Gusty

9.5K posts

Gusty banner
Gusty

Gusty

@gustySAP

Menggapai cita-cita dengan sedikit usaha

Di Sepertiga Malam Katılım Kasım 2011
337 Takip Edilen207 Takipçiler
Gusty retweetledi
Brian 🇵🇸
Brian 🇵🇸@briandito·
I’ve been living in Japan 🇯🇵 for 3 years, but my verb conjugation is still embarrassing. So I built a small tool to help me learn. This might help you in your next JLPT. 🧵👇
Brian 🇵🇸 tweet media
English
29
516
3.9K
138.8K
Gusty
Gusty@gustySAP·
Yang naro uangnya cuman di Octo pasti pada kecewa ini gabisa ngapa-ngapain mau beli atau transfer gabisa, QRIS gabisa @CIMBNiaga
Indonesia
1
0
0
84
Gusty
Gusty@gustySAP·
@realmadridindo1 Berharap munchen aja yang menang. Biar PSG ga back to back Arsenal dan ATM tetap 0 UCL
Indonesia
1
0
1
339
️️ ️️KARIM
️️ ️️KARIM@realmadridindo1·
Kalian ikhlas kalau PSG Back to Back UCL?
Indonesia
199
7
468
53.2K
Gusty
Gusty@gustySAP·
@adamwdb Thanks ya infonya mas 🙏🏼
Indonesia
0
0
0
104
Adam WB
Adam WB@adamwdb·
@gustySAP Yes di sponsor ya, nnti bisa dibicarakan dg recruiter nya
Indonesia
1
0
0
975
Giri Kuncoro
Giri Kuncoro@girikuncoro·
Sesuai arahan pak presiden, kalau ada yang mau referral, feel free to DM interested roles sama one liner what exceptional works you have done. Preferably London/Tokyo office, supaya bisa kerja bareng, dan ngurus visa lebih mudah. Akan lebih selektif untuk ngasih referral kali ini, dari 20 referrals anak Indo yang disubmit kemarin, belum ada yang berhasil sampai offering, 4 sampai final round, mayoritas belum berhasil di 15 mins screening round, dan 1 no show (tidak hadir saat jadwal interview - very unprofessional). Gojek/Traveloka masih sekolah engineering terbaik saat ini di Indonesia, melihat proses interview kemarin. I would advise to "study" here first, to build strong resume, grinding technical skills, and professionalism. x.ai/london
CNN Indonesia@CNNIndonesia

Prabowo Kembali Sindir Indonesia Gelap: Kalau Mau Kabur, Kabur Aja! cnnindonesia.com/nasional/20260…

