Bilang saja...
21.1K posts

Bilang saja...
@ooogheyy
Mudah disukai, tp tidak dicintai :(

El Niño is emerging even faster than expected in the Pacific Ocean and odds are increasing that it could become historically strong — a rare "Super" El Niño — by fall or winter. cnn.it/4wzNtHg

Prabowo Subianto is too spendthrift and too authoritarian economist.com/briefing/2026/…

Gw sedih bgt waktu Ejkman dibubarin asli. Terus tau gak sih pas barang2 alat penelitiannya dipretelin tanpa standar, mesin2 yg puluhan milyar dibawa kaya bawa kulkas biasa. HAH


Alasan SWF Danantara tak publikasi Lapkeu ke warga RI










@BangBib4 Bang Bib, dengan katalog selengkap ini, kalau untuk lahan 1 hektar di dataran rendah yang tujuannya murni komersial (cepat balik modal), varietas durian atau mangga mana yang paling Abang rekomendasikan untuk saat ini?


Happy weekend ya warga negara Indonesia yang tercinta 😍

Prabowo Subianto is too spendthrift and too authoritarian economist.com/briefing/2026/…



Profesor Herawati Sudoyo, Pahlawan Bom Bali yang "dikalahkan" oleh tembok birokrasi negara sendiri. Lo bayangin, kepolisian dunia aja hormat sama beliau karena sukses bongkar identitas pelaku Bom Bali cuma dari serpihan DNA. Tapi pas di negaranya sendiri, nasib beliau dan timnya malah berakhir ngenes gara-gara urusan administratif. Namanya Prof. Herawati Sudoyo, salah satu otak paling cerdas di Lembaga Eijkman. Pas kejadian Bom Bali 2002, beliau dan timnya kerja gila-gilaan buat identifikasi pelaku lewat sisa-sisa DNA di lokasi ledakan. Berkat beliau, kasus-kasus terorisme besar bisa terungkap secara ilmiah. Di tangan beliau, Lembaga Eijkman jadi markas riset genetika paling bergengsi di dunia. Bukan kaleng-kaleng, ilmuwan luar negeri aja segan sama riset mereka. Tapi ya gitu, musuh terberat orang pinter di sini bukan virus, tapi birokrasi. Plot twist paling pahitnya terjadi awal 2022. Lembaga bersejarah ini dibubarin dan dilebur secara paksa ke instansi riset baru. Alhasil? Ratusan ilmuwan dan peneliti elit dipecat massal dalam semalam cuma karena mereka bukan PNS. Bayangin, orang-orang yang udah ngabdi puluhan tahun demi kemajuan sains Indonesia, disuruh angkat kaki cuma karena masalah dokumen status pegawai. Dr. Herawati dan timnya harus ninggalin laboratorium tempat mereka nyetak sejarah internasional. Ini jadi bukti nyata kalau di sini, "surat sakti" birokrasi kadang lebih berkuasa daripada otak jenius yang diakuin dunia. Padahal kita butuh lebih banyak orang kayak mereka, bukan malah bikin mereka "patah hati" sama negaranya sendiri. Respek buat Prof. Herawati dan para ilmuwan Eijkman. Mereka udah kasih yang terbaik buat Indonesia, meskipun akhirnya harus "menelan luka" gara-gara sistem yang kaku. Pahlawan sains yang sebenernya.🫡✨















