Fany Puspita

5.5K posts

Fany Puspita banner
Fany Puspita

Fany Puspita

@coffeebabys

Currently running on caffeine, deadlines, consequences, contradictions and towering TBR list 🫶🏻

Malang, Jawa Timur Katılım Mayıs 2024
645 Takip Edilen104 Takipçiler
Fany Puspita retweetledi
Unpadfess
Unpadfess@draftanakunpad4·
pad! this is your PARTY our GURU BESAR yang dilantik hari ini, ngelakuin sexual harassment ke mahasiswa exchange. bahkan udah dilaporin pun, malah tetap naik jd GURU BESAR
Unpadfess tweet mediaUnpadfess tweet mediaUnpadfess tweet mediaUnpadfess tweet media
Indonesia
1.1K
16.5K
54.4K
1.5M
Fany Puspita retweetledi
Shela ‘Oxfara’ Sundawa
Tren parenting masa kini yg bikin gw gedeg sebagai orangtua. Grup WA orang tua!! Ya walaupun anak gw masih SD, tapi anak itu musti belajar tanggung jawab sejak kecil. Jujur gw merasa aneh dan risih kalo pengumuman untuk kepentingan sekolah itu cuman di grup orang tua. Jadi yg dihimbau orangtuanya, bukan anaknya. Kan bisa ya pas di sekolah anaknya dikasih tahu. Urusan dia lupa ga ngerjain , ya itu salah dia dan di situlah saatnya dia belajar yg namanya tanggung jawab dan konsekuensi. Masa jadwal ulangan aja anak gw ga tau. Setiap ditanya, “kamu tau ga besok kamu ada ulangan ini?” “Gak tau, belum dibilang sih” 😩😣☹️
hanyur@menghanyurkan

ngapain ada grup orang tua mahasiswa???? Lu pada umur berapa gw tanya???? Ngapain bapak emak lu ngurusin urusan lu di kampus ampe bikin grup wa????😭😭😭

Indonesia
401
2.9K
9.4K
479.2K
Fany Puspita retweetledi
Olivine May✨
Olivine May✨@olivinemay·
Tanpa banyak basi, pelaku adalah Fajri Revandy Putra, alumni FIS S1 Pendidikan Geografi UNJ lulusan 2021 dan saat ini bekerja di Good Doctor serta aktif di komunitas sosial yg berbagi makanan tiap minggu. IG: fajrirevan X: _rrevan
Olivine May✨ tweet mediaOlivine May✨ tweet media
Indonesia
38
1.4K
2.4K
317.3K
Fany Puspita retweetledi
kale
kale@kalistohenituse·
thread update kasus FH UI: Gambar 1: Ini adalah tampang 16 pelaku pelecehan seksual verbal dan objektifiksasi terhadap perempuan di FH UI. Ini adalah moMen ketika mereka disidang oleh forum mahasiswa dan live di tiktok. Gambar 2: Ibu yang berpakaian batik dan dipeluk menjadi salah satu korban yang dilecehkan para pelaku di grup chatnya. Beliau adalah salah satu dosen di FH UI. Beliau saat forum bilang “pas saya lihat chatnya, saya kaget ada nama saya”.
kale tweet mediakale tweet media
sampahfhui@sampahfhui

[anak fhui bikin grup isinya lecehin perempuan tiap hari???]

Indonesia
652
26.5K
78.2K
3.5M
Fany Puspita retweetledi
Asura 🔥
Asura 🔥@Asura0599·
gw kasih satu fun fact wkwk Pernahkah kalian merhatiin kenapa banyak perempuan mengetik di layar smartphone (khususnya android) dengan dua tangan, sementara laki-laki banyak yang bisa menggunakan satu tangan dengan nyaman? Karena ukuran smartphone standar di pasaran dikalibrasi untuk rata-rata bentang tangan laki-laki dewasa. Dampaknya apa? Gak hanya sulit dioperasikan dengan satu tangan oleh mayoritas perempuan, ponsel ini juga banyak yang tidak muat di saku celana perempuan (yang dari sananya juga sudah didesain lebih kecil atau bahkan palsu). Oia satu lagi Siri, Alexa, Cortana, hingga Google Assistant sadarkah kamu bahwa secara historis, hampir semua voice assistant diluncurkan dengan suara default perempuan? Menurut laporan PBB dan sosiolog, hal ini terjadi karena para engineer (yang mayoritas laki-laki) secara tidak sadar memasukkan bias kultural ke dalam kode mereka. Mereka mengasosiasikan peran asisten yang patuh, sabar, melayani, dan siap membantu tanpa mengeluh dengan stereotip perempuan. Sebaliknya, suara laki-laki dalam AI kebanyakan digunakan untuk aplikasi yang bersifat instruksional, dominan, atau ahli (seperti navigasi militer atau sistem perbankan awal).
Asura 🔥 tweet media
neohistoria Indonesia@neohistoria_id

