photobox retweetledi

Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2026 di Sulawesi Selatan mendadak jadi sorotan publik.
Polemik muncul setelah seorang siswi asal Makassar yang disebut memiliki nilai tinggi justru gagal lolos ke tingkat nasional dan digantikan peserta lain di hasil akhir seleksi. Dugaan adanya “peserta titipan” hingga isu diskriminasi pun ramai diperbincangkan di media sosial.
Nama Cathlyn Yvaeni Lesmana, siswi SMA asal Makassar, menjadi pusat perhatian setelah kabarnya sempat masuk dalam kandidat kuat delegasi nasional.
Namun di hasil akhir, namanya justru tidak tercantum sebagai wakil Sulawesi Selatan untuk seleksi tingkat pusat. Polemik semakin panas setelah beredar informasi bahwa Cathlyn memperoleh nilai sangat tinggi pada sejumlah tahapan tes.
Dalam laporan yang beredar, ia disebut meraih nilai sempurna 100 untuk tes wawasan kebangsaan dan nilai 95 pada tes intelegensi umum.
Hasil tersebut membuat banyak pihak mempertanyakan alasan dirinya tidak lolos ke tahap nasional. Di media sosial, muncul dugaan adanya pergantian peserta secara tidak transparan.
Polemik semakin sensitif karena berkembang isu bahwa peserta yang gagal lolos tersebut merupakan satu-satunya peserta keturunan Tionghoa dalam seleksi tingkat provinsi. Dugaan diskriminasi rasial dan rasisme terselubung pun ikut mencuat.
Akun resmi DPPI Kota Makassar bahkan sempat mengunggah pernyataan yang menegaskan bahwa segala bentuk diskriminasi dan rasisme bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.
Meski tidak menyebut nama secara langsung, unggahan itu diduga berkaitan dengan polemik seleksi Paskibraka yang sedang ramai diperbincangkan.
Baca selengkapnya disini: buff.ly/r2pk3VF
Indonesia


















