Eldy Agustius

2.1K posts

Eldy Agustius banner
Eldy Agustius

Eldy Agustius

@eldyagustius

Proud, given, and live...

Jakarta, Indonesia Katılım Temmuz 2009
138 Takip Edilen155 Takipçiler
Eldy Agustius
Eldy Agustius@eldyagustius·
@tarunvats33 I'm surprised that in this era of copying each other, nobody's copied Apple's uniform software updates. I'm not expecting it for the mid-range and low-ends, but at least those previous years flagships still deserve timely major updates.
English
2
0
1
2K
Tarun Vats
Tarun Vats@tarunvats33·
Samsung should release the official One UI 8.5 rollout timeline by now By not sharing proper dates, they are creating confusion… What’s your thoughts about this? 👇
Tarun Vats tweet media
English
87
24
597
60.7K
Hanif | AI For Productivity
Hanif | AI For Productivity@hanifproduktif·
Pidato Hari Buruh 2026. Kiri (Singapore): PM Lawrence Wong bilang "Saat AI mendisrupsi seluruh industri, pemerintah mungkin tidak bisa melindungi setiap pekerjaan, tapi kami akan melindungi setiap pekerja. Singapore akan scale up company training committees (CTCs) di setiap sektor dan perusahaan" Kanan (Wakanda): Banner acara May Day dibikin pake AI gede2 wkwkw. Nasib buruh kreatif gimana? wait bentar dulu... yang penting "MBG bermanfaat atau tidak?" dan "tarif aplikator ojol turun!"
Hanif | AI For Productivity tweet mediaHanif | AI For Productivity tweet media
Indonesia
164
4.3K
11.2K
390K
Eldy Agustius
Eldy Agustius@eldyagustius·
@VerdeSelvans I was skeptical too at first. But on my S24 FE, which only has 8 gigs of RAM, it really helps when I was opening several apps. The apps no longer reload.
English
0
0
2
197
Bradley
Bradley@VerdeSelvans·
show me a more useless feature than this. I'll wait
Bradley tweet media
English
380
81
4K
1.6M
Eldy Agustius
Eldy Agustius@eldyagustius·
@LambeSahamjja Pas Hyundai diginiin govt, ga bnyk yg speak up di kala itu. Kayaknya skrg nyaring bgt bgitu BYD yg kena ya karena lbih bnyk korbannya 🤭
Indonesia
1
0
0
288
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada situasi yang menurut gue menggambarkan dengan sangat jelas salah satu masalah terbesar yang membuat investor asing ragu masuk ke Indonesia. BYD produsen kendaraan listrik terbesar di dunia dari China sudah investasi besar-besaran di Indonesia. Bangun pabrik. Buka jaringan penjualan. Komitmen jangka panjang ke pasar domestik. Dan sekarang mereka harus berbicara ke publik soal satu hal yang seharusnya tidak perlu mereka khawatirkan: regulasi yang tiba-tiba berubah. Apa yang terjadi: Pemerintah baru saja merilis Permendagri Nomor 11 Tahun 2026 yang memungut Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama untuk kendaraan listrik. Sebelumnya kendaraan listrik mendapat insentif fiskal yang sangat menarik. Tidak ada PKB dan BBNKB. Itu adalah salah satu alasan utama kenapa BYD dan produsen EV lain mau masuk dan investasi di Indonesia. Sekarang kebijakan itu berubah. Dan BYD harus angkat bicara. Kalimat BYD yang paling penting: Luther Panjaitan Head of Public & Government Relations BYD Indonesia berkata: "Satu hal yang penting adalah stabilitas policy dan regulasi yang ditetapkan berdasarkan kami dalam menentukan jangka panjang baik untuk strategi penjualan, produksi, manufaktur, dan strategi harga." Dalam bahasa yang lebih langsung: kami sudah investasi di sini berdasarkan regulasi yang ada. Kalau regulasinya tiba-tiba berubah seluruh kalkulasi bisnis kami ikut berubah. Kenapa ini masalah besar bukan sekadar soal pajak mobil listrik: Pajak kendaraan listrik itu sendiri mungkin bisa diperdebatkan secara teknis. Gaikindo bahkan bilang ini adil karena mobil listrik juga pakai jalan. Argumen itu masuk akal. Tapi yang