Indonesia
86
849
4.1K
283.9K
Gusty
Gusty@gustySAP·
@girikuncoro Jum'at kemarin ku gagal mas untuk x.ai private. Next saya asah skill dulu lagi deh. Sekarang kebanyakan mainan document 😂
Indonesia
0
0
0
434
Gusty
Gusty@gustySAP·
@ecommurz thanks murz, lagi butuh ini untuk compare
Indonesia
0
0
2
502
Gusty
Gusty@gustySAP·
@lmalau @sambudi_99 @hi_bagus @icalrn @To_Evermore @ndjoyaja @zanatul_91 mas kalau kerja di enterprise pasti tau device management ga sebatas untuk "remote" aja tapi bisa push security/policy control, app deployment dan lainnya. Memang ga harus chrome tapi pilihan lainnya juga sama berbayar, bikin sendiri? siap-siap aja cost pengadaan developmentnya
Indonesia
2
0
0
49
Laurent Malau
Laurent Malau@lmalau·
@sambudi_99 @hi_bagus @icalrn @To_Evermore @ndjoyaja @zanatul_91 Manage device ini utk apa sih? Ada byk teknologi gratis spt tailscale, anydesk, rustdesk.. gak hrs chrome.. atau knp gak ciptain sendiri manage device? Konsultan itu biasa dipake sbg risk transfer utk decission dr project owner.. makanya hrs berwawasan luas thdp projectnya
Indonesia
1
0
0
76
Iman Zanatul Haeri
Iman Zanatul Haeri@zanatul_91·
Aneh, sekarang orang-orang percaya chromebook itu baik dan berguna untuk pendidikan. Saat pengadaan itu disusun, kajian awal 2020 membuktikan bahwa 46% sekolah tidak punya akses internet. Survei pada kajian awal ini menunjukan hampir tidak ada sekolah yang menggunakan Chromebook. Kemudian tiba-tiba, kajian ini dirubah dengan kajian baru. Chromebook yang awalnya tidak direkomendasikan, jadi di rekomendasikan. Pada kajian kedua inilah ada IBAM sebagai Tim SKM (Staf Khusus Menteri). Dengan memegang dua dokumen ini saja, tentu mudah bagi kejaksaan untuk melihat peran sentral IBAM. Jadi agak aneh kalau IBAM mengaku tidak merekomendasikan Chromebook. Gunanya IBAM dihadirkan menteri ditengah-tengah tim teknis,besar kemungkinan untuk membelokan kajian supaya dukung Chromebook. Kalau IBAM tidak merekomendasikan Chromebook, untuk apa kajiannya di rubah? kan sejak awal tidak direkomendasikan? Meski mbantah, patut diduga, fungsinya IBAM adalah kebalikan dari kajian yang tidak merekomendasikan Chromebook. Pembelaan IBAM kontradiktif. Sejak awal Chromebook tidak memiliki fungsi dalam pendidikan kita. Itulah alasan kenapa Nadiem membuat kebijakan ANBK/AN. Supaya Chromebook seolah-olah bermanfaat. Karena saat itu kita gak butuh AN. Untuk apa mengukur lingkungan belajar di sekolah tapi sekolahnya kan tutup (pandemik/PJJ)? Laptop yang hanya efektif digunakan secara online, kini mendapatkan fungsinya karena semua sekolah menyelenggarakan AN yang mana menurut peraturan GTK "HARUS TERSAMBUNG INTERNET." Belakangan untuk menutupi ini kementerian membuat panduan menggunakan Chromebook secara offline. Meski ini tidak merubah bahwa Chromebook adalah laptop yang kurang berguna dengan kebutuhan sekolah. Saya tetap berpandangan bahwa Chromebook adalah korupsi besar. Bukan hanya Nadiem dan Ibam, dan PKK, tapi orang-orang dibalik ini semua harus diseret. Menurut saya kejaksaan harus memanggil lebih banyak orang lagi. Apalagi orang atau yayasan yang mempekerjakan IBAM dan menggajinya. Tim SKM tapi digaji yayasan? juga Jurist Tan yang masih buron. Saat ini maaf, semua orang bicara soal personal Nadiem dan IBAM yang katanya tulus dan sakit-sakitan. Bukan kasus korupsinya. Bahwa saya tidak terima, kalau kami guru-guru dipaksa memaklumi kebijakan Chromebook dan ketersambungan internet yang jadi dalih korupsi Chromebook. Saya