KP

30.2K posts

KP banner
KP

KP

@patrasio

Pingin keliling Indonesia

Jakarta Capital Region Katılım Nisan 2009
921 Takip Edilen676 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
KP
KP@patrasio·
Dalam rangka Hari Kesehatan Mental Sedunia, saya mau cerita pengalaman mengalami depresi* waktu kuliah S2. -sebuah thread-
Indonesia
14
28
144
0
KP retweetledi
KP
KP@patrasio·
@AnkerTwiter Berangkat kerja kena, pulang kerja kena.
Indonesia
0
0
0
360
Anak Kereta
Anak Kereta@AnkerTwiter·
Gangguan lagi euy
Anak Kereta tweet media
Indonesia
6
0
41
6.1K
KP retweetledi
kinda ia
kinda ia@Evening_Evee·
Aku tau ini rahasia umum, tapi ngeliat ketimpangan ekonomi di Indonesia tuh perih juga ya. Ada kelompok orang yang santai banget bilang gaji 9 juta ga cukup untuk sendiri, sedangkan ada kelompok orang yang dapet gaji umr aja udah sujud syukur.
Indonesia
246
14.9K
53.5K
637.8K
KP retweetledi
Angga Fauzan 
Angga Fauzan @angga_fzn·
Sebagai alumni LPDP, berikut daftar pelatihan yang kami butuhkan agar gak culture shock: - Academic writing - Ikut International Conference & jurnal internasional - Strategi cari funding buat riset, paper dan conference - Pelatihan memasak (real wkwk) - Self management, terutama menghadapi stress kuliah dan tugas yang numpuk - Persiapan paska kampus, either sebagai dosen, karyawan, pebisnis, atau stafsus wkwk etc etc Intinya butuh pelatihan dari orang2 yang pernah menjalani itu semua.
CNN Indonesia@CNNIndonesia

Mendikti soal LPDP Libatkan TNI: Agar Disiplin dan Tidak Culture Shock cnnindonesia.com/nasional/20260…

Indonesia
68
3.4K
11.6K
306.5K
KP retweetledi
Rumail Abbas
Rumail Abbas@Stakof·
Tiga pertanyaan untuk Mendikti soal LPDP digembleng TNI: 1. Sejak kapan warga sipil yang lolos IELTS, esai, dan wawancara LPDP dianggap kurang disiplin? Mereka bahkan menghitung sendiri pajaknya tiap tahun di SPT, sesuatu yang (mungkin) prajurit tidak diwajibkan lakukan dengan kerumitan yang sama. 2. Sejak kapan warga yang pajaknya dikorupsi bertahun-tahun tapi tetap bayar PPN setiap belanja dianggap kurang berkebangsaan? 3. Kalau tujuannya supaya awardee balik ke Indonesia, kenapa solusinya pelatihan baris-berbaris dan bukan perbaikan ekosistem riset, gaji dosen, dan kepastian karier akademik di dalam negeri? Yang bikin doktor enggan pulang itu bukan kurang nasionalisme. Tapi karena kurang lab, kurang dana riset, dan kurang penghargaan. Kalau pemerintah serius ingin awardee pulang dan berkontribusi, cobah perbaiki ekosistem akademik dalam negeri. Itu jauh lebih sulit, dan jauh lebih dibutuhkan. Menurut saya, mengirim calon master dan doktor ke barak untuk diajari “kebangsaan” itu membalik logika. Yang lazim di banyak negara: kadet militer yang dikirim ke kampus, bukan sebaliknya. Jangan remehkan warga sipil yang duitnya bocor terus tapi masih setia bayar pajak. Lagian, tokoh-tokoh kebangsaan terbesar republik ini sebagian besar sipil. Hatta, Sjahrir, Sukarno muda, Kartini, Tan Malaka, Agus Salim. Tidak satu pun dari mereka yang nasionalismenya dibentuk di barak. Mereka jadi nasionalis karena membaca, berdebat, hidup di pengasingan, dan berhadapan dengan ketidakadilan kolonial. Bukan karena baris-berbaris. 😬
Rumail Abbas tweet media
Indonesia
110
2.4K
4K
120.6K
KP
KP@patrasio·
@adriansyahyasin Mall yang gw hindari dan udah ga pernah datengin lagi. Kalau gw janjian sama orang, big no milih mall ini.
Indonesia
0
0
1
817
Adriansyah Yasin Sulaeman
Adriansyah Yasin Sulaeman@adriansyahyasin·
Ini jujur gajelas banget daerah Kokas akses pejalan kaki dan transumnya 1. Pemprov DKI sudah bangun halte di depan JPO 2. Dianggap biang kerok macet, TJ jadi harus pindah ke titik halte yang tidak ada shelternya 3. Di titik ini sempat ada akses pedestrian masuk kokas ke bawah, tapi malah DITUTUP lagi jadi buat mobil dan kembali pedestrian dilarang masuk 4. Pedestrian akhirnya disuruh mutar ke kedua ujung mal yg aksesnya jg gak ada bagus2nya 5. Padahal di sebelah titik bus stop sekarang ada akses tangga direct yg malah jadi ditutup tanaman 6. Sekarang mereka lebih mending invest gede untuk buat ramp raksasa di sisi timur buat further development mereka Heran? Saya juga tentunya
Adriansyah Yasin Sulaeman tweet mediaAdriansyah Yasin Sulaeman tweet mediaAdriansyah Yasin Sulaeman tweet mediaAdriansyah Yasin Sulaeman tweet media
ramyoenpedas@ramyoenpedas

