👽

11.7K posts

👽 banner
👽

👽

@ersmak

Perencana keuangan yang uangnya tidak ada

Subang, Indonesia Katılım Mayıs 2010
404 Takip Edilen653 Takipçiler
👽
👽@ersmak·
@dazai_osamu_17 @Wokianagrande Ya kl menurut teori evolusi sih dari alam semesta itu sendiri. terbentuk karena reaksi kimia dan fisika..lagian keyakinan ajaran agama mah jangan dicampuradukan sama sains..kalau menurut agama kan beda lagi..begitu..kalau penjelasan lebih detailmah gtau..kan sy bukan peneliti
Indonesia
0
0
0
28
Teteh Warmindo
Teteh Warmindo@Wokianagrande·
Kalau ajarannya : Tuhan maha mencintai hambanya tapi dalam kondisi tertentu aja. Yang dimana, ciptaannya harus disiksa kekal abadi cuma karena gak ngikutin dia padahal gak nyakitin dan ngelanggar hak makhluk lain, mendingan tinggalin aja. Like....milih yg mana yg bener aja tebak-tebakan ini lagi harus nebak yg paling bener yg mana 🤣🤣. Ternyata yg paling benar adalah agama buhun gimana? Kaya wiwitan, kejawen dll? Kalau yg benar zoroaster gimana? Kalau yg benar ternyata wiccan gimana? Stay di yang menurut lu Tuhannya nurunin agama sebagai jalan hidup aja, mau ikut atau enggak bebas yg penting hidup gak menyakiti sesama.
Ken Kesey@berhomonim

Unpopuler opinion tentang agama.

Indonesia
95
78
520
82.5K
👽
👽@ersmak·
@nozelism @Homo_sapiens21 (((((((((Relawan mbg yang sudah berjuang untuk masyarakat indonesiaaaaa))))))). Bentar lagi pengen disebut pahlawan pangan nih
Indonesia
0
0
0
38
👽
👽@ersmak·
@triwul82 @_ediyusuf Kayaknya pa Purbaya tau juga sih, tp bisa apaaaa...presidennya juga diem2 menyetujui
Indonesia
0
0
0
365
kiv z
kiv z@triwul82·
Menteri Keuangan Purbaya sudah tegas: Anggaran MBG itu prioritasnya MAKANAN, bukan aset mewah. Beliau bahkan sudah MENOLAK pengadaan motor ini tahun lalu karena tidak efisien. Tapi kenapa BGN tetap 'ngeyel' memborong 25.000 unit seharga Rp56,8 Juta/unit? Siapa yang sedang berpesta di atas piring kosong rakyat? youtu.be/hvD9CQ6Wu8c?si…
YouTube video
YouTube
Indonesia
270
2.5K
7.3K
384.2K
👽
👽@ersmak·
@HeriMaspur @NOTASLIMBOY Kalau banyak toko yg jadi gereja ya mungkin karena bikin gereja sendiri dipersulit..coba kalau tidak. Kalau sy pribadi sih ga masalah.misal jemaatnya dr luar daerah, ya gpp..tinggal warga sekitar pada buka kantin, dlsb..kan lumayan perputaran roda perekonomian😁
Indonesia
1
0
0
23
#WanINAnegeriParaBedebah
@ersmak @NOTASLIMBOY Udah banyak kasus, bahkan jemaat cuma 10 orang bikin gereja kok... karena bagi mereka buat gereja dulu baru cari domba... ini maaf ya, bukan mendiskreditkan, cuma itu yg sering terjadi di lapangan... bahkan di medan ini banyak toko berubah jd gereja
Indonesia
2
0
0
48
Dazai
Dazai@dazai_osamu_17·
@Wokianagrande Evolusi ga bisa jelasin asal usul kehidupan. Sains gabisa jelasin sel hidup bisa punya informasi genetik.
