Stefaquèra

6.4K posts

Stefaquèra banner
Stefaquèra

Stefaquèra

@stefaquera

Katılım Kasım 2023
649 Takip Edilen545 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Stefaquèra
Stefaquèra@stefaquera·
dosen semangka greenflag di luar (waktu ngajar) redflag di dalam (nilai)
Stefaquèra tweet media
Indonesia
0
0
1
581
Stefaquèra retweetledi
qq ✿🍉
qq ✿🍉@jeongssaem·
korea UMR 25 juta protes americano harga 50rb banyak yg setuju, di indo umr 4 - 5 juta protes matcha harga 100rb langsung rame “BERARTI TARGET MARKETNYA BUKAN ELUUUUU”
siti kusmini@babymetaall

@tang__kira Budaya korsel yg aku suka yaitu suka mengkritik harga makanan yg over Kalo di indo overprice malah dikatain "buat yg mampu beli aja" PREETTT

Indonesia
390
27.5K
84.4K
1.8M
Stefaquèra retweetledi
Abul Muzaffar
Abul Muzaffar@abulmuzaffar10·
FENOMENA INDO GA BOLEH MAJU? Itu bisa dikaitkan dengan teori world systems-nya Immanuel Wallerstein. Gimana itu? Simpel aja.. Wallerstein membagi negara-negara di dunia menjadi tiga - Core: Negara yang punya teknologi, modal, paten, merek, keuangan, dan pasar global. - Periphery: negara yang hanya punya bahan mentah, buruh, lahan dan konsumen - Semi-periphery: sama kek periphery, tapi dia punya industri yg sedikit berkembang. Indonesia itu contoh negara semi-periphery, dia konsumen produk negara core dan hanya bisa ekspor bahan mentah. Masalahnya, untuk naik jadi negara core, itu sulit banget. Perlu modal, teknologi, pendidikan SDM. Perlu political will yang luar biasa. BUTUH ELIT-ELIT YANG MAU INDO JADI NEGARA MAJU, bukan cuman jadiin Indo sapi perah. Dan tantangan lainnya, negara core yang udah maju duluan biasanya membatasi akses negara berkembang untuk bisa naik kelas. Lewat monopoli teknologi, hak cipta, modal dsb. Source gambar: newellta.weebly.com/wallersteins-w…
Abul Muzaffar tweet media
Ardianto Satriawan@ardisatriawan

Sebenernya belasan tahun yang lalu, dosen saya pernah bilang, Indonesia itu memang sengaja dibuat ga boleh maju, karena negara Indonesia dengan jumlah penduduknya dan kekayaan alamnya, memang diset sebagai negara “konsumen”. Rakyat Indonesia jadi marketnya produk teknologi, bukan produsen. Sementara bahan baku dan segala sumber daya alam juga agar bisa dijual murah keluar negri. Misalnya saja silikon diexpor. Lalu setelah jadi chip dan elektronik, dijual lagi ke Indonesia dengan harga mahal. Nyambung juga dengan bahasan ini dimana bagi kelompok atas tertentu, rakyat bodoh lebih mudah dikendalikan dibanding rakyat yang teredukasi. Masyarakat bodoh dan miskin jadi santapan utama agar suara mereka mudah dibeli.

