Laurent Malau

561 posts

Laurent Malau

Laurent Malau

@lmalau

Temen gw byk banget di dunia nyata, tp dikit bgt polower gw.. why.. why

Katılım Ocak 2012
51 Takip Edilen151 Takipçiler
razaaf
razaaf@programmerpacil·
@lmalau @GilangHamidy @KejaksaanRI yg jadi masalah dgn chromebook ini adalah, penegak hukumnya kesannya MAKSA biar nadiem & ibam dipenjara. apaan2 saham Bukalapak dikira korupsi cuma gara2 kalo udh resign dianggap hangus. Google jg dituduh suap ke GOTO pdhl kgk tersangka dr Google. nalarnya dipake dong lu mas
Indonesia
3
0
0
123
Gilang Mentari Hamidy ❌
Gilang Mentari Hamidy ❌@GilangHamidy·
Masih ada yang belain Nadiem itu beyond me deh. Hellaww. Dia duitnya banyak, banyak pengacara, belom lagi koneksi babehnya. Ga perlu dibelain ama kita yang nyari duit aja musti ngais tanah. Gue sih udah antipati sama tuh orang sejak bullshit Karya Anak Bangsa(t) taon 2015.
Indonesia
18
39
214
12.6K
Laurent Malau
Laurent Malau@lmalau·
@programmerpacil @GilangHamidy @KejaksaanRI Justru saya pake nalar dan liat fakta yg lain, bs jadi fakta yg kisanak katakan tdk relevan tp ada jg vidio dr rekaman yg relevan.. maaf ya seneng diskusi tp gak suka ngatain.. kita beda dunia memang hehehe
Indonesia
0
0
0
25
razaaf
razaaf@programmerpacil·
@lmalau @GilangHamidy ya kalo menurut lu melanggar hukum silakan aja laporin. gw dukung. gw awal2 sidang jg diem doang. tp masalahnya, nadiem ga terbukti. ga masuk akal. tb2 ada TNI, konsultan kena pdhl ga ttd, yg ttd & ngaku disuap cm jd saksi, investasi GOTO jd korupsi, saham BUKA jd korupsi. apasih
Indonesia
1
0
0
55
Laurent Malau
Laurent Malau@lmalau·
@programmerpacil @GilangHamidy @KejaksaanRI Kalo cara milihnya ke GCP gak lewat kajian dan tender, serta naruh ibam di yayasan tp di linkedin dia CTO govtech bisa jadi dugaan donk.. muksin biaya dr kemdikbud ke "telkom" trus ke google dst, bagaimana mosok puzzle ini gak dibuka? Rusaknya hukum ya kalo itu gak diopen kan..
Indonesia
1
0
0
70
razaaf
razaaf@programmerpacil·
@lmalau @GilangHamidy @KejaksaanRI dan sekali lagi, ini gw ngebacot bukan soal belain nadiem, tp bigger picturenya adalah soal "hukum yg lg rusak" mau salah milih GCP kek, mau bayangan arogan kek, ttp aja kalo ga terbukti korupsi di chromebook, ga boleh dia dihukum 22 tahun krn dituduh korupsi chromebook. titik.
Indonesia
1
0
0
46
Laurent Malau
Laurent Malau@lmalau·
@programmerpacil @GilangHamidy Maaf ya.. TL, ASDP dan amsal kita sepemahaman.. gw jg gak diem.. gw tau banget karakter TL.. kalo nadiem sori.. dr awal bukan kebijakannya yg salah.. tapi dia tabrak aturan, dimintain surat resmi dia pake tangan org laen.. gak macho, ntar tunggu aja msh byk yg perlu dibuka
Indonesia
1
0
0
58
razaaf
razaaf@programmerpacil·
@lmalau @GilangHamidy dari dulu gw juga ga suka kebijakan nadiem. but come on, ada hal yg lebih serem drpd 400 org itu, yaitu lu bisa dipenjara walau ga melawan hukum emg masih kurang ya kasus tom lembong, ira puspadewi, amsal sitepu, hampir 1rb aktivis2 yg ditangkep krn demo?? x.com/i/status/20096…
razaaf@programmerpacil

@zanatul_91 Maaf, Pak Iman, ga setuju dengan kebijakannya itu boleh. Kritik dan marah karena merugikan guru dan siswa silakan. Saya pribadi juga ga suka Nadiem sebagai menteri. Tapi alangkah baiknya kita tidak mendukung "kriminalisasi" dan penegakan hukum serampangan hanya karena ga suka😆