lebih serius dari soal pajaknya adalah preseden yang diciptakan oleh perubahan kebijakan mendadak ini. Setiap investor yang mau masuk ke Indonesia dari sektor manapun melakukan kalkulasi berdasarkan regulasi yang berlaku saat mereka memutuskan investasi. Mereka membangun proyeksi keuangan. Proyeksi balik modal. Strategi harga. Semua berdasarkan asumsi regulasi yang stabil dalam jangka waktu tertentu. Kalau regulasi bisa berubah mendadaktanpa masa transisi yang memadai, tanpa konsultasi yang cukup dengan industri maka seluruh kalkulasi itu bisa runtuh dalam semalam. Dan investor yang rasional akan memasukkan faktor itu ke dalam keputusan mereka: Indonesia adalah pasar dengan regulatory risk yang tinggi. Dan ini bukan kejadian pertama: Inilah yang membuat situasi ini jauh lebih serius dari sekadar satu kebijakan. Pola regulasi yang tidak konsisten di Indonesia sudah sangat dikenal oleh komunitas investor internasional. Kebijakan dibuat. Investor masuk berdasarkan kebijakan itu. Kebijakan berubah. Investor kena dampak. Tambang nikel kebijakan ekspor berubah berkali-kali. Sawit tarif dan regulasi berganti-ganti. Fintech kerangka regulasi yang terus bergeser. Dan sekarang kendaraan listrik insentif yang menjadi daya tarik utama tiba-tiba dikenai pajak. Setiap perubahan itu mungkin punya justifikasi masing-masing. Mungkin ada yang memang perlu dikoreksi. Tapi pola perubahannya yang tidak dapat diprediksi itulah yang merusak kepercayaan. Soal subsidi BBM yang BYD sebenarnya angkat dan ini poin yang paling sering diabaikan: BYD mengingatkan satu hal yang sangat valid: kendaraan listrik bukan hanya soal industri otomotif. Ini soal pengurangan beban subsidi BBM yang selama ini menjadi salah satu beban terbesar APBN Indonesia. Setiap mobil listrik yang beroperasi adalah satu lebih sedikit mobil yang membutuhkan BBM bersubsidi. Di skala nasional kalau adopsi EV meningkat signifikan penghematan subsidinya bisa sangat besar. Memajaki kendaraan listrik di saat penetrasinya masih rendah justru memperlambat adopsi yang sebenarnya menguntungkan APBN dalam jangka panjang. Ini adalah trade-off yang seharusnya dihitung dengan sangat hati-hati sebelum kebijakan pajak ini dirilis. Dan pertanyaannya adalah: apakah perhitungan itu sudah dilakukan dengan cukup serius sebelum Permendagri ini ditandatangani? Soal ironi yang paling menyakitkan: Pemerintah termasuk Presiden Prabowo berulang kali menyatakan ingin menarik investasi asing sebesar-besarnya. Indonesia punya ambisi besar di hilirisasi. Di industri baterai. Di rantai pasok EV global. BYD adalah salah satu pemain terbesar di ekosistem itu. Mereka sudah masuk. Mereka sudah investasi. Mereka sudah bangun pabrik. Dan sekarang mereka harus keluar ke publik untuk mengatakan: tolong, kami butuh kepastian regulasi. Itu bukan kalimat yang seharusnya perlu diucapkan oleh investor yang sudah ada di dalam. Itu adalah sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam cara pemerintah mengelola hubungannya dengan investor. Yang seharusnya dilakukan: Kalau memang ada kebutuhan untuk menerapkan pajak pada kendaraan listrik yang argumennya bisa diperdebatkan maka minimal ada tiga hal yang harus dilakukan: Pertama: konsultasi publik dan industri yang memadai sebelum kebijakan ditetapkan bukan setelah kebijakan sudah keluar. Kedua: masa transisi yang jelas misalnya kendaraan yang sudah dibeli sebelum kebijakan berlaku tidak terdampak, atau ada masa grace period dua sampai tiga tahun. Ketiga: paket kompensasi atau insentif lain yang menggantikan misalnya insentif di sisi produksi atau infrastruktur pengisian daya supaya momentum adopsi EV tidak terganggu. Tanpa tiga hal itu kebijakan ini tidak hanya