Indonesia
3
0
6
1.7K
👽
👽@ersmak·
@HeriMaspur @NOTASLIMBOY Kalau bayangan saya sih ya biasa aja..lagian mereka juga pasti mikir...masa iya penganut 40 orang bikin 4 gereja
Indonesia
1
0
0
40
#WanINAnegeriParaBedebah
@ersmak @NOTASLIMBOY Ya lu bayangin si kampung lu yg mayoritas beragama bukan Kristen, tp gereja banyak dengan anggota gak sampai 40 orang, cuma karena mereka gak bisa bergereja sama gara2 beda denom
Indonesia
1
1
0
106
#WanINAnegeriParaBedebah
@NOTASLIMBOY Soal ini gua berbeda sama lu bang, sebenarnya skb 2 menteri buat mencegah gesekan lebih besar Maaf nih ya, kalo rumah ibadah boleh di bangun tanpa kuota minimal, gua takut satu kampung ada lebih dari 10 gereja, karena beda denom, 10 orang bisa bangun gereja, ruwet bang
Indonesia
1
0
3
421
👽
👽@ersmak·
@txtdrkuliner Wow..disini seiket seribu..brp puluh lembar daun😃
Indonesia
0
0
0
39
Txt dari Kuliner
Txt dari Kuliner@txtdrkuliner·
Salam balik buat daun, Bu 🙏🏻
Txt dari Kuliner tweet media
Indonesia
169
915
4.8K
240.1K
👽
👽@ersmak·
@zhil_arf Sy jg berpendapat ketika soeharto jatuh bukan krna semata dmeo rakyat mahasiswa sih itu hanya peran pembantu. Peran utama ya elit yg pengen gantian+ngerasa diusik. Selama elit bersatumah jangan ngarep ganti rezim..revolusi butuh logistik😁
Indonesia
0
0
3
443
zhil
zhil@zhil_arf·
Rule of thumb politik adalah, "uangnya di mana?" Dari sini jelas bahwa "Soeharto jatuh berkat didemo mahasiswa" adalah narasi sesat. Narasi itu tidak menjawab pertanyaan, "uangnya di mana?" "Indonesia merdeka karena kita bergerilya" juga adalah narasi yang tidak lengkap. Uangnya di mana? Setelah 1945, Belanda ingin masuk lagi ke Indonesia karena satu tujuan yaitu uang. Uangnya ada dalam bentuk kayu bulat, karet, migas, kopra, tembakau, dan kopi. "NICA masuk membonceng Sekutu." Apa tujuan NICA masuk? Uang. Pada saat itu Belanda sangat butuh uang karena luluh lantak pasca Perang Dunia II. Agresi Militer I fokusnya adalah merebut dan mengamankan sumber uang, terutama perkebunan cash crop Jawa Barat. Perang gerilya yang dilancarkan TNI dan dikomandoi Jenderal Sudirman membuat Belanda tidak bisa mendapatkan uang dari perkebunan kita. Gerilyawan kemerdekaan menculik dan membunuh mandor kebun, membom rel, dan merampok truk. Rakyat dan para petani perkebunan memusuhi Belanda dan mendukung gerilyawan Republik. Tentara Republik menyerang sumber uang Belanda. Produksi perkebunan luluh lantak selama perang kemerdekaan. Tujuan perang penjajahan Belanda, yaitu memulihkan suplai uang, gagal total. Perjuangan kemerdekaan Indonesia di jalur diplomasi juga berhasil membuat Amerika mengancam memotong suplai uang Marshall Plan yang sangat dibutuhkan Belanda. Konferensi Meja Bundar 1949 berjalan mulus karena Belanda masih mendapatkan apa yang dia cari, yaitu uang, lewat kontrol kepemilikan atas perkebunan cash crop dan pemindahan utang Hindia Belanda ke Indonesia. Hindia Belanda lepas? Siapa peduli. Yang penting uang. Indonesia pun merdeka sepenuhnya pada 27 Desember 1949. Uang, uang, uang. Bom uang, hancurkan uang, negosiasikan uang, ciptakan uang, distribusikan uang. Inilah politik. Indonesia merdeka karena berhasil berstrategi uang. Kejatuhan Soeharto juga sama. Pada 15 Mei 1998, siapapun bisa melihat bahwa Soeharto, Tutut, Bob Hasan, Pangkostrad, dan anggota-anggota inti dinasti Cendana telah gagal total dan sudah mustahil untuk bisa memulihkan ekonomi Indonesia. Krisis ekonomi sejak 1997 telah membuat orang kehilangan uang. Konglomerat