Putu Jojo

113 posts

Putu Jojo banner
Putu Jojo

Putu Jojo

@putu_jojo

A Human

Katılım Ekim 2011
100 Takip Edilen31 Takipçiler
David Alfa Sunarna
David Alfa Sunarna@davidsunarna·
Claude Design itu GILA. Masalahnya itu bukan murah-murahan atau mahal-mahalan, tapi product siapa yang beneran kepake di dunia nyata. Buat design system itu MAHAL loh sebelumnya dan gua udah keluarin puluhan juta. Dia bisa baca file figma, source code gua, asset-asset, dan ini reusable lu bisa pake dimanapun.
David Alfa Sunarna tweet media
Indonesia
6
28
326
20.6K
yanzero
yanzero@yanzero_·
@putu_jojo Workflow? Gak ada yg Istimewa. Pakai Claude kemudian di project diisi aja files konteksnya. Tentu konteksnya rahasia perusahaan krn hasil riset internal. Untuk bikin video dan graphic pakai Higgsfield yg marketing studio, cinema, image. Bikin promptnya pakai Claude.
Indonesia
1
0
5
598
yanzero
yanzero@yanzero_·
Progress kami belajar AI : 1. Engineering udah pakai Claude Code semua. 2. Marketing udah pakai Claude Cowork dan Higgsfield. Otw Canvas dan Marketing Studio. Sisa finance dan HR. Gimana perjalanannya? 3 bulan pertama fase pembiasan: user bisa ngulik konteks, sebagian besar pekerjaan udah pakai AI. Selanjutnya fase self improvement : user harus bisa improve workflow AI nya dgn nge tweak sendiri prompt, konteks, adopsi tools baru. Jangan heran kalau nanti akan banyak non-engineer paham ngeramu konteks dan prompt.
Indonesia
5
33
272
8.1K
Putu Jojo retweetledi
Putu Jojo retweetledi
Yoel Sumitro
Yoel Sumitro@YoelSumitro·
Gw bisa kasih testimoni kalau 2 hal ini benar: 1. Ibam beneran dapat offer dari Facebook UK dengan offer 5.1 milyar per tahun (225.5 pounds) 2. Dan dia tolak itu, ambil offer yang subpar (ga terima saham sama sekali): "demi negara ini". Ini screenshot chat gw ama Ibam di 2019.
Yoel Sumitro tweet mediaYoel Sumitro tweet media
Ibrahim Arief@ibamarief

