Sante kayak

6.4K posts

Sante kayak banner
Sante kayak

Sante kayak

@indsansss

Urip wong kalahan kudu tetep urup

Katılım Mart 2025
36 Takip Edilen32 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Sante kayak
Sante kayak@indsansss·
Doa wong kalahan.
Sante kayak tweet media
Indonesia
0
0
2
3.5K
Sante kayak retweetledi
Sante kayak retweetledi
Bang Rapip | Batavian “linguist”
Dalam Cariyos Nagari Batawi (1867), terdapat peta Kota Betawi dengan legendanya. Dalam buku tersebut, nama “Salemba” ditulis sebagai ꦱꦊꦩ꧀ꦧꦃ Salĕmbah [sa.ləm.bah] dibaca dengan e pepet /ə/. Dalam kamus Betawi karya Abdul Chaer (linguis Betawi dan Indonesia), nama tempat tersebut juga disebutkan sebagai Salembè [sa.ləm.bɛ]. Pengucapan tersebut tidak seperti pengucapan umum orang sekarang yang cenderung menggunakan è taling /ɛ/, yaitu Salèmba [sa.lɛm.ba].
Bang Rapip | Batavian “linguist” tweet mediaBang Rapip | Batavian “linguist” tweet mediaBang Rapip | Batavian “linguist” tweet media
Indonesia
9
65
291
10.8K
Sante kayak retweetledi
Ahmad Arif
Ahmad Arif@aik_arif·
Sudah sejak 2020 bersuara soal ini. Entah mengapa sekarang muncul lagi. Tapi memang perlu dipertanyakan dan digugat. Setelah Lembaga Eijkman dibubarkan dan dilebur ke BRIN, apakah riset biologi molekuler kita menjadi lebih baik? Apakah para peneliti kita lebih produktif? Yang aku tahu saat ini banyak peneliti eks Eijkman memilih tidak di BRIN dan sebagian malah belajar dan berkarya di luar negeri. x.com/aik_arif/statu…
Dravenwe@DravenweX

Profesor Herawati Sudoyo, Pahlawan Bom Bali yang "dikalahkan" oleh tembok birokrasi negara sendiri. Lo bayangin, kepolisian dunia aja hormat sama beliau karena sukses bongkar identitas pelaku Bom Bali cuma dari serpihan DNA. Tapi pas di negaranya sendiri, nasib beliau dan timnya malah berakhir ngenes gara-gara urusan administratif. Namanya Prof. Herawati Sudoyo, salah satu otak paling cerdas di Lembaga Eijkman. Pas kejadian Bom Bali 2002, beliau dan timnya kerja gila-gilaan buat identifikasi pelaku lewat sisa-sisa DNA di lokasi ledakan. Berkat beliau, kasus-kasus terorisme besar bisa terungkap secara ilmiah. Di tangan beliau, Lembaga Eijkman jadi markas riset genetika paling bergengsi di dunia. Bukan kaleng-kaleng, ilmuwan luar negeri aja segan sama riset mereka. Tapi ya gitu, musuh terberat orang pinter di sini bukan virus, tapi birokrasi. Plot twist paling pahitnya terjadi awal 2022. Lembaga bersejarah ini dibubarin dan dilebur secara paksa ke instansi riset baru. Alhasil? Ratusan ilmuwan dan peneliti elit dipecat massal dalam semalam cuma karena mereka bukan PNS. Bayangin, orang-orang yang udah ngabdi puluhan tahun demi kemajuan sains Indonesia, disuruh angkat kaki cuma karena masalah dokumen status pegawai. Dr. Herawati dan timnya harus ninggalin laboratorium tempat mereka nyetak sejarah internasional. Ini jadi bukti nyata kalau di sini, "surat sakti" birokrasi kadang lebih berkuasa daripada otak jenius yang diakuin dunia. Padahal kita butuh lebih banyak orang kayak mereka, bukan malah bikin mereka "patah hati" sama negaranya sendiri. Respek buat Prof. Herawati dan para ilmuwan Eijkman. Mereka udah kasih yang terbaik buat Indonesia, meskipun akhirnya harus "menelan luka" gara-gara sistem yang kaku. Pahlawan sains yang sebenernya.🫡✨