tidak pernah lupa, bagaimana temen-temen guru di NTT melaksanakan AN. Alih-alih melaksanakan asesmen nasional, kita sedang didorong supaya menganggap korupsi pengadaan itu berguna. Jangan lupa, baik Nadiem dan IBAM melaksanakan pengadaan Chromebook dan AN ketika pandemik lagi galak-galaknya (2020-2021). Mereka tidak punya empati bahwa kebijakan ini akan menyengsarakan guru, karena harus berkumpul (datang ke sekolah) ketika pembatasan jarak (Covid-19) dan diberikan laptop yang tidak biasa mereka pakai. *Foto Pelaksanaan ANBK di NTT.
Iman Zanatul Haeri tweet media
Indonesia
136
339
818
344.3K
Gusty
Gusty@gustySAP·
@lmalau @PenCincau @To_Evermore @zanatul_91 @KejaksaanRI coba cek aja mas, AWS sama Azure(Microsoft) ada data center di Indonesia tahun berapa? Nanti taro data di luar negeri kena salah lagi. Lagian AWS ga punya environment endpoint device seperti Google Workspace dengan GCP, kalau Microsoft ya siap-siap keluar uang lebih banyak.
Indonesia
1
0
0
46
Laurent Malau
Laurent Malau@lmalau·
@PenCincau @To_Evermore @zanatul_91 Iya "manage masal" utk apa sih? Google di nadiem jg utk Google cloud (semua server pindah ke google), kenapa gak ke AWS atau Microsoft, malah microsoft team lebih jelas dan cocok dipake.. contohnya binus school. Trus kenapa core server hrs pindah ke google @KejaksaanRI
Indonesia
2
0
1
120
Gusty
Gusty@gustySAP·
@sumodirjo @zanatul_91 emang dari dulu kita terlalu kena vendor lock sama si Microsoft ini. Padahal ya semuanya serba bayar , license OS bayar, license office bayar. Belum kalau mau device management, windows server bayar, license sesuai kebutuhan endpointnya juga bayar 😭😭😭
Indonesia
0
0
0
43
Muhammad Panji
Muhammad Panji@sumodirjo·
@zanatul_91 > dan diberikan laptop yang tidak biasa mereka pakai. laptop yang biasa dipakai pakai OS apa pak? Kalau Windows bukankah lebih boros. Lisensi Windows Pro, belum office dan software lain. Kalau laptop Pakai Linux / BSD bukankah sama saja harus belajar lagi.
Indonesia
2
1
3
748
Gusty
Gusty@gustySAP·
Padahal udah bener environment mau diubah ga selamanya tentang Microsoft products. Tapi ah sudahlah masih jauh kayanya, Solusi datang diwaktu yang belum tepat sepertinya.
Indonesia
0
0
0
13
Gusty retweetledi
Edison
Edison@CodeEdison·
Tech layoffs by engineering discipline (2023–2026) - Software Engineers: 35–45% - Frontend Engineers: 15–20% - QA / Test Engineers: 10–15% - IT / SysAdmin: 10–15% - Data / ML Engineers: 5–10% - DevOps / SRE: 3–7% - Security Engineers: 2–5% Based on data from Layoffs. fyi
English
68
238
2.4K
358.6K
Gusty retweetledi
ra
ra@nadirabelindaaa·
Gue selalu sedih banget tiap baca kasusnya Ibam. He's an outlier. Dapet offering dari Meta aja udah kyk peak career anak IT, tp dia tolak demi negara. Tapi sama negara...malah difitnah kayak gitu Pdhl kl gue baca cerita2 nya, dia sll excited tiap bahas govtech, even udh —
Indonesia
31
3.5K
13.8K
247.4K
Gusty
Gusty@gustySAP·
@farhanrivaldy_ mumpung supply berkualitasnya masih sedikit dan demandnya masih ada terus, saran saya manfaatin mas
Indonesia
1
0
1
480
Your Mediocre Engineer
Your Mediocre Engineer@farhanrivaldy_·
aseli, biar loker yg nyari gw 😋😋 Love the process and keep grinding, soon the money will follow you sebenarnya masih banyak lagi ss invitation kek gini sama offering letter, cuman malas sensor nya wkwkw
Your Mediocre Engineer tweet mediaYour Mediocre Engineer tweet mediaYour Mediocre Engineer tweet mediaYour Mediocre Engineer tweet media
Prima プリマ 🦉@primawansatrio

