Adhi C. Fahadayna

16.3K posts

Adhi C. Fahadayna banner
Adhi C. Fahadayna

Adhi C. Fahadayna

@fahadayna

A seeker of wisdom and truth | Democracy, Global Health, Peace & Conflict Studies | House Lannister | EMP’s | Lecturer & Researcher |

Boston - Indonesia Katılım Mayıs 2010
493 Takip Edilen455 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Adhi C. Fahadayna
Adhi C. Fahadayna@fahadayna·
Buku karya Prof @EdwardAspinall dan Prof @MarcusMietzner ini mungkin bisa menjadi sebuah bacaan yang mendewasakan kita, terutama ketika menghadapi situasi yang memanas akhir-akhir ini karena pilpres. Kenapa harus buku ini? Karena kita harus sadar bahwa politik itu cair.
Adhi C. Fahadayna tweet media
Indonesia
2
1
4
0
Adhi C. Fahadayna retweetledi
Indra Charismiadji
Indra Charismiadji@icharis·
9/ 4 Februari 2020, saya bertemu Nadiem secara tertutup, empat mata, di kantornya. Awalnya saya berpikir ia pemimpin muda yang mau belajar. Tetapi setelah diskusi panjang, pandangan saya berubah 180 derajat. Ia sangat yakin dirinya dan timnya paling tahu.
Indonesia
1
61
242
82.4K
Adhi C. Fahadayna retweetledi
Indra Charismiadji
Indra Charismiadji@icharis·
1/ Kasus Chromebook bukan sekadar perkara laptop. Ini adalah cerita tentang bagaimana pendidikan nasional bisa diseret oleh arogansi kekuasaan, konflik kepentingan, tata kelola yang rusak, dan kultus teknologi. Saya menyaksikan sebagian proses itu dari dekat.
Indonesia
69
1.3K
2.4K
227.7K
Adhi C. Fahadayna retweetledi
Journal of Democracy
Journal of Democracy@JoDemocracy·
Today, the principal challenge to democracy is coming not from coups but from democratic erosion driven by elected leaders. What is behind this shift, and how can prodemocracy forces push back? muse.jhu.edu/pub/1/article/…
English
0
10
18
1.5K
Adhi C. Fahadayna retweetledi
Debian
Debian@axelisirius·
4 tahun lebih nyari tempat ini baru ketemu tadi siang 🥲
Debian tweet media
Indonesia
1.3K
9K
77.8K
0
Adhi C. Fahadayna retweetledi
Indo Defense Report
Indo Defense Report@id_def_report·
@GWirjawan Jadi intinya nadiem ga salah setelah tidak membayar tukin dosen selama 5 tahun? Hebat sekali narasi pembelaannya 👍 Korupsi aja yg banyak, toh nanti dibelain sesama mantan pejabat. Pantaslah negara ini gabisa maju Sialan kalian
Indonesia
3
2
13
1.6K
Adhi C. Fahadayna
Adhi C. Fahadayna@fahadayna·
@zakkafm Policy itu bukan ttg suka gak suka Mas. Dari kata “pengadaan” itu sudah jelas, ada proses lelangnya nggak? Ada proses verifikasi conflict of interest nggak dari LKPP? Sederhana saja, pengadaan barang/jasa sebesar itu nilainya kalau gak ada lelang berarti udah ditentukan diawal.
Indonesia
0
0
0
61
Zakka Fauzan
Zakka Fauzan@zakkafm·
Apakah seharusnya masalah guru yang nggak suka dengan aturan yang dibuat NM selama ia menjabat, termasuk di antaranya banyaknya hal ngeribetin aktivitas guru2 ini sehari-hari, layak dicampuradukkan dengan pengadaan Chromebook?
Indonesia
42
5
40
9.1K
Adhi C. Fahadayna retweetledi
Iwan Piliang
Iwan Piliang@iwanpiliang7·
Banyak yg tanya soal kasus Nadiem. Ada yang DM, “Kok Abang diam di kasus Nadiem?” Pagi ini saya bunyi. - Saya menyimak pendapat Pak Anhar Gonggong - Saya mengamini semua opini Anhar - Lebih dari itu Zyrex konon indikasi diambil grup LBP, mereka kebagian dominan pengadaan Chrome Book - pihak kedua terbanyak adalah Bhinneka.com. Khusus Bhinneka saya pernah 3 tahun di sana, sebagai Creative Director, mulai 2001. Saya kenal pendirinya dan pengelolanya. Selama saya di sana bhinneka tiga tahun berturut daoat Bubu Award, e-commerce terbaik. Premis saya: HARGA CHROME BOOK itu ketinggian. Fakta sudah jauh hari direncanakan. Soal hukuman Nadiem ketinggian? Bagi saya salah dia sendiri tak berani buka suara indikasi Jkw, LBP, menjadi bagian. Maka dia telan sendirilah barang ni. Begitu opini saya. Jadi saya tak ikut advokasi Nadiem. Pun sebagai Mendiknas, saya menyimak ia tak paham pedagogik, di eranya tak ada terobosan pendidikan mendidik! Demikian
Iwan Piliang tweet media
Indonesia
90
409
1.1K
87.7K
Adhi C. Fahadayna retweetledi
Reza Sudrajat
Reza Sudrajat@penduduk_lokal_·
Punteun, yang menghapus rekrutmen CPNS Guru itu terjadi di era beliau. Jutaan guru kami sekarang terjebak dalam skema PPPK yang dimana, guru guru kami terancam putus kontrak jika kemampuan fiskal daerah tidak mendukung Dan kini, anggaran pendidikan sendiri telah dipangkas oleh MBG. Ini jelas jelas berpengaruh terhadap pengurangan dana transfer ke daerah khususnya soal anggaran pendidikan Dan setiap 5 tahun, guru guru kami was was soal keberlanjutan karir mereka & ini bukan masalah kinerja baik/buruk, ini soal anggaran daerah. Apalagi ini guru ASN yang jumlahnya mencapai jutaan
Mas Gareng Smg@GarengSmg

