Firboy
11.8K posts

Firboy
@firboyeah
Free man. Not controlled by anyone or anything.
West Java, Indonesia Katılım Eylül 2009
412 Takip Edilen564 Takipçiler

@dedyriyadi12 @Bank_Joee_ Gw pernah ngulik Indah Kiat Pulp n Paper.
Dia yg punya Paseo.
Dia punya lahan hutan sendiri, ditebang tapi ditanam ulang supaya stok bahan bakunya sustainable.
Kalo ga sustain dia dapet bahan baku darimana lagi??
Bagaimana dengan KG? Harusnya sama sih
Indonesia

@Bank_Joee_ agak laen dia mikirnya. emang gak pernah tahu ada perusahaan lain yang memasok bahan dasar? lo pikir indofood yang produksi indomie punya ladang gandum sendiri?
Indonesia
Firboy retweetledi

@mtaufiqar @BurhanMuhtadi @heruyaheru @lyndaibrahim Mungkin karena early stage? Pemerintah berpikir The Tesla Way karena masa jabatan cuma 5 tahun?
Indonesia

@BurhanMuhtadi @heruyaheru @lyndaibrahim konsentrasi jenuh SPPG di daerah densitas tinggi yg "profitable" ya Mas Prof?
tidak adalah filter dan parameter dalam direksi pendirian dan ijin SPPG oleh BGN?
jgn-jgn tidak ada dasar kajian/riset dalam decision making nya.
Yogyakarta, Indonesia 🇮🇩 Indonesia

Yg menarik justru di kalangan warga yg berpendapatan rendah kepuasan terhadap MBG malah negatif. Universalitas MBG malah memicu perasaan di kaum miskin bahwa MBG tak seharusnya dikasihkan buat semua, apalagi buat warga yg berkecukupan.

ISEAS - Yusof Ishak Institute@ISEAS
ISEAS Perspective by Harry J. Dienes & Burhanuddin Muhtadi - The majority of Indonesians support the policy, although we document a decline between March and October. Support is stronger among youth and young adults and those with less formal education. iseas.edu.sg/articles-comme…
Indonesia

@ombvds @christianvctrs 7,5% p.a setelah dipotong pajak? WOW!
Jelas gak dijamin LPS ya karena bunga di atas suku bunga acuan.
High risk, low return.
Indonesia


@celotehasukaru @LambeSahamjja Kaki-kaki juga empuk enak banget apalagi buat yg tinggal di rural area. Cruise control juga lumayan..
Indonesia

@LambeSahamjja XL7 itu pilihan paling balance. Ground clearance ok, kenyamanan dapat, kabin luas, perawatan jg gak banyak, harga service di bengkel resmi tergolong murah.
Indonesia

@OneStopHallyu @detikfinance Gw lebih nyaman pake core tax malah. Lebih terbuka semuanya.. 😂
Indonesia

@detikfinance dibilang kalo blom siap, pada djp aja, gw udah nyaman pake djp,
Indonesia

Purbaya Buka-bukaan soal Coretax: Salah Desain! finance.detik.com/berita-ekonomi…
Indonesia
Firboy retweetledi
Firboy retweetledi

Menkeu Purbaya bilang harga minyak MUSTAHIL ke $200. Dia berani taruhan.
Ternyata alasannya ada di buku "Mastering the Market Cycle" Howard Marks.
Yuk kita lanjut #BedahBuku Part 2 👇

Indonesia

@aideninajah1234 Party lagunya gini? Ajig kuping ternodai kalo ada di sana.
Berasa kaya cowok straight diperkosa bencong. iwh
Indonesia

@LambeSahamjja 1. Menuding bunga 13% sebagai bentuk "pemerasan" adalah simplifikasi. Bunga tinggi di Indonesia merupakan cerminan dari high cost of fund dan risk premium yang besar akibat inefisiensi sektor riil, bukan sekadar keserakahan bankir.
Indonesia

