FRP
3.4K posts


Kalau diperhatikan, konvoi juara klub Eropa itu kebanyakan dirayakan dengan memenuhi ruang publik dan minim kendaraan pribadi. Jalan memang ditutup, tapi fans pada jalan kaki atau nunggu parade di tempat yang disediakan. Jalur konvoi bebas dari kendaraan pribadi. Sementara di Indonesia, konvoi identik dengan pake kendaraan pribadi seperti ini (Disclaimer: ini juga dilakukan klub Indonesia lainnya, ga cuma Persib). Sangat rawan kecelakaan, apalagi jika pengaturannya kacau. Tata kota dan budaya bermobilitas mempengaruhi itu semua.


Saya yakin banget Persib udah berkoordinasi maksimal dengan otoritas keamanan untuk rute konvoi ini. Tapi prosedur pengamanan massa/football policing/crowd control di kita masih kurang untuk alasan apapun dan ini udah terlihat berkali-kali. Di sini sebagai contoh aja adalah kinerja Greater Manchester dan Merseyside Police saat mengamankan konvoi juara Man United dan Liverpool. Kita bisa liat polisi dan steward mereka highly visible di tengah crowd. Ada double dan triple layer penjagaan. Polisi berkuda dikerahkan untuk membuka jalan. Biasanya di depan itu jg ada 1-2 mobil crowd control. Safety dan kenyamanan para pemain serta ofisial klub adalah harga mati.


Ini mah bukan mitigasi, setidaknya ada 5 hal yg jd catatan kritis dari rencana pawai yg disampaikan manajemen Persib ini kalau Insya Allah Persib Juara 1. Naha maksakeun hrs start di Gesat, kondisinya pabalatak karena proyek KDM, bagaimana crowd managementnya? ( Lanjut tread)

@firzieidris Institusi yang "malas" bekerja, bertemu dengan massa yang cenderung keras kepala. What a perfect match, right? PS. Sebagai warga lokal yang hadir di dua hari perayaan, akar masalahnya ada di empat kata pada kalimat pertama.











𝐓𝐇𝐄 𝐉𝐎𝐔𝐑𝐍𝐄𝐘 𝐓𝐎 𝐈𝐌𝐌𝐎𝐑𝐓𝐀𝐋𝐈𝐓𝐘 𝐁𝐄𝐆𝐈𝐍𝐒 #AsianCup2027




Aksi individu Mariano Peralta dituntaskan oleh Koldo Obieta untuk membawa Borneo FC naik ke puncak klasemen. Obieta yang baru didatangkan Borneo FC di putaran kedua sudah mencetak 7 gol dari 12 pertandingan.

🥹