@zanatul_91 Padahal pppk guru terbanyak diangkat di era nadiem, sehingga dengan status pppk mereka yang honorer bisa terima tunjangan guru. Kontras sekali statemen itu dengan yang yg sdh dilakukan nadiem terhadap kesejahteraan guru.

Indonesia
24
890
2K
66.1K
Adhi C. Fahadayna retweetledi
Abul Muzaffar
Abul Muzaffar@abulmuzaffar10·
Tekbro ini apa ga tahu?? Nadiem pernah melakukan kesalahan fatal terhadap para dosen. Tahu ga soal apa? TUKIN GAGAL DIBAYAR OLEH Mendikbudristek era Nadiem (2019-2024) karena KELALAIAN. Ini bukan tuduhan, ini kaTa Ombudsman. Menurut Ombudsman, Kemendikbudristek terbukti: 1. Gagal mengusulkan kelas jabatan ASN, termasuk dosen ASN, kepada Menpan-RB. Akibatnya fatal: Tukin DOSEN belum punya dasar hukumnya 2. Tidak mengajukan Rancangan Perpres tentang Tukin Dosen dan tidak mengajukan kebutuhan anggaran kepada Kementerian Keuangan. Akibatnya, Tukin TIDAK TERBAYARKAN. 3. Kemendikbudristek menyimpangi prosedur dengan menerbitkan Keputusan Mendikbudristek No. 447/P/2024 tetapi TANPA melalui persetujuan Kementerian Keuangan terkait alokasi anggaran. Simpelnya, NADIEM GAGAL melakukan kewajiban administratif untuk membayar tukin para dosen. Ya jangan heran dosen dan tendik marah-marah dan jadi personal ke Nadiem.. Source Gambar: x.com/tukin_dosenASN…
Abul Muzaffar tweet media
Yerusolo Mania【DavidBeatt】🐿🦉🎨🔮🧟‍♀️☔🦚🍂🔨📜@BudiBukanIntel

Sedikit masukan untuk team nadiem nih Semakin bersikeras kalian mendorong narasi nadiem berjasa dan pahlawan, semakin keras juga resistensi dari tenaga pendidik dan masyarakat umum soal kasus kriminalisasi nadiem Apalagi kalau bawa narasi tenaga pendidik cemburu atau sakit hati sehingga irasional dalam melihat kasus nadiem akan jadi kontraproduktif, bukannya mencari dukungan sebanyak banyaknya malah hasilnya nambah musuh Perkara ada yang bersikeras nadiem dipenjara meskipun ini hasil kriminalisasi, jangan sampai tim nadiem reaktif dan memperburuk suasana Apalagi ngatain ojol yang meninggal karena narik sebagai rakus kaya gini, tolol banget