Mengapa Negara Menzalimi Suami Saya, yang Tulus Berkorban Banyak Untuk Negara? Sebagai istri, sakit hati rasanya. Enam belas tahun aku kenal Ibam, dia ngga money oriented. Niatnya tulus. Kalau sudah mau bantu, dia akan benar-benar bantu. Ibam dituntut penjara 15 tahun dan harus bayar Rp16,9 miliar, kalau tidak maka pidananya ditambah 7,5 tahun. Berarti, Ibam dituntut 22,5 tahun penjara. Ibam, yang pernah menolak tawaran puluhan miliar karena merasa misi bantu negara lewat bangun teknologi masih belum selesai. Sekarang ironisnya dituduh korupsi. Padahal sampai 57 saksi diperiksa, tidak ada satu pun bukti Ibam memperkaya diri. Tidak ada konflik kepentingan untuk memperkaya orang lain. Dia hanya konsultan teknis, rela tolak tawaran asing, turun gaji demi negara, ngga punya jabatan dan kewenangan, selalu profesional dan netral dalam kasih masukan, tapi terjebak dalam pusaran para elite birokrasi. Masukan teknis Ibam yang sudah terdokumentasi baik, transparan akan kelebihan dan kekurangan, diceritakan sepotong-sepotong saja oleh pejabat pengadaan. Sehingga seakan-akan Ibam memaksa hanya Chromebook. Untungnya, Ibam punya banyak dokumentasi yang sudah jadi bukti di persidangan. Sudah terungkap di sidang bahwa: 1. Ibam bukan pejabat, tapi konsultan yayasan. Gaji Ibam sama sekali bukan dari APBN. 2. Ibam baru kenal Nadiem setelah dia jadi menteri. Ngga ada persekongkolan, dan ngga pernah ketemu personal. 3. Di banyak bukti chat & notulen rapat: Ibam tidak mengarahkan pengadaan, tidak buat kajian, bahkan Ibam minta kementerian untuk uji Chromebook dulu. 4. Pejabat Eselon I akhirnya mengakui: dia yang menolak masukan pengujian Ibam, dia yang memutuskan Chromebook lewat SK yang dia keluarkan. 5. Ahli IT telah menyatakan masukan Ibam sudah netral dan profesional, sesuai best practice keahlian, serta benar dalam menyerahkan keputusan ke kementerian. Puncaknya, nama Ibam dicatut ke dalam SK pengadaan yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Dalam pengesahan kajian Chromebook yang ditugaskan SK, tidak ada tanda tangan Ibam. Terungkap juga di sidang, belasan pejabat, termasuk yang berupaya ‘menyalahkan’ Ibam, mengakui telah menerima ratusan juta rupiah suap dari vendor. Namun mereka semua bebas, tidak ada yang jadi tersangka. Disaat mereka bebas, Ibam ditahan dan dituntut penjara. Bagiku perkara ini jelas. Suamiku bukan pelaku, tapi korban permainan elite birokrasi yang seenaknya melempar semua keputusan mereka pada Ibam. Sekarang, kami hampir sampai di ujung jalan. Ibam dituntut 22,5 tahun penjara. Dua terdakwa lain, pejabat Eselon II di Kemendikbud, yang mengatur pengadaan dan sudah mengakui ada aliran dana sampai miliaran rupiah, dituntut 6 tahun saja. Semakin kontras ketika surat tuntutan sendiri mengakui: tidak ada aliran dana ke Ibam. Tuntutan bilang di laporan SPT 2021, kekayaan Ibam naik Rp16,9 miliar. Ibam sudah tunjukkan bukti di persidangan kalau itu dari saham Bukalapak yang didapat jauh sebelum Ibam menjadi konsultan Kemendikbud, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Chromebook atau Gojek. Bukti itu ditolak JPU dalam tuntutannya. Mereka bilang karena Ibam sudah resign, sahamnya hangus. Mereka tidak paham kata-kata dalam surat pemberian saham, bahwa yang hangus hanya “saham yang belum diberikan”. Padahal, sebelum resign juga ada sebagian saham yang sudah diberikan. JPU menyatakan, karena mereka tolak bukti itu, Rp16,9 miliar Ibam diduga hasil korupsi, jadi mereka tuntut 15 tahun ditambah 7,5 tahun. Bagi kami, ini puncak dari kezaliman. Ibam yang tidak pernah, sekali lagi, TIDAK PERNAH ADA ALIRAN DANA SAMA SEKALI, dikriminalisasi atas prestasinya bantu negara, yang tidak ada hubungannya dengan perkara. Dua minggu lagi putusan Ibam akan dibacakan oleh Majelis Hakim, kami tetap berharap keadilan putusan bisa sesuai dengan fakta persidangan. Karena, ini bukan sekedar perkara hukum, ini menyangkut nasib seseorang, masa depan keluarga kami, anak-anak kami, serta kemerdekaan kami sekeluarga. Setahun terakhir ini adalah masa yang sangat berat bagi kami. Keluarga kami kehilangan penghasilan, kesehatan jantung Ibam kian memburuk, bahkan tabungan hidup kami terkuras habis untuk biaya medis dan biaya hukum. Namun, aku bersaksi bahwa Ibam adalah seorang perintis. Hidupnya penuh perjuangan dari kecil, insya Allah kami siap bangun dari nol lagi. Hanya saja, jika pengabdian untuk Indonesia harus dibayar semahal ini. Jika bukti persidangan sudah seterang ini, dan jika upaya mengkambinghitamkan Ibam sudah sekentara ini, dia tetap dipenjara puluhan tahun... Ini adalah ketidakadilan yang teramat pahit. Bukan hanya bagi Ibam, tapi bagi siapa pun yang pernah atau akan bantu bangsa ini dengan niat tulus. Apa memang berbakti bagi merah putih seberbahaya ini? Apa memang tidak ada keadilan bagi orang jujur yang sudah berkorban banyak bagi negara? Tolong bantu kami mencari keadilan untuk Ibam selagi masih ada waktu. Mohon bantu bagikan tulisan ini, pada rekan atau kerabat, konsultan atau pejabat, siapapun yang bisa bantu menyuarakan keadilan dan memberi perhatian. Agar tidak ada lagi profesional seperti Ibam yang jadi korban kriminalisasi. Jakarta, 16 April 2026 Ririe - Istri dari Ibrahim Arief (Ibam)

