menerima takaran rezeki. Dengki hanya membakar dada, sementara ridha menenangkan jiwa. 4.Dengan pemberian yang berbeda Kita minta A, Allah beri B. Iman diuji: percayakah kita bahwa pilihan-Nya lebih bijak? Apa yang tampak asing hari ini, sering kali rahmat besar yang baru disadari esok. 5.Dengan kehilangan Bukan hanya harta, tetapi juga jabatan dan orang-orang terkasih. Kehilangan mengingatkan bahwa segalanya milik Allah. Apakah kita kembali kepada-Nya, atau karam dalam kesedihan tanpa arah. 6.Dengan kelapangan hidup Kadang ujian terbesar justru kelapangan. Kekayaan, kedudukan, dan pujian bisa melalaikan. Allah ingin tahu: apakah di puncak kejayaan kita tetap merunduk tawadhu, atau lupa pada Dia yang memberi segalanya. 7.Dengan diri kita sendiri Hawa nafsu, ego, dan bisikan hati. Di situlah rahasia cinta: apakah kita mencintai Allah hanya karena pemberian-Nya, atau karena Dia memang layak dicintai sepenuh hati. اللَّهُمَّ اجْعَلْ كُلَّ بَلَاءٍ نُورًا، وَكُلَّ دَمْعَةٍ مَطَرًا، وَكُلَّ جِرَاحٍ جِسْرًا نَجُوزُ بِهِ إِلَيْكَ. Ya Allah, jadikan setiap ujian seperti cahaya yang menuntun, setiap air mata bagai hujan yang menyuburkan iman, dan setiap luka itu jembatan yang mendekatkan kami kepada-Mu. Tabik, Nadirsyah Hosen
Nadirsyah Hosen tweet media
Indonesia
19
341
985
40.7K
Chusnul ch💞timah
Chusnul ch💞timah@ch_chotimah2·
Dulu saat presiden Jokowi menghadap ibu Mega ketua umum partai yg sdh membesarkan Jokowi. Bagi ternak Jokowi, ibu Mega sdh menghina presiden. Skrng presiden Prabowo menghadap Jokowi seorang pecatan partai. Bagi ternak Jokowi, Jokowi ga sdng menghina presiden tapi seorang sahabat. Ternak Jokowi bkn hny jago sebar hoax tapi juga nyebokin dan menjilat. Menjilat orang dan menjilat ludah sendiri. Sehina itulah mereka.
Chusnul ch💞timah tweet media
Indonesia
67
105
403
11.1K
🇮🇩Cinta Negeri✍️ retweetledi
Speedline
Speedline@speedlinexx·
Are you kidding me 😀😆😆
English
163
791
7.7K
432.9K
🇮🇩Cinta Negeri✍️
Go go ayo bang jepun, jangan ngolah bola doang. Luncurkan ke gawang Aussie, dong💪💪
🇮🇩Cinta Negeri✍️ tweet media
Indonesia
0
0
1
91
Mar Teg
Mar Teg@LexMarteg·
Ganti Profil anyar ahhhhhh...... Menjelang 4th #TheNgapakers Nduwur ubun" enek antene.... Wekekekekek 🤟🤟
Mar Teg tweet media
Indonesia
6
3
9
166
🇮🇩Cinta Negeri✍️ retweetledi
Hilmi Firdausi
Hilmi Firdausi@Hilmi28·
Begitu banyak ortu yg memberi hadiah ke guru sbg bentuk cinta & terimakasih krn telah mendidik anak2nya sepenuh hati, tak ada maksud lain (ortu tau gaji guru tdk sebesar gaji pejabat). Hadiahmya pun bkn barang2 mahal, bahkan kadang hasil patungan, itupun seikhlasnya & tdk semua ortu memberi. Masih byk hal2 besar yg harus negara urus, gratifikasi barang mewah, tumpangan jet pribadi, mobil, moge, berlian & tas mewah utk istri pejabat bahkan bagi2 proyek & jabatan. Ini yg seharusnya diurusi, bukan hal2 receh yg tdk esensi.
Hilmi Firdausi tweet media
Indonesia
669
831
4K
282.6K
Akbar Faizal
Akbar Faizal@akbarfaizal68·
Aku pernah memercayaimu. Saat itu kosong. Tak tumbuh pohon yg cukup rindang. Negeri kering-kerontang. Bbrp tangkai bertumbuh namun segera patah oleh gergaji politik yg brutal. Hingga hadirlah dirimu. Wajah yg lahir dari pikiran banyak org. Harapan! Tp SAYA SALAH. Hari ini, kamu pasti mulai sadar alam tak lagi bersamamu meski terus berusaha tersenyum tnp rasa sesal. Namun kau pasti tahu selalu ada harga yg harus dibayar utk sebuah kesalahan Tuan.
Indonesia
828
554
3K
264K
🇮🇩Cinta Negeri✍️ retweetledi
Nadirsyah Hosen
Nadirsyah Hosen@na_dirs·
Jadilah Singa Meski Diam Pernahkah kau merasa dijauhi, tanpa tahu sebabnya, hingga angin bisik-bisik membawa kabar: ada yang menyebar cerita tak benar tentangmu? Dan yang paling menyakitkan bukan fitnahnya, tapi bahwa mereka yang kau anggap teman justru percaya—tanpa pernah bertanya. Tanpa tabayun. Tapi jangan biarkan hatimu dikendalikan oleh penilaian mereka. Kehormatanmu tak lahir dari mulut orang lain, tapi dari ketulusanmu menjalani hidup. Dan jika mereka menjauh hanya karena satu sisi cerita, bersyukurlah. Mungkin itu cara Allah membersihkan lingkaranmu. Pertemanan yang sejati tak tumbang hanya karena desas-desus. Ingatlah pepatah lama: “Teman sejati tak butuh penjelasan. Musuh pun tak akan percaya meski kau beri seribu alasan.” Maka bila ada yang langsung percaya kabar buruk tanpa pernah mencarimu, ucapkan Alhamdulillah—ternyata dia bukan temanmu. Ia hanya penonton yang menunggu adeganmu jatuh, dan saat itu datang, ia bertepuk tangan paling keras. Sebagaimana bait hikmah yang dinisbatkan kepada Imam Syafi’i: أَمَا تَرَى الأَسَدَ تُخْشَى وَهِيَ صَامِتَةٌ؟ وَالكَلْبُ يُخْسَى لَعَمْرِي وَهُوَ نَبَّاحُ “Tidakkah kau lihat, singa ditakuti meski diam? Sedangkan anjing diusir, demi hidupku, walau menggonggong nyaring.” Bait ini mengajarkan: diamnya orang mulia bukan kelemahan. Dan suara keras bukan selalu pertanda kebenaran. Tak semua yang dekat itu benar-benar teman. Kadang mereka tak peduli apakah cerita itu benar atau salah. Mereka diam-diam hanya menunggu dirimu jatuh dan segera menjauh. Itulah kualitas pertemanan mereka. Tak perlu dijelaskan. Tak perlu diluruskan kepada yang tak berniat mendengarkan. Biarkan saja… Ada yang pergi tanpa perlu dimengerti, karena persahabatan itu tak lagi berarti, dan kehadirannya pun tak pernah sungguh menyertai. Tak perlu disimpan di dalam hati. Tabik, Nadirsyah Hosen
Nadirsyah Hosen tweet media
Indonesia
26
229
650
44K