way wey woy

753 posts

way wey woy banner
way wey woy

way wey woy

@bct_way

namanya juga idup.

Katılım Nisan 2019
326 Takip Edilen16 Takipçiler
way wey woy retweetledi
Raka
Raka@doimucenah·
Worst case kalau $1 = Rp20.000 (amit-amit jangan sampe) Apa yang bakal terjadi ? Gue jelasin pake bahasa bayi.
Raka tweet media
Indonesia
386
7.9K
27.6K
1.6M
way wey woy retweetledi
way wey woy retweetledi
Some Recom
Some Recom@somexrecom·
Orang baik sedang rebutan pahala
Indonesia
8
220
1.9K
67.2K
way wey woy retweetledi
Si Paling Gen Z
Si Paling Gen Z@txtdarigenz97·
Sebagai ungkapan terima kasih, Bang Dicky berusaha mencari teknisi yang dulu membantunya. Dari foto profilnya, ternyata dia adalah seorang ayah 🥺 Pasti yang dipikirkan bukan cuma dirinya sendiri, tapi juga anak dan istrinya. 🎥tt/dymt1031
Indonesia
3
132
2.9K
104.2K
way wey woy retweetledi
Si Paling Gen Z
Si Paling Gen Z@txtdarigenz97·
Motor Kamu Pernah Mogok Jam 1 Pagi? Jadi, Abang baju putih motornya mogok tengah malam, lalu manggil teknisi. Awalnya diminta bayar 145, tapi pas lihat isi rekeningnya… teknisinya langsung luluh dan bilang gk usah bayar. Dari ekspresinya, kita bisa tau kondisinya sedang sulit 🥺 🎥 ig/minyakhitamjalanan
Indonesia
309
4.2K
31.7K
1.6M
YAPPINGFESS
YAPPINGFESS@yappingfess·
Gaji cowokku 7jt sebulan, cuma minta 100k aja gada? Ini dia boong atau emang pelit ya? Btw baru jalan 4,5 bln kita pacaran Yap!
YAPPINGFESS tweet media
Indonesia
12K
800
17.2K
4.3M
way wey woy retweetledi
Wisdom
Wisdom@Wisdom_HQ·
He doesn’t believe in God… but listen to this
English
11
187
1.1K
99.3K
way wey woy retweetledi
M. Chatib Basri
M. Chatib Basri@ChatibBasri·
Untuk mahasiswa ekonomi atau mereka yang tertarik issue ekonomi pembangunan. Apa saja perubahan struktural yang membentuk ulang arah pembangunan dan pembiayaan global? Simak diskusi “State Capacity in a Shifting International Development Landscape” bersama mahasiswa Harvard Kennedy School, Carissa Tridina, dan saya🎙️ #GEM26
Harvard CID@HarvardCID

What structural shifts are reshaping development and financing? Tune in to "State Capacity in a Shifting International Development Landscape" with @Kennedy_School student @carissatridina and @ChatibBasri, former Finance Minister of Indonesia. 🎙️bit.ly/47Hdcmg #GEM26

Indonesia
1
49
290
16.6K
Ali 👊🏻
Ali 👊🏻@mhuseinali·
Serius bertanya Di luar dari topik KS, grup chat itu status legalnya gimana ya? Kalau ada grup chat isinya ngeshare video reels dark jokes dan isinya ada jokes internal yang sangat persekusi-able di masyarakat (misal jokes agama), apakah bisa dituntut?
ezraalbarra🌹🇵🇸@Ezraa__

God, the victims couldn't even listen to the apologies clearly because everyone keeps shouting. Bahkan ada pentonton yang teriak "kita gabutuh permintaan maaf kalian" Sedih banget anjir. Kalian ngerasa gabutuh, tapi korban berhak mendengarnya dengan jelas.

