
echo
2.2K posts



Ck ck ck, sampai jam segini @KemensetnegRI maupun @setkabgoid menjelaskan ini saja tak mau? Atau tak mampu? Penempatan mas Teddy di sisi kanan Presiden itu selain persoalan PerUUan protokol Indonesia, juga tak sesuai Tradisi Kekaisaran Jepang. Aneh saja Mas Teddy di sana, juga soal posisi duduknya. Di posisi mas Teddy itu baik sisi UU RI, maupun protokol Kekaisaran Jepang adalah untuk pasangan Kepala Negara/Presiden (spouse). Dalam konteks Presiden Prabowo, mestinya putra beliau Mas Didit yg di sana. Di kiri Kaisar lazimnya Permaisuri, baru putra Mahkota. Ingat ini jamuan makan siang kenegaraan, bukan sedang pertemuan pemerintahan. Makanya aneh argumen mas @kangdede78 dan miss @Heraloebss menyebut soal kebutuhan administrasi, kecepatan, etc.😁 Lha ini jamuan makan koq. Di Tradisi kekaisaran Jepang, bawa kertas ke meja saja tak boleh, lha trus mau bantu kelancaran Presiden dalam hal apa mas Teddy? Baiknya @setkabgoid atau @KemensetnegRI biasakan saja menjelaskan hal seperti ini. Kenapa mas Teddy, koq tak yg lain. Setidaknya hak publik untuk tahu, terpenuhi, karena ini terkait juga kepatuhan pada UU. Apa alasan nya Mas Teddy di sana. Yg lebih aneh lagi, dalam pertemuan pemerintahan malah mas Teddy nya jauh dari Presiden (jika argumennya demi kelancaran Presiden). Sekali lagi biasakan menjelaskan hal2 seperti ini. Selama bisa dijelaskan, publik bisa paham lah. 🙏









Sekarang buta warna bisa jadi aparat y




Sepanjang sistem perekrutan ASN dari Indonesia merdeka udah ada pernah nanya belum: Apa relevansi baris-berbaris dengan pelayanan? Semakin barisnya semakin baik? Kalau ada sebab-akibatnya, maka harusnya instansi seperti Polri & Bea Cukai pelayanannya 100% terbaik se-Indonesia











