V 4

59.7K posts

V 4 banner
V 4

V 4

@venomize

Σ Male • 태권도 • NO ME AMES • Keep scrolling stalker!

dunia nyata Katılım Ekim 2009
3K Takip Edilen3.7K Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
V 4
V 4@venomize·
"Wahai manusia yang meninggalkan sholat, musibahmu lebih dahsyat dari musibah Iblis."
Indonesia
2
18
71
26.3K
V 4 retweetledi
Jvnior
Jvnior@Jvnior·
Israel ARRESTED this 13 year old Palestinian girl. According to the law just passed, she could now be executed “legally” in the prison. Please don’t let them kill her. Repost this.
English
1.8K
31.7K
43.8K
2M
V 4 retweetledi
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
#TempoThread Rudi Sutanto alias @kurawa, buzzer politik yang sering wara-wiri di media sosial, kini resmi jadi Staf Khusus di @kemkomdigi. Buzzer politik jadi Staf Khusus? Gak bahaya, ta?🤷‍♀️ A Thread
tempo.co tweet media
Indonesia
481
3.8K
7.4K
570.6K
V 4
V 4@venomize·
@Jateng_Twit Astagfirullah, jahitannya.. Semoga lekas sehat, baik fisik dan traumanya buat para korban.
Indonesia
0
0
0
110
Info Jateng
Info Jateng@Jateng_Twit·
Pembegalan tadi pagi lur, lokasi di Jl Halmahera raya depan Toko Bangunan. Korban mau berangkat ke gereja, dijemput temannya perempuan, saat temannya menunggu digerbang, datang 2 orang begal di depan rumah, korban yang hendak menyelamatkan temannya dilukai pakai pisau. Korban mengalami luka luka, dahinya dijahit 15, pipinya 2 jahitan, jarinya jg kena pisau pelaku. . Pelaku membawa kabur uang yg ada di dompet, sedang dompetnya dilempar ke jalan, diteriakin pejalan kaki dan pesepeda, dikejar orang2 tp kalah cepet. . Hati hati lur, tetep fokus lan waspada 06.30//05.04.2026 . ~ infokejadian__semarang
Indonesia
172
648
1.6K
118K
V 4 retweetledi
S. B. Yudhoyono
S. B. Yudhoyono@SBYudhoyono·
Indonesia berduka karena tiga prajurit yang bertugas sebagai penjaga perdamaian (peacekeeper) di Libanon gugur. Beberapa prajurit juga mengalami luka berat, termasuk dalam insiden ketiga kemarin, di tempat penugasan mereka. Ketika saya ikut memberikan penghormatan kepada jenasah Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadon, hati saya ikut tergetar. Memang seorang prajurit disumpah untuk siap mengorbankan jiwa dan raganya ketika tugas negara memanggil. Namun, saya bisa merasakan duka yang mendalam dari keluarga mereka (istri, anak dan orang tua) yang hadir di Cengkareng semalam. Saat saya ikut mengucapkan bela sungkawa yang mendalam kepada mereka, saya tahu arti air mata yang jatuh di pipi mereka. Merasakan ini semua, secara pribadi saya mendukung langkah-langkah pemerintahan Presiden Prabowo yang mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan investigasi secara serius, jujur dan adil. Indonesia berhak untuk itu. PBB (utamanya UNIFIL) dengan penuh rasa tanggung jawab, harus bisa menjelaskan mengapa sejumlah insiden beruntun yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka “peacekeeper” dari Indonesia itu terjadi. Saya tahu bahwa investigasi dalam situasi pertempuran yang amat dinamis sering tidak mudah. Tetapi, bagaimanapun tetap dapat dilaksanakan dengan harapan hasilnya dapat dinalar dan masuk akal (acceptable, believable narrative). Saya pernah mengemban tugas PBB di Bosnia (former Yugoslavia) tahun 1995-1996. Dengan pangkat Brigadir Jenderal, saya menjadi Kepala Pengamat Militer PBB. Investigasi terhadap pelanggaran gencatan senjata juga sering kami lakukan. Sebagai bentuk dukungan terhadap langkah-langkah pemerintah kita, menyusul gugur dan luka-lukanya prajurit Indonesia tersebut, saya ingin menambahkan satu, dua hal. Satuan pemeliharaan perdamaian PBB, contohnya Kontingen Garuda XXIII/S yang sedang mengemban tugas di Libanon saat ini, tugasnya adalah untuk menjaga perdamaian (peacekeeping), bukan “peacemaking”. “Peacekeeper” tidak dipersenjatai secara