memukul BYD. Ini memukul kepercayaan semua investor yang sedang mempertimbangkan masuk ke Indonesia. BYD tidak sedang menolak pajak karena tidak mau bayar. Mereka sedang mengingatkan satu hal yang fundamental: investasi jangka panjang butuh kepastian regulasi jangka panjang. Dan di saat rupiah masih di level Rp17.300, modal asing keluar Rp28 triliun di Q1 2026, dan banyak investor global masih menimbang-nimbang Indonesia sebagai tujuan investasi Mengirim sinyal bahwa regulasi bisa berubah mendadak tanpa konsultasi yang memadai adalah hal terakhir yang seharusnya dilakukan. Narasi "anti antek asing" yang gue sudah bahas sebelumnya dan ketidakkonsistenan regulasi seperti ini keduanya memberikan kontribusi pada satu hal yang sama: membuat Indonesia terlihat sebagai pasar yang berisiko untuk investasi jangka panjang. Dan yang rugi dari situasi itu bukan investor asingnya yang punya pilihan untuk pergi ke Vietnam, Thailand, atau India. Yang rugi adalah Indonesia sendiri. Dan rakyatnya.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
113
157
549
57K
Eldy Agustius
Eldy Agustius@eldyagustius·
@Mrwhosetheboss Big times, it's the tech reviewers themselves who overhype new products that only have subtle improvements over the past few years. Don't know if it's caused by some sort of agreement or placebo effect, but the content feels not organic. Hot take : don't overtrust anybody.
English
0
0
2
1.4K
Arun Maini
Arun Maini@Mrwhosetheboss·
Tech companies are basically lying to you: - They compare their new products to ones released MANY years ago (to make it as confusing as possible to figure out how much has actually changed this time) - They invent new specs that mean absolutely nothing (like how much zoom their phone cameras can do) - They write “up to” just before telling you how much their new product has improved by (so you can’t sue them when you don’t get those numbers) And a LOT more So, I decided it was time to break it down with @MKBHD on YouTube - video live now
English
283
416
10.1K
7.5M
CustomerCareBNI
CustomerCareBNI@BNICustomerCare·
Hai Kak @Gank_Of_Petojo, terima kasih atas perhatian yang diberikan 🙏. Kami mohon maaf atas kekhawatiran yang timbul terkait dugaan investasi fiktif di Aek Nabara, Sumatera Utara Terkait informasi yang beredar, BNI menegaskan bahwa proses penyelesaian kasus Paroki Aek Nabara dilakukan secara bertanggung jawab dan berbasis data yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Saat ini, BNI masih menunggu kelengkapan dokumen dari pihak terkait sebagai dasar verifikasi untuk memastikan jumlah kerugian yang valid. Tanpa data yang lengkap dan sah, proses validasi belum dapat dilakukan. Perlu diketahui juga, peristiwa ini merupakan tindakan oknum di luar sistem perbankan resmi BNI dan tidak mencerminkan operasional BNI. Dalam hal ini, BNI juga merupakan pihak yang terdampak. BNI telah melaporkan kasus ini kepada Aparat Penegak Hukum dan proses hukum saat ini masih berjalan. Kami menghormati serta mendukung penuh proses tersebut. Kami mengimbau agar tetap bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, serta memastikan sumber informasi yang digunakan valid dan dapat dipertanggungjawabkan Semoga informasi yang mimin sampaikan dapat membantu ya Kak dan sehat selalu. Mimin senang melayani sepenuh hati😊. Tks. -CX Raisha-
Indonesia
90
2
10
35.9K
𝕰𝖒𝖕è𝖗ö𝖗 𝕻è𝖓𝖌üí𝖓
Pada saat penipuan, suster Natalia tidak tau oknum, taunya @BNI yang menyimpan uangnya. Setelah ketahuan uangnya tidak bisa diakses, @BNI sebut karyawannya oknum agar bisa lepas dari tanggung jawab. Urusan nasabah adalah tanggung jawab bank, jangan jadi pengecut dan penjahat wahai @BNI Gitu ya kira2.
Catholic 𐕣@myshawti

