Adi

1.4K posts

Adi banner
Adi

Adi

@adiwhewhe

Liverpool FC

Katılım Mart 2009
319 Takip Edilen125 Takipçiler
Kereta Api Indonesia
𝗣𝗲𝗻𝗴𝘂𝗺𝘂𝗺𝗮𝗻 𝗚𝗶𝘃𝗲𝗮𝘄𝗮𝘆 𝗡𝗮𝗺𝗮 𝗔𝗻𝗮𝗸 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗨𝗻𝘀𝘂𝗿 𝗞𝗲𝗿𝗲𝘁𝗮 𝗔𝗽𝗶 🚆 Guys, kalian sudah menunggu pengumuman giveaway Railmin tentang nama anak dengan unsur kereta api, kan? 😍 Nah, hari ini Railmin mau mengucapkan selamat kepada para pemenang dengan nama yang tertera di bawah ini: @/xyas_37 (IG), @/agus_trianascout (IG), @/deswi_nilla (IG), @muatokbdb (X), @zabinedmc (X), @adiwhewhe (X), @/honest lie (FB), @/Abdurrazaq Thoriqul Mustaqim (FB), dan @/herurynt (FB). Jangan lupa untuk mengirimkan data diri berupa: Nama lengkap: Nomor telepon: Alamat lengkap: Kode pos: Oh iya, Railmin juga mau mengucapkan selamat kepada para pemenang dan mohon maaf atas keterlambatan pengumumannya, ya! 🙏 #KAI121 #GiveawayNamaAnakUnsurKereta #KAISemakinMelayani #AyoNaikKereta
Indonesia
16
5
25
7.4K
Adi
Adi@adiwhewhe·
@KAI121 Alhamdulillah
Indonesia
1
0
0
161
Adi
Adi@adiwhewhe·
Hukum timbal balik, ketika kita minta responden mengisi survey dari kita sambil kita kasih uang 25 rb ternyata lebih efektif dibandingkan kita meminta mereka mengisi terlbih dahulu baru kita kasih 50 rb. Kuncinya perasaan berhutang kebaikan yg menggerakkan mereka.
Indonesia
0
0
0
26
Kereta Api Indonesia
Kereta Api Indonesia@KAI121·
𝗟𝗼𝗸𝗼 𝗚𝗶𝘃𝗲𝗮𝘄𝗮𝘆: 𝗦𝗲𝗯𝘂𝘁𝗶𝗻 𝗡𝗮𝗺𝗮 𝗔𝗻𝗮𝗸 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗮𝗱𝗮 𝗨𝗻𝘀𝘂𝗿 𝗞𝗲𝗿𝗲𝘁𝗮𝗻𝘆𝗮! 🚉 Yuhuu! Ada giveaway lagi nih, buat kalian yang mau killing time saat weekend! 😍 Kalian cukup tuliskan nama anak yang ada unsur kereta api di kolom komentar. Nah, syarat dan ketentuannya seperti berikut: 👇🏻 1. Kalian harus follow akun KAI121. 2. Tag dan ajak 3 (tiga) teman kalian untuk follow akun KAI121. 3. Tuliskan jawaban di kolom komentar dengan menyertakan hashtag: #NamaAnakKereta, #GiveawayKAI 4. Akan dipilih 10 (sepuluh) pemenang dari Instagram, X, Facebook, dan TikTok, yang akan mendapatkan merchandise eksklusif dari KAI121. 5. Batas akhir partisipasi sampai dengan 19 April 2026. 6. Keputusan pemenang tidak dapat diganggu gugat. Jadi, pastikan kalian ikuti syarat dan ketentuannya ya, siapa tau kalianlah pemenangnya! #KAI121 #NamaAnakKereta #GiveawayKAI #AyoNaikKereta #KeretaApi
Indonesia
168
53
149
21.7K
Adi
Adi@adiwhewhe·
@KAI121 Saka serayu mahardhika. Saka dari kereta taksaka yg melewati aliran sungai serayu. Atau bisa di artikan kekuatan yg mengalir tenang #NamaAnakkereta #GiveawayKai
Indonesia
1
0
0
170
Adi
Adi@adiwhewhe·
@KAI121 Saka serayu mahardhika. Saka dari kereta taksaka yg melewati aliran sungai serayu
Indonesia
1
0
0
325
Adi
Adi@adiwhewhe·
@TradingDiary2 Ya Iran soalnya gak percaya2 amat mau damai. Udh sering dikibulin kali yaa
Indonesia
0
0
1
683
Chart Investor Saham IHSG,USA,Crypto
BREAKING: NYT menulis bahwa US bilang Iran tidak mampu membuka Hormuz sepenuhnya karena ranjau yg sempat di sebar di Hormuz dengan cepat sebagian telah hanyut dan berpindah tempat dan ada masalah keterbatasan teknikal untuk menemukannya. Iran memberikan panduan arah baru untuk kapal menghindar ranjau
Chart Investor Saham IHSG,USA,Crypto tweet media
The Hormuz Letter@HormuzLetter

