a sunflower

716 posts

a sunflower

a sunflower

@darkbloomingsun

Katılım Mayıs 2021
43 Takip Edilen22 Takipçiler
a sunflower retweetledi
Hidup sebagai +62
Hidup sebagai +62@Hidupsebagai62·
BEDAH YUK !!! KOK BISA HARGA SAPI KURBAN DARI APBN 91 JT/EKOR? Rp 100 miliar untuk 1098 sapi. Jadi rata-rata Rp 91 jt. Dari Baznas, sapi premium 200-300 kg seharga hampir Rp 20 jt (termasuk distribusi). Dari Dompet Dhuafa, sapi > 300-350 kg seharga Rp 26 jt. Jadi, yang besar sapinya (1 ton an) apa mark-upnya?
Hidup sebagai +62 tweet mediaHidup sebagai +62 tweet media
Indonesia
410
3.7K
9.2K
560.1K
a sunflower
a sunflower@darkbloomingsun·
Juga polisi yang dilihat kerjanya sangat hebat alias... Wkwkwk
Indonesia
0
0
0
15
a sunflower
a sunflower@darkbloomingsun·
Selain menyalahkan panitia untuk kechaosan konvoi Jangan lupa si KDM mengacak ngacak gedung sate buat titik kumpul konvoi biasanya wkwkwk
Indonesia
1
0
0
27
a sunflower retweetledi
Bad News From Indonesia
Bad News From Indonesia@bnfi_id·
Gelap total di satu pulau. Pocong-pocongan di pulau lain. Pola ini terlalu rapi untuk disebut kebetulan.
Indonesia
302
21.7K
71.9K
922.5K
a sunflower retweetledi
Cyn
Cyn@cynonymx·
gw tiap bangun tidur sebagai wni
Indonesia
26
10.4K
23.4K
355.6K
a sunflower retweetledi
yaya ikan
yaya ikan@stardokkie·
sedang melatih bro rupiah agar tidak lemah
yaya ikan tweet media
Indonesia
563
27.4K
112.4K
1.1M
a sunflower retweetledi
Ketawa itu GRATIS 🛩
Ketawa itu GRATIS 🛩@KucengTerbanggg·
tapi rahasia 😁
Ketawa itu GRATIS 🛩 tweet media
Indonesia
86
2.8K
25.6K
200K
a sunflower retweetledi
Jackals.
Jackals.@seanfttm·
Wowo gembrot anjg ayam jukut gua dari 17rb skrg 22rb bgsttt gua cuma bawa duit 20 huhu
Indonesia
396
11K
67.1K
890.1K
a sunflower retweetledi
The Kerupuk
The Kerupuk@TheKerupuk·
The Kerupuk tweet media
Gita Wirjawan@GWirjawan

Keputusan pemerintah harus dihormati. Namun dalam demokrasi, ia tidak luput dari komentar maupun kritikan. Di satu percakapan dengan Nadiem, Ia pernah bilang bahwa dirinya bekerja untuk kepentingan generasi berikutnya. Ia masuk dengan sebuah blueprint dan impian: membangun ulang lingkungan bagi ratusan ribu siswa dan guru, membangun kembali pondasi dari mana sebuah bangsa belajar. A revolutionary in the making. Saya mengenal keluarga Makarim selama puluhan tahun. Dalam semua waktu itu, di seluruh anggotanya, ketidakberesan tidak pernah menjadi sesuatu yang saya saksikan atau rasakan. Tidak sekali pun. Nadiem selalu menjadi, sejauh yang saya tahu, persis seperti apa yang ia katakan hari itu: seseorang yang bekerja untuk masa para penerus bangsa yang belum bisa bersuara. Setahun tujuh bulan kemudian, kita ada di sini. Kesalahan Nadiem mungkin adalah bahwa kenaifannya disalahpahami sebagai kurangnya rasa hormat terhadap memori institusional (kebiasaan sebuah lembaga dalam pola komunikasi, kerja, dan koordinasi yang telah mengakar puluhan tahun). Kenaifan ini tidak unik. Ia niscaya akan menjangkiti siapapun dari luar yang diminta atau ingin berkontribusi untuk bangsa dan negara. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa keputusan pemerintah telah dan akan berdampak pada beberapa hal yang cukup struktural: 1.⁠ ⁠Proses penegakan hukum dan translasi ketidakpastian menjadi risiko. Bayangkan Anda hendak berinvestasi ke sebuah negara di mana hukumnya tidak jelas — di mana pendiri unicorn pertama Indonesia harus menghadapi 18 tahun atas dasar konstruksi hukum yang sulit dipertahankan oleh banyak ahli hukum. Pertanyaannya bukan lagi "Apakah Nadiem salah atau tidak?" Tapi: "Apakah ini tempat di mana kita bisa membangun?" Ketika hukum tidak memberikan kepastian, negara kehilangan kemampuannya untuk mengukur dan mengomunikasikan risiko kepada dunia luar. Ketidakpastian hukum adalah risiko yang tidak bisa dipricing — dan modal global tidak bersedia tinggal di tempat yang tidak bisa menjawab pertanyaan paling dasar: seberapa besar risikonya, dan siapa yang terlindungi ketika jawabannya tidak jelas? ⁠2. Pengedepanan inovasi teknologi. Pelajaran yang paling mudah diserap dari sidang ini adalah: main aman. Jangan punya keyakinan. Jangan berinovasi. Pilih yang paling aman secara administratif, bukan yang terbaik. Ketika pilihan teknologi bisa dijadikan dakwaan, ketika gagasan baru bisa menjadi jebakan, tidak ada ruang lagi bagi ide untuk tumbuh, inovasi untuk dipeluk, atau perubahan untuk disambut. Yang tersisa hanyalah birokrasi yang memilih selamat atas segalanya. Bahwa konformis adalah postur yang paling aman di dalam sistem. 3.⁠ ⁠Masa depan talenta bangsa. Yang paling fatal: kasus ini menjadi jera bagi mereka yang seharusnya melanjutkan bangsa ini. Bahwa seseorang yang berpendidikan, yang berniat baik, yang berani mencoba membangun dari nol akan dimuntahkan mentah-mentah oleh negara yang berusaha ia tolong. Platform ini dibangun untuk mendiskusikan ide, bukan peristiwa. Namun episode yang kita saksikan tidak lepas dari sesuatu yang katalitik, untuk kepentingan nation building ke depan. Dan kualitas itu, keinginan untuk memperbaiki sistem yang mungkin belum berkenan, mendongkrak edukasi bangsa, adalah salah satu yang paling langka di sebuah birokrasi. Menjadi tragedi tersendiri ketika upaya mengintelektualisasi bangsanya, menjadi batu rajam untuk dirinya sendiri. No one is perfect. May the great force be on the right side of history.

ZXX
52
616
4.1K
326.8K
a sunflower retweetledi
CatatanAli7
CatatanAli7@Catatan_ali7·
Gua Berempati sama nadiem makarim Gua sedih lihat dia dikriminalisasi Tapi gua juga marah sama dia pendidikan indonesia rusak salah satu sebabnya karna dia
Indonesia
206
3.5K
29.1K
750.1K
a sunflower
a sunflower@darkbloomingsun·
Dunia makin anjing.
Indonesia
0
0
0
10
a sunflower retweetledi