kehilangan uang. Jenderal kehilangan uang. Orang partai kehilangan uang. Bahkan preman kehilangan uang. Semua orang kehilangan uang bahkan bangkrut. Semua orang itu ngamuk-ngamuk terhadap Soeharto yang tua, pikun, sakit, kolot, panik, bingung, dan kehabisan ide akan bagaimana menyetop api krisis ekonomi dan kerusuhan yang semakin membakar uang yang ada di Indonesia hingga tidak bersisa. Tidak mungkin mengembalikan "stabilitas politik" dengan membantai mahasiswa yang berdemo, karena demo massal hanya bakal makin ekstrem. Ekonomi pun akan semakin hancur dan uang semakin musnah. Apabila pembantaian pendemo terjadi, IMF dan asing juga akan cabut dan Indonesia akan jadi negara pariah seperti Korea Utara. Uang asing akan hilang. Padahal, Indonesia sangat butuh uang asing IMF untuk memulihkan ekonomi dan menyelamatkan uang. Untuk menyelamatkan uang, tidak ada cara lain kecuali menelan pil pahit, membubarkan Orde Baru, dan melakukan Reformasi. Kalkulasi elite politik menjadi jelas. Reformasi = Uang. Tidak Reformasi = Tidak ada uang. Siapapun arsitek-arsitek yang menginginkan Reformasi, mereka jelas sangat berhasil melakukan cipta kondisi sampai kalkulasi ini bisa-bisanya tercipta. Inilah contoh berpolitik yang sukses: cipta kondisi. Elite politik akan bergerak sendiri sesuai keinginan hati kita, seperti boneka wayang. Golkar terang-terangan mencabut dukungannya lewat pernyataan terbuka yang dibacakan Ketua DPR/MPR, Harmoko. Menteri-menteri mencabut dukungannya dan mundur massal serentak. Aktivitas pemerintahan lumpuh total. ABRI mencabut dukungannya. Panglima ABRI, Wiranto, datang ke rumah Soeharto dan menyatakan bahwa ia "tidak lagi dapat menjamin keamanan pribadi Soeharto". Kalau ada gerombolan orang marah yang datang ke rumah Soeharto dan membantai habis Soeharto dan keluarganya dengan golok, ups, sori tapi ABRI sudah tidak bisa apa-apa lagi. Mati aja lu. Soeharto pun langsung mundur. --- Kalau kamu mau bikin demo besar-besaran, targetnya jelas: sumber uang rezim. Ciptakan kondisi di mana menerima tuntutanmu adalah opsi terbaik untuk menyelamatkan uang. 17+8 pasti gagal karena tidak ada konsekuensi apabila diabaikan. Tidak ada ancaman terhadap uang. Jadinya ya diabaikan lol. Reformasi berhasil karena konsekuensi penolakan Reformasi adalah krisis berlarut --> uang hilang. Hari ini, apa sumber uang rezim yang bisa ditarget? Ya mana gw tau. Tapi banyak opsi. Misal: mogok massal. Kalau karyawan sumber-sumber uang rezim mogok massal, aparat mau apa? Menembak karyawannya? Mogok massalnya pun berubah dari sementara jadi selamanya, karena karyawannya mati dibantai. Perusahaan bangkrut dan uangnya hilang. Mogok massal kemungkinan sangat tidak cukup tho, karena sumber uang rezim yang sesungguhnya adalah sawit dan tambang. Somehow, aliran sumber uang ini harus dipotong. Baik dengan menduduki suatu tempat secara fisik, atau lewat suatu konspirasi politik. Kejatuhan rezim Shah Reza Pahlavi di Iran pada 1979 adalah contoh paling jelas dan dramatis. Karyawan perusahaan migas Iran melakukan mogok massal. Produksi dan ekspor migas seluruh negara distop oleh karyawan yang berdemo. Dana harian operasional pemerintahan termasuk untuk gaji polisi dan tentara pun lenyap. Rezim sang Shah langsung jatuh. Uang. Politik adalah uang. Uang bisa diukur secara angka. Ketika mengancam, ancamlah uang. Ketika menyerang, seranglah uang. Ketika bernegosiasi, tawarkanlah uang. Apabila demo tidak menyentuh sumber uang, tidak ada gunanya.