Indonesia
1
0
0
64
Laurent Malau
Laurent Malau@lmalau·
@programmerpacil @GilangHamidy Hasil stuborn dia itu : data pendidikan pindah semua ke google, nanti jg dimasalahin.. sama @KejaksaanRI Paham donk dr onpremise ke GCP ada konsekwensi egress cost? Kenapa ke GCP knp gak ke microsoft, aws, coba liat linkedin ibam.. cocok gak pengakuan dia digaji yayasan?
Indonesia
1
0
0
63
razaaf
razaaf@programmerpacil·
@lmalau @GilangHamidy stubborn, angkuh di kantor itu biasa. tp itu ga melanggar hukum. kalo lu pengen nadiem dipenjara 22 tahun cuma gara2 lu kesel sm dia, jgn salahkan besok2 negara bisa penjarain lu jg cuma gara2 ga suka. mau? gw ga belain siapapun. gw cuma marah negara sewenang2 sm hukum kyk gini
Indonesia
2
1
1
54
Laurent Malau
Laurent Malau@lmalau·
@programmerpacil @GilangHamidy Jgn samain sama lembong.. TL clean and clear.. Lu cari info di kemdikbud, gmn konyolnya 400 org dia, pdhl di dlm sono ada 1 org pinter bgt.. kemampuan teknisnya boleh diadu sama 400 org itu.. tp emang stubborn nadiem cs itu.. gak mau dengerin feedback kalo bukan circle mrk
Indonesia
1
0
0
71
razaaf
razaaf@programmerpacil·
@GilangHamidy otak dipake ini bukan soal nadiem, ibam, lembong tapi soal, kalo lu ga nentang, besok2 lu yg jd korban ga ada profesional mau di pemerintahan krn ga ada beking ga ada yg mau jualan sm negara krn ga boleh untung ga ada yg mau invest di indo krn investasi google dianggap korupsi
Indonesia
3
0
0
166
Laurent Malau
Laurent Malau@lmalau·
@ghozyulhaq @BetaEpsilonPhi govtech mindahin source data pendidikan ke google.. kalo bs govtech colabs sama dcii utk tarik balik data pendidikan ke local.. dan jadi gaosah bayar mahal engress. Bikin apps mah kasih UMKM saja.. govtech tu kerjaan strategic, bikin sistem explorasi utk mining dan oil and gas
Indonesia
0
0
4
1.1K
Ghozy Ul-Haq
Ghozy Ul-Haq@ghozyulhaq·
izin Bu (maaf kalau saya salah ya) 🙏 jadi gini, saya memahami kekecewaan orang-orang di Kemendikbud yg kesel sama Shadow Organizationnya Nadiem atau guru2 yg ga sejahtera selama Nadiem menjabat however, mari melihat kasusnya mas Ibam ini secara objektif, could be a turning point untuk para professional apakah mau memutuskan untuk tetap mau mengabdi atau stay away yg saya kurang suka, suara-suara anti Ibam adalah membawa-bawa narasi soal kebijakan nadiem dan tim bentukannya nadiem-sesuatu yg di luar kuasa beliau, narasi yang ada juga tidak mencoba melihat tuduhan apa yg disampaikan, saksi-saksi yg memberikan kesaksian palsu dan dibantah, serta bukti-bukti yang disampaikan di persidangan, narasi-narasi yang dibawa adalah narasi-narasi lama stance saya tetap: perbanyak orang-orang baik, perbanyak orang-orang professional untuk bergabung di pemerintah-mungkin mekanismenya yg perlu didiskusikan kembali - BI-OJK-LPS ada mekanisme pro hire - Pemerintah bikin mekanisme P3K - K/L era Jokowi bikin Govtech, DTO ini semua tentu bikin jengkel pegawai organik, tapi mari lihat big picturenya inilah kenapa saya vokal dalam mendukung kasus ini dan berharap mas Ibam dibebaskan dari tuduhan semoga bisa memahami perspektif saya
Indonesia
13
6
43
6.5K
Laurent Malau
Laurent Malau@lmalau·
@ibamarief Walau saya mempertanyakan govtech, dng segala keanehannya.. saya tetap berharap ibam bebas.. atau vonis se-ringan2xnya.. Yg hrs dihukum berat harusnya nadiem dan dibelakangnya..
Indonesia
0
0
0
1.7K