Indonesia
15
276
844
28.7K
Stefaquèra retweetledi
Ardianto Satriawan
Ardianto Satriawan@ardisatriawan·
Sebenernya belasan tahun yang lalu, dosen saya pernah bilang, Indonesia itu memang sengaja dibuat ga boleh maju, karena negara Indonesia dengan jumlah penduduknya dan kekayaan alamnya, memang diset sebagai negara “konsumen”. Rakyat Indonesia jadi marketnya produk teknologi, bukan produsen. Sementara bahan baku dan segala sumber daya alam juga agar bisa dijual murah keluar negri. Misalnya saja silikon diexpor. Lalu setelah jadi chip dan elektronik, dijual lagi ke Indonesia dengan harga mahal. Nyambung juga dengan bahasan ini dimana bagi kelompok atas tertentu, rakyat bodoh lebih mudah dikendalikan dibanding rakyat yang teredukasi. Masyarakat bodoh dan miskin jadi santapan utama agar suara mereka mudah dibeli.
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, Ahok baru ngomong sesuatu soal Chromebook dan MBG yang menurut gue paling jujur dan paling berani dari siapapun yang gue dengar dalam beberapa bulan terakhir. Dan dia ngomongnya bukan sebagai pembela Nadiem. Dia ngomong sebagai orang yang paham betul bagaimana sistem pendidikan dan teknologi seharusnya bekerja. Soal Chromebook dan kenapa Ahok marah: Ahok bilang dengan sangat tegas: pengadaan Chromebook itu sebenarnya adalah kebijakan yang sangat masuk akal secara logika. Chromebook itu bukan laptop biasa. Operating system-nya berbasis cloud sekali beli langsung include semuanya, tidak perlu diperbarui terus-menerus. Harganya jauh lebih terjangkau dari laptop konvensional. Dan yang paling penting sistemnya dirancang agar anak tidak bisa nonton video porno, tidak bisa judi online, dan seluruh aktivitas belajar bisa dipantau. Ahok kasih contoh nyata. Ada guru di Jawa Barat yang punya empat sertifikat internasional bisa mengajar di level dunia. Ujiannya hanya 10 dolar. Bayangkan kalau semua guru Indonesia bisa akses sertifikasi seperti itu lewat Chromebook yang terhubung Starlink di daerah terpencil anak di kampung tiba-tiba bisa belajar setara dengan anak di Kanada atau Australia. Itu bukan mimpi. Itu sudah bisa dilakukan sekarang dengan teknologi yang ada. "Bayangin kalau semua anak kita di kampung ada Starlink juga kan. Anak di kampung kita tiba-tiba belajar setara dengan orang di Kanada atau di Amerika atau di Australia." Lalu kenapa Ahok merasa ini sengaja dihambat: Ahok bilang dengan sangat hati-hati karena takut diproses hukum lagi tapi dia tetap bilang: "Saya pikir ini sengaja." Logikanya sederhana dan sangat keras. Kalau rakyat pintar, rakyat kritis, rakyat bisa akses informasi dari mana saja mereka lebih sulit dikuasai. Lebih sulit dibohongi. Lebih sulit dimanipulasi menjelang pemilu. Sistem yang membiarkan rakyat bodoh dan miskin adalah sistem yang menguntungkan mereka yang berkuasa. Karena rakyat yang bodoh dan miskin lebih mudah disuap dengan sembako, lebih mudah digiring dengan hoaks, lebih mudah dikontrol dengan ketergantungan pada program-program yang terkesan murah hati tapi tidak memberdayakan. MBG- makan bergizi gratis menurut Ahok adalah contoh dari cara berpikir yang sama. Daripada kasih rakyat laptop yang bisa membuka pintu dunia, lebih mudah kasih makanan yang habis dimakan dan orang tetap tergantung besok makannya dari mana. "Kalau saya tanya mau bikin sekolah bagus, kasih makan bergizi atau rakyat punya laptop yang bisa komunikasi ke mana-mana?" Yang paling menohok soal survei dan legitimasi: Ahok tidak berhenti di situ. Dia lanjutkan dengan sesuatu yang sangat pedas. Pemerintah melakukan survei. Rakyat bilang mereka suka makanan gratis. Lalu itu dijadikan legitimasi untuk program MBG. Seolah-olah karena rakyat minta ya sudah diberikan. Tapi Ahok membaliknya: kalau kamu memberikan sesuatu kepada orang yang tidak pernah tahu bahwa ada pilihan yang jauh lebih baik tentu mereka akan pilih yang ada di depan mata. Itu bukan preferensi yang genuine. Itu keterbatasan informasi yang dimanfaatkan sebagai justifikasi. "Mereka juga pintar. Dia survei, Pak. Rakyat suka makanan itu jadi legitimasi." Dan soal Nadiem yang sekarang dituntut 27 tahun: Ahok tidak membela Nadiem secara personal. Tapi dia bilang satu hal yang sangat logis dan sangat sulit dibantah: Menteri itu tidak pernah menyentuh anggaran secara langsung. Menteri membuat kebijakan. Yang mengeksekusi adalah birokrasi di bawahnya. Kalau ada yang salah dalam eksekusi pertanyaannya adalah: apakah menteri yang memerintahkan secara eksplisit? Apakah ada aliran dana yang bisa dibuktikan masuk ke kantong menteri? PPATK sudah menjawab: tidak ada. Nol aliran dana ke Nadiem dari siapapun. "Saya pikir ya ini soal profesionalisme. Menteri kan enggak pernah nyentuh anggaran perantaran kan, kecuali dia nyuruh ya atau terima ya." Ahok tidak sedang bicara soal Chromebook sebagai produk. Dia sedang bicara soal pilihan fundamental sebuah bangsa: apakah kita mau membangun rakyat yang pintar dan mandiri, atau kita mau mempertahankan sistem di mana rakyat tetap bergantung pada belas kasihan penguasa? MBG memberikan makan hari ini. Chromebook bisa mengubah nasib seumur hidup. Dan ketika kebijakan yang lebih transformatif justru dipersoalkan secara hukum sementara program yang lebih konsumtif dirayakan sebagai prestasi itu bukan kebetulan. Itu adalah pilihan yang sangat disengaja oleh mereka yang paling diuntungkan dari rakyat yang tetap tidak berdaya.

