Margianta S. J. D.

35.6K posts

Margianta S. J. D. banner
Margianta S. J. D.

Margianta S. J. D.

@margianta

Working class union @suaramudapb | @ChulalongkornU Alum | @OneYoungWorld Amb. | @LKYSch Fellow | Youth, health, social justice.

Indonesia Katılım Eylül 2009
1.6K Takip Edilen27.5K Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Margianta S. J. D.
Margianta S. J. D.@margianta·
Wifi rusak. Teknisi dtg 3 hari setelah diminta. Tapi rasa kesel hilang pas ketemu teknisinya. Mukanya tegang. Mungkin biasa kena semprot customer. Rasa kesel seketika hilang. Momen gini bikin sadar bahwa emotional labor yg dihadapi pekerja kerah biru bukan main rasanya.
Indonesia
622
15.3K
66.5K
0
Margianta S. J. D. retweetledi
Nabiyla Risfa Izzati
Nabiyla Risfa Izzati@nabiylarisfa·
Manteman dosen, ayo yang mau gotong royong bantu @pekerjakampus menunjukkan data sebenarnya gaji dosen. Bisa kirim slip gaji kalian (dengan ditutup semua identitas) ke sekretariat@spk.or.id!
Serikat Pekerja Kampus@pekerjakampus

MARI BERSAMA BONGKAR KEBOHONGAN DAN MANIPULASI FAKTA!! Sejak semalam, pasca sidang ke 12 Judicial Review UU Guru dan Dosen di @officialMKRI dengan agenda mendengar keterangan 5 perwakilan kampus PTN-BH, pengaduan dan keluhan para dosen terus masuk ke Serikat Pekerja Kampus,

Indonesia
21
672
1.2K
30.6K
Margianta S. J. D.
Margianta S. J. D.@margianta·
Some interesting insights from this @jakpost w/ pak Marty Natalegawa (🇮🇩Foreign Minister 2004-2009) Intermestic Connectivity: Pak Marty argues that domestic and international policies are inherently linked. Successful governance requires a balance where foreign initiatives support domestic interests, avoiding the trap of treating these as an "either-or" scenario. Institutional Role: While acknowledging the impact of individual leadership, Pak Marty stresses that the Foreign Ministry is critical for long-term consistency and institutional memory. He advocates for a system where policies are vetted and matured by the ministry to ensure coherence regardless of leadership changes. ASEAN and Leadership: Regarding ASEAN, Pak Marty notes that while the organization faces challenges, Indonesia has historically acted as a key driver for regional unity. He suggests that Indonesia must move beyond the role of a host or event organizer to provide "thought leadership" that addresses long-term regional stability. Strategic Perspective: Pak Marty advises against responding to geopolitical tensions with 'reactive' panic. Instead, he advocates for maintaining the established doctrine of an "independent and active" foreign policy, which has allowed Indonesia to navigate complex international environments for decades. Diplomatic Character: Concluding the discussion, Pak Marty emphasizes that diplomacy requires a mindset of active listening, character-building, and dedication to service. He also noted that effective representation is defined by the quality of the message rather than the style of the messenger.
English
1
1
10
872
Margianta S. J. D. retweetledi
kpertiwi29
kpertiwi29@kpertiwi29·
Justru ini yg bikin eksploitasi dosen perempuan berlapis2. Kerjaan admin birokratik seremonial perawatan dititipin ke dosen perempuan tanpa upah yg layak. Logikanya: ya kan mrk bukan pencari nafkah utama~~ Pekerjaan2 ini kami beri label “bureaucatic housework”. Mampir ya ke sini
kpertiwi29 tweet media
Catatan Dosen Hukum@dosenhukumnotes

terima kasih atas semangatnya, Bu. Saya mengerti maksud positifnya. Cuman, kadang-kadang generalisasi selalu berisiko menutupi kenyataan yang lebih kompleks. karena pertanyaannya, mengapa profesi yang dituntut menghasilkan ilmu pengetahuan, masih harus bergantung pada sumber nafkah di luar profesinya sendiri?

Indonesia
6
496
1.1K
28.8K
Margianta S. J. D.
Margianta S. J. D.@margianta·
Masalah Jabar: Transum jelek, PHK & pengangguran tinggi, sekolah & jalanan rusak, pejabat seksis. Solusi: Ganti nama provinsi. Prioritas?! 🤔
Sebelah Kampus@Sebelahkampus

