Arief 😷

19.4K posts

Arief 😷 banner
Arief 😷

Arief 😷

@ariefends

Weird & awkward, but simply original.

Negeri Wakanda Katılım Mart 2011
681 Takip Edilen316 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Arief 😷
Arief 😷@ariefends·
Ohana means family. Family means nobody gets left behind—or forgotten.
English
1
0
1
0
Arief 😷 retweetledi
Bambang
Bambang@sibambaang·
Saya lebih setuju dengan “Indonesia itu dirusak oleh kebodohan.” Mau tua muda kalau bodoh/tidak kompeten ya merusak. Posisi2 penting dari level kelurahan, camat, sampai pusat banyak yang diisi oleh orang bodoh/tidak kompeten. Tapi oligarki itu mereka tidak bodoh. Betul, tapi mereka membodohi orang-orang di bawahnya. Kalau yang di bawah oligarki tidak bodoh, Indonesia tidak akan rusak. Ingat, tahun 60an kita kehilangan 1 generasi intelektual sehingga negara kita tidak bisa mengelola SDA dan ketinggalan dengan negara lain di Asia.
Rani Kancana 🍉@RaniKancana

Indonesia itu dirusak bukan oleh generasi muda. Tapi oleh generasi tua nya.

Indonesia
28
544
1.4K
30.2K
Arief 😷 retweetledi
Prince
Prince@MUFC__Prince·
I want the people who want Michael Carrick permanently to genuinely imagine this scenario. Premier League on the weekend. Champions League midweek. Another Premier League game. Carabao Cup. Then another league game. Week after week. Now imagine trying to survive that schedule playing this kind of football. Waiting for counter-attacks. No sustained possession. No real structure. Just transitions, moments and reacting. Do people seriously think that’s sustainable at the highest level? And the worrying part is… It’s not even about the players anymore. We have enough technical players to keep the ball for more than 10 seconds. You can argue athleticism all you want, but teams like FC Barcelona, Manchester City, Bayern Munich and Paris Saint-Germain dominate games because of structure and positioning. That comes from the coach. Even if you change the midfielders… Even if you change the attack… The football will still look the same. Because this is the blueprint. And if this is the long-term direction of Manchester United… Then we’re building a team to survive games - not control them.
Prince tweet media
English
99
47
192
15.2K
Arief 😷 retweetledi
Arief 😷 retweetledi
Dosen Pembimbing
Dosen Pembimbing@Dospemz·
Hey @Harvard, One of your graduates (Stella Christie) is out here arguing against salary floors for lecturers, claiming “competition” and “quality-based pay” are essential for university progress and national scientific advancement. Yet under the very same regime she serves, she fails to explain why MBG staff can earn far more than the lecturers who actually teach, research, and carry the university’s core academic mission. For Harvard, having an alumna publicly defend this kind of selective and hypocritical logic is honestly embarrassing. Thank you for your attention to this matter!
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen

Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok

English
121
6.4K
19.3K
566.1K
Arief 😷 retweetledi
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran. Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini. Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap “tidak berguna”, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan. Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja. Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya. Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia. Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap “tidak praktis”. Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal. Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;) Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan. Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa. Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri. Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok. Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.
tempo.co@tempodotco

JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

Indonesia
418
20.8K
51.6K
1.3M
Arief 😷 retweetledi
dl
dl@drlrst·
yes sex is good, but have you ever witnessed keruntuhan rezim dzalim opresif penuh korupsi, kolusi, dan nepotisme?
Indonesia
75
8.8K
25.2K
243.3K
Arief 😷 retweetledi
Bambang
Bambang@sibambaang·
1. Warga NU besar karena membolehkan warganya merokok 2. Mari normalisasi menyebut perokok sebagai pecandu rokok 3. Jangan pernah berdebat dengan pecandu perihal sumber candunya 4. Indo tidak bisa maju selama masyarakatnya gaji UMR dan candu rokok 5. Stop narasi: “kalau rokok dilarang, bagaimana nasib petani tembakau dan ribuan karyawan pabrik rokok?” Heh Yanto! Konsepnya tuh gak mempertahankan keburukan satu demi kebaikan lain. Tuhan nyiptain tanah gak cuman untuk ditanam tembakau dan perusahaan gak cuman rokok.
aaeraa@aera_ry

Ungkapkan unek-unek kalian terhadap para perokok!!