Indonesia
54
1.8K
5.9K
432K
David Alfa Sunarna
David Alfa Sunarna@davidsunarna·
Mungkin yang bingung se-urgent apa gua butuh Claude bisa lihat gambar ini. Konten viral gua lately dibuat sama dia. Di tiktok tembus 14.3 juta views dengan timing dan isu yang tepat. Hampir semua konten gua lately di prep sama doi. Banyak juga konten endorsement yang client puas banget gara2 dia, jadi real hasilin duit ratusan juta. Openclaw + Claude model gua, udah gua feed semua data konten gua yang viral dalam bentuk script maupun audio. Cara gua digest research konten gimana pun udah gua train. Dia udah bisa mandiri bikin script konten berdasar isu yang gua mau. Makanya gak bisa sembarangan “ganti ini itu”, gua coba pake GPT 5.3 Codex aduh hasilnya beda banget. Buat orang yang udah sering bikin script? hasilnya langit dan bumi compared sama Claude. Usage tiba2 gede ini baru kejadian dua hari, gak ngerti kenapa harus gua selesein segera sambil upgrade ke Max 20x 😹 Ini belom gua ngomongin B2B Web Ekspor yang dia jadi project managernya, ikutan coding juga. Aduh bisa gila + kehilangan duit kalau hidup tanpa AI. 😹 Last but not least, I’m not burning money buat bikin AI Slop. I’m generating real money with AI.
David Alfa Sunarna tweet mediaDavid Alfa Sunarna tweet media
David Alfa Sunarna@davidsunarna

Urgent ask. Ini kenapa Claude di openclaw gua jadi boros banget usageny? Udah sempet pindah ke GPT Codex masih kureng, tetep bagusan Opus 4.6 buat kerjaan gua. Anyone help please. Baru bikin research+script satu instagram reels udah segitu. 😭

Indonesia
14
49
558
41.8K
ilham
ilham@ilhamfputra·
Terima kasih banyak mas @harisfirdaus sudah meliput 🙏 Pasal.id akan terus saya kembangkan dan tentunya selalu gratis untuk diakses.
Haris Firdaus@harisfirdaus

Tulisan saya di @hariankompas tentang Pasal.id, platform untuk memudahkan publik mengakses dokumen peraturan perundang-undangan. Ada 40 ribu lebih dokumen peraturan dengan 936 ribu pasal di database Pasal.id. Semua dokumen itu bisa diakses dengan mudah, termasuk dengan mencari berdasarkan kata kunci tertentu. Pasal.id dikembangkan Mas @ilhamfputra dengan bantuan Claude Code. Bagi saya, platform ini adalah contoh penggunaan AI yang sangat bermanfaat untuk kepentingan publik. Terima kasih Mas Ilham sudah bersedia diwawancarai. Makasih juga Mbak @nabiylarisfa yang sudah mau dimintai pendapat. Tulisan lengkap bisa dicek di sini: kompas.id/artikel/menday…