Kenapa kasus seperti ini sulit naik di media? Padahal ini kasus tidak kalah pentingnya juga Nih awak test, pasti sulit naiknya

Indonesia
113
4.8K
10.2K
422.5K
Eldy Agustius
Eldy Agustius@eldyagustius·
@Phonenurd In my country, they're getting more popular every year and hit the low-end, mid-end, and flagship killer markets very well.
English
0
0
0
14
Yash
Yash@Phonenurd·
@eldyagustius They are not able to sell their phones either 😂😂😂
English
1
0
0
84
Yash
Yash@Phonenurd·
First, they came for the iOS aesthetics. Now, Oppo is lifting Samsung’s "Now Bar" for ColorOS 16.1. 📱Copy-paste culture is real. This is exactly why Chinese OEMs struggle to find a soul—innovation isn't just about specs; it’s about having your own identity. 🤷‍♂️ #Oppo #ColorOS16 #Samsung #OneUI #TechNews
Yash tweet mediaYash tweet media
English
34
4
152
33.4K
Bradley
Bradley@VerdeSelvans·
After using the Samsung Galaxy S25 FE for over a week, I can confidently say it’s one of the best value for money Samsung phones right now. For just $500, you’re getting: • a smooth and polished UI • solid, premium build quality • impressive main and ultrawide cameras • loud and clear speakers • a great display The downside of the Samsung Galaxy S25 FE is its pretty average battery life. If you’re a heavy user, you’ll likely need to charge it twice a day, and also the Exynos 2400 heats up quite easily on outdoors.
Bradley tweet media
English
37
21
671
55.9K
Eldy Agustius
Eldy Agustius@eldyagustius·
@pengennyetir Trgantung bahan sih. Beli di melawai yg framenya metal bangsa 2 jutaan, pas keduduk or ketimpaan akhirnya bengkok di engselnya dan ga bisa dipatri juga 😅 msh lbih awet yg plastik mnurut saya.
Indonesia
1
0
2
2.6K
Fans Toyota
Fans Toyota@pengennyetir·
Kalian yg bilang kacamata 200 ribuan sama 2 jutaan sama itu pernah beli yg 2 juta ga sih? Gw ganti lensa ke optik pinggir jalan aja dia nanya tau kok bedanya. Engga, bukan gegayaan. Dulu gua pake kacamata paling 200-400ribuan. Tapi gw teledor. Paling sering kedudukan sendiri, atau taro di kursi penumpang terus kedudukan. Karena kalo ga nyetir suka gw buka tuh kacamata. Setahun pernah sampe 3x ganti. Terus gw ganti pake kacamata yg lumayan lah 2,5 juta. Dengan asumsi, kalo beli mahal, gw akan lebih hati hati karena sayang. Ternyata gw masih teledor wkwkwk Masih sering kedudukan. Tapi bedanya sekarang ga gampang pengok/patah. Sekarang frame gw umurnya udah 6 tahun lebih.
Fans Toyota tweet mediaFans Toyota tweet media
Indonesia
142
20
407
149.6K
Eldy Agustius retweetledi
Eza Hazami - ハザミ。エザ
"Politik ga ngaruh buat kehidupanku!!!" IGRS: "Halo kakak2 gamer, salam 😊😊😊"
Indonesia
139
6.5K
22.4K
392.1K
Eldy Agustius
Eldy Agustius@eldyagustius·
@Makaryo0 Nggak tau bentuk krjasamanya kyk gmn, tapi @bliblidotcom dan @samsungID both to blame sih. Even di posternya sama skali ga ada state soal kuota terbatas sgala mcem. Too good to be true memang dri awal, tpi mngkn emg sngaja bikin marketing stunt gini 😅
Indonesia
2
0
69
9.1K
Eldy Agustius
Eldy Agustius@eldyagustius·
@SPYGO19726 Xiaomi's never been good with the battery life. The OS is poorly optimized. Hyper OS is just another name of MIUI.
English
0
0
1
125
S
S@SPYGO19726·
In latest techmo video Galaxy S26 exynos and Iphones dominated with the least battery capacity Xioami was piss poor with 8 elite gen 5.
S tweet mediaS tweet media
English
14
5
114
13.3K
Eldy Agustius retweetledi
Alma ☾⋆⁺₊🎮✩°。
Alma ☾⋆⁺₊🎮✩°。@alsjournall·
Gaben, lu gamau ambil alih perusahaan ponsel kah atau gimana? Bayangin iPhone harganya berdasar buying power Indonesia, 17 Pro Max jadi 5 juta kali ya. Gue bener bener ketar ketir karena Gaben hidupnya ngga immortal, takut kalo dia gabikin surat warisan yang jelas soal gimana Steam lanjut tanpa dia, ntar Steam gakan berpihak ke gamer segininya lagi.
Ministry of Gamers@mog_mediaa