BREAKING: Iran cannot fully reopen the Strait of Hormuz because it "cannot find" some of the mines it placed in the waterway and lacks the capability to remove them, per multiple US officials cited by NYT. The mines were laid quickly by small IRGC boats, and some have since drifted from their original positions. NYT also reports that Araghchi's earlier "technical limitations" comment on reopening was specifically about the mine removal problem.

Indonesia
7
8
45
8.8K
Adi
Adi@adiwhewhe·
@LambeSahamjja Lagian ini masih mau nego damaii. Maklumlah
Indonesia
0
0
0
200
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ini baru keluar dari New York Times dan ini mungkin salah satu update paling mengkhawatirkan dari seluruh krisis Selat Hormuz yang sudah berjalan. Iran tidak bisa membuka penuh Selat Hormuz karena mereka sendiri tidak tahu di mana semua ranjau yang mereka tanam. Ini bukan retorika. Ini pernyataan dari pejabat-pejabat Amerika Serikat yang dikutip NYT. Ranjau ditanam dengan cepat oleh kapal-kapal kecil IRGC. Dan karena prosesnya terburu-buru beberapa ranjau sudah bergeser dari posisi awalnya terbawa arus. Iran kehilangan jejak beberapa dari ranjau itu. Dan mereka tidak punya kapabilitas yang cukup untuk mendeteksi dan mengangkat ranjau-ranjau yang sudah hanyut. Dan ingat pernyataan Menlu Iran Araghchi beberapa hari lalu? Dia bilang ada technical limitations dalam proses pembukaan Selat Hormuz. Selama ini orang mengira itu bahasa diplomatik cara halus untuk mengatakan mereka tidak mau membuka. Ternyata bukan. NYT mengkonfirmasi "technical limitations" itu merujuk spesifik ke masalah ranjau yang tidak bisa ditemukan dan diangkat. Dan ini yang bikin situasinya jauh lebih serius dari yang dikira: Sebelumnya kita berpikir masalah Selat Hormuz adalah masalah politik. Iran tidak mau buka sampai Israel berhenti menyerang Lebanon. Trump menekan. Netanyahu menolak. Dan seterusnya. Tapi sekarang ada dimensi baru yang jauh lebih berbahaya masalah teknis yang tidak bisa diselesaikan dengan negosiasi. Ranjau yang tidak diketahui posisinya tidak bisa dihilangkan lewat perjanjian damai. Tidak bisa diselesaikan lewat telepon antara Trump dan Khamenei. Tidak bisa diatasi dengan tekanan diplomatik apapun. Ini masalah fisik di dasar laut yang butuh waktu, teknologi, dan kapabilitas militer yang ternyata Iran sendiri tidak punya cukup. Implikasi langsungnya: Bahkan kalau gencatan senjata terjadi hari ini bahkan kalau Iran secara resmi menyatakan Selat Hormuz terbuka kapal-kapal tanker tetap tidak bisa lewat dengan aman. Karena ada ranjau yang tidak diketahui posisinya yang mengambang di suatu tempat di dalam selat itu. Tidak ada kapten kapal yang mau mempertaruhkan kapalnya dan awaknya kalau ada kemungkinan ranjau tak terlacak di jalur pelayaran. Dan asuransi pengiriman yang sudah naik drastis sejak krisis dimulai tidak akan turun sampai ada kepastian penuh bahwa selat benar-benar bersih. 230 kapal tanker penuh minyak yang terjebak di Teluk Persia timeline-nya sekarang jauh lebih tidak pasti dari sebelumnya. Karena solusinya bukan lagi cuma soal negosiasi politik. Tapi soal operasi militer yang kompleks, berbahaya, dan membutuhkan waktu untuk mendeteksi dan mengangkat ranjau yang posisinya tidak diketahui di perairan yang sangat strategis. Dan ini menciptakan satu skenario yang paling tidak diinginkan semua pihak: Iran ingin terlihat bisa membuka selat sebagai bagian dari negosiasi. Tapi ternyata mereka tidak bisa. Amerika ingin selat terbuka karena harga minyak dan tekanan ekonomi global. Tapi mereka tidak bisa paksa tanpa operasi militer skala besar. Dan seluruh dunia yang bergantung pada energi dari Teluk Persia termasuk Indonesia hanya bisa menunggu.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