zhil tweet media
zhil@zhil_arf

Dwifungsi ABRI dibentuk pada zaman Soekarno tahun 1957, bukan zaman Soeharto. Apa itu Dwifungsi ABRI? Jabatan? UU? Kenyataannya lebih sederhana: uang. "Nasionalisasi 1957" itu maksudnya semua perkebunan cash crop milik perusahaan Belanda disita oleh AD, di semua daerah. Orang AD langsung menduduki jabatan sipil yaitu jabatan di perusahaan perkebunan. Pada saat yang bersamaan, orang AD tetap menduduki jabatan militer. *Inilah* Dwifungsi ABRI. Nasionalisasi perusahaan asing ini bisa terjadi setelah darurat militer (SOB) dideklarasikan di masa PRRI/Permesta pada masa rezim Orde Lama. Darurat Militer memberikan kekuasaan pada pangdam tiap daerah untuk basically melakukan "apapun". Misalnya, menyita aset perkebunan Belanda yang nilainya fantastis dan mengelolanya seolah milik pribadi. Boleh dong. Kan lagi darurat militer. Bebas. Kalau tidak setuju ditembak. Kekuasaan nekolim perusahaan-perusahaan asing Belanda diganti dengan kekuasaan ireng. Londo putih ditukar dengan londo ireng. Ternyata, kelakuan rezim londo ireng malah lebih red flag. Setelah pertukaran pemain, kualitas manajemen tata kelola perkebunan yang disita ternyata (1) sangat asal-asalan dan (2) sangat rampok. Perkebunan dikelola dengan sangat asal-asalan karena ternyata, gerombolan baru yang sombong dan sok tahu ternyata sama sekali tidak terdidik dalam hal manajemen ataupun teknik kehutanan. Mereka hanya terdidik dalam membunuh orang. Akhirnya ngasal saja. "Sangat asal-asalan" dan "sangat rampok" ini adalah salah satu penyebab langsung robohnya output ekonomi komoditas ekspor Indonesia selama 1958-1967, hiperinflasi, kelaparan massal. Merekalah salah satu dalang terbesar kemiskinan ekstrem di dekade itu. Karena mereka bingung dan ngasal dalam mengelola ekonomi kita. Dan rampok. Orang yang kritis terhadap perampokan nasional sekaligus bencana buatan nasional ini, seperti Buya Hamka, ditangkap dan disiksa. Rule of thumb politik adalah, "di mana uangnya?" Ketika Buya Hamka dipenjara dan disiksa, tanya: "di mana uangnya?" Ternyata uangnya di perkebunan Sumatra. --- Salah satu anak setan yang dibentuk rahim basah berdarah Dwifungsi ABRI yang ngasal dan rampok ini adalah Pangdam IV/Diponegoro, Kolonel Soeharto. Saat itu Soeharto berkuasa terhadap perkebunan cash crop Jawa Tengah bersama gerombolan banditnya seperti Sudono Salim dan Bob Hasan. Di Jawa Tengah, gerombolan bandit liar yang diketuai Soeharto ini mencuri kayu bulat, beras, hasil gula, bahkan truk-truk tentara milik negara yang disalahgunakan untuk mengangkut komoditas-komoditas curian itu. Sungguh serakah, truknya ikut dicuri. Sebanyak 200 buah truk milik AD diam-diam dijual Soeharto ke seorang makelar bernama Tek Kiong. Barangkali Soeharto bukan bandit paling cerdas, karena buktinya ia berhasil tertangkap basah oleh PARAN, lembaga antikorupsi yang dibentuk KASAD A.H. Nasution yang panik melihat gilanya open season korupsi pasca nasionalisasi. Bandit yang lebih cerdas barangkali adalah bandit di perkebunan Sumatra dan Sulawesi, yaitu di daerah perang aktif PRRI/Permesta yang kebun-kebunnya merupakan war goal