Angin malam masih merayu lembut,
pada senyap di bulan Juli
ia masih malu-malu menyapa;
entah rindu atau sekadar tegur sapa
yang kian tenggelam dalam kenang, bayang-bayang.
~@Pemudabaja
Dijatuhkanlah pena bermata keris
pada lembar terakhir bulan
yang ketika malam mengeja jambiah,
tidaklah sekumpulan bintang berkumpul,
kecuali menyaksikan puisi-puisi lahir
di kedua tahun yang baru.
~@hendakdisini
anak-anak kecil yang
mengantar kenangan.
tak sengaja, bermain
petak umpet dari
menyembunyikan
di cermin.
kini ia baru. memilih
dewasa pada hari-hari
yang bukan hari ini.
dan melupakan, adalah
caranya untuk tidak
berubah.
Jantung ini, Kasihku
seperti jam puisi
yang mendetakkan
namamu ke namaku.
Mengalirkan;
keyakinan waktu
mempercayai rindu,
dan bersikeras
mendenyutkan cinta ada,
meski telah tiada.
#puisiambyar
••• @Sabharasa
mungkin seerat tangan berjabat
sewaktu takdir dan rahasia usia bersepakat
perihal datangnya maut
lantas sesiap apa diri menghadap yaumil hisab?
#puisipendek
Tinta hitam hanyut di pelukan ngarai. Bebatuan membisu diterkam belantara. Jingga, biru, dan putih yang tenggelam bersama malam, bertanya-tanya. Sejauh apa lagi awan harus melayang dan hanya ikuti arah mata angin?
13.4.23
~@aksaracreations
Hari ini aku tertawa
Seolah duniaku sedang baik-baik saja
Sampai pada akhirnya aku pulang
Mendapati diri dalam kebingungan, kesedihan dan tidak mengerti dengan apa yang sedang dijalani
Penat menjadikan sesak nafasku
Dalam limbung aku meratap
Ya Rabb, ampuni aku
+@Tabahkudipaksa
Aku menemu gundah langit, dari caranya membingungkan musim.
Ia panas, lalu hujan. Panas lagi, hujan kembali.
Ia gundah pada hatinya, namun membingungkan jiwa yang menepi di pinggir kota.
@PelangiPuisi
kita tanpa waktu.
matahari di atas,
dan jejakmu yang
tertinggal.
rasa es krim! cinta
yang menjadi bayangan
di dinding.
meski jatuh. dingin,
masih yang kutunggu
itu kamu.
bulan itu! tak menunjuk
pada kehilangannya.
bermata lain, di jendela
yang cinta mungkin
benar.
apa di luar kamu?
kata-kata yang hidup.
berjeda jarak, di mana
warna malam yang
masih bersembunyi
dari bibirmu.
tak selamanya memang?
tapi kutemukan kau, pada
yang tak kurencanakan.