lii🍉
97 posts

lii🍉
@gotlilmotivated
gap²⁵ | gonna be 2026 uni student self growth progress ✨️
Katılım Aralık 2025
66 Takip Edilen36 Takipçiler
lii🍉 retweetledi
lii🍉 retweetledi
lii🍉 retweetledi

𝗞𝗔𝗜 𝗦𝗮𝗺𝗽𝗮𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗿𝗺𝗼𝗵𝗼𝗻𝗮𝗻 𝗠𝗮𝗮𝗳 𝗮𝘁𝗮𝘀 𝗜𝗻𝘀𝗶𝗱𝗲𝗻 𝗱𝗶 𝗦𝘁𝗮𝘀𝗶𝘂𝗻 𝗕𝗲𝗸𝗮𝘀𝗶 𝗧𝗶𝗺𝘂𝗿
Telah terjadi insiden operasional di wilayah Stasiun Bekasi Timur, yang berdampak pada perjalanan kereta api.
Saat ini, KAI memfokuskan upaya pada evakuasi penumpang dan awak sarana, serta penanganan korban dengan prioritas utama keselamatan. Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait di lapangan.
KAI menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Informasi terbaru akan disampaikan secara berkala melalui kanal resmi KAI.
#KAI121
#KAIupdate

Indonesia
lii🍉 retweetledi

Badan SAR Nasional (Basarnas) menyatakan evakuasi korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur selesai. Seluruh korban telah dievakuasi dari gerbong kereta yang tertabrak.
Kabasarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyebut, evakuasi tuntas pada pukul 08.00 dan seluruh tim SAR dikembalikan ke markas masing-masing. Seluruh korban yang dievakuasi merupakan perempuan.
“Alhamdulillah atas kerja sama semua unsur, operasi SAR bisa kita laksanakan sesuai dengan yang kita harapkan, dan tadi pagi pukul 08.00 sudah selesai. Seluruh tim SAR kita nyatakan, kita kembalikan ke home base masing-masing,” kata Syafii dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).
“100 persen yang kita evakuasi perempuan,” jelasnya.
Dalam kecelakaan yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam tersebut, terdapat total korban tewas sebanyak 14 orang dan 84 lainnya yang terluka.
| Narasi Daily

Indonesia
lii🍉 retweetledi

Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran.
Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini.
Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap “tidak berguna”, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan.
Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja.
Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya.
Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia.
Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap “tidak praktis”.
Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal.
Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;)
Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan.
Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa.
Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri.
Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok.
Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.
tempo.co@tempodotco
JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri
Indonesia
lii🍉 retweetledi

Semua pihak harus bertanggung jawab!
1. Taxi mogok di perlintasan, Kalo baterai habis salah TAXI dan SOPIR, kalo bukan baterai habis, failure dari VINVAST.
2. perlintasan tanpa palang artinya salah PEMKOT BEKASI. karena pasti PT KAI maunya jalur steril dan kewenangan tutup jalur itu ada di PEMKOT BEKASI.
3. Keterlambatan ngirim sinyal ke argo bromo, artinya kesalahan di PEGAWAI PT KAI
Pemkot dan KAI harus klarifikasi kenapa perlintasan tidak ditutup permanen. TAXI, sopir dan VINFAST harus klarifikasi kondisi mobil.
Indonesia
lii🍉 retweetledi

KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh korban dan keluarga serta seluruh masyarakat yang terdampak atas insiden yang terjadi antara KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line Cikarang.
Seluruh korban telah diberikan dan ditangani perawatannya di Rumah Sakit rujukan. KAI Commuter bersama pihak asuransi memastikan biaya pengobatan ditanggung sesuai ketentuan dan terus berupaya untuk pendampingan kepada korban dan keluarga. Kami juga menyediakan posko informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu informasi kepada keluarga.



Indonesia
lii🍉 retweetledi
lii🍉 retweetledi
lii🍉 retweetledi