Kesetaraan Gender belum tercapai kalau perempuan masih antre di toilet! {sebuah utas singkat}

Indonesia
133
2.8K
20.5K
828.4K
Fany Puspita retweetledi
reno lo han kuo
reno lo han kuo@snogthenbite·
lahir jg gede di malang. jujur, semua sulit mas. mlg itu kota dgn birokrasi paling ampas. semua insight bagus bakal gagal di atas krn kepentingan. byk yg bilang, "mlg itu autopilot" kepala daerah cm jd simbol + masyarakatnya gk demanding. kombinasi klop utk 112thn yg gini2 aja.
Royce GS@GiovanoRoyce

Malang masuk 3 dari 4 kriteria nih, tapi lihatlah: - Transportasi umum dalam kota usang, masih berupa paratransit. Masa selamanya mau didekeng Pemprov Jatim Terus? - Public space sangat amat kurang - Area pedestrian sangat memacu adrenalin Ayok dong benahi kotane @PemkotMalang

Indonesia
25
239
829
19.5K
Fany Puspita retweetledi
Deisine
Deisine@TDeisine·
A man will never sacrifice his dream for the betterment of a woman, only women do that rubbish and call it love. You say all women do is take and never give? Lol, I am yet to see any man who is financing a child bearing his wife's name, women aren't allowed to give kids they birth their names and yet you say women only receive? How many men have given up the jobs just to relocate to the state of residence of their wives after marriage? Such madness are only found in the decisions of women. You go to work and provide money, money for what exactly? You obviously are not spending that much on her and I will prove it. How many hair does the average man buy for his wife in a year? How many times does she buy new clothes? Most times she cooks what you want to eat and not what she wants to eat, you are actually feeding your kids. Won't you pay rent if you stay alone? What exactly does the average man do for his wife that makes provision so special? The same provision that makes you say you cannot cook, clean, take care of kids, wash? This same provision and yet you say all a woman does is receive? Like I said, you think giving only have to do with finance. If money is all you can give, how poor are you exactly?
Bʟᴀᴄᴋ Jᴜɪᴄᴇ ☕@FlowGaffer

@TDeisine What other sacrifices can there be that's more than sacrifices what you worked so hard to earn?

English
69
336
1.5K
41.8K
Fany Puspita retweetledi
.
.@emmasarchivee·
some important issues raised by feminists : 1. Rape 2. Sexual harassment 3. Dowry killings 4. Domestic violence 5. Forced marriage 6. Human trafficking 7. Gender inequality some important issues raised by men's rights activists: 1. Girlfriend cheating 2. Why do men always have to pay for dates 3. wife using husbands credit card too much 4. Only reservation for women in buses 5. Why should men cook at home? 6. girlfriend texting other guys 7. Boys rejected by their crush
vespera@vesperamyst

we listen and we don't judge

English
342
11.2K
55.5K
2M
Fany Puspita retweetledi
owl
owl@surreaulism·
semua lelaki menginginkan perempuan yang full of emotions dalam mode goofy dan playful dan clingy sampai tiba waktunya pendulum berayun ke ujung spektrum seberang alias ketika perempuan moody, cemburu, dan butuh emotional reassurance
Indonesia
2
2.8K
18.2K
533.5K
Fany Puspita
Fany Puspita@coffeebabys·
@AdjieSanPutro Kehidupan single perempuan itu.. JAUH LEBIH MENYENANGKAN daripada kehidupan single laki2. Makanya kalo ada perempuan yang rela gak single lagi untuk punya hubungan serius, tolong jgn disia2in :')
Indonesia
0
1
52
1.5K
Adjie Santosoputro
Adjie Santosoputro@AdjieSanPutro·
Laki-laki itu lebih enggak bisa hidup sendiri, lebih tergantung sama perempuan, daripada perempuan. Perempuan lebih bisa hidup sendiri, lebih bisa nggak tergantung sama laki-laki. Salah satu penelitiannya, Dykstra & Fokkema (2007, European Journal of Ageing) tentang abis putus, perceraian atau kehilangan pasangan, tingkat kesepian laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan. Perempuan lebih cepat membangun ulang support system. Cenderung punya relasi emosional yang lebih banyak dan lebih dalam (teman, keluarga).
ra@langitfavor