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Ini Ririe istrinya Ibam. Makasih banyak atas dukungan yang terus mengalir untuk Ibam dari berbagai tempat. Teruntuk yang belum paham perkara suami saya, atau yang tidak mengikuti sidang, saya mohon sebesar-besarnya untuk mempelajari kasus Ibam secara jujur agar tidak menzalimi keluarga saya dengan mengutip setengah-setengah informasi yang tidak sesuai dengan fakta persidangan. Sebagai seorang istri yang terus mendampingi Ibam dalam setiap persidangan, izinkan saya membagikan empat fakta yang telah terungkap sepanjang sidang hingga tuntutan: 1.⁠ ⁠Pertama, terungkap di persidangan, Ibam diminta peserta rapat 17 April 2020 untuk menjelaskan masukan terkait kebutuhan laptop hanya untuk aplikasi asesmen/ujian. Namun, kemudian masukan Ibam dikutip tidak utuh oleh pejabat, dan dinarasikan seakan-akan masukan itu adalah "arahan" untuk SELURUH pengadaan. 2.⁠ ⁠Kedua, setelah rapat 17 April 2020 di atas, Ibam sudah memberi masukan tertulis spek yang netral, yaitu Windows dan Chromebook sekaligus, di tanggal 22 April 2020. Faktanya, terungkap dari kesaksian Tim Teknis, pada 27 April 2020 mereka ditunjukkan satu potongan dokumen masukan Ibam, namun oleh pejabat dipelintir bahwa masukan tersebut hanya Chromebook. Kemudian Tim Teknis diarahkan pejabat tersebut untuk buat survey dan kajian Chromebook, SEBELUM buat kajian Windows. Terus bagaimana dengan kesaksian pejabat yang bilang "kajian sebelumnya diabaikan, dikasih yang baru, dan spesifikasinya sudah ditentukan"? Tak lain tak bukan adalah upaya cuci tangan yang tidak sesuai dengan fakta-fakta yang terungkap sepanjang sidang-sidang berikutnya. Karena kemudian terungkap: pejabat itu sendiri yang ternyata menyuruh tim teknis untuk buat kajian Chromebook dulu, baru setelahnya buat kajian Windows. Jadi sudah terungkap bahwa narasinya dibolak-balik, agar yang disalahkan atas agenda pejabat tersebut adalah Ibam. Terungkap juga di fakta persidangan: pejabat tersebut mengubah spek masukan Ibam, membocorkan spek ke vendor, berkoordinasi dengan vendor untuk pilih merk pemenang, serta terima keuntungan dari vendor. 3.⁠ ⁠Ketiga, terkait narasi "Ibam buat kajian Chromebook", bahkan di dalam tuntutan akhir JPU sudah TIDAK ADA LAGI tuduhan Ibam sebagai yang buat kajian teknis Chromebook. Hal ini karena sudah dipatahkan oleh fakta-fakta persidangan, seperti rekaman sidang di bawah. Tim Teknis mengakui: Ibam tidak ikut pembuatan kajian Chromebook, 80% masukan Ibam ditolak dan tidak masuk kajian, bahkan bukti screenshot yang ditampilkan di sidang menunjukkan Ibam tidak tahu kapan kajian selesai dibuat. 4. Keempat, pegawai yang mengurusi pendanaan yayasan tempat Ibam jadi konsultan, sudah bersaksi di sidang, kalau gaji Ibam berasal dari CSR (donasi) dua perusahaan: Djarum Foundation dan Wardah. Keduanya tidak ada hubungannya dengan pengadaan dan tidak punya konflik kepentingan. Mereka berdonasi sebagai perusahaan yang punya kepedulian atas pendidikan Indonesia. Semuanya terang benderang, kalau saja lihat sidang secara keseluruhan, dan bukan sepotong-potong. Sekarang sudah H-2 putusan. Insya Allah semua fakta tersebut sudah terbuka di depan majelis hakim. Saya tak hentinya berdoa semoga Allah membukakan mata hati para majelis hakim agar bisa memberikan putusan yang seadil-adilnya untuk Ibam. Mohon juga dukungan dan doa teman-teman semua untuk yang terbaik bagi keluarga kami.
Ibrahim Arief@ibamarief