Indonesia
124
4.3K
11.2K
393K
Stefaquèra retweetledi
The Institute for Ecosoc Rights
Pembubaran lembaga Eijkman ini kerja jahatnya presiden perusak Indonesia: @jokowi
Dravenwe@DravenweX

Profesor Herawati Sudoyo, Pahlawan Bom Bali yang "dikalahkan" oleh tembok birokrasi negara sendiri. Lo bayangin, kepolisian dunia aja hormat sama beliau karena sukses bongkar identitas pelaku Bom Bali cuma dari serpihan DNA. Tapi pas di negaranya sendiri, nasib beliau dan timnya malah berakhir ngenes gara-gara urusan administratif. Namanya Prof. Herawati Sudoyo, salah satu otak paling cerdas di Lembaga Eijkman. Pas kejadian Bom Bali 2002, beliau dan timnya kerja gila-gilaan buat identifikasi pelaku lewat sisa-sisa DNA di lokasi ledakan. Berkat beliau, kasus-kasus terorisme besar bisa terungkap secara ilmiah. Di tangan beliau, Lembaga Eijkman jadi markas riset genetika paling bergengsi di dunia. Bukan kaleng-kaleng, ilmuwan luar negeri aja segan sama riset mereka. Tapi ya gitu, musuh terberat orang pinter di sini bukan virus, tapi birokrasi. Plot twist paling pahitnya terjadi awal 2022. Lembaga bersejarah ini dibubarin dan dilebur secara paksa ke instansi riset baru. Alhasil? Ratusan ilmuwan dan peneliti elit dipecat massal dalam semalam cuma karena mereka bukan PNS. Bayangin, orang-orang yang udah ngabdi puluhan tahun demi kemajuan sains Indonesia, disuruh angkat kaki cuma karena masalah dokumen status pegawai. Dr. Herawati dan timnya harus ninggalin laboratorium tempat mereka nyetak sejarah internasional. Ini jadi bukti nyata kalau di sini, "surat sakti" birokrasi kadang lebih berkuasa daripada otak jenius yang diakuin dunia. Padahal kita butuh lebih banyak orang kayak mereka, bukan malah bikin mereka "patah hati" sama negaranya sendiri. Respek buat Prof. Herawati dan para ilmuwan Eijkman. Mereka udah kasih yang terbaik buat Indonesia, meskipun akhirnya harus "menelan luka" gara-gara sistem yang kaku. Pahlawan sains yang sebenernya.🫡✨