@elisa_jkt Kokas apalagi, busway ud g blh lg brenti di halte sd Menteng Dalam 1, jd klo mo ke kokas yg naik busway turun di halte kokas, ud gt pejalan kaki hrs muter dulu lewatin sisi halte SD itu baru masuk ke area pejalan kaki kokas

Indonesia
119
707
3.1K
302.9K
KP retweetledi
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Ini Ibam, bicara sendiri agar Ririe terlindungi. Betul, ketika belum jadi tersangka, saya dapat ancaman: buat pernyataan "mengarah ke atas" kalau tidak kasusnya "akan diperluas". Saya tolak, ngga mau bohong & zalim. Tiga minggu kemudian, saya jadi tersangka. Saya tolak bukan untuk lindungi Nadiem, tapi karena memang ngga pernah ada arahan dari Nadiem ke saya agar pengadaannya jadi Chromebook semua. Seperti yang terungkap dari 22x sidang, tidak ada sama sekali arahan dari atas seperti itu. Saya hanya diminta memberi masukan netral dan objektif sebagai konsultan. Artinya, ketika menerima ancaman tersebut saya dihadapkan ke dua pilihan: Berbohong mengarang cerita menuduh orang lain untuk menyelamatkan diri sendiri. Atau, berpegang kepada integritas, kejujuran, dan kebenaran yang saya yakini, dan menolak untuk berbohong. Dengan shalat istikharah dan kesadaran penuh akan risikonya, saya memilih jalan yang kedua: kejujuran. Insya Allah selalu berpegang pada kejujuran akan berujung pada kebaikan untuk saya, Ririe, dan keluarga kecil kami. Kalau tidak di dunia, maka di akhirat kelak. Lalu jawabannya apa ketika saya menolak untuk berbohong? "Oke, kami perluas.” Saya tidak berdaya. Ya Allah, apa lagi yang bisa kami lakukan ketika dihadapkan pada pilihan seperti itu? Pegangan kami hanya prinsip integritas dan kejujuran. Ketika konsekuensinya beberapa minggu kemudian saya dinyatakan tersangka, kami hanya bisa memperbanyak istighfar dan ikhtiar. Kami jalani dan hormati proses hukum yang ada dengan tabah, kami berniat jelaskan di persidangan fakta-fakta yang membuat terang, kami masih percaya dengan hukum Indonesia. Mungkin ngga banyak yang tahu, tapi Ririe istri saya adalah seorang sarjana dan magister hukum. Di Belanda dulu kami banting tulang nabung dan berhemat banyak, supaya bisa bayar uang kuliah S2 Ririe. Dari Ririe, saya belajar banyak tentang hukum Indonesia, apa saja yang mungkin terjadi, dan bagaimana hukum kita tetap memungkinkan pembelaan yang efektif. Baik, mari berjuang di persidangan, luruskan seluruh tuduhan. Satu persatu fakta di persidangan muncul dengan terang benderang, satu persatu tuduhan bisa kami bantah. Sampai akhir rangkaian sidang, 57 orang saksi dihadirkan, tidak ada bukti saya menerima keuntungan dari perkara ini, tidak ada bukti masukan saya karena konflik kepentingan, tidak ada bukti saya mengarahkan. Yang terungkap malah saya sebagai konsultan sudah menyarankan Chromebook diuji dulu, pejabat menolak pengujian dan memutus Chromebook, nama saya dicatut di SK, masukan saya dipelintir. Kami merasa pembelaan hukum kami sudah maksimal, kebenaran sudah terungkap, tinggal menumpu harapan pada keadilan dan kebijaksanaan dari majelis hakim yang mulia, yang kami merasa sudah sangat objektif dan penuh kearifan sepanjang persidangan. Namun, ketika JPU menyebutkan tuntutan 15 tahun penjara, denda Rp1 miliar, uang pengganti Rp16,9 miliar subsider 7,5 tahun penjara tambahan... Ini titik kezaliman yang sangat terang benderang, tekanan kepentingan yang sangat kentara, saya memutuskan pembelaan saya tidak lagi bisa hanya di persidangan. Besok saya akan sidang pembelaan (pleidoi) dan kami bersurat kepada Presiden @prabowo Subianto serta @KomisiIII DPR, untuk memohon perlindungan hukum dari kriminalisasi, ketidakadilan, intimidasi, serta pengkambinghitaman yang sudah sekentara ini. Kami takut untuk bicara? Takut ada intimidasi lain? Itu risiko yang jelas, tapi kami tidak gentar. Tuntutan 22,5 tahun dan belasan miliar yang tidak mampu kami bayar mungkin dianggap akan membuat kami terdiam, tapi kami malah semakin berani untuk melawan kriminalisasi ini. Mohon bantuan, dukungan, dan perlindungannya dari masyarakat Indonesia, dari pekerja kreatif dan pekerja pengetahuan, serta dari semua yang ingin bantu negara atau takut dizalimi negara. Kami berjuang bukan untuk kami sendiri, tapi agar tidak ada lagi kriminalisasi dan ketakutan bagi mereka yang tulus mau bantu Indonesia. Kami masih percaya Indonesia bisa menjaga dan menghadirkan keadilan dalam kasus kami.
Ibrahim Arief tweet media
Tom Wright@TomWrightAsia

