
Laurent Malau
561 posts

Laurent Malau
@lmalau
Temen gw byk banget di dunia nyata, tp dikit bgt polower gw.. why.. why









@zanatul_91 Maaf, Pak Iman, ga setuju dengan kebijakannya itu boleh. Kritik dan marah karena merugikan guru dan siswa silakan. Saya pribadi juga ga suka Nadiem sebagai menteri. Tapi alangkah baiknya kita tidak mendukung "kriminalisasi" dan penegakan hukum serampangan hanya karena ga suka😆







Sisi lain dari kebijakan “shadow organisation” cc @PNS_Ababil @BetaEpsilonPhi


Saksi Tim Teknis: kajian yang merekomendasikan Chromebook BUKAN atas arahan Ibrahim Arief 🚨 Ibam didakwa membuat kajian 8-16 Juni 2020 yang mengarah pada Chromebook ⚠️ Terungkap dalam sidang: Kajian tersebut dibuat sejak 27 April 2020 atas arahan Cepy Lukman ke Tim Teknis 🚨











Aneh, sekarang orang-orang percaya chromebook itu baik dan berguna untuk pendidikan. Saat pengadaan itu disusun, kajian awal 2020 membuktikan bahwa 46% sekolah tidak punya akses internet. Survei pada kajian awal ini menunjukan hampir tidak ada sekolah yang menggunakan Chromebook. Kemudian tiba-tiba, kajian ini dirubah dengan kajian baru. Chromebook yang awalnya tidak direkomendasikan, jadi di rekomendasikan. Pada kajian kedua inilah ada IBAM sebagai Tim SKM (Staf Khusus Menteri). Dengan memegang dua dokumen ini saja, tentu mudah bagi kejaksaan untuk melihat peran sentral IBAM. Jadi agak aneh kalau IBAM mengaku tidak merekomendasikan Chromebook. Gunanya IBAM dihadirkan menteri ditengah-tengah tim teknis,besar kemungkinan untuk membelokan kajian supaya dukung Chromebook. Kalau IBAM tidak merekomendasikan Chromebook, untuk apa kajiannya di rubah? kan sejak awal tidak direkomendasikan? Meski mbantah, patut diduga, fungsinya IBAM adalah kebalikan dari kajian yang tidak merekomendasikan Chromebook. Pembelaan IBAM kontradiktif. Sejak awal Chromebook tidak memiliki fungsi dalam pendidikan kita. Itulah alasan kenapa Nadiem membuat kebijakan ANBK/AN. Supaya Chromebook seolah-olah bermanfaat. Karena saat itu kita gak butuh AN. Untuk apa mengukur lingkungan belajar di sekolah tapi sekolahnya kan tutup (pandemik/PJJ)? Laptop yang hanya efektif digunakan secara online, kini mendapatkan fungsinya karena semua sekolah menyelenggarakan AN yang mana menurut peraturan GTK "HARUS TERSAMBUNG INTERNET." Belakangan untuk menutupi ini kementerian membuat panduan menggunakan Chromebook secara offline. Meski ini tidak merubah bahwa Chromebook adalah laptop yang kurang berguna dengan kebutuhan sekolah. Saya tetap berpandangan bahwa Chromebook adalah korupsi besar. Bukan hanya Nadiem dan Ibam, dan PKK, tapi orang-orang dibalik ini semua harus diseret. Menurut saya kejaksaan harus memanggil lebih banyak orang lagi. Apalagi orang atau yayasan yang mempekerjakan IBAM dan menggajinya. Tim SKM tapi digaji yayasan? juga Jurist Tan yang masih buron. Saat ini maaf, semua orang bicara soal personal Nadiem dan IBAM yang katanya tulus dan sakit-sakitan. Bukan kasus korupsinya. Bahwa saya tidak terima, kalau kami guru-guru dipaksa memaklumi kebijakan Chromebook dan ketersambungan internet yang jadi dalih korupsi Chromebook. Saya tidak pernah lupa, bagaimana temen-temen guru di NTT melaksanakan AN. Alih-alih melaksanakan asesmen nasional, kita sedang didorong supaya menganggap korupsi pengadaan itu berguna. Jangan lupa, baik Nadiem dan IBAM melaksanakan pengadaan Chromebook dan AN ketika pandemik lagi galak-galaknya (2020-2021). Mereka tidak punya empati bahwa kebijakan ini akan menyengsarakan guru, karena harus berkumpul (datang ke sekolah) ketika pembatasan jarak (Covid-19) dan diberikan laptop yang tidak biasa mereka pakai. *Foto Pelaksanaan ANBK di NTT.


Pahlawan di kasus ini ASN, bukan Ibam. Ibam itu bilang Chrome Device Management jadi requirement pengadaan. Bilang kalau pake chromebook itu satu paket. Bilang kalau pake windows jadi lebih mahal. Meski pake embel-embel perlu diuji dan segala basa basi lain, jelas itu mengarahkan ke chromebook. Bantu agenda bosnya. Bicara itu di rapat yang peserta tau sebelum ini chromebook sudah pernah dinyatakan tidak layak dan merasa janggal dan memutus merekam. Mau Ibam ngeles atau kelupaan tanda tangan, rekaman ini ada dan sudah jadi bukti persidangan. Pahlawan di sini ASN yang punya nyali dan inisiatif merekam agenda culas bos tertinggi dan gerombolannya. Bukan Ibam yang digaji 118jt entah oleh siapa untuk jadi bagian dari gerombolan itu.