Indonesia
20
1.5K
3.9K
64.8K
Stefaquèra retweetledi
Abul Muzaffar
Abul Muzaffar@abulmuzaffar10·
Ya belum dilaporin lah ke publik. Kan belum jelas juga apakah rugi dan untung. Nanti publik juga curiga dong kalau investasi danantara pada ketahuan wwkwkkwkwkwk Kalau kita pakai santiago principles.. yang namanya SWF (Sovereign Wealth Fund) itu dianjurkan membuat laporan keuangan dan tahunan. Dan ini mah udah dilakukan oleh Norwegia, Singapura (terutama Temasek) dan juga Selandia Baru. Di negara-negara yang SWFnya berhasil ini, mereka transparan kok soal laporan keuangannya. Bahkan, SWFnya Saudi yang notabene negara otoriter aja bikin laporan tahunan dan keuangannya terbuka ke publik. Silakan cek disini: pif.gov.sa/-/media/projec… Buat yang ga tahu SWF itu apa.. SWF itu lembaga investasi milik negara yang kerjanya ngelola aset negara. SWF yang bagus itu yang kerjanya profesional, transparan dan ngehasilin laba. Contoh SWF sukses itu kek Singapura dan Norwegia. Norwegia aja bisa bikin welfare state dari SWFnya loh. Source : Sindonews.
Abul Muzaffar tweet media
TheEconopost.com@TheEconopost

Alasan SWF Danantara tak publikasi Lapkeu ke warga RI

Indonesia
24
416
1.3K
68.2K
Stefaquèra retweetledi
Stefaquèra retweetledi
Dravenwe
Dravenwe@DravenweX·
Profesor Herawati Sudoyo, Pahlawan Bom Bali yang "dikalahkan" oleh tembok birokrasi negara sendiri. Lo bayangin, kepolisian dunia aja hormat sama beliau karena sukses bongkar identitas pelaku Bom Bali cuma dari serpihan DNA. Tapi pas di negaranya sendiri, nasib beliau dan timnya malah berakhir ngenes gara-gara urusan administratif. Namanya Prof. Herawati Sudoyo, salah satu otak paling cerdas di Lembaga Eijkman. Pas kejadian Bom Bali 2002, beliau dan timnya kerja gila-gilaan buat identifikasi pelaku lewat sisa-sisa DNA di lokasi ledakan. Berkat beliau, kasus-kasus terorisme besar bisa terungkap secara ilmiah. Di tangan beliau, Lembaga Eijkman jadi markas riset genetika paling bergengsi di dunia. Bukan kaleng-kaleng, ilmuwan luar negeri aja segan sama riset mereka. Tapi ya gitu, musuh terberat orang pinter di sini bukan virus, tapi birokrasi. Plot twist paling pahitnya terjadi awal 2022. Lembaga bersejarah ini dibubarin dan dilebur secara paksa ke instansi riset baru. Alhasil? Ratusan ilmuwan dan peneliti elit dipecat massal dalam semalam cuma karena mereka bukan PNS. Bayangin, orang-orang yang udah ngabdi puluhan tahun demi kemajuan sains Indonesia, disuruh angkat kaki cuma karena masalah dokumen status pegawai. Dr. Herawati dan timnya harus ninggalin laboratorium tempat mereka nyetak sejarah internasional. Ini jadi bukti nyata kalau di sini, "surat sakti" birokrasi kadang lebih berkuasa daripada otak jenius yang diakuin dunia. Padahal kita butuh lebih banyak orang kayak mereka, bukan malah bikin mereka "patah hati" sama negaranya sendiri. Respek buat Prof. Herawati dan para ilmuwan Eijkman. Mereka udah kasih yang terbaik buat Indonesia, meskipun akhirnya harus "menelan luka" gara-gara sistem yang kaku. Pahlawan sains yang sebenernya.🫡✨
Dravenwe tweet mediaDravenwe tweet media
Indonesia
294
7.8K
20.3K
1.1M
Stefaquèra retweetledi
Ahmad Arif
Ahmad Arif@aik_arif·
Saya rangkum poin-poin penting dari tulisan @TheEconomist terkait Indonesia terbaru. Silakan renungkan sendiri: The Economist menilai pemerintahan Prabowo Subianto terlalu boros secara fiskal dan makin otoriter secara politik. Program makan gratis dan koperasi desa dianggap membebani anggaran di tengah penerimaan pajak melemah dan subsidi energi membengkak. Defisit mendekati batas 3% PDB, dengan risiko penurunan rating utang, pelemahan rupiah, dan keluarnya modal asing. Pencopotan Sri Mulyani Indrawati disebut sebagai tanda melemahnya disiplin fiskal. Kekuasaan politik dan ekonomi dinilai makin tersentralisasi melalui Danantara, BUMN, dan pelemahan independensi Bank Indonesia. Artikel juga menyoroti menguatnya peran militer dan melemahnya oposisi parlemen, memunculkan kekhawatiran kembalinya pola Orde Baru. The Economist menyebut gaya sentralisasi dan kontrol elite Prabowo lebih mirip Sukarno, tetapi kekhawatiran publik terhadap militerisme mengingatkan pada era Soeharto. Meski begitu, The Economist mencatat Prabowo belum sepenuhnya represif dan masih menunjukkan beberapa sikap moderat. Kesimpulan utamanya: Indonesia dinilai sedang bergerak menjauh dari semangat Reformasi, dengan risiko ekonomi dan demokrasi yang sama-sama meningkat.
Ahmad Arif@aik_arif