Indonesia
8
10
59
4K
Putu Jojo
Putu Jojo@putu_jojo·
@tannerlinsley For tanstack start, I think it's need the tag updates information, why it's still RC, what is missing. If there's a dependency update, we have the information about it. Currently, it's hard to track the updates. Thank you in advance 😀
English
0
0
1
58
Putu Jojo retweetledi
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Bismillah, ini Ririe istrinya Ibam, baru recover akun ini 🙏🏼 Terimakasih doa & support untuk Ibam sekeluarga yang sedang berjuang melewati masalah hukum saat ini.. Berikut cuplikan video cerita Ibam, perkenankan juga aku sebagai istri cerita soal yang keluarga kami alami.. 📝 Aku mengenal Ibam sejak 2010 ketika dia sedang kuliah beasiswa di Eropa. Setahun kemudian kami menikah dan nekat memulai hidup baru dari nol di Belanda. Di awal pernikahan kami, Ibam bekerja sebagai software engineer di perusahaan AI logistik di Rotterdam, sementara aku lanjut kuliah S2 di Tilburg pada tahun 2013. Jujur, kami memulai pernikahan dengan penuh keterbatasan. Akad nikah dan resepsi kami juga sederhana di rumah supaya bisa berhemat. Sesampainya di Belanda, we had to build everything on our own karena keluarga kami bukan yang bisa "menyuntik" dana kapanpun kalau kami ada kekurangan. Ketika aku mulai kuliah, kami pindah ke kota kecil, Dordrecht. Di sana kami berbagi satu rumah kecil mungil dengan keluarga lain. Semua demi berhemat uang untuk bayar kuliahku. Tapi alhamdulillah, atas izin Allah, di tengah keterbatasan itu, aku lulus S2 dan kami dikaruniai kehamilan anak pertama. Dari masa-masa sulit itu, aku mengenal satu hal pasti tentang suamiku: Ibam adalah pekerja keras dengan integritas tinggi. Dia sangat detail, perfeksionis, dan selalu berjalan lurus sesuai aturan. Ngga pernah neko-neko. Tahun 2016, kami berada di persimpangan jalan. Sahabatnya mengajak Ibam pulang ke Indonesia untuk membantu Bukalapak. Berat sekali rasanya meninggalkan Belanda yang sudah nyaman. Tapi setelah diskusi panjang dengan keluarga, kami memutuskan untuk pulang. Di Indonesia, Ibam mencurahkan seluruh tenaganya untuk membangun tim engineering di sana. Dia selalu semangat kalau cerita soal ketemu pelapak dan gimana mereka terbantu pakai aplikasi yang timnya bangun. But, as his wife, aku juga melihat ada harga yang harus dibayar: kesehatannya. Ibam memang punya riwayat jantung bawaan dari Ibu dan Kakeknya. Jantungnya selalu berkerja ekstra keras, detaknya selalu di atas 105 bpm walau sedang istirahat. Yang tadinya di Belanda ngga pernah sakit-sakitan, sejak balik ke Indonesia setiap tahun selalu saja ada penyakit berat yang datang dan perlu macam-macam operasi dan rawat inap. Puncaknya di tahun 2023, tubuhnya seakan kasih sinyal mau kolaps. Siang hari ketika sedang kerja, Ibam tiba-tiba muntah-muntah dan oleng tidak bisa jalan. Kami segera bawa Ibam ke UGD. Alhamdulillah, kondisinya bisa distabilkan. Beberapa bulan kemudian setelah di MRI, ternyata Ibam kena stroke ringan yang merusak saraf vestibularnya. Sejak itu aktivitasnya mulai terhambat. Belum lagi, setahun sebelumnya dia juga didiagnosa diabetes, yang juga turunan dari keluarganya. Jujur, aku tidak paham apakah semua penyakit ini saling berkaitan atau tidak, karena aku bukan dokter. Yang jelas, as someone closest to him, I can see that Ibam has not been physically well for the past few years. Mundur sedikit ke Desember 2019. Waktu itu Ibam dapat tawaran dari Facebook di Inggris. Setelah bolak-balik wawancara ke London, he got the offer. I still remember how happy he was when he told me about it. Sebagai istri yang waktu itu sedang hamil anak kedua, aku sudah membayangkan akan melahirkan dan membesarkan anak-anak kami di sana. Tapi di saat bersamaan, Ibam dihubungi tim yang sedang bantu-bantu Kemendikbud. Mereka punya visi besar soal aplikasi untuk pendidikan Indonesia. Ibam galau. Tapi setelah ngobrol dengan mereka, dia cerita ke aku: "Kalau Facebook, 5-10 tahun lagi insya Allah masih ada. Tapi kesempatan bantu pemerintah dan pendidikan lewat teknologi kayak gini, langka banget rasanya. Ilmuku bangun aplikasi insya Allah bisa lebih bermanfaat buat banyak orang dengan kita tetap di Indo dan bikin aplikasi buat pendidikan Indonesia." Dan yang bikin kami lebih yakin, tim itu bilang semua biaya konsultan ditanggung sebuah yayasan dan ngga akan membebani negara sama sekali. Dengan bismillah dan istikharah, kami menolak London. Meski penghasilan jadi turun, kami yakin rezeki sudah diatur Allah. We said goodbye to London. Tahun berganti. Ibam bekerja sebagai konsultan eksternal kementerian sejak Januari 2020. Setelah kondisi kesehatannya makin nurun pasca stroke ringan, Ibam curhat ke