Harry Suryapambagya

874 posts

Harry Suryapambagya banner
Harry Suryapambagya

Harry Suryapambagya

@harsxv

Currently overseeing the Linux, Windows, and cloud server ecosystem. I break things and fix them 🚀 Ping me if your server needs some touch :)

Indonesia Katılım Ağustos 2020
550 Takip Edilen93 Takipçiler
Harry Suryapambagya retweetledi
txt dari jogja
txt dari jogja@txtfromjogja·
update update!! banyaaaak pameran seni yang baru di jogjaaa👩🏼‍🎨👨🏼‍🎨 check it outttt🥳
txt dari jogja tweet mediatxt dari jogja tweet mediatxt dari jogja tweet mediatxt dari jogja tweet media
Indonesia
15
135
1K
48.5K
Harry Suryapambagya retweetledi
Oliur
Oliur@UltraLinx·
Can you read 900 words per minute? Try it.
English
4.8K
29.4K
210.8K
31.6M
Harry Suryapambagya
Harry Suryapambagya@harsxv·
@girikuncoro Wih menarik: "This support is vital for families facing rising costs and could save them over £500 per child every year."
English
0
0
1
90
Harry Suryapambagya retweetledi
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Bismillah, ini Ririe istrinya Ibam, baru recover akun ini 🙏🏼 Terimakasih doa & support untuk Ibam sekeluarga yang sedang berjuang melewati masalah hukum saat ini.. Berikut cuplikan video cerita Ibam, perkenankan juga aku sebagai istri cerita soal yang keluarga kami alami.. 📝 Aku mengenal Ibam sejak 2010 ketika dia sedang kuliah beasiswa di Eropa. Setahun kemudian kami menikah dan nekat memulai hidup baru dari nol di Belanda. Di awal pernikahan kami, Ibam bekerja sebagai software engineer di perusahaan AI logistik di Rotterdam, sementara aku lanjut kuliah S2 di Tilburg pada tahun 2013. Jujur, kami memulai pernikahan dengan penuh keterbatasan. Akad nikah dan resepsi kami juga sederhana di rumah supaya bisa berhemat. Sesampainya di Belanda, we had to build everything on our own karena keluarga kami bukan yang bisa "menyuntik" dana kapanpun kalau kami ada kekurangan. Ketika aku mulai kuliah, kami pindah ke kota kecil, Dordrecht. Di sana kami berbagi satu rumah kecil mungil dengan keluarga lain. Semua demi berhemat uang untuk bayar kuliahku. Tapi alhamdulillah, atas izin Allah, di tengah keterbatasan itu, aku lulus S2 dan kami dikaruniai kehamilan anak pertama. Dari masa-masa sulit itu, aku mengenal satu hal pasti tentang suamiku: Ibam adalah pekerja keras dengan integritas tinggi. Dia sangat detail, perfeksionis, dan selalu berjalan lurus sesuai aturan. Ngga pernah neko-neko. Tahun 2016, kami berada di persimpangan jalan. Sahabatnya mengajak Ibam pulang ke Indonesia untuk membantu Bukalapak. Berat sekali rasanya meninggalkan Belanda yang sudah nyaman. Tapi setelah diskusi panjang dengan keluarga, kami memutuskan untuk pulang. Di Indonesia, Ibam mencurahkan seluruh tenaganya untuk membangun tim engineering di sana. Dia selalu semangat kalau cerita soal ketemu pelapak dan gimana mereka terbantu pakai aplikasi yang timnya bangun. But, as his wife, aku juga melihat ada harga yang harus dibayar: kesehatannya. Ibam memang punya riwayat jantung bawaan dari Ibu dan Kakeknya. Jantungnya selalu berkerja ekstra keras, detaknya selalu di atas 105 bpm walau sedang istirahat. Yang tadinya di Belanda ngga pernah sakit-sakitan, sejak balik ke Indonesia setiap tahun selalu saja ada penyakit berat yang datang dan perlu macam-macam operasi dan rawat inap. Puncaknya di tahun 2023, tubuhnya seakan kasih sinyal mau kolaps. Siang hari ketika sedang kerja, Ibam tiba-tiba muntah-muntah dan oleng tidak bisa jalan. Kami segera bawa Ibam ke UGD. Alhamdulillah, kondisinya bisa distabilkan. Beberapa bulan kemudian setelah di MRI, ternyata Ibam kena stroke ringan yang merusak saraf vestibularnya. Sejak itu aktivitasnya mulai terhambat. Belum lagi, setahun sebelumnya dia juga didiagnosa diabetes, yang juga turunan dari keluarganya. Jujur, aku tidak paham apakah semua penyakit ini saling berkaitan atau tidak, karena aku bukan dokter. Yang jelas, as someone closest to him, I can see that Ibam has not been physically well for the past few years. Mundur sedikit ke Desember 2019. Waktu itu Ibam dapat tawaran dari Facebook di Inggris. Setelah bolak-balik wawancara ke London, he got the offer. I still remember how happy he was when he told me about it. Sebagai istri yang waktu itu sedang hamil anak kedua, aku sudah membayangkan akan melahirkan dan membesarkan anak-anak kami di sana. Tapi di saat