Saksi Tim Teknis: kajian yang merekomendasikan Chromebook BUKAN atas arahan Ibrahim Arief 🚨 Ibam didakwa membuat kajian 8-16 Juni 2020 yang mengarah pada Chromebook ⚠️ Terungkap dalam sidang: Kajian tersebut dibuat sejak 27 April 2020 atas arahan Cepy Lukman ke Tim Teknis 🚨

Indonesia
23
947
2K
121.6K
Rhon
Rhon@rhonyseptian·
@lmalau @gustySAP @PenCincau @To_Evermore @zanatul_91 @KejaksaanRI Sorry ikut nimbrung mas. Kebetulan saya pernah kerja di BUMN. Emang semua project pemerintah yang saya tau itu required disimpan & diprocess datanya di dalam negeri. Mas boleh cek kalau ada pengadaan-pengadaan selalu tertulis gitu. Meskipin cloud
Indonesia
1
0
0
44
Iman Zanatul Haeri
Iman Zanatul Haeri@zanatul_91·
Aneh, sekarang orang-orang percaya chromebook itu baik dan berguna untuk pendidikan. Saat pengadaan itu disusun, kajian awal 2020 membuktikan bahwa 46% sekolah tidak punya akses internet. Survei pada kajian awal ini menunjukan hampir tidak ada sekolah yang menggunakan Chromebook. Kemudian tiba-tiba, kajian ini dirubah dengan kajian baru. Chromebook yang awalnya tidak direkomendasikan, jadi di rekomendasikan. Pada kajian kedua inilah ada IBAM sebagai Tim SKM (Staf Khusus Menteri). Dengan memegang dua dokumen ini saja, tentu mudah bagi kejaksaan untuk melihat peran sentral IBAM. Jadi agak aneh kalau IBAM mengaku tidak merekomendasikan Chromebook. Gunanya IBAM dihadirkan menteri ditengah-tengah tim teknis,besar kemungkinan untuk membelokan kajian supaya dukung Chromebook. Kalau IBAM tidak merekomendasikan Chromebook, untuk apa kajiannya di rubah? kan sejak awal tidak direkomendasikan? Meski mbantah, patut diduga, fungsinya IBAM adalah kebalikan dari kajian yang tidak merekomendasikan Chromebook. Pembelaan IBAM kontradiktif. Sejak awal Chromebook tidak memiliki fungsi dalam pendidikan kita. Itulah alasan kenapa Nadiem membuat kebijakan ANBK/AN. Supaya Chromebook seolah-olah bermanfaat. Karena saat itu kita gak butuh AN. Untuk apa mengukur lingkungan belajar di sekolah tapi sekolahnya kan tutup (pandemik/PJJ)? Laptop yang hanya efektif digunakan secara online, kini mendapatkan fungsinya karena semua sekolah menyelenggarakan AN yang mana menurut peraturan GTK "HARUS TERSAMBUNG INTERNET." Belakangan untuk menutupi ini kementerian membuat panduan menggunakan Chromebook secara offline. Meski ini tidak merubah bahwa Chromebook adalah laptop yang kurang berguna dengan kebutuhan sekolah. Saya tetap berpandangan bahwa Chromebook adalah korupsi besar. Bukan hanya Nadiem dan Ibam, dan PKK, tapi orang-orang dibalik ini semua harus diseret. Menurut saya kejaksaan harus memanggil lebih banyak orang lagi. Apalagi orang atau yayasan yang mempekerjakan IBAM dan menggajinya. Tim SKM tapi digaji yayasan? juga Jurist Tan yang masih buron. Saat ini maaf, semua orang bicara soal personal Nadiem dan IBAM yang katanya tulus dan sakit-sakitan. Bukan kasus korupsinya. Bahwa saya tidak terima, kalau kami guru-guru dipaksa memaklumi kebijakan Chromebook dan ketersambungan internet yang jadi dalih korupsi Chromebook. Saya tidak pernah lupa, bagaimana temen-temen guru di NTT melaksanakan AN. Alih-alih melaksanakan asesmen nasional, kita sedang didorong supaya menganggap korupsi pengadaan itu berguna. Jangan lupa, baik Nadiem dan IBAM melaksanakan pengadaan Chromebook dan AN ketika pandemik lagi galak-galaknya (2020-2021). Mereka tidak punya empati bahwa kebijakan ini akan menyengsarakan guru, karena harus berkumpul (datang ke sekolah) ketika pembatasan jarak (Covid-19) dan diberikan laptop yang tidak biasa mereka pakai. *Foto Pelaksanaan ANBK di NTT.
Iman Zanatul Haeri tweet media
Indonesia
136
339
818
344.3K
Gusty
Gusty@gustySAP·
@lmalau @sambudi_99 @hi_bagus @icalrn @To_Evermore @ndjoyaja @zanatul_91 mas kalau kerja di enterprise pasti tau device management ga sebatas untuk "remote" aja tapi bisa push security/policy control, app deployment dan lainnya. Memang ga harus chrome tapi pilihan lainnya juga sama berbayar, bikin sendiri? siap-siap aja cost pengadaan developmentnya
Indonesia
2
0
0
49
Laurent Malau
Laurent Malau@lmalau·
@gustySAP @PenCincau @To_Evermore @zanatul_91 @KejaksaanRI Kalo menurut saya datacenter mandiri microsoft or aws di indonesia tidak mandatory, selama mereka punya node di indonesia, mereka bs kerjasama datacenter yg udah ada.. Udah gak relevan ngomongin lokasi kalo di cloud, kecuali onpremise..
Indonesia
1
0
0
51
Gusty
Gusty@gustySAP·
@lmalau @PenCincau @To_Evermore @zanatul_91 @KejaksaanRI coba cek aja mas, AWS sama Azure(Microsoft) ada data center di Indonesia tahun berapa? Nanti taro data di luar negeri kena salah lagi. Lagian AWS ga punya environment endpoint device seperti Google Workspace dengan GCP, kalau Microsoft ya siap-siap keluar uang lebih banyak.
Indonesia
1
0
0
46
Laurent Malau
Laurent Malau@lmalau·
@ghozyulhaq Om bs jelasin kah? Knp semua data pendidikan hampir semua sdh di google? Hubungan ibam dan yayasan, wartek dan kemdikbud gmn ya, ibam bilang gak digaji oleh apbn tp dr yayasan, tapi profil linkedin dia adalah CTO govtech.. yg ditaruh di telkom, yg bayar govtech siapa? Kemdikbud?
Indonesia
0
0
0
263
Ghozy Ul-Haq
Ghozy Ul-Haq@ghozyulhaq·
Coba saya jelaskan dengan bahasa sederhana ya mas: - Ada orang-orang yg pengen Chromebook, mungkin mereka yg jelas2 nerima duit - Orang-orang ini nyari konsultan untuk dijadikan pembenaran - Mas Ibam TIDAK MEREKOMENDASIKAN chromebook - Orang-orang ini MEMALSUKAN statement mas Ibam. Mas Ibam tidak tanda-tangan ini sudah dibuktikan di persidangan jadi salah alamat jika mas Iman menyerang mas Ibam dalam hal ini
Iman Zanatul Haeri@zanatul_91

