floou 👾☀️🌻
7.4K posts

floou 👾☀️🌻
@flooumim
🤩 last read https://t.co/SK3HzKdbyl
Katılım Temmuz 2019
277 Takip Edilen165 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
floou 👾☀️🌻 retweetledi

@tanyarlfes bencii bgt sama orang yang mood²an..
heiii hidup gak berputar di lu doang, jangan kebiasaan pengen dimengerti, tuman tau gak? gak semua orang punya mood baik jg dalem menghadapi kebiasaan buruk lu. ada fasenya dia bakal bosen karena lu terlalu ribet
Indonesia

@shopeeluv_ @bopo_jodhipati katanya dia no education kak dan gak ngerti terkait admisitrasi gitu

Indonesia

@bopo_jodhipati Surat keterangan dari kepala desa atau dinas kependudukan kan udah cukup harusnya
Indonesia
floou 👾☀️🌻 retweetledi

Guys, Bu Rani Anggrini Dewi konselor pernikahan 25 tahun lebih, sudah menikah 44 tahun bilang sesuatu yang menurut gua adalah penjelasan paling nyesek yang pernah gua dengar tentang kenapa banyak perempuan menyesal setelah menikah.
Dan ini bukan opini.
Ini dari orang yang setiap hari duduk berhadapan dengan pasangan-pasangan yang pernikahannya sedang hancur.
Jawabannya satu kalimat
mereka masuk ke pernikahan
tanpa tahu siapa diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka masuk
semua yang membentuk identitas mereka sebelumnya karir, mimpi, ambisi,
pengembangan diri pelan-pelan hilang.
Bukan karena dirampas.
Tapi karena struktur pernikahan
yang mereka masuki memang tidak dirancang
untuk menampung itu semua.
Bu Rani bilang polanya sangat konsisten dari ribuan kasus yang dia tangani.
Perempuan menikah.
Anak lahir.
Semua fokus beralih ke peran sebagai ibu dan istri.
Pengembangan diri berhenti.
Dan di suatu titik entah dua tahun kemudian atau sepuluh tahun kemudian mereka bangun dan bertanya siapa saya sekarang?
Saya sudah S1,
saya pernah kerja,
saya punya mimpi.
Sekarang saya cuma masak
ngurus anak, dan menunggu suami pulang.
Dan yang membuat ini sistemik dan bukan hanya nasib buruk individu adalah satu fakta yang Bu Rani sebut dengan sangat tegas orang tua Indonesia sekarang sudah sadar untuk menyiapkan anak perempuannya.
Mereka kirim ke universitas terbaik.
Dorong untuk berkarir.
Ajarkan untuk mandiri secara finansial.
Tapi mereka lupa menyiapkan anak laki-lakinya.
Hasilnya adalah collision yang tidak bisa dihindari. Perempuan yang sudah berkembang menikah dengan laki-laki yang masih membawa mindset bahwa suami harus dilayani, urusan rumah tangga dan anak adalah urusan istri, dan suami harus selalu lebih tinggi dari istri dalam segala hal.
Dua orang dengan level perkembangan yang sangat berbeda masuk ke satu institusi.
Dan perempuannya yang selalu diminta untuk menyesuaikan diri ke bawah bukan laki-lakinya yang didorong untuk naik ke atas.
Dan ini yang paling menyakitkan dari seluruh cerita ini. Banyak perempuan yang menyesal bukan karena suaminya jahat.
Bukan karena pernikahannya penuh kekerasan.
Tapi karena perlahan-lahan tanpa ada satu momen dramatis yang bisa ditunjuk sebagai titik balik mereka kehilangan diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka sadar bahwa yang hilang itu tidak bisa dikembalikan oleh siapapun termasuk oleh suami yang mencintai mereka itulah penyesalan terdalam yang Bu Rani temui dalam kasusnya setiap hari.
perempuan yang menyesal setelah menikah bukan perempuan yang salah pilih pasangan.
Mereka adalah perempuan yang masuk ke struktur yang tidak pernah dirancang untuk menampung mimpi mereka.
Dan selama struktur itu tidak berubah selama anak laki-laki tidak disiapkan dengan cara yang sama dengan anak perempuan angka penyesalan itu tidak akan turun.