bersamaan, Ibam dihubungi tim yang sedang bantu-bantu Kemendikbud. Mereka punya visi besar soal aplikasi untuk pendidikan Indonesia. Ibam galau. Tapi setelah ngobrol dengan mereka, dia cerita ke aku: "Kalau Facebook, 5-10 tahun lagi insya Allah masih ada. Tapi kesempatan bantu pemerintah dan pendidikan lewat teknologi kayak gini, langka banget rasanya. Ilmuku bangun aplikasi insya Allah bisa lebih bermanfaat buat banyak orang dengan kita tetap di Indo dan bikin aplikasi buat pendidikan Indonesia." Dan yang bikin kami lebih yakin, tim itu bilang semua biaya konsultan ditanggung sebuah yayasan dan ngga akan membebani negara sama sekali. Dengan bismillah dan istikharah, kami menolak London. Meski penghasilan jadi turun, kami yakin rezeki sudah diatur Allah. We said goodbye to London. Tahun berganti. Ibam bekerja sebagai konsultan eksternal kementerian sejak Januari 2020. Setelah kondisi kesehatannya makin nurun pasca stroke ringan, Ibam curhat ke aku kalau dia ingin resign. Dia ingin bangun startup sendiri sama temannya supaya bisa kerja sambil bedrest dari rumah. Di Juli 2024, setelah nabung dan kumpulin modal, mimpi sederhana itu akhirnya dimulai. Dia resign dan bikin startup AI yang support kesehatan mental. Tapi mimpi itu ngga bertahan lama. Tanggal 23 Mei 2025, hidup kami berubah drastis. Hari itu, ngga ada angin ngga ada hujan, rumah kami digeledah oleh APH (Aparat Penegak Hukum). Seumur hidup, belum pernah aku gemetar ketakutan seperti itu. Melihat petugas berseragam loreng hijau dan tim penyidik ada didalam rumah kami dengan jumlah yang ngga sedikit. Dengkul rasanya mau copot. Apa yang mereka tuduhkan terhadap Ibam? Tindak Pidana Korupsi yang merugikan negara. Rasanya seperti disambar petir. Ini kaya mimpi! Mustahil Ibam korupsi. Aku istri yang selalu bisa akses semua rekeningnya. Tidak pernah ada "uang kaget" atau dana ghaib masuk. Semua murni dari gajinya. Rasanya saat itu juga aku ingin langsung menyodorkan mutasi rekening kami ke para penyidik dan bilang, "Silakan cek, Pak!" Tidak ada yang kami tutupi. Lagipula, kalaupun Ibam dituduh merugikan negara, di bagian mana dia punya wewenang untuk ambil keputusan? Ibam selalu serahkan keputusan ke kementerian, he never had any authority to decide. Juli 2025, mimpi buruk itu menjadi nyata. Ibam ditetapkan sebagai tersangka. Aku menangis sejadi-jadinya, membayangkan nasib anak-anak kami. Coba bayangkan. Ibam itu posisinya cuma konsultan eksternal. Bukan pejabat, bukan PNS, apalagi pengambil keputusan. Tapi anehnya, dia malah dituduh "mengarahkan pengadaan" oleh para pejabat. Padahal dari awal Ibam kasih masukan tertulis untuk Windows juga, bukan cuma Chromebook. Dan sudah wanti-wanti kalau mereka mau pakai Chromebook ada risiko yang mereka perlu pastiin dulu. Tapi wanti-wantinya ngga didengar. Pejabat tetap jalan dengan keputusan mereka sendiri. Dan ketika jadi perkara, malah Ibam yang disalahin. Logikanya, kalau ada niat jahat untuk mengarahkan, kenapa mesti wanti-wanti soal risikonya? Ibam sudah berbuat layaknya seorang konsultan, kasih masukan objektif lalu serahkan keputusan ke pejabat. Yang lebih bikin nyesek, namanya dicatut di dalam SK dan kajian yang Ibam sendiri nggak pernah lihat wujudnya sampai kasus ini meledak. Di kajian itu ada kolom tanda tangan banyak orang dan kolom Ibam jelas-jelas kosong, tapi dia tetap dituduh yang nyusun kajiannya. Sekarang, Ibam jadi tahanan kota karena kondisi jantungnya yang rentan. Kami kehilangan segalanya. Ibam kehilangan pekerjaan, startup-nya berhenti dan harus layoff semua karyawan, dan keluarga kami kehilangan sumber nafkah. Tabungan kami sekarang hampir habis. Aku yang hanya ibu rumah tangga sekarang harus berdiri tegak mencari keadilan, termasuk mencari kuasa hukum yang sebisa mungkin pro bono karena kami ngga sanggup bayar pengacara Tipikor yang biayanya selangit. However, I truly believe there will always be a silver lining in everything, and Allah’s plan is always the best. Mungkin ini cara Allah mau menaikkan derajat Ibam di sisi-Nya. Di balik status tersangka ini, aku tahu integritas suamiku tak pernah berubah sejak kami susah payah di Belanda dulu. Aku memohon doa dan dukungan dari teman-teman semua untuk membagikan dan menyuarakan ketidakadilan ini. Semoga Ibam diberikan kebebasan dan keadilan. Semoga kami dan anak-anak bisa kembali hidup normal, dan badai ini segera berlalu. Allahumma aamiin.