Pusat. Siapakah nama-nama bandit di sana? Tidak jelas. Itu dia. Cerdas. Soeharto juga barangkali bukan bandit terbesar di zaman Orde Lama. Bandit paling besar dan paling rampok sepertinya adalah Ibnu Sutowo, yang diberikan kendali atas Permina pada tahun 1957 (yang lalu berganti nama jadi Pertamina). Harus diingat bahwa alasan *utama* Jepang menjajah Indonesia tahun 1942 adalah karena mencari sumber daya migas pasca embargo Amerika. Setelah kita merdeka, seluruh bisnis migas raksasa ini malah jatuh dalam kekuasaan Dwifungsi ABRI di bawah keserakahan Ibnu Sutowo yang sekaligus merangkap sebagai penjahat gangster Mafia Tanjung Priok. Gatot Taroenamihardja, jaksa yang mau mengusut Ibnu Sutowo, tiba-tiba dilindas truk di jalan sampai kakinya harus diamputasi. Setelah PRRI/Permesta ditumpas, gelombang-gelombang nasionalisasi lainnya dilancarkan pada perusahaan asing milik selain Belanda yang sebelumnya tak tersentuh. Perampokan dan miskelola semakin parah selama masa Konfrontasi 1963-1965 pasca penyitaan perusahaan-perusahaan Amerika dan Inggris dan pengusiran para manajer and engineernya. Aset-aset produksi komoditas yang disita itu ikut dirampok habis dan dikelola asal-asalan. Keruntuhan ekonomi Indonesia pun semakin ekstrem, apalagi ketika dicombo dengan (1) kematian Djuanda yang meninggalkan kekosongan IQ pemerintahan dan (2) bencana politik luar negeri Soekarno yang mengakibatkan isolasi internasional. Setelah Soeharto jadi presiden, model sistem perampokan kolonial yang ia bangun di Jawa Tengah kemudian malah diterapkan secara formal dan teratur di seluruh wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Inilah Dwifungsi ABRI. Kontrol Dwifungsi ABRI terhadap Indonesia diamankan dengan kekerasan bersenjata sampai level desa lewat sistem Kodam-Kodim-Korem-Koramil yang ada. Jawa dirampok *dan* luar Jawa dirampok. Uang yang dihasilkan diambil. Inilah Dwifungsi ABRI. Inilah Orde Baru. --- Dwifungsi ABRI adalah rangkap jabatan fungsi militer dengan jabatan fungsi pengamanan produksi uang. Bisnis milik keluarga Soeharto dan struktur mafia nasionalnya diamankan dengan kekuatan senjata Dwifungsi ABRI. Di Kalimantan, Bob Hasan sampai mendapatkan julukan sebagai "Raja Hutan". Uang yang dihasilkan bos mafia hutan nasional ini tentu fantastis. Kelakuan Bob Hasan si Bandit Hutan ini terus berlangsung sampai ia malah ditunjuk jadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan pada Maret 1998, yaitu di tengah kepanikan krismon. Dari posisi ini, Bob Hasan berkuasa terhadap seluruh industri dan seluruh perdagangan dan seluruh ekspor impor yang ada di Indonesia, setidaknya selama 2 bulan. Meanwhile, *40%* tanah di seluruh Timor Timur malah dirampok langsung secara pribadi oleh keluarga Cendana yang saat itu telah menjadi the Lord of Crime di Indonesia. Tanah milik penduduk Timor Timur dicuri keluarga Cendana dan penduduknya ditembak. Sepertiga populasi Timor Timur mati dibantai. Orang yang membantai Timor Timur sangat menyeramkan. Misal, dulu santer seorang komandan gila psikopat melakukan pembantaian bersenjata di daerah Kraras di Timor Timur. Seluruh populasi Kraras