Indonesia
134
284
3.4K
1.3M
way wey woy
way wey woy@bct_way·
@mhuseinali Bahkan Mussolini yang fasis garis gila aja berperan aktif dalam “mendamaikan” sengketa yang melibatkan vatikan (Pope) di masa itu dan akhirnya mengakomodir Perjanjian Lateran
Indonesia
0
0
8
857
way wey woy retweetledi
fillainart
fillainart@fillainart·
Setiap kali ngebahas Si Doel Anak Sekolahan, wacana seringkali mentok di perdebatan "mendingan Sarah atau Zaenab?" Padahal, kalau kita mau menelisik lebih dalam, sinetron ini adalah salah satu arsip kritik sosiologis yg oke di era Orde Baru soal omong kosongnya meritokrasi pendidikan. Sinetron ini merekam dengan jelas patah hatinya kelas pekerja Jakarta yang dibohongi oleh janji manis bahwa "sekolah tinggi adalah tiket pasti buat naik kelas sosial." Coba kita ingat-ingat core ceritanya. Babe Sabeni rela jual tanah dan narik oplet siang-malam cuma demi satu utopia: bikin Doel jadi "insinyur". Orde Baru saat itu memang gencar mempropagandakan pembangunan dan pendidikan. Tapi begitu Doel lulus dan dapat ijazah, apa yg terjadi? Realitas menamparnya habis-habisan. Bertahun-tahun Doel luntang-lantung masuk-keluar gedung bertingkat di Sudirman pakai kemeja kegedean, cuma buat ngetes ombak pahitnya bursa kerja. Kalau meminjam konsep sosiologi dari Bourdieu, ijazah Doel (Modal Kultural) itu ternyata gak ada artinya karena dia miskin Modal Sosial (networking/orang dalam). Doel punya otak, tapi dia nggak punya privilege yg cuma dimiliki kelas menengah ke atas kayak keluarganya Sarah. Sinetron ini dengan jujur mengungkap fakta bahwa di sistem kapitalisme yg korup, ijazah sarjana kalah telak sama yg namanya "titipan koneksi". Yg bikin sinetron ini masterpiece adalah bagaimana mereka mengemas keputusasaan struktural itu lewat elemen komedi yg satir banget. Ingat scene legendaris pas Atun kejepit tanjidor? Atau gimana apesnya Mandra yg selalu diomelin Babe karena narik opletnya sepi penumpang? Di permukaan itu emang kocak. Tapi kalau ditarik lebih jauh, komedi Mandra dan Atun itu adalah potret kepanikan kelas bawah yg tergagap dipaksa masuk ke mesin modernisasi. Tanjidor yg menjepit perut Atun itu alegori yg pas buat menggambarkan kebudayaan lokal yg makin sesak dan terhimpit di tengah Jakarta yg berubah jadi hutan beton. Sementara itu, Mandra adalah representasi ketidakberdayaan. Dia cuma tamatan SD, narik oplet butut yg pelan-pelan rutenya digilas sama angkot dan mikrolet moderen. Dia adalah korban pergeseran zaman yg gak punya jaring pengaman (ijazah/modal). Ironisnya, saat Doel si sarjana teknik pengangguran bingung nyari kerjaan formal, satu-satunya tulang punggung ekonomi keluarga Sabeni yg paling nyata justru ada di tarikan oplet reyot Mandra dan warung kecil Maknyak. Jadi, kalau hari ini Gen Z banyak yg mengeluh soal fenomena loker fiktif, gila-gilaan syarat kerja, atau capeknya bersaing sama anak pejabat lewat jalur ordal, sebenarnya Si Doel udah meramalkan penderitaan struktural itu sejak 30 tahun yg lalu. Sinetron ini boleh saja dilihat sekadar dari drama cinta segitiga, tapi di layer selanjutnya ini adalah tragedi sebuah keluarga yg percaya pada sistem, namun akhirnya dikhianati oleh sistem itu sendiri.
fillainart tweet mediafillainart tweet mediafillainart tweet mediafillainart tweet media
Indonesia
175
2K
3.9K
239.6K
way wey woy retweetledi
M. Chatib Basri
M. Chatib Basri@ChatibBasri·
Untuk mahasiswa ekonomi atau yg tertarik international finance, ada banyak pertanyaan yg diajukan ke saya soal Krisis 98. Pertanyaan secara reguler diajukan setiap kali rupiah melemah. Platform X tentu bukan forum yg adil untuk membahas secara lengkap soal ini, krn keterbatasannya. Yg paling baik adalah membaca kembali study2 tentang beberapa krisis yg dialami Indonesia. Sumber tiap krisis bisa berbeda. Berikut saya berikan beberapa potongan dan referensi dari tulisan saya “Role of Exchange Rates in Threes Financial Shocks in Indonesia, yg di edit olen Maurice Obstfeld dan Douglas Irwin, dalam buku Floating Exchang Rate at Fitfy. Obsteld dan Irwin kerap dianggap “guru guru” dalam internationa trade and finance. Dalam tulisan ini saya menunjukkan bagaimana tingkat bunga yg tinggi akibat inflasi yg tinggi mendorong private sector meminjam dari luar, dimana tingkat buat di luar negeri relative lebih rendah. Dan krn depresiasi rupiah “ di garansi” 5% melalui managed floating exchange rate sejak 1978 membuat pelaku