kuat dan tidak pula diberikan mandat untuk melaksanakan tugas-tugas pertempuran. Ini diatur dalam Chapter 6 Piagam PBB. Bukan Chapter 7 yang punya misi “to enforce the peace”, dalam arti melaksanakan tugas yang “lebih keras” untuk sebuah “peacemaking”. Mereka bertugas di “blue line” atau di wilayah “blue zone”, yang bukan merupakan daerah pertempuran atau “war zone”. Kontingen Indonesia, hakikatnya bertugas di “Blue Line” yang memisahkan teritori Israel dengan teritori Libanon. Sekarang ini, kenyataannya yang semula mereka berada di sekitar “Blue Line” kini sudah berada di “war zone”, yang sehari-hari sudah berkecamuk pertempuran antara pihak Israel dan Hizbullah. Bahkan dikabarkan pasukan Israel sudah maju 7 km dari “Blue Line”. Keadaan ini tentu sangat berbahaya bagi “peacekeeper” karena setiap saat bisa menjadi korban dari pertempuran yang tengah berlangsung. Dengan argumentasi ini, seharusnya PBB, New York segera mengambil keputusan dan langkah yang tegas untuk menghentikan penugasan UNIFIL dan atau memindahkan lokasi mereka ke luar medan pertempuran yang masih membara saat ini. Dewan Keamanan PBB harus segera bersidang dan bisa mengeluarkan resolusi yang tegas dan jelas. Saya masih ingat ketika sebagai Menkopolkam RI, harus menghadiri Sidang DK PBB tahun 2000 karena ada insiden di Atambua yang menewaskan 3 orang petugas kemanusiaan PBB akibat unjuk rasa yang terjadi di wilayah Atambua, NTT waktu itu. PBB tidak boleh pilih kasih dan menggunakan standar ganda. Sebagaimana yang dilakukan Presiden Prabowo, secara pribadi, saya juga merasa punya kewajiban moral untuk ikut memperjuangkan keadilan bagi prajurit-prajurit TNI yang menjadi korban di Libanon ini. Mengapa? Ketika menjadi presiden Indonesia dulu, saya berinisiatif dan mengusulkan kepada PBB untuk mengirimkan satu batalyon plus Indonesia sebagai bagian dari Pasukan Pemeliharaan Perdamaian PBB di Libanon. Ini ada sejarahnya. Pada bulan Agustus 2006 terjadi perang antara Israel dan Libanon. Korban berjatuhan utamanya di pihak Libanon. DK PBB belum melakukan langkah-langkah yang efektif untuk menghentikan peperangan tersebut. Ketika PM Malaysia Abdullah Badawi (Alm) berkunjung ke Jakarta, saya mengusulkan agar beliau, dalam kapasitasnya sebagai Chair of OIC (Organisasi Kerjasama Islam) untuk menggelar “emergency meeting” guna mendesak PBB untuk segera bertindak. Beberapa hari kemudian, PM Abdullah Badawi menggelar pertemuan darurat OKI di Kuala Lumpur. Di samping Indonesia dan Malaysia, pemimpin lain yang hadir adalah Presiden Iran Ahmadinejad, Perdana Menteri Turkiye Erdogan dan Perdana Menteri Libanon Siniora. Juga hadir beberapa kepala negara/kepala pemerintahan yang lain. Dalam pertemuan itu pula, saya menyampaikan Indonesia siap untuk mengirimkan pasukan satu batalyon diperkuat sebagai bagian dari “peacekeeping mission” di perbatasan Israel dan Libanon. Artinya, setelah terjadi “ceasefire” atas usaha dari PBB, Indonesia siap mengawasi pelaksanaan gencatan senjata tersebut. Saya masih ingat, karena dipersyaratkan penggunaan kendaraan tempur mekanis dan Anoa kita belum siap, segera saya menelepon Presiden Perancis Jacques Chirac, dengan tujuan Indonesia ingin membeli kendaraan tempur VAB buatan Perancis untuk segera bisa dikirim ke Libanon. Alhamdulillah, Perancis bersedia dan bahkan proses pengirimannya berlangsung secara cepat karena dalam pengadaan alutsista tersebut saya menggunakan format G to G (government to government). Memang waktu itu kita tidak melibatkan pihak swasta. Kontingen Indonesia pertama, Garuda XXIII/A, tiga bulan kemudian (November 2006) sudah bisa berangkat ke Libanon. Untuk diketahui, 3 orang anggota kabinet Presiden Prabowo adalah bagian dari kontingen Indonesia tersebut, yaitu Kapten Kav Muhammad Iftitah Sulaiman, Lettu Inf Agus Harimurti Yudhoyono, dan Lettu Kav Ossy Dermawan. Hingga tahun 2026 ini, sudah 19 kali kontingen kita bertugas di Libanon dengan masa penugasan rata-rata satu tahun. Mungkin, ini yang terlama dalam misi PBB yang diemban oleh pasukan Indonesia. Sebagai seorang sesepuh dan senior TNI, saya sampaikan kepada para prajurit Kontingen Garuda XXIII/S yang masih berada di Libanon untuk tetap bersemangat dalam mengemban tugas mulia. Do your best dan jaga diri baik-baik. Keluarga yang mencintai kalian menunggu kehadiran kembali di Tanah Air. *SBY*