Indonesia
82
1.1K
2.5K
182K
gorbski el conquistador
sebagai salah satu orang yang ikut serta dalam gerakan tolak komersialisasi pendidikan, ngeliat nadiem divonis kaya ya wajar. dosanya udah banyak
Indonesia
1
1
0
70
gorbski el conquistador
1. komersialisasi pendidikan merajalela jaman dia 2. tukin dosen tidak terbayarkan 3. ukt melambung jaman dia. 4. banyak mahasiswa putus kuliah di jaman dia.
Indonesia
1
0
0
41
Adhi C. Fahadayna retweetledi
Elle 林知遥🍃
Elle 林知遥🍃@asvillainn·
Selama Nadiem jadi menteri yang paling membekas tuh keluar istilah "komersialisasi pendidikan", kenaikan UKT yg tinggi bgt, sampe ada regulasi PTN BH. Ini masih ada data pas rapat isu semasa aku masih di persma Aku inget banget di base, ada beberapa cerita soal mereka sampe mengundurkan diri karena dapet golongan paling tinggi pembayaran IPI pas pendaftaran mahasiswa baru Terus yg paling parah Sekjen blunder bilang "pendidikan tinggi hanya kebutuhan tersier"🫠
Elle 林知遥🍃 tweet mediaElle 林知遥🍃 tweet media
🌸 vani@vaneloody

setuju, pembelaan terhadap nadiem yg menghadapi penyidikan dgn asal-asalan juga seharusnya tidak membawa2 narasi bhw ia adalah hero dan sejenisnya apalagi dgn membawa contoh gojek dan perannya sbg menteri krn jelas dalam konteks ini ia bukan. gojek eksploitatif dan dlm kapasitasnya sbg menteri ia banyak melahirkan kebijakan2 yg dampaknya tdk bagus ke pendidikan indo

Indonesia
42
1.2K
3.9K
135.6K
Adhi C. Fahadayna retweetledi
Iman Zanatul Haeri
Iman Zanatul Haeri@zanatul_91·
Kepada para guru yang berkampanye membela Nadiem Makarim, saya ingatkan: Nadiem menghapus pasal Tunjangan Profesi guru dalam draf RUU Sisdiknas 2022. RUU ini didukung oleh influencer papan atas. Cek aja. Untung dilawan oleh berbagai pihak dan organisasi guru. Akhirnya gagal. Itu alasan saya aktif di x, 2022. So, kalau anda sekarang adalah guru, menikmati sertifikasi guru, tapi ikut berkampanye untuk kasus Korupsi Nadiem Makarim. Minimal anda malu.
Iman Zanatul Haeri tweet media
Indonesia
129
947
2.2K
383.9K
Adhi C. Fahadayna retweetledi
Dosen Kesayanganmu
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen·
gak sih... nadiem memang reseh kok. sengaja ga bayar tukin dosen di dikbud. peduli setan, dg kondisi dia skrg. gausah ngomongin keadilan, kalau sejak dari pikiran dia ga adil.
Dosen Kesayanganmu tweet media
Dex Glennıza@dexglenniza

Melihat kasus Nadiem Makarik & Tom Lembong, gue cuma mau bilang: Hati-hati buat siapa pun yang bantu MBG. Rezim bisa ganti, narasi bisa dibalik, lalu kalian yg dikriminalisasi. Dunia memang sementara, tapi rezim jauh lebih sementara.

Indonesia
134
977
3K
268.4K
Adhi C. Fahadayna retweetledi
Journal of Democracy
Journal of Democracy@JoDemocracy·
You hear the term “competitive authoritarianism” all the time these days, but it was first introduced in our pages by Steven Levitsky and Lucan Way in 2002 to describe a type of political regime that is neither democratic nor fully authoritarian. Read the essay: muse.jhu.edu/pub/1/article/…
English
1
63
134
18.9K