Indonesia
floou 👾☀️🌻 retweetledi

Sewaktu nge-tag BNI, status saya akhirnya direspon oleh BNI lewat akun resminya.
BNI bilang mereka "juga pihak yang terdampak" dalam kasus Rp28 miliar dana umat Paroki Aek Nabara. Secara teknis benar. Tapi kan ada jurang besar antara "terdampak" dan "bertanggung jawab".
Apakah mereka sedang coba menyamarkan dua kata itu jadi satu?
BNI memang keluar Rp7 miliar talangan pada 26 Maret 2026. Reputasi mereka tergerus di mana-mana (lihat saja di X). OJK dan BI sedang mengawasi ketat, dan bisa saja ada sanksi kalau terbukti lalai awasi internal.
Secara bisnis, ya, mereka rugi.
Tapi "terdampak" bukan sinonim "korban", bukan?
Benarkah klaim BNI, yaitu "ada oknum di luar sistem resmi"?
1. Andi Hakim Febriansyah bukan tukang sapu. Dia Kepala Kantor Kas BNI Unit Aek Nabara resmi.
2. Selama 7 tahun (2019 sampai 2026), dia memakai fasilitas resmi BNI sepenuhnya: layanan pick-up service untuk jemput uang, bilyet deposito BNI, rekening koran BNI, seragam, kartu identitas pegawai.
3. Suster Natalia dan pengurus Credit Union tidak menyerahkan uang ke "Andi pribadi". Mereka menyerahkannya ke BNI sebagai institusi, lewat mekanisme yang BNI sendiri sediakan.
4. Semua data transaksi tercatat di sistem BNI. Tapi yang lucu, BNI justru meminta CU menyediakan "bukti pendukung" berulang kali. Padahal catatannya ada di server mereka sendiri.
Kalau seorang pegawai bank memakai jabatan, fasilitas, dan dokumen resmi bank untuk menipu 1.900 umat selama 7 tahun tanpa terdeteksi audit internal, itu bukan "oknum di luar sistem".
Itu namanya kegagalan sistem!
Secara hukum, ada prinsip tanggung gugat pengganti (Grok bilang, istilah ini disebut: vicarious liability). Bank wajib bertanggung jawab atas tindakan pegawainya yang dilakukan dalam kapasitas jabatan.
Ini bukan opini saya, Gais. Ini ada di UU No. 10/1998 tentang Perbankan dan POJK tentang perlindungan nasabah.
Di satu sisi, BNI adalah Bank BUMN, dengan aset triliunan rupiah, punya tim hukum dan tim humas korporat yang sibuk membangun narasi "kami juga korban".
Di sisi lain, ada 1.900 umat Paroki Aek Nabara. Mayoritas dari mereka adalah petani dan buruh kecil. Mereka menabung selama lebih dari 40 tahun, rupiah demi rupiah, untuk biaya sekolah anak, dan biaya sakit.
Rencana masa depan yang sederhana, bukan?
Jawaban BNI sah secara korporat. Strategi "oknum dan tunggu dokumen" itu klasik. Tapi dari sisi keadilan, ini sangat miskin empati. Uang itu tabungan umat kecil yang dikumpulkan selama 40 tahun, bukan duit korporasi yang bisa dihitung ulang di pembukuan kuartal berikutnya.
Kalau setiap kali ada pegawai berulah, jawaban resmi bank selalu "itu oknum, bukan kami", lalu kepada siapa nasabah harus percaya?
Besok saya mau menutup rekening saya. Kalau masih antre, ya, saya tarik semua uang saya dari sana.
Kalian sendiri gimana baca sikap BNI sejauh ini?

Indonesia

@yappingfess waktu pernah driver supifut juga, minta tip sampe telpon 10x berasa diteror cuma mau minta tip kebetulan ya tgl tua gada duid jg jadi aku cuma bisa kasih 2rb :") malah dibales chat ama drivernya 'yampun miskin bgt masa cuma 2rb' wkwkwk dari situ jd ga gampang kasian ama driver
Indonesia
floou 👾☀️🌻 retweetledi

wah lumayan akurat ya pake claude ketimbang chatt gpt buat personal color analysis low budget




sya@arsenatasyas
aku iseng make claude untuk color analysis diriku sendiri, hasilnya bagus banget! aku jadi bisa nemu warna baju apa yang compliments kulitku dan warna apa yang bisa di-skip 🤩
Indonesia
floou 👾☀️🌻 retweetledi

Teman-teman mohon bantuannya bersuara agar kasus uang jemaat sebesar 28 miliar yang raib di tipu oknum BNI bisa selesai.
Kasus ini sudah berlangsung lama namun tak ada itikad baik,.
@DivHumas_Polri @KejaksaanRI @prabowo
No viral no justice kata @mohmahfudmd
Bantu RT 🙏

Indonesia

bagus tapi jauh huhuhu
amaliya@amaliyakusumaa
jiwa mak emak ku meronta melihat gelas gemes di obral cuma 5 ribuan😭✊🏻
Indonesia

@lavienney Betul kak biasanya info gempa & cuaca yg kami sampaikan otomatis by system akan terupload ke X. Namun sejak 2 hari lalu, akun X kami tidak bisa lagi menggunakan itu karena diminta berbayar oleh X. Saat ini kami sedang mencari solusi terbaik. Mohon maaf atas keterlambatannya kak🙏🏻
Indonesia

Halo, Sobat Iklim!
Gas CO sulit dideteksi indera manusia, tetapi sangat berbahaya bagi kesehatan. Berikut prakiraan konsentrasi CO di wilayah Indonesia periode 2-3 April 2026. Kadar CO di seluruh kota besar Indonesia diperkirakan berada jauh di bawah nilai ambang batas atau aman.
Pantau terus kualitas udara daerahmu di kanal resmi BMKG!
#InfoBMKG #KualitasUdara #CO
Indonesia
floou 👾☀️🌻 retweetledi
floou 👾☀️🌻 retweetledi
floou 👾☀️🌻 retweetledi
floou 👾☀️🌻 retweetledi
floou 👾☀️🌻 retweetledi

@emokambekkon Kata gua mah minimal lu kalau blm berdamai sm diri sendiri masih miskuin ya jangan deketin cewek sihh. Emang laki skrang gk gentle, najis bgt lihatnya
Indonesia
floou 👾☀️🌻 retweetledi