Kalau yang nulis orang Indonesia bakal dicap antek asing nih. Nah, sekarang yang nulis dari luar beneran. Artinya, mata dunia semakin terbuka tentang situasi di Indonesia. Dan ini bukan hanya media Barat, sebelumnya Kamar Dagang China juga komplain ttg situasi Indonesia. Apa masih akan menggunakan narasi antiasing untuk delegitimasi kritik dan masukan? Khawatir rupiah bakal terus nyungsep.

Indonesia
65
4.8K
9.2K
211.6K
Stefaquèra retweetledi
Sisters in Danger x Simponi
Sisters in Danger x Simponi@SistersInDanger·
Anggapan anak perempuan membawa “karma” ayahnya itu tidak logis & misoginis. Tidak logis karena anak tak bisa memilih lahir dari siapa atau mengendalikan tindakan orang tuanya. 😮‍💨 Misoginis karena perempuan dijadikan penanggung moral atas tindakan laki-laki. 😒
🐈‍⬛@dosthought

sedih kl ada yg bilang anak cewe carry their dad's karma :c it feels like im being blamed for smth i never did

Indonesia
26
2.5K
7.2K
94.6K
Stefaquèra retweetledi
Bad News From Indonesia
Indonesia kembali mendapat pengakuan internasional sebagai destinasi wisata favorit dunia 2026. Kabar ini menjadi bukti bahwa kekayaan alam dan budaya kita terus menarik perhatian dunia melalui lensa kamera. Tapi, coba kita lihat apa yang terjadi saat kamera itu dimatikan?
Bad News From Indonesia tweet media
Good News From Indonesia@GNFI

Indonesia
24
4K
8.9K
116K
Stefaquèra retweetledi
Uni Imas Wahyuni
Uni Imas Wahyuni@Imas_uni·
Tapi tapi 5€ ku juga bisa ku beli ayam ½kg 2,5€ dn beras 1kg 2€, Minyak mau tau gak? Seliter 1,5€ alias 30ribu 🗣️: "jgn apa2 d Rupiahin!" Gakk!, biar pada melek, bahan pokok kita hampir sama harganya, tapi UMR beda Ampe 10x lipat! Pemerintah dzalim itu emng nyata!
Dayang Indah@DayangIndah4

@Imas_uni 5 euro. Saya bisa beli ayam 1/5 kg. Rp. 20.000 Minyak bimoli 1 kg. Rp 23.000. Cabe 1/5 kg Rp. 20.000. Bawang 1/5 kg Rp. 12.000. Ikan laut 1/5 kg. Rp. 20.000. Sisa Rp. 5000.

Indonesia
134
13.2K
30.6K
843.7K
Stefaquèra retweetledi
miw.
miw.@lilaccountz·
ini kita terkesan diem diem aja bukannya terlalu santai tapi semua org terutama warga kelas menengah dan kelas bawah udah dibuat pusing dan ngos ngosan nyari nafkah. semua dibuat sibuk dan capek buat menuhin perut. sdgkan kebanyakan warga kelas atas anteng karena kelemahan rupiah ga terlalu berdampak sama mereka💔
TxtdariHI@TxtdariHI

BREAKING 🚨 Malah 17,5k 😭

Indonesia
124
5.9K
13.2K
823.8K
Stefaquèra retweetledi