aku kalau dia ingin resign. Dia ingin bangun startup sendiri sama temannya supaya bisa kerja sambil bedrest dari rumah. Di Juli 2024, setelah nabung dan kumpulin modal, mimpi sederhana itu akhirnya dimulai. Dia resign dan bikin startup AI yang support kesehatan mental. Tapi mimpi itu ngga bertahan lama. Tanggal 23 Mei 2025, hidup kami berubah drastis. Hari itu, ngga ada angin ngga ada hujan, rumah kami digeledah oleh APH (Aparat Penegak Hukum). Seumur hidup, belum pernah aku gemetar ketakutan seperti itu. Melihat petugas berseragam loreng hijau dan tim penyidik ada didalam rumah kami dengan jumlah yang ngga sedikit. Dengkul rasanya mau copot. Apa yang mereka tuduhkan terhadap Ibam? Tindak Pidana Korupsi yang merugikan negara. Rasanya seperti disambar petir. Ini kaya mimpi! Mustahil Ibam korupsi. Aku istri yang selalu bisa akses semua rekeningnya. Tidak pernah ada "uang kaget" atau dana ghaib masuk. Semua murni dari gajinya. Rasanya saat itu juga aku ingin langsung menyodorkan mutasi rekening kami ke para penyidik dan bilang, "Silakan cek, Pak!" Tidak ada yang kami tutupi. Lagipula, kalaupun Ibam dituduh merugikan negara, di bagian mana dia punya wewenang untuk ambil keputusan? Ibam selalu serahkan keputusan ke kementerian, he never had any authority to decide. Juli 2025, mimpi buruk itu menjadi nyata. Ibam ditetapkan sebagai tersangka. Aku menangis sejadi-jadinya, membayangkan nasib anak-anak kami. Coba bayangkan. Ibam itu posisinya cuma konsultan eksternal. Bukan pejabat, bukan PNS, apalagi pengambil keputusan. Tapi anehnya, dia malah dituduh "mengarahkan pengadaan" oleh para pejabat. Padahal dari awal Ibam kasih masukan tertulis untuk Windows juga, bukan cuma Chromebook. Dan sudah wanti-wanti kalau mereka mau pakai Chromebook ada risiko yang mereka perlu pastiin dulu. Tapi wanti-wantinya ngga didengar. Pejabat tetap jalan dengan keputusan mereka sendiri. Dan ketika jadi perkara, malah Ibam yang disalahin. Logikanya, kalau ada niat jahat untuk mengarahkan, kenapa mesti wanti-wanti soal risikonya? Ibam sudah berbuat layaknya seorang konsultan, kasih masukan objektif lalu serahkan keputusan ke pejabat. Yang lebih bikin nyesek, namanya dicatut di dalam SK dan kajian yang Ibam sendiri nggak pernah lihat wujudnya sampai kasus ini meledak. Di kajian itu ada kolom tanda tangan banyak orang dan kolom Ibam jelas-jelas kosong, tapi dia tetap dituduh yang nyusun kajiannya. Sekarang, Ibam jadi tahanan kota karena kondisi jantungnya yang rentan. Kami kehilangan segalanya. Ibam kehilangan pekerjaan, startup-nya berhenti dan harus layoff semua karyawan, dan keluarga kami kehilangan sumber nafkah. Tabungan kami sekarang hampir habis. Aku yang hanya ibu rumah tangga sekarang harus berdiri tegak mencari keadilan, termasuk mencari kuasa hukum yang sebisa mungkin pro bono karena kami ngga sanggup bayar pengacara Tipikor yang biayanya selangit. However, I truly believe there will always be a silver lining in everything, and Allah’s plan is always the best. Mungkin ini cara Allah mau menaikkan derajat Ibam di sisi-Nya. Di balik status tersangka ini, aku tahu integritas suamiku tak pernah berubah sejak kami susah payah di Belanda dulu. Aku memohon doa dan dukungan dari teman-teman semua untuk membagikan dan menyuarakan ketidakadilan ini. Semoga Ibam diberikan kebebasan dan keadilan. Semoga kami dan anak-anak bisa kembali hidup normal, dan badai ini segera berlalu. Allahumma aamiin.
Indonesia
169
2.7K
4.4K
503.7K
Putu Jojo
Putu Jojo@putu_jojo·
@shadcn Love the updates! but, is it a bug (see the image)? scandir `...` sometimes it does scandir My music, Application data, etc. Maybe it's related to the recent React issues 👀
Putu Jojo tweet media
English
0
0
0
63
shadcn
shadcn@shadcn·
Introducing shadcn/create – Build your own shadcn/ui Customize Everything. Pick your component library, icons, base color, theme, fonts and build something that doesn’t look like everything else. Now available for Next.js, Vite, TanStack Start and v0.
English
473
1K
9.3K
1.1M
Putu Jojo retweetledi
Linus ✦ Ekenstam
Linus ✦ Ekenstam@LinusEkenstam·
Now this is a simple UX for mixing together images into new ones using AI Feels like it could be made slightly sleeker, but outputs are 😱 Try it now with any image ⬇️ artbreeder.com/create/mixer
English
37
397
1.7K
249.3K
Putu Jojo
Putu Jojo@putu_jojo·
@dwinawan_ Kapan-kapan buat tutorial untuk buat tutorial juga dong mas, kaya gini
Indonesia
0
0
1
0
Dwinawan
Dwinawan@dwinawan_·
Tips design biar UI Design terlihat rapih. Coba dipraktekkin dan tag hasil nya ya 😁
Dwinawan tweet media
Indonesia
6
192
1K
0
Putu Jojo
Putu Jojo@putu_jojo·
@veeuix Curious with the plugin list 👀
English
1
0
0
0