unpopular opinion about laki-laki (pgn tau)

Indonesia
125
2.9K
10.9K
408.7K
Fany Puspita retweetledi
Nello
Nello@kudanielbintik·
On a serious note, gue tuh sadar kalau kebanyakan ketua RT laki-laki dan gak paham kalau ada keluarga yang disfungsi. Misalnya, ada seorang Ibu dia mau update Kartu Keluarga (KK). Dulu saudara2 suaminya bnyk yg numpang tinggal di rumah mereka, jadi masuk KK. Selama ini, sebenarnya kepala keluarganya adalah si Ibu. Ibu yang bertanggung jawab atas keputusan keluarga, biaya2 keluarga. Si Bapak ini gak pernah hadir. Hanya mereka masih dalam ikatan pernikahan aja. Tapi, buat update KK aja tuh butuh persetujuan dari “kepala keluarga” yang dianggapnya adalah suami/si Bapak kata si RT dan petugas dukcapil. Sementara, si Bapak ini aja gak ada angin gak ada ujan bisa tiba2 marah perkara hal kecil bahkan jadi KDRT. Hal2 yang kayak gini sih yang membuat gue mikir kalau seringkali laki-laki nggak paham “keistimewaan” yang mereka punya di dunia ini. Mirip dengan mereka yang gak paham perasaan bahaya yang dihadapi perempuan saat berjalan di malam hari.
Nello@kudanielbintik

Gue pingin deh jadi ketua RT, gimana ya cara joinnya di awal.

Indonesia
25
607
2.9K
93.6K
Fany Puspita retweetledi
Ken Kesey
Ken Kesey@berhomonim·
Mau komentar agak sensi dikit: inilah namanya normalisasi dan komodifikasi kejahatan. Video ini membungkus lelang sitaan seperti acara shopping haul TikTok yang fun dan menggoda. “Belanja mewah bekas koruptor sambil bantu negara” kalimat ini sendiri sudah morally obscene. Korupsi bukan sekadar kejahatan ekonomi, tapi pengkhianatan terhadap amanah rakyat. Mengubah hasil pengkhianatan itu menjadi obralan mewah yang bisa dibeli orang kaya adalah bentuk pencucian moral. Seolah korupsi itu hanya “kesalahan bisnis” yang bisa diselesaikan dengan diskon. Badut semua. 🤡
⚾ jᵘsₜtᶦka ジュスティカ 🐻‍❄️@justikanew