Dear techbros/techsis, atau yang mempertimbangkan mau pindah karir ke tech, please do consider learning/switching into DevOps/Data Engineer. Demand nya lagi buanyak banget di Indonesia.

Indonesia
36
212
2.9K
78K
Gusty retweetledi
TXTKapitalisme
TXTKapitalisme@republik_partai·
@ibamarief Kalau Ibam dipenjara, mau semua profesional bisa dipenjara kita. Akhirnya para profesional akan meninggalkan negeri ini. Yang tersisa hanyalah golongan IPK Dua Koma Tiga
Indonesia
6
188
638
20.4K
Gusty retweetledi
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Ini Ibam, bicara sendiri agar Ririe terlindungi. Betul, ketika belum jadi tersangka, saya dapat ancaman: buat pernyataan "mengarah ke atas" kalau tidak kasusnya "akan diperluas". Saya tolak, ngga mau bohong & zalim. Tiga minggu kemudian, saya jadi tersangka. Saya tolak bukan untuk lindungi Nadiem, tapi karena memang ngga pernah ada arahan dari Nadiem ke saya agar pengadaannya jadi Chromebook semua. Seperti yang terungkap dari 22x sidang, tidak ada sama sekali arahan dari atas seperti itu. Saya hanya diminta memberi masukan netral dan objektif sebagai konsultan. Artinya, ketika menerima ancaman tersebut saya dihadapkan ke dua pilihan: Berbohong mengarang cerita menuduh orang lain untuk menyelamatkan diri sendiri. Atau, berpegang kepada integritas, kejujuran, dan kebenaran yang saya yakini, dan menolak untuk berbohong. Dengan shalat istikharah dan kesadaran penuh akan risikonya, saya memilih jalan yang kedua: kejujuran. Insya Allah selalu berpegang pada kejujuran akan berujung pada kebaikan untuk saya, Ririe, dan keluarga kecil kami. Kalau tidak di dunia, maka di akhirat kelak. Lalu jawabannya apa ketika saya menolak untuk berbohong? "Oke, kami perluas.” Saya tidak berdaya. Ya Allah, apa lagi yang bisa kami lakukan ketika dihadapkan pada pilihan seperti itu? Pegangan kami hanya prinsip integritas dan kejujuran. Ketika konsekuensinya beberapa minggu kemudian saya dinyatakan tersangka, kami hanya bisa memperbanyak istighfar dan ikhtiar. Kami jalani dan hormati proses hukum yang ada dengan tabah, kami berniat jelaskan di persidangan fakta-fakta yang membuat terang, kami masih percaya dengan hukum Indonesia. Mungkin ngga banyak yang tahu, tapi Ririe istri saya adalah seorang sarjana dan magister hukum. Di Belanda dulu kami banting tulang nabung dan berhemat banyak, supaya bisa bayar uang kuliah S2 Ririe. Dari Ririe, saya belajar banyak tentang hukum Indonesia, apa saja yang mungkin terjadi, dan bagaimana hukum kita tetap memungkinkan pembelaan yang efektif. Baik, mari berjuang di persidangan, luruskan seluruh tuduhan. Satu persatu fakta di persidangan muncul dengan terang benderang, satu persatu tuduhan bisa kami bantah. Sampai akhir rangkaian sidang, 57 orang saksi dihadirkan, tidak ada bukti saya menerima keuntungan dari perkara ini, tidak ada bukti masukan saya karena konflik kepentingan, tidak ada bukti saya mengarahkan. Yang terungkap malah saya sebagai konsultan sudah menyarankan Chromebook diuji dulu, pejabat menolak pengujian dan memutus Chromebook, nama saya dicatut di SK, masukan saya dipelintir. Kami merasa pembelaan hukum kami sudah maksimal, kebenaran sudah terungkap, tinggal menumpu harapan pada keadilan dan kebijaksanaan dari majelis hakim yang mulia, yang kami merasa sudah sangat objektif dan penuh kearifan sepanjang persidangan. Namun, ketika JPU menyebutkan tuntutan 15 tahun penjara, denda Rp1 miliar, uang pengganti Rp16,9 miliar subsider 7,5 tahun penjara tambahan... Ini titik kezaliman yang sangat terang benderang, tekanan kepentingan yang sangat kentara, saya memutuskan pembelaan saya tidak lagi bisa hanya di persidangan. Besok saya akan sidang pembelaan (pleidoi) dan kami bersurat kepada Presiden @prabowo Subianto serta @KomisiIII DPR, untuk memohon perlindungan hukum dari kriminalisasi, ketidakadilan, intimidasi, serta pengkambinghitaman yang sudah sekentara ini. Kami takut untuk bicara? Takut ada intimidasi lain? Itu risiko yang jelas, tapi kami tidak gentar. Tuntutan 22,5 tahun dan belasan miliar yang tidak mampu kami bayar mungkin dianggap akan membuat kami terdiam, tapi kami malah semakin berani untuk melawan kriminalisasi ini. Mohon bantuan, dukungan, dan perlindungannya dari masyarakat Indonesia, dari pekerja kreatif dan pekerja pengetahuan, serta dari semua yang ingin bantu negara atau takut dizalimi negara. Kami berjuang bukan untuk kami sendiri, tapi agar tidak ada lagi kriminalisasi dan ketakutan bagi mereka yang tulus mau bantu Indonesia. Kami masih percaya Indonesia bisa menjaga dan menghadirkan keadilan dalam kasus kami.
Ibrahim Arief tweet media
Tom Wright@TomWrightAsia