Indonesia
471
728
3.8K
342.5K
V 4 retweetledi
Idris
Idris@7signxx·
"Last night, from the prison where Gazan Muslims awaiting execution were held, cries of Takbir rose." Whoever is able to do something about and refuses to, may Allah hold them all responsible... ©s2jnews
English
321
12.9K
29.8K
552.8K
V 4 retweetledi
AirinNz_KembaliLagi
AirinNz_KembaliLagi@AirinDatangLagi·
Kurang BUSUK apa lagi Mulyono..!!
Indonesia
47
632
1.2K
15.5K
V 4 retweetledi
Iman Zanatul Haeri
Iman Zanatul Haeri@zanatul_91·
Ada orang naik motor di daerah 3T (terpencil), membandingkan bangunan dapur MBG (SPPG) dengan bangunan sekolah yang menerima MBG. lebih bagus bangunan SPPG daripada sekolahnya 🥲
Indonesia
649
16.7K
44.2K
831.1K
V 4 retweetledi
•
@Alhamdhulillaah·
Cristiano Ronaldo: "Bismillah."
Español
83
2.1K
18.1K
1.4M
V 4 retweetledi
sarah
sarah@sahouraxo·
Israel killed 3 Indonesian UN peacekeepers in South Lebanon. They were wearing blue helmets. They were in UN uniforms. They were peacekeepers. Israel bombed them anyway. Not a peep in Western media. Not a word from the international community. Kick Israel out of the UN.
English
1.3K
58.3K
176K
2.2M
V 4 retweetledi
dunia kegelisahan
dunia kegelisahan@IndonesiaFedera·
Tahukah Kamu... Orang yang pertama menulis Bismillah adalah : Nabi Sulaiman AS (QS.An-Naml : 30) Orang yang pertama menulis dengan pena adalah : Nabi Idris AS (HR. Ahmad & Ibnu Hibban) Orang yang pertama minum air zam-zam adalah : Nabi Ismail AS (HR. Bukhari) Orang yang pertama berkhitan adalah : Nabi Ibrahim AS (HR. Bukhari dan Muslim) Orang yang pertama dipanggil dihari Kiamat adalah: Nabi Adam AS (HR. Tirmidzi) Orang yang pertama dibangkitkan dihari Kiamat adalah : Nabi Muhammad SAW (HR. Muslim) Orang yang pertama masuk surga adalah : Nabi Muhammad SAW (HR. Muslim) Jangan lupa bagikan dan simpan ya🙏🙏
Indonesia
30
624
2.5K
49.3K
V 4 retweetledi
Weather Monitor
Weather Monitor@WeatherMonitors·
Indonesia is on track to become the world champion of tropical deforestation. Under the Prabowo administration, over 433,000 hectares were cleared in 2025, nearly double the previous year. Driven by mining and palm oil, the loss equals six times the size of Singapore.
English
1.7K
12.6K
16K
610K
V 4 retweetledi
TxtdrYongL4dy
TxtdrYongL4dy@__MeIsMine·
@catchmeupco @venomize Udah dibilang korupsi berjamaah tapi ga ada yg percaya, nyampe memang MBG nya tapi cuma sekian persen, terlalu panjang birokrasinya
Indonesia
0
1
2
209
V 4 retweetledi
Catch Me Up!
Catch Me Up!@catchmeupco·
Jadi, sebenarnya MBG program untuk meningkatkan mutu pendidikan anak-anak, atau apa?
Catch Me Up! tweet media
Indonesia
498
12.1K
25.9K
364.6K
V 4 retweetledi
Save Gaza
Save Gaza@Alee93ale·
🚨HOLY SHIT !!!!! Israeli politician Yitzik Kroizer says killing Palestinian children is normal if it supports the IDF mission. He adds there are no innocent children in the West Bank. Repost this. Please I beg you
English
1.6K
32.3K
41.6K
805.3K
V 4 retweetledi
Dokter Tifa
Dokter Tifa@DokterTifa·