Indonesia
168
2.7K
4.4K
502.9K
Harry Suryapambagya retweetledi
Addy Osmani
Addy Osmani@addyosmani·
After ~14 years working on Chrome, it's time for a new chapter. When I joined the @googlechrome team, I walked into a group that believed the web could be fast, simple, safe, and a joy to build on. I still believe that today, and I am continually in awe of what the team and the broader web community do every day. My last day with Chrome will be today. After that, I am excited to be moving into a new role at Google. More on that soon. Over the years I have been lucky enough to work with many teams across Chrome on new APIs, performance, DevTools, benchmarks, extensions, automation, and the broader evolution of the web platform. From Core Web Vitals and Lighthouse, to @ChromeDevTools and CDP, to efforts like Speedometer, Interop, Baseline, PWAs, AI, and our collaborations with frameworks and platforms, the constant has been the same: make the web faster, more reliable, and easier to build on. What I will remember most is not any single launch, but the way this team builds. Listening to users and developers. Measuring. Sweating the details. Making hard calls with empathy. Taking the long view while still shipping with urgency. That culture is the reason Chrome has had the impact it has on the ecosystem. To everyone in the @ChromiumDev and web community I have had the chance to work with: thank you. Thank you for the trust, the feedback, the late nights, the careful reviews, and the countless ways you pushed the platform and its tooling forward. It has been a privilege to learn from you and to build alongside you. I will still be cheering for Chrome and for the open web. If we have worked together or share an interest in the future of the web, AI, and developer experience, I would love to stay in touch as this next chapter begins.
Addy Osmani tweet media
English
320
242
6K
583.5K
Gilang
Gilang@mgppap·
🙏🏼
Gilang tweet media
QME
112
143
1.9K
206.6K
Harry Suryapambagya retweetledi
Nagli
Nagli@galnagli·
We found a way to access Max Verstappen's passport, driver's license, and personal information. Along with every other @Formula1 driver's sensitive data. It took us 10 minutes using one simple security flaw 🧵
Nagli tweet media
English
126
611
5.9K
2.9M
Harry Suryapambagya retweetledi
The Undesigner
The Undesigner@ninepixelgrid·
i figured it'd be fun to do a lil time lapse of reworking the posthog about page. so here's a bit of me moving some words and shapes around, and then writing come code.
English
7
6
86
17.3K
Harry Suryapambagya retweetledi
Matt Hamilton
Matt Hamilton@HammerToe·
@LiorOnAI I went for deliberate everything inline. Just a SINGLE HTTP request. No external CSS, fonts, images, etc.
Matt Hamilton tweet media
English
16
14
379
40.4K
Harry Suryapambagya retweetledi
Krish Shah
Krish Shah@KrishRShah·
You can turn your Mac trackpad into a weighing scale
English
437
1K
23.5K
2.2M
Harry Suryapambagya retweetledi
Globe Eye News
Globe Eye News@GlobeEyeNews·
BREAKING: Japan breaks world internet speed record with 1.02 petabits per second, enough to download all of Netflix in one second.
Globe Eye News tweet mediaGlobe Eye News tweet media
English
2.7K
26.3K
237.6K
12.2M
Harry Suryapambagya retweetledi
Mitchell Hashimoto
Mitchell Hashimoto@mitchellh·
I'm here and ready to share any and all opinions or experiences I had with Microsoft, Google, and Amazon now. It's been more than long enough and they can't hurt me anymore. Curious about anything? Ask away. I'll queue up some answers for later (stepping offline here shortly).
English
99
60
1.6K
312.1K
Harry Suryapambagya retweetledi
SIGKITTEN
SIGKITTEN@SIGKITTEN·
First ever (i think?) cli coding agents battle royale! 6 contestants: claude-code anon-kode codex opencode ampcode gemini They all get the same instructions: Find and kill the other processes, last one standing wins! 3... 2... 1...
English
169
677
6.2K
908.5K
Harry Suryapambagya retweetledi
Ruben Hassid
Ruben Hassid@rubenhassid·
BREAKING: Stanford just surveyed 1,500 workers and AI experts about which jobs AI will actually replace and automate. Turns out, we've been building AI for all the WRONG jobs. Here's what they discovered: (hint: the "AI takeover" is happening backwards)
Ruben Hassid tweet media
English
314
1.8K
11.1K
2.6M