termasuk anak kecil dan bayi habis dibantai. Menurut atasannya yang resah, A.M. Hendropriyono, tes psikologi komandan itu menunjukkan "G4 alias gila". Anehnya, si gila pembunuh berantai itu malah dibiarkan asyik melanjutkan perburuan manusia untuk dibantai di Timor Timur. Di Aceh lebih seram lagi karena gerombolan bandit yang menduduki Aceh selama DOM bukan hanya mencuri kayu bulat atau menyiksa penduduk atau berburu manusia atau mencuri cadangan migas Aceh, melainkan juga menanam narkoba seperti kartel Pablo Escobar di Kolombia. Tujuannya adalah uang. Aceh luluh lantak, tetapi seluruh Sumatra dan Indonesia juga ikut rusak karena narkoba. Uang dari perkebunan Sumatra dan Sulawesi, uang dari perkebunan Jawa Tengah, uang dari Kalimantan, uang dari Timor Timur, uang dari migas dan kayu bulat dan narkoba Aceh, uang dari seluruh Indonesia, semua uangnya diamankan di bawah kekerasan bersenjata Dwifungsi ABRI. Inilah Dwifungsi ABRI. --- Hari ini, banyak sekali orang yang entah bagaimana punya lahan sawit, tebu, karet, dll sebanyak ribuan bahkan ratusan ribu hektar bahkan jutaan hektar. Dapatnya kapan coba? Kapan belinya? Uangnya dari mana? Kok bisa sih, tiba-tiba ratusan ribu hektar di Aceh atau Kalimantan jadi punyanya si ini dan si itu? Memangnya itu tanah dulunya punya bapak lo?

Indonesia
25
318
1.1K
39.1K
👽
👽@ersmak·
@Nadyamulyadi Yang pada protes itu kenapa yak?kan bukan punya dia juga yg divasektomi..ga ngefek juga buat kehidupan mereka2 yg protes
Indonesia
0
0
0
28
Nadya Dhamayanti M
Nadya Dhamayanti M@Nadyamulyadi·
Ada laki-laki lain yg bersedia vasektomi, eh banyak yg gak terima~~ Gue pribadi udah ngalamin -Alergi latex karena pake kondom -Naik 19kg karena KB suntik 3bulan -Kena pengentalan darah & anemia (sampe HB cuma 7,5) karena KB suntik -Dislokasi IUD 2x selama pemakaian 1thn, bentuk rahim tidak cocok pakai IUD -Polip rahim karena siklus mens berantakan (2thn gak mens selama Kb suntik) Mungkin cuma ditanggepin “itukan kodrat perempuan…”🥱🥱
Indonesia
133
4.1K
15K
432.9K
👽
👽@ersmak·
@MiskinTV_ Asa diulang taunkeun ceuk barudak tongkronganmah
Indonesia
0
0
0
417
SobatMiskinTV
SobatMiskinTV@MiskinTV_·
Boss yang satu ini emang ga ada abisnya dan ga ada capeknya. Kayaknya lebih cocok jadi pelatih zumba deh.
Indonesia
179
50
272
44.2K
👽
👽@ersmak·
@neohistoria_id Pasti..ga ada yg bisa keluar dari bumi, soalnya terhalang sama kubah raksasa
Indonesia
0
0
0
306
👽
👽@ersmak·
@kompascom Ceuk MBS teh "nya teuing atuh lur..aimaneh naha nanyakeun ka uing..nu perang nage lain uing"
Indonesia
2
0
1
631
👽
👽@ersmak·
@khanifirsyad @prabowo Kayaknya lucu deh..para petani gamau anak2nya jadi petani..berharap jadi tentara atau polisi..setelah jadi tentara/polisi ditugasin menggarap lahan pertanian😁
Indonesia
0
0
0
12
👽
👽@ersmak·
@khanifirsyad Tenang aja..dibawah kepemimpinan pak @prabowo , tentara dan polisi akan diperbantukan jadi petani demi ketahanan pangan negara
Indonesia
1
0
0
44
NexoRaff
NexoRaff@JupleG80886·
@catom_inside @angga_fzn Sumpah ada yg ngetik gini?, gua rasa orang yg lelah kerja dan pengen punya kehidupan financial freedom lebih normal ketimbang pemikiran elu!
