Sabitlenmiş Tweet
su-
34.7K posts

su- retweetledi

Listen to these masterpieces.
1. Lose Yourself - Eminem
2. Till I Collapse - Eminem
3. HUMBLE. - Kendrick Lamar
4. Can't Tell Me Nothing - Kanye West
5. Stronger - Kanye West
6. Dreams and Nightmares - Meek Mill
7. Remember the Name - Fort Minor
8. Started From the Bottom - Drake
9. Power - Kanye West
10. All the Above - Maino ft. T-Pain
Don't talk to anyone for 48 hours and listen to these songs on repeat 24-7,
You'll be a different person.
English
su- retweetledi

Best Time To Buy These Products 🔥
• iPhone~ October
• Gold~ June & July
• Cars~ December
• Cooler~ February
• Refrigerator~ October
• Washing Machine~ March
• Air Conditioner~ January
• Television~ December
• Bike~ November
• Laptop~ September
• Headphones~ November
• Smartwatch~ April
Bookmark It For Later 🔖
English
su- retweetledi
su- retweetledi

YOUR PERSONAL EVOLUTION (BY AGE)
Age 20 – Ego
You think you know everything.
Age 21 – Chaos
Nothing feels stable yet.
Age 22 – Distraction
Too many goals, no direction.
Age 23 – Pain
Reality hits. Lessons begin.
Age 24 – Purpose
You start asking why.
Age 25 – Focus
You cut the noise and choose one path.
Age 26 – Discipline
Consistency replaces motivation.
Age 27 – Emotional Control
You react less and think more.
Age 28 – Vision
You see clearly where you are going.
Age 29 – Accountability
You stop blaming others.
Age 30 – Leadership
People begin to trust you.
Age 31 – Strength
Your mind and body grow tougher.
Age 32 – Self-Control
You master your impulses.
Age 33 – Direction
Every move has meaning.
Age 34 – Power
Quiet confidence appears.
Age 35 – Stability
You become reliable.
Age 36 – Legacy
You think beyond yourself.
Age 37 – Authority
Your words carry weight.
Age 38 – Protection
You protect what truly matters.
Age 39 – Wisdom
You choose peace over ego.
Age 40 – Peace
You fully know who you are.
Which Stage of your Personal Evolution are You in Right now?
English
su- retweetledi

Guys, Timothy Ronald baru ngomong sesuatu yang dia sendiri mengaku lumayan takut buat ngomongnya.
Dan setelah gue dengerin gue ngerti kenapa.
Permainan di pasar modal Indonesia itu tidak adil untuk retail.
Bukan clickbait.
Itu kata-katanya langsung.
Dan dia kasih konteks yang bikin gue diem lama.
Siapa sebenernya Bandar itu?
Ini yang paling mengejutkan dari semua yang dia ceritain.
Bandar terbesar dari suatu saham di Indonesia bukan hedge fund asing.
Bukan institusi gede.
Bukan siapapun yang lo kira.
Bandar terbesar itu adalah owner emitennya sendiri.
Logikanya simpel.
Siapa yang paling tahu kapan corporate action bakal terjadi?
Kapan ada right issue?
Kapan ada berita bagus yang belum keluar ke publik?
Ya ownernya sendiri.
Dan di Indonesia karena regulasi insider trading praktis hampir nggak pernah ditegakkan seperti di Amerika mereka bisa manfaatin itu.
Beli saham pakai nama orang lain, KTP orang lain, akun sekuritas orang lain.
Nomini setahun paling Rp1 juta.
Murah banget buat main miliaran.
Cara kerja Bandar ini yang harus lo pahami.
Timothy breakdown dua tipe bandar.
Tipe pertama Bandar Ngampok.
Naikin harga setinggi-tingginya, buang semua barang ke retail di puncak, selesai.
Sahamnya tinggal puing.
Tipe kedua Bandar Pintar.
Ini yang lebih berbahaya karena keliatan normal.
Cara mainnya begini dia beli di harga 700, naikin ke 2.600, jual semua.
Profit gede.
Saham turun ke 1.000.
Tapi dia nggak pergi.
Dia masuk lagi di 1.000 pakai profit yang tadi.
Terus dia pupuk pelan-pelan beli sedikit di 1.000, retail ikut masuk, dia beli lagi di 1.300, retail ikut lagi, di 1.400 dia beli lagi.
Dia nggak perlu modal gede buat naikin dari 1.000 ke 3.000. Retail yang ikut-ikutan itu yang jadi bahan bakarnya.
Dan siklus ini berulang terus akumulasi, distribusi, akumulasi, distribusi.
Selama emitennya mau maintain, permainan ini bisa jalan bertahun-tahun.
Soal pompom lo selama ini salah kaprah.
Banyak yang kira pompom artinya influencer suruh beli, harga naik, dia ikut untung.
Salah.
Pompom yang sesungguhnya adalah bandar udah beli dulu di harga bawah, udah naikin harganya sendiri, baru suruh retail beli di harga yang udah tinggi itu.
Retail jadi exit liquidity tempat bandar buang barangnya.