Indonesia
123
209
654
78.6K
Arief 😷 retweetledi
Prabowo Subianto
Prabowo Subianto@prabowo·
14. Anggaran perjalanan dinas: Rp. 20 T per tahun. Ini pemborosan. Harus dicoret. Jika saya presiden, tidak boleh pejabat RI plesiran ke LN.
Indonesia
3K
20.6K
25.9K
0
Arief 😷 retweetledi
Alma | Games & Lifestyle
Alma | Games & Lifestyle@alsjournall·
@sdwidana @rforramyeon Dimana mana pantai tapi ikan mahal, dimana mana kebun sama hutan tapi buah buahan mahal, dimana mana pohon sawit tapi minyak goreng mahal. Emang anomali negara ini
Indonesia
15
707
4.3K
50.8K
not punk boy
not punk boy@notpunkboyyy·
@FandomID_ Dia cuman belum bisa nemuin cara ngalahin Messi aja dlu sampe tremor di final UCL
Indonesia
2
0
2
7.6K
Football Fandom
Football Fandom@FandomID_·
SAF emang bisa menang dengan siapapun pemainnya Dia pernah ng-voor lawan dengan masang 7 bek di starting XI saat vs Arsenal dan menang 2-0 Di lain waktu, dia hanya mainin 1 bek, itupun bek kiri, lainnya dia main pakai 8 gelandang, 1 kiper, dan 1 striker lawan juara bertahan Bundesliga, Wolfsburg, dan tetap bisa menang 3-1 Ini pelatih yg bisa maksimalin potensi pemain. Anderson udah kaya gelandang kelas dunia di bawah SAF Darren Fletcher aja bisa jadi big game player dg arahan SAF Satu lagi, SAF bukan tipe pelatih yang akan merengek ke owner klub kurang pemain bagus di timnya kalau lagi kalah
Football Fandom tweet mediaFootball Fandom tweet media
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen

2 pelatih yang sangat overpower !! SAF tipe booster, alias siapapun pemainnya pasti juara. pep ini diberkahi skill manajemen pemain bintang. Skill langka banget. kemudian taktiknya benar-benar bikin kacau sepakbola. 🤣 📹@FootballFunnys

Indonesia
116
512
2K
199.2K
Arief 😷 retweetledi
Jorgiana Au.
Jorgiana Au.@jorgianaaa·
Padahal kita bisa banget ngekritik Leila Chudori atau Soekarno atau Tan Malaka dll secara keras, while also mengakui dampak progresif yang mereka kontribusikan. Nuans. Kenapa harus cuman milih satu aspek doang kalau ternyata kita bisa jadi segalanya dalam waktu yang bersamaan?
Indonesia
2
103
471
11.8K
Arief 😷 retweetledi
GiddyFx 
GiddyFx @giddy_fx·
🚨Sir Alex Ferguson was given time at Manchester United. Mikel Arteta was given a lot of time at Arsenal. Manchester United fans are backing Carrick to be given more time with good signings But it’s Ruben Amorim who wasn’t worth giving time. As long as football is concerned, a manager needs time. A manager needs time to implement his tactics and philosophy into the team, especially when he came from a totally different league and country. You can’t expect your team to Dominate Europe and you keep sacking coaches. Stop saying Ruben Amorim had no tactics and was constantly losing games because if I ask you to tell me Michael Carrick’s tactics, nobody will. Ruben Amorim wasn’t even sacked because of the constant loses, yes, if losing was the problem, United would have sacked him when he lost the final.‼️
GiddyFx  tweet media
English
94
36
228
21.5K
Arief 😷 retweetledi
𝕷𝖚𝖈𝖎𝖋𝖊𝖗
𝕷𝖚𝖈𝖎𝖋𝖊𝖗@LucifersTweetz·
The difference between humans and animals is that animals won’t let the dumbest ones lead the pack.
English
500
34.7K
162.1K
3M
Arief 😷
Arief 😷@ariefends·
Sungguh sangat sulit untuk menemukan ruang bebas rokok di negeri Wakanda ini. Sekolah, Universitas, Kantor, bahkan tempat nongkrong hingga lingkaran keluarga, isinya orang ngerokok. Pemerintah kagak mau bikin aturan buat menekan kebiasaan buruk ini apa ya? Badjingan.
Indonesia
0
0
0
14