Fadjar
22.1K posts


Prabowo dan rombongan menginap di Hotel Four Seasons George V. Total tarif kamar mereka mencapai Rp 5,8 miliar.
#TempoPlus

Indonesia
Fadjar retweetledi

Saya ulangi, "Guru TK dan guru SLB harusnya gajinya PALING TINGGI di antara semua guru".
Widya Ruby@widoublev
gw sih setuju ya, kk gw ngajar guru tk aja gajinya cuma 500k coy bayangin coba di kehidupan kyk gini 500k perbulan
Indonesia
Fadjar retweetledi

Gue punya tetangga yang bikin gue mikir lama.
Lulusan S2 Teknik UI.
Pernah kerja 5 tahun di salah satu power plant terbesar di Asia Tenggara.
Perempuan yang dari luar keliatan punya segalanya pendidikan, karir, penghasilan.
Terus dia resign.
Bukan karena dipecat.
Bukan karena nggak mampu.
Tapi karena suaminya harus pindah-pindah kota karena kerjaan, dan mereka udah LDR 2 tahun.
Dia yang milih ikut.
Waktu dia cerita ini ke gue, gue nggak langsung ngerti kenapa.
"Lo nggak sayang karir lo?" gue tanya.
Dia senyum.
Sayang Banget sih
Tapi ada yang lebih gue sayangin yaitu anak gw
Dan ternyata keputusan itu nggak semudah kelihatannya.
Masa transisi dari perempuan yang tiap hari rapat, ngitung data, dan punya kontribusi yang keliatan nyata ke perempuan yang tiap hari di rumah, ngurusin anak, dan nggak punya penghasilan sendiri itu berat banget.
Dia cerita ke gue soal itu dengan jujur.
Kehilangan teman-teman kerja.
Kehilangan ruang diskusi yang dulu bikin otaknya terus jalan.
Kehilangan kebebasan finansial yang selama ini bikin dia ngerasa punya kendali atas hidupnya sendiri.
Dan yang paling nyesek komentar orang-orang sekitar yang nggak diminta tapi terus dateng.
Sayang banget S2-nya.
Kok mau sih jadi IRT doang?
Buang-buang pendidikan.
Tapi kemudian sesuatu berubah.
Dia nemuin hal-hal baru yang ternyata dia suka dunia literasi, ecoprinting, komunitas-komunitas yang nggak pernah dia sempet eksplor waktu sibuk kerja.
Dia baca lebih banyak buku.
Dia punya waktu buat beneran mikirin cara mendidik anaknya bukan sekadar nitip ke orang lain.
Dan dari rumah, dia masih bisa freelance bantu project penelitian dan keperluan akademik.
Yang bikin gue respek bukan keputusannya karena itu hak dia sepenuhnya.
Yang bikin gue respek adalah cara dia ngejalaninnya.
Dia nggak berhenti tumbuh cuma karena berhenti kerja kantoran.
Dia buktiin bahwa perempuan berpendidikan tinggi yang milih jadi ibu rumah tangga bukan berarti menyia-nyiakan pendidikannya justru dia pakai semua ilmunya buat hal yang menurut dia paling penting.
Sekarang dia mulai belajar affilate di tiktok dan shoppe
malah akun tiktok dia udah capai 50 rb followers
dan mulai ada endoresan masuk
Dan ini yang gue pikir sering salah kaprah di Indonesia
Kita terlalu sering ngukur nilai seorang perempuan dari jabatannya, gajinya, atau seberapa sibuk dia keliatan dari luar.
Padahal ibu yang cerdas, yang terus belajar, yang bisa jadi teman diskusi buat suami dan guru pertama buat anaknya itu kontribusi yang dampaknya jauh lebih panjang dari apapun yang bisa dilihat di CV.
Balik ke pertanyaan awal kalau lo udah punya karir impian terus calon suami minta jadi IRT penuh?
Jawabannya nggak hitam putih.
Yang penting bukan pilihan mana yang lo ambil.
Tapi apakah pilihan itu beneran lo yang mutusin bukan karena dipaksa, bukan karena takut, tapi karena lo sendiri yakin itu yang terbaik buat hidup lo.
Karena pada akhirnya, yang harus nanggung konsekuensinya lo sendiri.
Lv. 💕@nelavirdiasr
in this economy kalian yg perempuan semisal udh punya kerjaan yg kalian impikan dari dulu, dan gajinya oke. terus ketemu sama calon suami yg maunya kalian jadi full IRT aja, kalian bakal mau atau engga?
Indonesia

@zanatul_91 Saya justru menyikapi mengenai cara seleksi di kampus pendidikan. Ini menjadi sangat penting unt menyeleksi yg terbaik....
Indonesia