UPDATE: Ibrahim Arief (Ibam) — the tech consultant facing 15 years — just told a press conference he was coerced to turn on Nadiem but refused to do so. In 30 years, the playbook hasn’t changed. A deeply corrupt legal system used to intimidate and coerce ordinary Indonesians.

Indonesia
371
8.4K
12.1K
750.4K
🅳🅰🆅🅸🅰🅽🅰
🅳🅰🆅🅸🅰🅽🅰@itsmeDaviane·
@gimbot75 Sadar ga sih, tiap latihan TNI selalu menampilkan senjata tua. Yang canggih? Disimpan. Militer itu soal strategi, bukan pamer semua kartu. Bismillah jadi komisaris.
Indonesia
9
2
58
4.8K
Wakgim
Wakgim@gimbot75·
oteweh Selat Hormuz 🤗
Indonesia
543
531
3.3K
511.2K
KP retweetledi
Angga Fauzan 
Angga Fauzan @angga_fzn·
Inilah kenapa "Tiket Konser Masih Ludes" ataupun "Starbucks Masih Rame" gabisa jadi barometer ekonomi kita. Faktanya: - penonton konser & pengunjung Starbucks bukan majority di masyarakat kita. Cm sebagian kecil. - Mereka yang tetep nonton konser / doyan jajan Starbucks, either emang punya tabungan besar atau udh desperate aja krn toh mau beli rumah jg ga kebeli. - Ini ga menutup fakta bahwa 98% tabungan masyarakat Indonesia tuh di bawah 100juta. Alias sekitar satu bulan gaji karyawan di Amerika. Kebayang ga perbandingannya sejauh apa?
Tanyarl 💚@tanyakanrl

💚 lg krisis ekonomi gini org2 kok masih sanggup ya mikirin konser 😭 agak salut tapi juga heran.

