
Novrian Isneindy
8 posts





Sekenceng apa KA Argo Bromo Anggrek? KA ini tuh paling kenceng se Indonesia dan berhenti cuma di Cirebon dan Semarang. Lewat stasiun kecil mostly full speed 110 km/jam. Jakarta - Jogja naik Argo lawu aja 6 jam, ini nambah 1 jam 45 menit udah sampai Surabaya!! (7 jam 45 menit)



It’s as clear as day, kalo gada kecelakan kereta dan taksi diawal, peristiwa di stasiun antara kereta jarak jauh dan KRL ngga agak terjadi. Tadi sempet liat video wawancara asisten masinis kereta jarak jauh yang bilang sinyal sempet error, dalam artian, dari yang awalnya sinyal mereka hijau, tiba tiba sinyalnya jadi merah, dan pergantian sinyal ini terlalu mendadak buat mereka bisa melakukan tindakan yang signifikan. Mungkin temen temen yang lebih paham soal kereta bisa jelasin lebih rinci. Menurut gue KAI perlu berbenah soal ini, but they did their best already. SATU FAKTOR yang krusial banget, penyebab kecelakaan beruntun ini ya: TAKSI yang kemungkinan besar nerobos palang kereta! FUCK, kelalaian satu orang driver, bikin 7 orang kehilangan nyawa.


Baris ketiga kalau ditidurin lapang Kami tambahkan Karpet dalam mie buat kenyamanan bawa barang biar ga gerak gerak. pun baris ketiga ditegakan ruangnya tergolong cukup untuk kebutuhan jarak pendek.


Di tahun 2016 juga bus Scania K250UB Low Entry dan K310IB 6x2*4 Maxibus diperkenalkan di Transjakarta. Bus low entry Scania ini kemudian menjelma jadi layanan Metrotrans di Jakarta yang mulai beroperasi 2017-2018 sebagai bus non-BRT. Tahun 2016 ini tahun Scania banget ya? 😆


Penjualan mobil Honda di RI anjlok lebih dari 60% dlm 5 tahun terakhir. Sebuah kejatuhan yg kelam bagi sebuah brand yg ikonik. Adakah Honda korban pertama dari China EV Attack? Bbrbpa penyebabnya : - Honda CRV kalah bersaing dg Fotuner/Pajero. Upgrade, harga jadi Rp 800 juta. Siapa yg mau beli? - Honda HRV makin punya banyak pesaing SUV EV dg harga jauh lebih murah (think Jaeco dkk). - Penerus Honda Jazz kurang nendang; siapa yg masih lihat Honda City di jalanan? - Honda Brio makin digerus kehadiran BYD Atto1 (fitur melimpah, harga lebih murah). Pasar mobil RI yg paling gemuk itu adalah kelas MPV Seven Seaters. Sayangnya disini yg berkuasa adalah Xpander dan Toyota Velos; dan untuk kelas MPV agak Premium maka Innova + Zennix adalah juaranya. Honda BRV yg masuk kelas MPV Seven Seaters adalah BRV. Sayangnya tipe ini penjualannya makin menurun; apalahi seri BRV terbaru desainnya kurang menarik. Toyota masih bisa survive dari EV Attack karena punya Velos dan Innova. Kalau nanti ada EV yg sekelas Velos dan Innova yg bagus (dengan harga lebih murah), maka Toyota juga bisa makin menurun penjualannya. Sekarang di kelas MPV, baru ada BYD M6 yg lumayan laris. Apa solusi agar Honda bisa survive? Btw, sudah dua CEO Honda Mobil Indonesia yg dipecat karena dianggap gagal pertahankan market share Honda Mobil (keduanya expat dari Jepang langsung). Beberapa solusi yg barangkali bisa dipertimbangkan : - Honda perlu merilis mobil MPV seven seaters yg benar2 bagus desainnya. Sebab, skali lagi segmen ini yg paling gemuk. Rombak total lini produk Honda BRV. Disini Honda wajib bisa merilis game changer model – persis spt kisah keberhasilan Xpander yg super fenomenal. - MPV 7 seaters Honda harganya juga mesti sejajar dengan Xpander dan Velos. Jangan lebih mahal spt BRV saat ini. BRV ini harga sudah lebih mahal, namun desain medioker. Tidak mudah merilis seven seater MPV yg sukses. Toyota Sienta gagal. Hyundai Stargazer lumayan sukses, namun penjualannya masih dibawah target. Dulu Honda pernah lumayan berhasil dengan Honda Freed. - Selain mengincar segmen MPV Xpander, barangkali Honda juga perlu merilis tipe yg selevel Innova/Zennix. Launch produk dengan desain yg wow di segmen ini; dengan harga sedikit dibawah Innova. - Honda HRV yg jadi andalan Honda selama ini makin kehabisan nafas. Penjualan Honda HRV per tahun rata-rata 25 ribu unit hingga tahun 2022. Setelah itu, makin anjlok. Tahun lalu hanya terjual 10 ribu saja. Anjlok lebih dari separo. Mungkin desain HRV sebelumnya dianggap lbh menarik. Dan tentu saja karena serangan SUV EV China. - HRV perlu dirombak total desainnya agar kembali mampu merebut pelanggan. Tentu saja juga jangan overpriced. Sekarang desain SUV EV China makin bagus; dan harga lebih ekonomis. Dalam konteks lebih besar, kejatuhan Honda Mobil ini maybe semacam sinyal tipping point pertumbuhan EV di tanah air. Tak bisa disangkal, pertumbuhan penjualan EV di RI makin bagus. Testimoni para pembeli EV mayoritas positif. Banyak yg share pengalaman mudik kemarin dengan EV yng super mulus. Sebab ternyata charging station sudah sangat melimpah di sepanjang jalur tol Trans Jawa. Jika makin banyak konsumen RI yg beli EV, maka hampir pasti penjualan mobil Honda akan makin anjlok. Jika brand sehebat Honda saja bisa kolaps, maka maybe Toyota juga pelan-pelan akan menyusul.