Aneh, sekarang orang-orang percaya chromebook itu baik dan berguna untuk pendidikan. Saat pengadaan itu disusun, kajian awal 2020 membuktikan bahwa 46% sekolah tidak punya akses internet. Survei pada kajian awal ini menunjukan hampir tidak ada sekolah yang menggunakan Chromebook. Kemudian tiba-tiba, kajian ini dirubah dengan kajian baru. Chromebook yang awalnya tidak direkomendasikan, jadi di rekomendasikan. Pada kajian kedua inilah ada IBAM sebagai Tim SKM (Staf Khusus Menteri). Dengan memegang dua dokumen ini saja, tentu mudah bagi kejaksaan untuk melihat peran sentral IBAM. Jadi agak aneh kalau IBAM mengaku tidak merekomendasikan Chromebook. Gunanya IBAM dihadirkan menteri ditengah-tengah tim teknis,besar kemungkinan untuk membelokan kajian supaya dukung Chromebook. Kalau IBAM tidak merekomendasikan Chromebook, untuk apa kajiannya di rubah? kan sejak awal tidak direkomendasikan? Meski mbantah, patut diduga, fungsinya IBAM adalah kebalikan dari kajian yang tidak merekomendasikan Chromebook. Pembelaan IBAM kontradiktif. Sejak awal Chromebook tidak memiliki fungsi dalam pendidikan kita. Itulah alasan kenapa Nadiem membuat kebijakan ANBK/AN. Supaya Chromebook seolah-olah bermanfaat. Karena saat itu kita gak butuh AN. Untuk apa mengukur lingkungan belajar di sekolah tapi sekolahnya kan tutup (pandemik/PJJ)? Laptop yang hanya efektif digunakan secara online, kini mendapatkan fungsinya karena semua sekolah menyelenggarakan AN yang mana menurut peraturan GTK "HARUS TERSAMBUNG INTERNET." Belakangan untuk menutupi ini kementerian membuat panduan menggunakan Chromebook secara offline. Meski ini tidak merubah bahwa Chromebook adalah laptop yang kurang berguna dengan kebutuhan sekolah. Saya tetap berpandangan bahwa Chromebook adalah korupsi besar. Bukan hanya Nadiem dan Ibam, dan PKK, tapi orang-orang dibalik ini semua harus diseret. Menurut saya kejaksaan harus memanggil lebih banyak orang lagi. Apalagi orang atau yayasan yang mempekerjakan IBAM dan menggajinya. Tim SKM tapi digaji yayasan? juga Jurist Tan yang masih buron. Saat ini maaf, semua orang bicara soal personal Nadiem dan IBAM yang katanya tulus dan sakit-sakitan. Bukan kasus korupsinya. Bahwa saya tidak terima, kalau kami guru-guru dipaksa memaklumi kebijakan Chromebook dan ketersambungan internet yang jadi dalih korupsi Chromebook. Saya tidak pernah lupa, bagaimana temen-temen guru di NTT melaksanakan AN. Alih-alih melaksanakan asesmen nasional, kita sedang didorong supaya menganggap korupsi pengadaan itu berguna. Jangan lupa, baik Nadiem dan IBAM melaksanakan pengadaan Chromebook dan AN ketika pandemik lagi galak-galaknya (2020-2021). Mereka tidak punya empati bahwa kebijakan ini akan menyengsarakan guru, karena harus berkumpul (datang ke sekolah) ketika pembatasan jarak (Covid-19) dan diberikan laptop yang tidak biasa mereka pakai. *Foto Pelaksanaan ANBK di NTT.