Dua hari lalu, Valve baru saja merilis steam pricing tools terbaru dgn 3 variabel berbeda. ▫ Kurs mata uang ▫ Buying power ▫ Multi-variable method Yang menarik ada di nomor dua, untuk harga $60, buying power gamers indo itu di 290 ribu rupiah. 🔗store.steampowered.com/news/group/414…

Indonesia
91
566
3.8K
189.3K
Eldy Agustius
Eldy Agustius@eldyagustius·
@Certinfy @app_settings Nah, my 15 Pro could last the 100% BH for couple of months too. After it went to 99, it'll drain faster.
English
0
0
0
120
Jason
Jason@Certinfy·
@app_settings I've had my 17 Pro for 4 months now and my battery health is still at 100%. After 14 months with my 16 Pro my battery health was at 84%. So this is a huge improvement. Mind you i'm charging my 17 Pro far less due to much better battery life.
English
7
1
70
18.2K
System Settings
System Settings@app_settings·
in case you were wondering what constantly charging your phone would do to its battery health this iPhone 17 Pro Max at my local Apple store is at 95% battery health already lmao
System Settings tweet media
English
162
58
2K
469.6K
Eldy Agustius retweetledi
ESTI
ESTI@stgubstfu·
@TuanWicak Btw if u guys wondering why Thailand is carrying a baby, the baby is Timor-Leste🙏
English
11
36
834
72.6K
Eldy Agustius
Eldy Agustius@eldyagustius·
@siransel24 Memang iPhone slain seri Plus atau Pro Max jelek sih baterenya. Trlalu overglorified sih battery lifenya, pdhl mediocre. 😅
Indonesia
0
0
1
914
Si Ransel
Si Ransel@siransel24·
Jangan beli Iphone 17 base mode sebelum baca iniii Gue bikin tweet ini biar yg udah nabung buat iphone 17 pas beli itu gak nyesel Hampir sempurna di semua aspek, kamera, form factor (enak dipegang), layar, bezel tipis, refresh rate, kecepatan charging tapii baterainya kurang bgt Gue gak main game, dipake foto/ video tipis2 kalo ga ada wifi, sehari uda pasti charge 2x (pas tidur dan sore) SoT cuma bs dapet 4-5jam no wifi, kl seharian ada wifi, baru bs tembus ke 7jam an. Faktor baterai ini penting tapi bukan deal breaker, jadi gue ttp suka sama iphone 17
Si Ransel tweet mediaSi Ransel tweet mediaSi Ransel tweet mediaSi Ransel tweet media
Indonesia
48
71
1.4K
190.1K
Eldy Agustius
Eldy Agustius@eldyagustius·
@wonuaddicts @bangherwin Kalau yg saya liat dari UU ini sih konteksnya di "mata uang". Kalau kita menolak pembayaran rupiah dari orang lain misalnya karena tidak sesuai dengan nilai transaksi kan kita berhak juga 😅
Indonesia
0
0
0
1.9K
herwin
herwin@bangherwin·
Uang Rupiah wajib diterima. Menolak pembayaran tunai itu melanggar aturan Bank Indonesia. Selesai. Titik. Sejelek-jeleknya rupiah, itu adalah salah satu simbol kedaulatan negara. Digitalisasi itu alat, bukan alasan untuk menyingkirkan yang tertinggal.
herwin tweet media
Indonesia
1.4K
11.4K
60.6K
2.9M
CID
CID@theonecid·
Which UI improved the most in 2025?
CID tweet mediaCID tweet mediaCID tweet mediaCID tweet media
English
67
6
284
18.8K
Eldy Agustius
Eldy Agustius@eldyagustius·
@spacebaralot @DavidAl19765436 @sondesix Pretty much the same issues with MIUI. While the other Chinese OSs are evolving to the right direction and getting mature, I see only Xiaomi is stuck somewhere. Their updates are not distributed evenly across devices & regions.
English
1
0
2
29
SpaceBar
SpaceBar@spacebaralot·
@DavidAl19765436 @sondesix Not true. I have the 15 Ultra global version and the updates have been abysmal. Always delayed by at least a month or more and pretty much zero improvement since launch. Also, global variant Poco & Redmi devices have HyperOS 3 while the 15 Ultra still doesn't.
English
2
0
2
241
Alvin
Alvin@sondesix·
Redmi K90 Pro Max has the best speakers I’ve ever heard in a smartphone so far. The collaboration with Bose truly works here. It is NOT a gimmick. ————— Note: Use your earbuds/headphones 🎧
English
30
80
1K
56.4K