24
17
110
22.2K
Adi
Adi@adiwhewhe·
Bbni :(
Indonesia
0
0
0
93
Adi
Adi@adiwhewhe·
@yeni_reca3 Masih bs masuk bbni?
Indonesia
1
0
0
158
Adi
Adi@adiwhewhe·
@jamiemcintyre21 Sebenarnya sangat banyak tempat selain bali dan lombok di Indonesia. Dari sumatera ke papua yg sangat indah
Indonesia
0
0
0
40
jamiemcintyre
jamiemcintyre@jamiemcintyre21·
Part 2 WHAT THIS MEANS FOR AUSTRALIANS For Australians, the equation becomes simple: •Rising fuel costs •Higher airfares •Cost-of-living pressure at home The traditional European summer becomes harder to justify. And when belts tighten, proximity wins. ⸻ ENTER INDONESIA: THE QUIET BENEFICIARY This is where Indonesia steps into the spotlight. Particularly: •Bali •Lombok These destinations tick every box in uncertain times: •Close to Australia •Relatively affordable •Outside the direct conflict zone •Established tourism infrastructure (Bali) •Untapped growth potential (Lombok) When global chaos rises, people gravitate toward familiar, safe, and accessible destinations. Bali already holds that position. Lombok is now stepping into it. ⸻ THE EXPAT SHIFT: “GLOBAL REFUGEE CAMP” BALI One of the most talked-about cultural shifts in recent years is how Bali has earned the nickname: “the global refugee camp.” Not in the traditional sense of crisis migration, but as a reflection of a new wave of voluntary relocation. Since COVID, Bali has become a landing zone for: •Remote workers •Entrepreneurs •Investors •Families leaving high-cost Western countries People aren’t fleeing bombs… they’re fleeing inflation, regulation, and declining living standards. They arrive with laptops instead of luggage full of uncertainty, building new lives in beachside cafes and villa communities. But success brings its own pressure. Bali is now: •More crowded •More expensive •More competitive Which naturally leads to the next evolution. ⸻ LOMBOK: THE NEXT FRONTIER As Bali matures, Lombok is rising. Less developed. Less crowded. More raw. And crucially, it offers something Bali increasingly struggles with: Space. This is where we’re seeing the early stages of: •Master-planned communities •Eco-focused developments •Expat-oriented “mini cities” Designed not just for tourists… but for people relocating long-term. ⸻ THE COST-OF-LIVING CRISIS DRIVING THE TREND This shift isn’t just about war. It’s about economics. Countries like Australia are facing: •Rising fuel costs •Increasing food prices •Housing affordability crises •Growing financial pressure on the middle class When even middle-income earners struggle to maintain a comfortable lifestyle, relocation stops being a dream… and becomes a strategy. Indonesia offers: •Lower living costs •Warmer climate •Strong community culture •Growing infrastructure ⸻ A PERFECT STORM FOR TOURISM GROWTH Put it all together, and you get a powerful combination: •Middle East instability •Rising global travel costs •Airline route disruption •Expat relocation trends •Western cost-of-living pressures And sitting quietly on the edge of it all… Indonesia. ⸻ FINAL THOUGHT History doesn’t always reward the loudest players. Sometimes, it rewards the most stable. While the Middle East grapples with conflict and uncertainty, destinations like Bali and Lombok may emerge not just as holiday hotspots… …but as the new centres of global lifestyle migration and regional tourism dominance. And if this conflict continues, as many now expect… That shift is only just beginning.
jamiemcintyre@jamiemcintyre21