Indonesia
8
203
635
21.6K
Sante kayak retweetledi
Rahmaut | 🇵🇸| 光燃瑪
Gw sedih bgt waktu Ejkman dibubarin asli. Terus tau gak sih pas barang2 alat penelitiannya dipretelin tanpa standar, mesin2 yg puluhan milyar dibawa kaya bawa kulkas biasa. HAH
Dravenwe@DravenweX

Profesor Herawati Sudoyo, Pahlawan Bom Bali yang "dikalahkan" oleh tembok birokrasi negara sendiri. Lo bayangin, kepolisian dunia aja hormat sama beliau karena sukses bongkar identitas pelaku Bom Bali cuma dari serpihan DNA. Tapi pas di negaranya sendiri, nasib beliau dan timnya malah berakhir ngenes gara-gara urusan administratif. Namanya Prof. Herawati Sudoyo, salah satu otak paling cerdas di Lembaga Eijkman. Pas kejadian Bom Bali 2002, beliau dan timnya kerja gila-gilaan buat identifikasi pelaku lewat sisa-sisa DNA di lokasi ledakan. Berkat beliau, kasus-kasus terorisme besar bisa terungkap secara ilmiah. Di tangan beliau, Lembaga Eijkman jadi markas riset genetika paling bergengsi di dunia. Bukan kaleng-kaleng, ilmuwan luar negeri aja segan sama riset mereka. Tapi ya gitu, musuh terberat orang pinter di sini bukan virus, tapi birokrasi. Plot twist paling pahitnya terjadi awal 2022. Lembaga bersejarah ini dibubarin dan dilebur secara paksa ke instansi riset baru. Alhasil? Ratusan ilmuwan dan peneliti elit dipecat massal dalam semalam cuma karena mereka bukan PNS. Bayangin, orang-orang yang udah ngabdi puluhan tahun demi kemajuan sains Indonesia, disuruh angkat kaki cuma karena masalah dokumen status pegawai. Dr. Herawati dan timnya harus ninggalin laboratorium tempat mereka nyetak sejarah internasional. Ini jadi bukti nyata kalau di sini, "surat sakti" birokrasi kadang lebih berkuasa daripada otak jenius yang diakuin dunia. Padahal kita butuh lebih banyak orang kayak mereka, bukan malah bikin mereka "patah hati" sama negaranya sendiri. Respek buat Prof. Herawati dan para ilmuwan Eijkman. Mereka udah kasih yang terbaik buat Indonesia, meskipun akhirnya harus "menelan luka" gara-gara sistem yang kaku. Pahlawan sains yang sebenernya.🫡✨

Indonesia
64
3.2K
11.9K
519.3K
Sante kayak retweetledi
Rumail Abbas
Rumail Abbas@Stakof·
Pernah ketemu beliau untuk keperluan riset dan wawancara. Karena, Bu Hera pernah melakukan penelitian dengan Pak Michael Hammer. Ngobrol dulu, kan: "Kok, sudah gak di Eijkman, Bu?" Saya sotoy, karena habis baca WikiPedia dan masih mengira beliau kerja di sana. "Eijkman sudah ngga ada." Jawab beliau. Akhirnya nyari warta. Kaget, barang-barang Eijkman (yang pasti maaahal itu) diangkat-angkat ke kantor BRIN kayak ngangkat mesin cuci dan kulkas. 😅 Hampir sejam wawancara di kantornya, dan mendapati Bu Hera ini ilmuwan yang hangat. Kalau bicara kerap gonta-ganti bahasa, mixed lebih tepatnya. "Maksud gue gini. What if..." "...beyond semua ini, & gue harus bilang..." Paling syok dengan kata "gue", karena sepanjang pengalaman bertemu saintis biomolekular, semuanya pakai "saya". Kesempatan menyenangkan :)
Rumail Abbas tweet mediaRumail Abbas tweet media
Dravenwe@DravenweX