SI PENIPU DITIPU RAJA TIPU Hampir tengah malam menjelang tanggal 1 April 2026, POLDA Metro Jaya memberi kejutan April Mop kepada saya lagi-lagi dengan amplop coklat, yang isinya selalu membuat terkejut. Kali ini kejutannya maksimal. Bayangkan, Rismon Sianipar si pakar tak lulus S3, yang sudah mengajukan Restorative Justice dengan cara begitu hina dina, namanya masih ada di daftar Tersangka! Padahal orang ini sudah melata-lata menghamba-hamba ke Solo juga istana Wapres. Sudah dihina sehina-hinanya dan direndahkan serendah-rendahnya Tetap saja statusnya TERSANGKA! Oalah Mon, Mon. Inilah akibat kau menipu 280 juta orang! Ditipulah kau sama si Raja Tipu!
Dokter Tifa tweet media
Indonesia
324
1.2K
3.7K
160.8K
V 4 retweetledi
UFO Hunter
UFO Hunter@iamufohunter·
🚨 A Palestinian mom was shot point blank in her head by IDF soldiers while she was carrying her child. Retweet and expose Israel if you have a little Humanity left in you.
English
2.5K
62.5K
107.8K
2.3M
V 4 retweetledi
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. We are outraged. An Indonesian peacekeeper is murdered. Another is fighting for his life. Israel bombed the base where they served. This is clearly not an accident, nor a collateral damage. This is Netanyahu’s regime showing, once again, that they don’t care about international law, about UN personnel, and about the lives of those who dedicate themselves to peace. Indonesia has gone above and beyond. We have sent over 1,200 of our troops to serve under the UN flag. The Indonesian government also joined the Board of Peace to push for a just and lasting resolution in the Middle East. We extended our hand in good faith. Yet the answer to that good faith is a bomb dropped on our soldiers’ base. They spat on every effort Indonesia has made for peace. But let us be honest, this is not surprising. Netanyahu’s regime has shown time and again that they are indifferent to the world’s calls for restraint. They ignore UN resolutions. They strike UN facilities. They kill civilians, journalists, aid workers, and now peacekeepers. No one is off-limits. No one is safe. Sadly, it keeps going because the world keeps allowing it. To the UN Secretary-General, we appreciate your condemnation and your condolences. But words are not enough anymore. The UN must move beyond statements. Concrete, enforceable, and urgent action is what this moment demands. The credibility of the UN is on the line. If the world body cannot protect its own peacekeepers, what exactly is it protecting? To the nations of the world, now is the time to act together. Push for accountability. Refer those responsible to international courts. Enforce the rules that you all signed up to uphold. International law is only as strong as the willingness of nations to defend it. That willingness has been tested over and over again by Netanyahu’s regime. For countless of times, the world has failed the test. Do not let this death be forgotten in a news cycle. Do not let this become just another statistic in a long list of violations. Demand justice. Demand accountability. Make clear that those who attack UN peacekeepers will face real consequences. Kepada prajurit TNI yang gugur, selamat jalan, Pahlawan. Doa kami menyertai, juga bagi keluarga yang ditinggalkan. Kepada yang terluka, semoga lekas pulih. Indonesia berduka, tapi kita yakin, Indonesia tidak akan diam.
António Guterres@antonioguterres

I strongly condemn Sunday’s incident during which an Indonesian peacekeeper of @UNIFIL_ was killed amidst hostilities between Israel & Hizbullah. Another Indonesian peacekeeper was seriously injured in the same incident.   My deepest condolences to the family, friends & colleagues of the peacekeeper who died & to Indonesia. I wish a full & fast recovery to the injured peacekeeper. This is just one of a number of recent incidents that have jeopardized the safety & security of peacekeepers.   I call on all to uphold their obligations under international law & to ensure the safety & security of @UN personnel & property at all times.

English
657
20K
56.8K
1.9M