Guys kata Benix saham bank-bank besar Indonesia itu harus nyungsep. Dan itu bukan berita buruk. Itu justru syarat wajib kalau Indonesia mau maju.
Gw jelasin kenapa.
Bank BRI sekarang sudah di bawah Rp3.600. Dua tahun lalu waktu semua orang bilang bakal ke Rp6.000 bahkan Rp7.000 Benix bilang tidak. Bahkan prediksinya bisa turun ke Rp3.000-an.
Sekarang terbukti.
Tapi ini bukan soal sahamnya naik atau turun. Ini soal sesuatu yang jauh lebih fundamental.
Net interest margin selisih antara bunga yang bank bayar ke nasabah penabung versus bunga yang mereka tagih ke peminjam Indonesia tertinggi di dunia.
Bukan Asia Tenggara. Bukan Asia. Dunia.
Purbaya sendiri yang bilang itu.
Lu nabung di bank dapat bunga 3 sampai 4 persen. Lu pinjam dari bank yang sama bayar bunga 10 sampai 13 persen. Selisihnya itu yang masuk kantong bank.
Hasilnya Bank Mandiri laba Rp56 triliun tahun 2025. BRI Rp57 triliun. BCA Rp57,5 triliun.
Kok mirip-mirip semua? Benix curiga ini sudah mengarah ke oligopoli. Dan KPPU perlu cek itu.
Sekarang bandingkan dengan Vietnam.
Vietcombank bunga pinjamannya 2,58 persen. Bahkan bank mikro di Vietnam bunganya bisa 1,2 persen. Dan GDP Vietnam 2025 8 persen. Tahun 2026 mereka target 10 persen.
Indonesia? Masih berjuang mau tembus 5,3 persen.
Dan Benix bilang korelasi itu bukan kebetulan.
Kalau bunga kredit 13 persen pengusaha tidak berani ekspansi. Tidak berani beli mesin baru. Tidak berani hire karyawan. Karena seluruh profit habis buat bayar bunga bank. Mereka jadi perusahaan zombie hidup cuma untuk memperkaya banker.
Petani ambil kredit untuk modal tanam profitnya habis bayar bunga. Nelayan ambil kredit untuk beli solar asetnya disita karena tidak bisa bayar.
Sementara bankernya cetak laba puluhan triliun.
Dan modalnya dari mana? Dari uang pajak rakyat. Pemerintah kucurkan dana ke bank Himbara supaya diputar ke bawah. Tapi ternyata malah dipakai beli Surat Utang Negara yang bunganya dibayar pakai pajak rakyat lagi.
Jadi rakyat bayar pajak dua kali. Dan kalau mau pinjam duit pajaknya sendiri bayar bunga 13 persen.
Solusi Benix ada dua yang paling masuk akal.
Pertama permudah izin bank asing masuk Indonesia. Undang bank Vietnam. Bank China. Bank Jepang yang terbiasa bunga rendah. Biar kompetisi memaksa bank lokal turunkan bunga.
Kedua kembangkan pasar obligasi dan pasar modal supaya perusahaan punya alternatif pendanaan selain bank. Kalau perusahaan bisa IPO atau terbitkan obligasi bank tidak lagi punya monopoli akses ke modal.
Dan ini yang paling penting dari semua yang Benix bilang.
Saham bank nyungsep bukan tanda ekonomi rusak. Itu tanda sistem sedang diperbaiki. Profit bank yang berkurang artinya pengusaha yang membayar bunga lebih sedikit. Artinya ada lebih banyak uang yang berputar di ekonomi riil. Artinya lapangan kerja bisa tumbuh. Artinya GDP bisa naik.
Vietnam sudah buktikan itu.
Kita masih terdiam melihat banker-banker kita cetak rekor laba sementara UMKM di bawah megap-megap bayar cicilan.

Indonesia
Firboy retweetledi

@Kutekians Debt to GDP ratio tidak cocok dijadikan parameter karena GDP itu bukan uang yg diterima negara.
Debt to service ratio lebih cocok.
Karena service adalah uang tg diterima negara.
Begitu yg saya tangkap dari tulisannya pak @ChatibBasri
Cmiiw
Indonesia

Akhir2 ini sering ribut soal defisit APBN mau tembus 3%, tapi kayaknya jarang yang nanya kenapa harus 3%? Dari mana angka itu?
Jawabannya agak lucu sebenernya. Angka 3% itu diciptain sama satu orang, ekonom Prancis namanya Guy Abeille, tahun 1981, dalam waktu kurang dari sejam, tanpa dasar teori apapun. Presiden Mitterrand waktu itu cuma butuh angka yang kedengarannya expert buat nolak menteri2 yang minta anggaran lebih. Abeille sendiri bilang: 1% terlalu ketat, 2% masih bikin stress, 3% "kedengarannya pas." Angka itu kemudian masuk Maastricht Treaty 1992, dunia ikut-ikutan, dan Indonesia adopsi lewat UU No. 17 Tahun 2003.
Tapi implikasinya kalau sampe breach itu tetap nyata, terutama buat Indonesia.
Selama defisit masih di bawah nominal GDP growth, debt-to-GDP ratio masih bisa stabil. Begitu defisit konsisten lebih gede dari growth rate, utangnya spiral naik terus tanpa ada ceiling natural. Itu yang disebut unsustainable fiscal path.
Yang lebih urgent lagi: signaling ke pasar. Breach 3% → rating agency mulai review → potensi downgrade → cost of borrowing naik. Fiscal slippage itu literally bahan bakar buat capital outflow yang makin gede.
Jadi angka 3% nya emang arbitrary. Tapi sinyal yang kekirim ke pasar kalau angka itu dijebol, untuk Indonesia, itu tidak arbitrary sama sekali.
Arvin Honami | Investor Pakai Data Bukan Drama@ArvinHonami
Kayanya Pak Purbaya gagal bernegosiasi terkait realokasi anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) Malah mau buka opsi defisit APBN tembus lebih dari 3% dan ini efeknya bisa kemana mana (kalau beneran) 🤯
Indonesia