Sekalian numpang menjawab, waktu saya menjelaskan soal pasar kerja guru, yang menyebabkan kualitas guru tidak terkontrol, diusulkan agar karir guru satu pintu.
Banyak yang menganggap, ini sentimen antara S.Pd dan non S. Pd. Padahal maksud saya bukan itu.
Pemerintah harus menjamin alur karir calon guru dari hulu (LPTK) yang memang disiapkan untuk jadi guru, sementara kenyataannya setiap sarjana bisa jadi guru (tinggal PPG).
Maksudnya adalah, kalau semua sarjana bisa jadi guru, fungsi LPTK hilang. Lantas kenapa ada jurusan kependidikan? Dari sini sudah kacau, yang disiapkan mana, yang masuk mana.
btw, Soal pedagogi, sudah sejak lama ilmu pendidikan dianggap mati. 🥲. Silahkan baca tulisan Hafid Abbas "ilmu pendidikan diujung senja" kompas, 6/3/2026.
Sebagai pemantik diskusi:
"Jelaskan, apa perkembangan ilmu pendidikan mutakhir dari kampus pendidikan di Indonesia?"
ann@anhtiss
"Tapi anak non-kependidikan gak punya basic pedagogi" Lah itu yg jadi guru di sekolah gelarnya pada S.Pd tapi masih percaya learning styles, terus ilmu pedagoginya dimana coba?
Indonesia

Min @kring_pajak apakah layanan cortex online menunggu hingga cuti bersama habis?
Indonesia
Fadjar retweetledi
Fadjar retweetledi

Kuliti lagi ah..
Klo blm viral dan di kuliti netizen masih aja Nir adab org² serakah model ginian.
Menyala yg punya 41 dapur MBG.
liputan6.com/regional/read/…
Indonesia

@ainunnajib Sila pertama, ketuhanan yg maha esa.. ditambah dg keyakinan masing².. argumen terakhir menggiring sebuah opini, plus ada kejulidan.. ga berubah..
Indonesia

Alhamdulillah Muhammadiyah sudah secara resmi mengakui bahwa berpuasa mulai 18 Feb itu MENDAHULUI sebelum hilal wujud di manapun di muka bumi, dalam hal ini di Alaska 🇺🇸
Dan menyatakan “berpuasalah 18 Feb karena hilal AKAN terlihat siangnya”
Jadi jelas ya kalau berubah drastis
kalau sebelumnya Muhammadiyah kadang-kadang lebih cepat puasa/lebaran dengan argumen:
Muhammadiyah dulu:
“berpuasalah karena hilal SUDAH wujud (>0⁰ pada maghrib), meski BELUM kelihatan”
(hilal musti kelihatan adalah prinsip mayoritas umat Islam dunia mengikuti hadits Rasulullah SAW berpuasalah karena melihat hilal — yang juga diikuti oleh Saudi, Salafi/Wahabi dan NU)
kini berubah drastis memaksimalkan perbedaan dengan mayoritas umat Islam Indonesia, Asia Tenggara bahkan dunia:
Muhammadiyah kini:
“berpuasalah karena hilal AKAN kelihatan di ujung dunia lain nanti siang, tarawihlah meskipun hilal BELUM wujud”
kalau sudah faham perubahan drastis ini, silahkan ditanyakan kepada hati masing-masing, apakah mengikuti perintah pimpinan ormas ini sesuai dengan perintah hadits Rasulullah SAW:
Rasulullah SAW bersabda:
صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا الْعِدَّةَ ثَلَاثِينَ يَوْمًا
“Berpuasalah kalian karena melihat hilal dan berbukalah karena melihatnya. Bila penglihatan kalian tertutup mendung maka sempurnakanlah bilangan (bulan Sya’ban) menjadi tiga puluh hari.”
kalau sudah faham betul, bahwa tarawih anda pada 17 Feb mendahului wujudul hilal (Indonesia Timur) dan puasa anda mendahului terlihatnya hilal di manapun di muka bumi, tapi tetap memutuskan untuk taqlid ikut perintah ormas, ya monggo mawon
🙏💚


Robby Karman@robby_karman
Update info terbaru guys. Berikut dokumen tanggapan Majelis Tarjih terkait polemik terkini. drive.google.com/file/d/1SNRZ3K…
Indonesia

@mrjefferss @KAI121 Harusnya kai kasih info ke aplikasi 3jam sebelumnya. Carut marut ga berubah kai
Indonesia

@fadjjar_26 @KAI121 Mjb kak, iyaaa saya ini udah di stasiun katanya delay sampe jam 6, tapi bisa lebih lama bisa lebih cepet
Indonesia
Fadjar retweetledi

@Abe_Mukti Prof tdk perlu banyak pencitraan. TPG tiap bulan lgsg ke rekening. Besaran sm dengan jasa pasien dokter. Jangan hanya sebatas 1x gaji pokok
Indonesia