ekonomi menghiraukam resiko exchange rate. Pinjaman jangka pendek swasta naik. Ketika peg rupiah harus dilepas oleh BI krn tekanan nilai tukar akibat krisis Thai Bath di Thailand, maka utang tsb dalam nilai rupiah melompat, ini yg disebut Carmen Reinhart dan Calvo sbg fear of floating. Situasi ini dikombinasina dg banking sector yg buruk. NPL sangat tinggi dst. Silahkan membaca lengkapnya … Menariknya ketika mulai mengadopsi flexible exchange rate, ia membantu untuk membuat pelaku pasar terbiasa dg resiko exchange rate dan membantu portfolio balancing mereka shg “risk” menjadi “calculated risk”. Lengkapnya bisa dibaca dalam buku ini cup.columbia.edu/book/floating-… Untuk mhs ekonomi saya sangat menganjukan membaca buku ini, krn banyak guru”internationa finance” spt Frankel, Krugers, Helene Rey, Hyun Song Shin, Linda Goldber dsb menulis dalam buku ini. Namun dalam chapter ini, dan juga dalam paper saya di Oxford Review of Economic Policy, “ The Impossibility of the impossible trinity? The case of Indonesia, link nya academic.oup.com/oxrep/issue/39… saya menunjukkan floating exchange rate ala Mundell-Flemming juga tdk bisa diterapkan sepenuhnya, krn costnya thd perekonomian juga besar terutama dalam kondisi arus modal yg volatile, krn itu Central Bank tetap perlu melalukan intervensi, bukan untuk pegging the level tetapi smoothing the volatility. Karena itu perlu managing capital flow dan integrated framework. Silahkan membaca Saya juga menulis Perbandingan 3 krisis (Krisis 98, Glibal Financial Crisis dan Taper Tantrum) secara lebih rinci juga bisa dilihat dalam chapter saya Twenty Years after the Financial Crisis (free access) dalam buku yg diterbitkan oleh IMF (free access ini link nya elibrary.imf.org/display/book/9… Tentu tidak ada jawaban tunggal untuk issue ini. Tulisan2 ini adalah upaya untuk memahami apa yg terjadi dan tentu tidak bisa mengklaim sebagai satu2nya penjelas final. Ilmu pengetahun harus bisa dibuktikan salah, dan karena itulah pemikiran berkembang, krn ia tidak difinalkan. Dan paling tidak, ini membantu mengingatkan saya: bahwa saya belum selesai jg bodohnya.
M. Chatib Basri tweet mediaM. Chatib Basri tweet mediaM. Chatib Basri tweet mediaM. Chatib Basri tweet media
Indonesia
23
932
2.9K
101.5K
way wey woy retweetledi
Stories with Intention
Stories with Intention@sozialsm·
Tiap ngeliat tim underdog sukses gini jadi mikir sama alasan fans-nya suka sama klub itu. Di Indonesia, jadi fans klub besar itu pilihan yang "aman." Gampang cari komunitas, kesempatan buat juara terbuka luas, dan akses lebih nggak terbatas. Tapi ada segmen kecil yang memilih jalan yang berbeda klub dengan sejarah panjang, filosofi unik, nemu klub di Football Manager, atau sekadar karena... vibe-nya cocok. Kadang seseorang suka sama satu klub memang alasannya nggak logis tapi cukup berkesan. Fans klub-klub yang nggak masuk radar mainstream kayak @indoseagulls , @indotorino , @LeverkusenID , @WatfordIDN , @comoidn dan lainnya pasti punya cerita menarik kenapa mereka suka sama klub favoritnya. Tapi ada beberapa pola kenapa orang suka & tertarik sama sebuah klub secara gak sadar: 1. Sebagian orang milih klub bukan karena menang, tapi karena klub itu merefleksikan siapa mereka. Bukan soal keren-kerenan. Ini lebih ke "klub ini ngerti gue atau setidaknya gue ngerti klub ini." They feel connected. 2. Ada yang fatigue sama hal mainstream. Bukan sok edgy tapi ada fatigue karena oversaturation tim-tim besar di media. Jadi ya, di titik tertentu, orang nyari ruang yang lebih... sepi. Somehow, komunitas fans klub yang underrated ini terasa lebih intimate. 3. Ada paradoks yang menarik: makin sering sebuah klub bikin frustrasi, makin dalam attachment-nya. Ini bukan masokisme, ini lebih ke sunk cost yang punya makna emosional. Soalnya gregetan sendiri, tapi malah jadi momen suffering ini yang merekatkan fans. 4. Fan culturenya gak terlalu mementingkan fame. Ya, pengen fan clubsnya terkenal bukan berarti salah, tapi somehow waktu mereka secara sadar ngefans klub-klub underrated ini, ya tandanya tau kalau ada kemungkinan anggotanya ngga selalu ramai. Dan biasanya inilah yang membuat mereka welcome sama orang baru yang genuinely tertarik belajar. Pilihan klub & alasan lo suka klub itu personal banget. Jadi, apa alasan lo suka sama tim kesukaan lo sekarang?
Stories with Intention tweet media
Stories with Intention tweet media
sya@arsenatasyas