Indonesia
22
165
687
242.6K
Laurent Malau
Laurent Malau@lmalau·
@robby_karman @angga_fzn @ibamarief Nah coba cek certificate ssl nya (gratis cuy), Web hosting dan mail hostingnya gitchyu Secara reputasi sih kurang elit ya.. Ini dulu persis waktu gw analisa samtred robot wkwkw.. reputasinya jelek, kelola duit ratusan milyar.. dan banyak yg kecebur.. gw mah selamet.. wkwkw
Indonesia
0
0
0
216
one
one@sambudi_99·
@hi_bagus @icalrn @To_Evermore @ndjoyaja @zanatul_91 “Intinya kita enggak nge-require langsung nih harus Chrome. Cuma karena ada satu kebutuhan untuk bisa manage device-nya secara massal seperti ini. Unit yang bikin memang solusi atau opsi yang apa yang murah juga di lapangan ya itu via Chromebook,” jawab Ibrahim dalam rapat itu.
Indonesia
4
0
3
511
Laurent Malau
Laurent Malau@lmalau·
@adityaridha @waskitaadijarto Bukan teknologinya yg bagus, tp tim2x nonteknis yg melibatkan campus dlm analitic dan provide materi didlmnya yg bikin hebat, contoh sulingjar sbg salah satu sumber rapor pendidikan dan itu jg bukan wartek, ya mungkin diklaim sama mereka skrg pdhl itu murni dr internal..
Indonesia
0
0
0
140
waskita adijarto
waskita adijarto@waskitaadijarto·
Dulu di Kemendikbudristek ada suatu Tim Bayangan Fungsi: Tim ini berperan sebagai mirroring atau rekan diskusi dalam mendesain serta memvalidasi produk kebijakan digital Kemendikbudristek. Anggota: terdiri dari 400 orang ahli teknologi. Konon ada tumpang tindih dengan ASN kementerian Adanya tim ini bikin masalah di tata kelola dan transparansi keuangan. Sampai sekarang belum jelas apa saja yang pernah dikerjakan tim ini. Kasus yang mencuat tentu saja kasus Chromebook.
Indonesia
9
39
159
34.5K
Laurent Malau
Laurent Malau@lmalau·
@waskitaadijarto Konon 400 itu byk-an anak "ingusan" dan konon gajinya 20jt keatas.. asn yg pinter bejedar di teknologi aja gitchu *monyongin bibir*, gaji sampean nunggu kapan ya biar nyampe segitu.. *kaburrrr
Indonesia
0
0
1
1.3K