Kabar Gembira —DPRD Jawa Barat setuju. Provinsi Jawa Barat akan berganti nama menjadi Provinsi Tatar Sunda.— ehh warga jabar gembira ga si? @rgoestama, @menfessbogor,@infobogor, @txtdrkuliner, @KulineRain @sipalingdepok 1). Persetujuan bulat dari seluruh fraksi DPRD Jabar, atas usulan ini. didasari semangat untuk melestarikan identitas historis dan kultural Sunda yang dinilai semakin terkikis oleh batas administratif modern. 2). Para pengusul meyakinkan bahwa potensi kerumitan penyesuaian dokumen birokrasi hanyalah persoalan teknis biasa yang dapat diatasi secara bertahap, layaknya perubahan nama Ujung Pandang menjadi Makassar di masa lampau. 3). Kendati telah mendapat dukungan penuh di tingkat daerah, proses pergantian nama ini tidak bisa dilakukan secara instan karena harus menempuh prosedur panjang sesuai UU Nomor 23 Tahun 2014. 4). Saat ini, Pemprov Jawa Barat tengah menelaah naskah akademiknya dan mempersiapkan tahapan legislasi selanjutnya, mengingat keputusan mutlaknya nanti tetap berada di tangan Pemerintah Pusat. 5). Bersamaan dengan momentum ini, DPRD juga mengimbau agar penamaan ruang publik, tempat wisata, hingga calon Daerah Otonomi Baru (DOB) mulai menggunakan identitas lokal alih-alih sekadar memakai penunjuk arah mata angin.

Indonesia
6
31
93
3.1K
Margianta S. J. D.
Margianta S. J. D.@margianta·
"Keengganan—bahkan penolakan—para aktivis liberal utk membangun organisasi yg lebih stabil dalam bentuk partai politik & serikat2 akar rumput, secara sadar ataupun tidak, merupakan bagian dari fungsi ideologi yg menjustifikasi kelanggengan oligarki." indoprogress.com/2026/07/oligar…
Indonesia
1
2
20
1.4K
Margianta S. J. D. retweetledi
Alnick
Alnick@alnickmnathan·
The response is cleanly divided between people who want to build a political movement so they can make people's life better with people who just want to LARP & be morally correct
English
2
5
30
1.6K
Margianta S. J. D.
Margianta S. J. D.@margianta·
Mamdani clapping back at Hayek (the father of modern libertarianism & neoliberalism) has made my week. And this isn't just an intellectual win. Not just a morale win. This is an actual, material, praxis WIN.
English
1
1
14
715
Margianta S. J. D.
Margianta S. J. D.@margianta·
Kok bisa ya. Ada konferensi yg klaimnya mengkonsolidasikan gerakan. Tapi fasilitatornya gak akomodatif. Rangkuman diskusi pun keliatan pake AI, dan kerasa udah settingan (gak akomodatif sama hasil diskusi). Oligarkinya dicap kooptasi. Tapi elit CSOnya sama aja.
GIF
Indonesia
2
5
18
1K
Margianta S. J. D. retweetledi
Pew🍂
Pew🍂@garygargarin·
Berjuanglah untuk menyadurkan impuls-impuls untuk tidak mau mencoba dan gagal, berhentilah menjadi aktivis yang merasa harus terus menjaga keutuhan moril, dan kelas pekerja harus mulailah menjadi ilmuwan yang terus mencoba mengubah hidupnya sendiri.
Pew🍂 tweet media
Indonesia
1
1
3
361
Margianta S. J. D. retweetledi
Margianta S. J. D. retweetledi
Txt Transportasi Umum
Txt Transportasi Umum@txttransportasi·
Mau mengucapkan terima kasih untuk pegawai serta petugas lapangan TransJakarta, MRT Jakarta, & LRT Jakarta yang sudah bekerja keras selama tarif Rp1,- kali ini (22, 27, & 28 Juni 2026), kalian luar biasa! ❤️🙌🏼 Tidak mudah mengkondisikan orang sebanyak ini, perlu semangat & kesabaran ekstra.
Txt Transportasi Umum tweet mediaTxt Transportasi Umum tweet mediaTxt Transportasi Umum tweet media
Indonesia
2
106
476
13.3K
Margianta S. J. D.
Margianta S. J. D.@margianta·
Plus, 'konferensi' ini gak melibatkan lapisan gerakan buruh, tani, dan perempuan. Sempet dicallout sama salah satu ormawa peserta diskusi juga. Tapi ya... sulit kalau motifnya sudah ekstraktif dan kooptatif dari awal 😄
Indonesia
0
1
4
351
Margianta S. J. D. retweetledi
Faris Abdurrachman
Faris Abdurrachman@farisrachman_1·
This is just factually untrue. How did the Omnibus Law get passed if it wasn’t for the existence of a domestic pro-business constituency, that is in fact deeply interlinked with the workings of the government e.g an oligarchy? The problem is just the constituency isn’t interested in investing in manufacturing or other high-productivity sectors.
R.@kangrozin

I think our failure to translate opportunities into growth stems from the absence of a strong domestic pro-business constituency, itself a byproduct of the state's dominant role in the economy. That's why meaningful reform tends to happen only in response to external shocks.

English
2
16
76
4K
Margianta S. J. D. retweetledi