Rifka Maulana Fadlillah retweetledi

Transisinya keliatan well-planned, bukan keputusan dadakan karena panik. Secara football logic, ini salah satu opsi paling masuk akal buat Persib sekarang.
Igor udah 2 tahun hidup di internal tim. Dia ngerti ekosistem Persib, tekanan bobotoh, kultur juara yang dibangun Bojan, sampai dinamika ruang ganti.
Jadi adaptasinya jelas jauh lebih minim dibanding pelatih baru yang harus start from zero.
Yang menarik, Igor sebenarnya punya background sebagai head coach, tapi rela jadi assistant selama 2 tahun di Persib.
Menurutku itu nunjukin dia cukup rendah ego dan memang mau trust the process sebelum pegang tim penuh.
Apalagi Bojan juga masih ada di struktur klub. Itu penting banget buat maintain stability setelah era three-peat. Jadi Igor ga langsung dilempar sendirian ke pressure sebesar ini.
Tapi tetap ada risiko. Great assistant doesn’t always become a great head coach. Sekarang semua keputusan final ada di dia, dan targetnya juga bukan cuma kompetitif, tapi maintain championship standards after a three-peat.
Makanya menurutku mempertahankan core pemain jadi penting banget buat musim awal Igor.
Pemain lama kemungkinan udah percaya sama sistem, ngerti cara kerja staff, dan bisa bantu maintain winning mentality di ruang ganti.
Kalau terlalu banyak bongkar squad sekaligus, Igor malah dipaksa build chemistry, authority, dan identitas tim dari nol di tengah ekspektasi yang udah tinggi banget.
PERSIB@persib
Setelah menjadi bagian dari perjalanan penuh prestasi #PERSIB, kini Igor Tolic akan naik memimpin sebagai pelatih kepala untuk melanjutkan warisan kesuksesan yang telah dibangun bersama. Dengan semangat baru saatnya melangkah menuju tantangan berikutnya. The legacy continues 🏆 #WeArePERSIB #PERSIBThreepeatChampions #PANCATAKHTA
Indonesia


