UPDATE: Ibrahim Arief (Ibam) — the tech consultant facing 15 years — just told a press conference he was coerced to turn on Nadiem but refused to do so. In 30 years, the playbook hasn’t changed. A deeply corrupt legal system used to intimidate and coerce ordinary Indonesians.

Indonesia
372
8.5K
12.1K
722.5K
Gusty retweetledi
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Tonton kepanikan pejabat saat upaya mengkambinghitamkan Ibam runtuh di sidang 👇🏼 Masukan netral Ibam, dipelintir pejabat jadi Chromebook, sambil bilang itu arahan Ibam. Pejabat tersebut akui terima aliran dana, dan membocorkan spek Chromebook ke vendor pemenang. Tapi dia bebas, tidak jadi tersangka sama sekali, sedangkan Ibam dituntut 15 tahun penjara, denda Rp16,9 miliar, dan tambahan 7,5 tahun penjara jika tidak bisa bayar. Dan kami sudah pasti tidak bisa bayar, Rp16,9 miliar itu dari salah paham surat saham, dan hanya "patut diduga" tanpa adanya bukti aliran dana sama sekali. Tapi kebenaran sudah terungkap lewat fakta-fakta di persidangan. Dari semua kebenaran yang terungkap, perkara Chromebook untuk kasus Ibam ini sebenarnya sederhana. Ibam sebagai konsultan, sudah netral, profesional, tanpa kewenangan, tanpa kuasa, namun dikambinghitamkan pejabat-pejabat yang terlibat dalam pengadaan. Kita tentu berharap proses hukum berjalan secara adil, jernih, dan berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan. Namun tuntutan 22,5 tahun yang tidak masuk akal dan penuh ketidakadilan seperti menampar harapan kami tersebut. Kekuatiran kami terhadap adanya kriminalisasi terstruktur semakin dalam. Kini harapan kami tertumpu pada teman-teman sekalian yang membaca pesan kami. Tolong, suarakan ketidakadilan ini. Kepada Presiden Prabowo, kepada Komisi III DPR, kepada siapapun yang kita tahu punya kepedulian dan kemampuan menyediakan perlindungan hukum dari kriminalisasi. Sembilan hari menuju putusan. Kita masih bisa jadikan perkara ini preseden baik bagi semua profesional yang ingin berbakti bagi negara dengan keahlian mereka. Bahwa tetap bisa ada perlindungan hukum dari kriminalisasi bagi seluruh pekerja pengetahuan yang ingin bantu Indonesia.
Indonesia
119
4.5K
6.8K
418.9K
Gusty
Gusty@gustySAP·
@prapppra @oksitosean setuju, bahkan kalau zero trust di beberapa perusahaan akses server tuh sifatnya temporary dan perlu request untuk ngakses
Indonesia
0
0
0
753
pra
pra@prapppra·
@oksitosean Hai! Aku coba jawab dari sisi perusahaan ya, bagi perusahaan professional, loyalitas berakhir ketika surat resign sudah diatas meja. Betul, bagi pekerja ada perasaan dikhianati atau ditampar, tapi.. dari POV perusahaan, ada SOP zero trust untuk keamanan, karena ada kemungkinan~
Indonesia
3
1
16
10.1K