Indonesia
71
3.8K
13.5K
481.2K
KP retweetledi
Ali 👊🏻
Ali 👊🏻@mhuseinali·
Ganjar was right. Menolak secara ideologis, tidak mengancam pemain, menjadi benchmark dan preseden bagi konsekuensi ucapan Trump. Kalau Ganjar ga nolak piala dunia U-20 kemarin, maka kita kolektif gapunya preseden buat tau hipokritnya FIFA menghadapi Trump. 👀
Secular Talk ([email protected])@KyleKulinski

Trump is now threatening the Iranian soccer team. It goes without saying that every major international event should immediately be pulled out of the United States. There’s no appeasing his terrorist death cult.

Indonesia
54
1.6K
4.9K
194K
KP retweetledi
Abie Zaidannas
Abie Zaidannas@Jahenanas·
Sadar nggak sih, kalo ini waktunya kita gerak, do something. Lebih berisik lagi. Lebih kritis lagi. Penguasa udah takut sama orang yang ngga pegang senjata. Cuma punya suara dan aspirasi. Kita semua punya itu. Ayok kita pake.
Taman Buku Bebasari@tb_bebasari

Andri Yunus dari @KontraS diserang dg siraman air keras tadi malam. Ia mengalami luka bakar sekitar 24 persen meliputi bagian mata, tangan dan dada.

Indonesia
44
6.2K
13.8K
179.4K
KP retweetledi
Erasmus Napitupulu
Erasmus Napitupulu@erasmus70·
Waktu suara Dimas gemetar gw mikir, gini amat taruhan kerjaan yg modalnya cuma otak, suara, sama tulisan Kami gak punya senjata apalagi main kekerasan pake air keras Cuma modal cita-cita punya negara yg adil sejahtera Itu aja, secinta itu sama ini negara, taruhannya nyawa?
Project Multatuli@projectm_org

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menyatakan demokrasi sudah ada di jurang. Hal ini dia sampaikan dalam konferensi pers merespons tindakan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, Wakil Koordinator Kontras yang dilakukan oleh orang tak dikenal pada malam 12 Maret 2026. 🎥: Permata Adinda #KontraS #AndrieYunus #ProjectMultatuli

Indonesia
41
6.1K
12K
198.3K
KP retweetledi
Dandhy Laksono
Dandhy Laksono@Dandhy_Laksono·
Warga sipil biasa, tak bersenjata, nerobos hotel mewah memprotes pembahasan diam-diam UU TNI. Warga sipil biasa, tak bersenjata, jadi saksi judicial review UU TNI di MK. Warga sipil biasa, tak bersenjata, mengungkap pelaku kerusuhan Agustus 2025. Kita menyebutnya: NYALI
Dandhy Laksono tweet media
Indonesia
398
26.8K
50.3K
898.2K
KP retweetledi
Farid Gaban
Farid Gaban@faridgaban·
Prabowo Antek Zionis Trump dan Netanyahu.
Farid Gaban tweet media
Indonesia
59
462
1.2K
25.6K
Yunika Umar
Yunika Umar@ikmar·
@patrasio @Adrianussatrio Ini cideng kynya dkt flyover simpang jatibaru ya. Mestinya ada akses juga ya menuju sta tenabang dan transjkt di area situ.
Indonesia
1
0
0
133
SATRIO
SATRIO@Adrianussatrio·
MRT East West Fase 1 Tomang - Grogol : Layang Grogol-Petojo-Thamrin-Kwintang-Cempaka Baru : Bawah tanah Pakulonan Timur - Cakung Barat -Medan Satria : Layang Tahun ini mulai tender . Doakan lancar!
SATRIO tweet media
Indonesia
59
313
1.9K
86.8K
KP retweetledi
Michel Adam1515
Michel Adam1515@MichelAdam1515·
Aksi tolak program MBG di Papua terus berlanjut. #MBGPembawaBencana “Kami pelajar, siswa dan siswi di Kabupaten Deiyai tidak membutuhkan makanan gratis, yang kami butuhkan adalah pendidikan yang memadai dan gratis" (Yohanis Kotouki) 27/2/2025 #GerakanMakzulkanGibran
Indonesia
343
8.2K
22.5K
262.7K