Indonesia
su- retweetledi

Guys gw mau kumpulkan semua yang Prabowo bilang di berbagai forum — dan tanya satu pertanyaan sederhana untuk masing-masing.
Mana bukti konkretnya?
1. 'Swasembada pangan dalam 2-3 tahun.
Sudah ngomong ini dari kampanye 2019. Masuk lagi ke kampanye 2024. Sekarang sudah 1,5 tahun menjabat.
Impor beras 2024 masih 3,5 juta ton. Tertinggi sepanjang sejarah. Harga beras masih mahal. Petani masih susah dapat pupuk karena 145 peraturan. Dan sekarang pupuk global makin langka karena Hormuz dan China tutup ekspor.
Mana swasembadanya?

Indonesia
su- retweetledi
su- retweetledi

@Strategi_Bisnis Ini emg maunya si AS, maksa negara2 timteng penghasil minyak supaya bisa di atur sm mereka, selama harga minyak masih dan bergantung dari brl/dlr AS yg selalu diuntungin
Indonesia

Jika melihat perkembangan situasi terkini (hari ini), tampaknya angka ini bakal kejadian. Very scary.
- Selat hormus praktis tutup
- Kuwait stop produksi minyak (krn gak ada kapal yg mau angkut)
- Qatar stop produksi gas
- Kilang minyak Iran diserang, dan pasti akan lakukan pembalasan yg sama.
Eskalasi perang ternyata makin meningkat; dan bukannya menurun.
Dampak jika harga minyak tembus USD 150 atau bahkan lebih akan amat mengguncang ekonomi dunia.
Dampaknya pada ekonomi RI juga akan sangat terasa.

Indonesia

@IndiHome @IndiHomeCare Masalahnya bisa hampir tiap hari min ini error, sebelumnya juga udah bikin laporan dengan case yg sama, cepet ditindak lanjut ya
Indonesia

@pararaaraaa @IndiHomeCare @pararaaraaa Maaff Kak ada kendala sama IndiHomenya yang saat ini sedang dilakukan pemeliharaan jaringan dibeberapa lokasi😔, diupayakan secepatnya kembali normal untuk layanan IndiHomenya🥹, bisa Kakak cek secara berkala bila berangsur membaik ya - Miste
Indonesia

broo, sinyal wifi ente emg lg bapuk yaa? Masih awal bulan nih masa udah error aja buat youtube ga ngangkat @IndiHome @IndiHomeCare
Indonesia
su- retweetledi

Menurut gue, cowo di atas usia 25, mikirnya sudah harus long term ya.
Maksudnya gini...
Thinking long term itu artinya ambil keputusan dengan mikirin dampaknya ke masa depan, bukan cuman yang terasa enak, mudah atau cuan cepet aja.
It's a mindset that prioritizes sustainability, compounding benefits, and future consequences over short-term wins.
Contoh simplenya gini.
Ga ikutan mindset quiet quitting, selagi masi muda, gas pol ngasih karya aja di mana pun kalian berada. Konteksnya bukan cuma bekerja ya, tapi berorganisasi bahkan voluteering juga. Jika ga dapet apresiasi, usahain ganti lingkungan.
Wise dalam urusan spending duit. Usahain uang tuh disimpen atau diinvestasiin ke sesuatu yang akan menghasilkan lagi. Misal: dipake buat ningkatin skill, buat beli tools, dimasukin ke deposito, etc.
Kegiatan rutin setiap hari, usahain yang membawa manfaat jangka panjang, contoh: catet pengeluaran harian, baca buku sehari 30 menit, journaling singkat, bangun network kecil, ngerapiin cara kerja, share content tiap hari, dll.
Core characteristics of long-term thinking
1. Delayed gratification: Nahan foya-foya demi hasil yang lebih besar.
2. Compounding mindset: Fokus melakukan action-action kecil, yang kalo konsisten akan kasi hasil berlipat-lipat nantinya.
3. Second-order thinking: ga mikirin apa yang terjadi saat ini aja, tapi efek berantainya apa?
4. Sustainability over speed: lebih milih yang tahan lama daripada yang cepet tapi rapuh
3 contoh pertanyaan untuk tau kita mikirin long-term atau engga:
1. Ini masih bagus gak kalo dilihat beberapa taon lagi?
2. Gue lagi optimasi untuk quick results atau hasil yang tahan lama?
3. Kalo diulang tiap hari selama setahun, efeknya naik ato turun?
Makes sense ya.
Indonesia

@pararaaraaa @IndiHomeCare Aduh, sorry banget kalo koneksi IndiHome-nya Kendala Kak @pararaaraaa 🥺.Tenang, kita beresin. Yuk, DM Neva sekarang. Kasih Nomor Internet dan Atas Nama biar bisa langsung Neva cek ya. Makasih😊-Neva
Indonesia

@IndiHome @IndiHomeCare broo, sinyal wifi ente emg lg bapuk yaa 2 minggu terakhir?
Indonesia
su- retweetledi
su- retweetledi