Mantap Belanja sambil bantu negara, katanya... 👻

Indonesia
76
4.8K
14.9K
528.2K
Fany Puspita retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Gua punya tetangga sebut aja Mbak Dian yang pernah cerita sesuatu yang bikin gua diam cukup lama setelah dengerin. Dia bilang suaminya adalah orang yang paling ngingin punya anak dalam pernikahan mereka. Semangat banget. Antusias banget. Sampai akhirnya Mbak Dian hamil dan realitanya jauh banget dari ekspektasi. Selama hamil, suaminya tidak peka sama sekali. Badan pegal, lelah, kerjaan menumpuk tapi diperlakukan seperti orang yang tidak hamil. Waktu Mbak Dian mau makan sesuatu yang dia mau, suaminya malah bingung itu ngidam atau bukan dan akhirnya tidak beliin sama sekali. Mbak Dian yang beli sendiri. Dengan kondisi hamil. Sendiri. Setelah melahirkan lebih parah lagi. Di masa nifas dia nemuin suaminya hampir pernah mau selingkuh selama kehamilan dan nemu banyak konten yang tidak seharusnya. Jahitan belum sembuh, bayi diurus sendiri, bergadang sendiri, mastitis yang sakitnya luar biasa tapi suaminya malas bahkan untuk pijat oksitosin yang dokter anjurkan. Dan waktu Mbak Dian minta pegang bayi sebentar supaya bisa makan dengan tenang baru lima menit suaminya sudah nanya kapan selesainya dengan nada tidak sabar. Mbak Dian sampai bilang ke suaminya dengan nada yang dia sendiri tidak menyangka bisa keluar dari mulutnya satu anak aja kamu tidak bisa urus, jangan sampai minta kedua ketiga apalagi keenam. Dan dari pengalaman itu Mbak Dian jujur bilang dia kapok punya anak lagi. Gua tidak mau judge siapapun di sini. Tapi dari cerita Mbak Dian ada beberapa hal yang perlu dibahas dengan jujur dan tanpa basa-basi. Pertama keinginan punya anak yang besar tanpa dibarengi kesiapan dan ilmu parenting yang setara itu berbahaya. Bukan cuma berbahaya untuk si ibu, tapi untuk anaknya juga. Karena anak yang lahir ke keluarga di mana ibunya burn out, tidak di-support, dan menanggung beban sendirian tumbuh dengan fondasi yang rapuh. Kedua menjadi ayah bukan hanya soal mencari nafkah. Ini yang masih sangat banyak laki-laki Indonesia salah kaprah. Provide materi itu penting, tapi presence hadir secara fisik dan emosional dalam pengasuhan itu sama pentingnya. Anak tidak butuh ayah yang rekening tabungannya tebal tapi tidak pernah pegang dan main sama mereka lebih dari lima menit. Ketiga dan ini yang paling jarang dibahas perempuan berhak menentukan mau punya anak berapa. Bukan keluarga besar, bukan tradisi, bukan tekanan sosial, bukan suami yang minta nambah tapi tidak mau nambah tanggung jawab. Mbak Dian bilang sesuatu yang sangat valid lebih baik sedikit tapi anak dapat pengasuhan maksimal dari kedua orangtuanya daripada banyak tapi tidak ada yang benar-benar hadir untuk mereka. Punya anak itu bukan achievement yang bisa diklaim. Punya anak itu tanggung jawab dua orang yang harus dibagi sama rata dari kehamilan, persalinan, menyusui, bergadang, sampai tumbuh kembang. Kalau dari awal sudah tidak seimbang, jangan heran kalau salah satunya sampai bilang kapok.
Angga Fauzan @angga_fzn

Menurut gw, having a child itu keputusan yang paling sakral dalam hidup manusia. Bahkan daripada menikah. Karena kita menghadirkan satu jiwa baru lagi di dunia yang seperti ini. Yang one day kita akan lepasin gitu aja, sementara kita jg akan dimintai pertanggungjawaban. Sayangnya, banyak orang mikir punya anak sekadar ngelahirin, ngasih makan, udah. Padahal tiap manusia punya kebutuhan dasar dan banyak hak, sampai aspirasi dan cita2 yang menurutku parents musti turut bertanggungjawab.

Indonesia
17
242
727
64.5K
Fany Puspita retweetledi
ann
ann@anhtiss·
Orang dewasa punya standar tinggi kalau ketemu anak kecil. Di mata orang dewasa, anak harus ceria, harus mau respon segala pertanyaan, harus mau salim, harus mengikuti norma sosial dengan perfect. Anak kecil teriak dikit "Gak diajarin ortunya ya?" Anak kecil nangis "Kok cengeng sih?" Anak kecil slow to warm up "Masih kecil udah introvert ya" Anak kecil ikut ortu nongkrong, bosen, butuh input stimulus lain "Rewel ya ternyata" Kata gw mah elu yg rewel. Udah dewasa tapi judgemental banget ke anak-anak. Anak kecil tuh sedang belajar memahami dirinya sekaligus memahami dunia yang semua isinya tuh besar-besar. It gets too overwhelmed sometimes. It's a part of the growth process. Mari kita jadi orang dewasa yg wajar gitu lho.
JazEe | Web 3 Thinker@JazEWeb3

Unpopular opinion about child ?

Indonesia
222
7.6K
23.7K
957K