Indonesia
1
0
1
441
Angga Fauzan 
Angga Fauzan @angga_fzn·
Jumlah tabungan minimal utk Financial Freedom dari googling: - Indonesia: 2.5 - 5 Milyar - Singapura: 12 - 24 Milyar - Amerika: 19 - 40 Milyar - Jepang: 5.5 - 11 Milyar - Perancis: 14 - 21 Milyar Secara umum, standar yg sering dipake tuh Aturan 4%, yakni kebutuhan tabungan/investasi sebesar 25 kali pengeluaran tahunanmu lalu ditarik 4%/tahun.
PROFESOR SAHAM@profesor_saham

Kalian udah financial freedom ???

Indonesia
86
641
4.8K
481.4K
👽 retweetledi
Ahmad Arif
Ahmad Arif@aik_arif·
Surat yang ditulis siswa SMK ini jernih dan kalem, tapi justru menghantam tepat sasaran. Ia menulis kepada Presiden Prabowo Subianto bukan untuk mengeluh, melainkan untuk mengoreksi arah. Ia melihat sesuatu yang justru luput dilihat Prabowo: di tengah program besar seperti Makan Bergizi Gratis, guru, yang menjadi fondasi pendidikan, masih belum sejahtera. Dan ia berani mengatakan itu, dengan jernih. Yang membuat surat ini kuat bukan hanya kritiknya, tetapi sikapnya. Ia bahkan rela menolak haknya sendiri demi dialihkan untuk guru. Ini posisi moral. Ia menunjukkan bahwa kebijakan publik seharusnya tidak berhenti pada “terlihat baik”, tapi benar-benar tepat sasaran. Di sini, pertanyaan penting muncul: mengapa seorang siswa harus sampai mengorbankan haknya untuk menutup kekurangan sistem? Bukankah negara seharusnya mampu memastikan keduanya berjalan gizi siswa terpenuhi, dan guru hidup layak? Surat ini membuka celah dalam logika pembangunan kita: banyak program, tapi sering salah prioritas. Karena itu, suara seperti ini perlu dijaga, bukan dicurigai. Ini adalah bentuk kewargaan yang sehat, kritik yang lahir dari pengalaman, bukan kepentingan. Kita patut mengapresiasi keberanian pelajar ini. Dan lebih dari itu, kita perlu menyatakan dukungan: semoga ia tidak mengalami intimidasi dalam bentuk apa pun karena menyuarakan kebenaran. Ia juga menyampaikan sikap moralnya secara baik-baik. Sebab ketika suara jujur seperti ini ditekan, yang hilang bukan sekadar kritik tetapi masa depan anak-anak yang berani berpikir.
Ahmad Arif tweet media
Indonesia
37
822
1.7K
26.2K
👽
👽@ersmak·
@03__nakula Kaluman..tiap ngomong "siap..izin..siap""..teu efektif pisan..olok kalori😃
Indonesia
0
0
0
9
Nakula
Nakula@03__nakula·
Kualitas penegak hukum kita.😭😭
Indonesia
181
180
432
22.2K
👽
👽@ersmak·
@0tk0il Kayaknya kalau coli tingkat cengkraman diameter lubang bisa disetel sama tangan, kalau meki tidak bisa disetel. Atawa hoream ngagenjotna..nyeri cangkeng
Indonesia
0
0
0
319
👽
👽@ersmak·
@ediaoe1 @adanginyah Kayaknya sih mereka2 itu disuruh atasannya buat bikin konten² ginian..kan ada nilai+ buat sppgnya. Kalau pegawainya sendiri sih keknya ga meduliin yg gitu²
Indonesia
0
0
0
11
E
E@ediaoe1·
@adanginyah Udhlah jgn nyari simpati, kalian tuh hanya dipaksa kerja jdi babu dan gajinya lebih fantastis ketimbang guru itu aja kenyataannya
Indonesia
2
1
121
10.6K
Abyorrrr
Abyorrrr@adanginyah·
Gaji MBG buat staycation? masih positif thinking kok ☺️
Indonesia
281
192
1.2K
200.6K