Profesor Herawati Sudoyo, Pahlawan Bom Bali yang "dikalahkan" oleh tembok birokrasi negara sendiri. Lo bayangin, kepolisian dunia aja hormat sama beliau karena sukses bongkar identitas pelaku Bom Bali cuma dari serpihan DNA. Tapi pas di negaranya sendiri, nasib beliau dan timnya malah berakhir ngenes gara-gara urusan administratif. Namanya Prof. Herawati Sudoyo, salah satu otak paling cerdas di Lembaga Eijkman. Pas kejadian Bom Bali 2002, beliau dan timnya kerja gila-gilaan buat identifikasi pelaku lewat sisa-sisa DNA di lokasi ledakan. Berkat beliau, kasus-kasus terorisme besar bisa terungkap secara ilmiah. Di tangan beliau, Lembaga Eijkman jadi markas riset genetika paling bergengsi di dunia. Bukan kaleng-kaleng, ilmuwan luar negeri aja segan sama riset mereka. Tapi ya gitu, musuh terberat orang pinter di sini bukan virus, tapi birokrasi. Plot twist paling pahitnya terjadi awal 2022. Lembaga bersejarah ini dibubarin dan dilebur secara paksa ke instansi riset baru. Alhasil? Ratusan ilmuwan dan peneliti elit dipecat massal dalam semalam cuma karena mereka bukan PNS. Bayangin, orang-orang yang udah ngabdi puluhan tahun demi kemajuan sains Indonesia, disuruh angkat kaki cuma karena masalah dokumen status pegawai. Dr. Herawati dan timnya harus ninggalin laboratorium tempat mereka nyetak sejarah internasional. Ini jadi bukti nyata kalau di sini, "surat sakti" birokrasi kadang lebih berkuasa daripada otak jenius yang diakuin dunia. Padahal kita butuh lebih banyak orang kayak mereka, bukan malah bikin mereka "patah hati" sama negaranya sendiri. Respek buat Prof. Herawati dan para ilmuwan Eijkman. Mereka udah kasih yang terbaik buat Indonesia, meskipun akhirnya harus "menelan luka" gara-gara sistem yang kaku. Pahlawan sains yang sebenernya.🫡✨

Indonesia
43
921
5K
227.2K
Sante kayak retweetledi
Asghar Saleh
Asghar Saleh@asgharsaleh·
Membaca buku ini ternyata isinya banyak yang berbeda dengan catatan sejarah yang telah ada. Subyektifitas sebagai penulis Spanyol sangat terasa.
Asghar Saleh tweet media
Indonesia
6
18
102
4.9K
Sante kayak retweetledi
Anime Club
Anime Club@DragonBall43ver·
Do you remember them?
Anime Club tweet media
English
26
364
2.8K
91.3K
Sante kayak retweetledi
•
@Alquranconnect·
Muslims after reading this
• tweet media
English
11
2.3K
12.8K
124.4K
Sante kayak retweetledi
Sante kayak retweetledi
Tom Wright
Tom Wright@TomWrightAsia·
NYT calls Nadiem’s case a “political prosecution” and points out an “authoritarian tilt” in Indonesia. nytimes.com/2026/05/13/wor…
English
33
1.8K
4.1K
109.4K
Sante kayak
Sante kayak@indsansss·
Wkwkwkwkwkwk $150 per week tu Oz bagian mana ya.. itu klo ga jauh di atas gunung lokasinya ya kek pepes dalam satu unit apart biasanya. Gw dpt $250 per week aja SATU JAM ke tengah kota. Range proper tinggal di Oz tu udah $300-500 per week. Coba tlg itung lg.
what?@sasukabacerita_

Tmnku kerja WHV: Uang kos: $150/week Gaji per jam: $28-30/jam. 10jam kerja. 6hari kerja/minggu. % kos dr gaji: 9% Indo: Gaji: IDR 4,500,000/bln Kos: IDR 1,000,000/bln %kos dr gaji; 22% Semoga bisa dinilai ketimpangannya

Indonesia
0
0
0
52