Tahun 2016, Leicester City juara Premier League dengan odds 5000-1. Untuk konteks: odds nemuin Loch Ness Monster itu 500-1. Elvis Presley masih hidup tuh 2000-1. Jadi, secara statistik, lebih “masuk akal” alien mendarat di Bumi daripada Leicester ngangkat trofi 😆 Gimana engga, musim sebelumnya, Leicester hampir degradasi. Tapi mereka selamat dengan menang 7 dari 9 pertandingan terakhir, termasuk comeback legendaris 5-3 ngelawan MU. Ditambah pelatih mereka, Ranieri, tuh pelatih yang abis dipecat timnas Yunani karena abis kalah sama Kepulauan Faroe. Squad mereka juga isinya “rejected players”: Kante dibeli dari Ligue 2, Vardy main di liga kasta 5 Inggris sebelum gabung Leicester, Mahrez dibeli dari Le Havre. I mean.. siapa yang bisa prediksi?

Indonesia
54
106
441
84.2K
way wey woy retweetledi
Strootsy
Strootsy@strootsys·
Carles Puyol gak ngerasain juara trofi apapun sampai ulang tahunnya yang ke-27 Tapi dia bisa pensiun di umur 36 tahun dengan koleksi 20 trofi bareng Barça & Spanyol Kalo ngerasa belom menang apa-apa di umur 27, don't worry, Puyol pun mengalami. Tapi dia setim sama Messi
Strootsy tweet mediaStrootsy tweet media
Strootsy@strootsys

Tell me a football fact that will blow my mind

Indonesia
78
813
5.2K
170.9K
way wey woy retweetledi
Bitcoin Teddy
Bitcoin Teddy@Bitcoin_Teddy·
The fastest way to lose a good man isn't cheating but..
English
61
1.1K
5.1K
546.4K