ALI, LOMBOK & INDONESIA: THE UNEXPECTED WINNERS OF A GLOBAL CONFLICT? By Jamie McIntyre It’s one of those rare moments in history where geopolitics doesn’t just reshape borders or alliances… it reshapes where people choose to live, holiday, and invest. And right now, as the Iran–Israel conflict escalates into a broader Middle East crisis, we are witnessing the early stages of what could become one of the biggest shifts in global tourism patterns in decades. ⸻ THE WAR WON’T END QUICKLY — AND THAT CHANGES EVERYTHING Let’s start with the uncomfortable reality few in Western media are willing to admit. This war is not ending anytime soon. Despite early promises of swift victories, the situation has dragged into something far more prolonged and destabilising. The assumption that America and Israel would dominate quickly has not materialised. Instead, we are seeing a drawn-out conflict with escalating retaliation, growing regional instability, and increasing uncertainty across global markets. And when uncertainty rises… tourism patterns don’t just shift. They fracture. ⸻ THE COLLAPSE OF THE MIDDLE EAST AS A TOURISM HUB For decades, cities like Dubai and Doha positioned themselves as the crossroads of the world. Luxury, tax-free living, and global connectivity turned the Gulf into a magnet for both tourists and expats. But war changes perception faster than reality. Airspace risk. Missile threats. Political instability. Even the possibility of danger is enough to shift airline routes, insurance costs, and traveller confidence. The result? •Airlines begin avoiding conflict-adjacent airspace •Insurance premiums surge •Flight routes become longer and more expensive •Passenger demand declines Dubai and Qatar’s dominance as aviation hubs becomes fragile overnight. ⸻ THE RIPPLE EFFECT: AIRFARES, ROUTES & GLOBAL TRAVEL Tourism doesn’t exist in isolation. It runs on fuel, logistics, and confidence. And all three are now under pressure. Higher oil prices mean: •Airlines cutting routes •Smaller carriers collapsing •Ticket prices rising sharply In this new landscape, only the most efficient and strategically positioned routes survive. Emerging winners may include: •Turkey as a Europe–Asia bridge •Turkish Airlines expanding its footprint •Chinese and Russian transit corridors linking Asia to Europe •Ethiopian Airlines leveraging a northern Africa route But one major shift stands out: People will travel shorter distances, less often, and more selectively. ⸻ WHAT THIS MEANS FOR AUSTRALIANS See Part 2

English
6
4
18
5.2K
Adi
Adi@adiwhewhe·
@Ridhuan1234 @LambeSahamjja Klo cicil emas udh ada barangnya di awal kita ambil. Cuma diserahin klo sudah lunas
Indonesia
0
0
0
262
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
- Tring : Investasi jangka panjang, banyak fitur, cetak fisik murah, paling terpercaya, likuiditas paling tinggi semenit cair, perhari 50 gr - Laku emas : update harga lumayan cepat, spread sangat rendah, biaya cetak sangat mahal, pencairan aga so so lah (lumayan kalo bisa langganan akun Elite) - Treasury : update harga cepat, cocok untuk trading, cetak fisik mahal, pemilik swasta, likuiditas 2×24
Lambe Saham tweet media
Indonesia
26
101
783
98.3K
Adi
Adi@adiwhewhe·
@MLDSPOT Lho ga tenggelam
Indonesia
0
0
0
3
Adi
Adi@adiwhewhe·
@MiskinTV_ Bantu orang 4 x dan kita akan merasa hebat dan semena2 sama yg dibantu?
Indonesia
0
0
0
73
SobatMiskinTV
SobatMiskinTV@MiskinTV_·
Bantu orang sekali, dia akan berterima kasih. Bantu orang 2 kali, dia mulai berharap. Bantu orang 3 kali, dia merasa sudah haknya. Bantu orang 4 kali, dia yakin itu kewajiban kita. Jika kita berhenti bantu, dia akan terus tagih, lalu kesal dan benci kita
SobatMiskinTV tweet media
Indonesia
242
2.2K
8.1K
2.3M