
Yogaadit25
18K posts


@jansen_jsp Saya ykin mbak yenni wahid tdk akan sejalan dgn koloni perubahan..pasangan anies cocoknya manusia sprti rocky gerung🤣🤣🤣🤣
Indonesia

Banyak wartawan nanya saya soal ini. Sekalian disini saya jawab secara umum utk semua. Jadi jawaban ini bukan hanya terkait berita mbak Yenny dibawah saja. Namun sekali lagi sifatnya umum, utk semua yg berminat mengisi posisi Cawapres di koalisi perubahan:
“Mbak Yenny buat saya bagus. Bahkan lengkap sekali dgn segala atribusi yg melekat dalam diri beliau. Namun utk posisi Wapres di koalisi perubahan, buat saya beliau tidak pas, tidak cocok. Mungkin cocoknya di koalisi yg lain.
Karena jika koalisi ini menang, sebagaimana namanya perubahan, banyak hal yg ingin kami ubah. Dan idealnya Cawapres perubahan ini memang yg selama ini wajahnya merepresentasikan hal itu.
Agar koalisi ini juga semakin kuat posisi dan brandingnya di rakyat yang ingin perubahan. Dimana semakin hari semakin besar dan luas dukungannya. Tentu mereka akan bingung jika koalisi yg katanya mengusung perubahan malah mencalonkan tokoh yang bukan perubahan, apalagi dia tokoh “status quo” atau bagian dari rezim ini. Baik dia bagian inti atau pinggiran rezim ini.
Tentu jikapun saya misalnya jadi pak Jokowi termasuk para pendukung rezim ini, pasti akan tidak sukalah: “anda selama ini ikut menikmati rezim ini kok malah tiba-tiba mau mengkritiknya dan pindah ke barisan perubahan lagi”.
Jadi ini sebenarnya utk kebaikan bersama. Biarlah teman2 yg selama berada dan ikut di rezim ini: mendukung lanjutkan, kami yg diluar mengusung perubahan. Biar nanti rakyat yg menentukan di pemilu siapa yg menang dan mendapat dukungan terbanyak.
——
Dapat saya pahami, karena yg jadi perhatian saat ini adalah soal pengisian posisi Cawapres — karena tinggal ini yg kosong dan koalisi perubahan ini juga sudah cukup syarat berlayar 20 porsen — tentulah banyak peminat dari luar sana yg merasa dirinya pantas dan ingin mengisi posisi itu.
Jadi bagi para peminat, jika diri anda selama ini tidak merepresentasikan perubahan — apalagi jadi bagian dan ikut menikmati rezim ini — saya pribadi berharap anda cari koalisi lain saja jika mau jadi Cawapres.
Saya pribadi akan menentang anda, minimal di rapat-rapat di partai saya Demokrat yg adalah pemegang 9,3 % (porsen) dalam koalisi perubahan ini. Soal apakah pendapat saya itu akan menang atau kalah, tidak terlalu penting buat saya. Penting saya akan bersuara menentang dan menolak anda yg tidak merepresentasikan perubahan namun ingin jadi Cawapres di koalisi ini.
Selamat menuju pemilu utk kita semua.
NB: tulisan ini adalah pendapat pribadi saya.
Hormatku,
— JANSEN SITINDAON
VivaCoid@VIVAcoid
Yenny Wahid Ngaku Punya kedekatan Khusus dengan Anies, Klaim Siap Jadi Cawapres dlvr.it/StLgPj
Indonesia
Yogaadit25 retweetledi

@Dunianyasantai @BR_Tamsyah @yusuf_dumdum Lahan sedikit tapi mampu buat taman2 buat parkiran air🤣🤣🤣🤣bhkan stiap warga hrus menyimpan air banjir dlm rumah🤣🤣🤣sbnrnya otak anies dn pendukungnya terbuat dari taik onta apa dari tanah kubur🤣🤣
Indonesia

Ngrayu bapak gak bisa!
Ngrayu anak juga ditolak!
Masih belum menyerah, akhirnya mau ngrayu Ibunya ? Kok gitu amat sih ? Gak sekalian ngrayu cucunya aja ?
Anehnya, di luar sana ada yg selalu teriak-teriak ngatain, 'dia disengaja mau bikin dinasti supaya bisa trus berkuasa, dll.' Begitu framing yg dibangun.
Jadi sebenarnya siapa yang haus kekuasaan itu siapa ?
Indonesia

@MARQUEZ__93 Sangat bahaya bila prabowo ini jdi presiden RI..prabowo srigala berwajah kucing
Indonesia
Yogaadit25 retweetledi
Yogaadit25 retweetledi

Sangat banyak negara2 lain yg ingin melihat Indonesia jadi negara yg bebas, tetap banyak negara di dunia yg mau melihat Indonesia jd negara yg adil tp akan makin sedikit negara di dunia yg mau melihat Indonesia jd negara maju..
cnnindonesia.com/ekonomi/202308…
Indonesia
Yogaadit25 retweetledi
Yogaadit25 retweetledi
Yogaadit25 retweetledi

Putus asa boleh, tapi jangan sampai bunuh diri. Tuhan tidak suka. 🤭
Ikuti Sikap Golkar Ogah Dukung Anies, PAN Disebut Bikin Pendukung Anies Semakin Putus Asa, Elektabilitas Sudah Nyungsep Malah.. populis.id/read61494/ikut…
Indonesia
Yogaadit25 retweetledi

Yogaadit25 retweetledi

Anak presiden ke 7 dan anak presiden ke 8, InsyaAllah.😊
Orang tuanya bersahabat, anaknya juga bersahabat.
Pak @prabowo jgn mau kalah, ayo utus anaknya juga pak, jgn bpk terus yg dekati anak pak Jokowi, bosan pak.🤭😂
Momen kekompakan Alam Ganjar dan Kaesang Pangarep, senyum sumringah terpampang di wajah kedua pemuda dari Jateng ini.

Indonesia
Yogaadit25 retweetledi
Yogaadit25 retweetledi

Mencoba LRT Jabodebek bersama para penggiat seni, pagi ini. Naik dari Stasiun Jati Mulya, Bekasi dan turun di Stasiun Dukuh Atas, Jakarta, sepanjang perjalanan kami berbincang bersama.
Setelah mencoba lagi LRT Jabodebek, saya lihat kali ini sistemnya sudah pas. Jika dalam pengecekan selanjutnya hasilnya bagus, maka Insya Allah LRT Jabodebek dapat beroperasi pada akhir bulan Agustus ini.
Indonesia
Yogaadit25 retweetledi

PARA BONEKA IMF DAN NEGARA-NEGARA ASING MULAI MENYERANG JOKOWI
Sampai detik ini, IMF dan negara-negara asing terus memborbardir dan menekan Presiden Jokowi yang tetap pada keputusannya untuk hilirisasi Nikel, yaitu menghentikan eksport bahan mentah Nikel berganti dengan eksport bahan yang sudah jadi. Keputusan ini sudah berjalan dan sangat menguntungkan Indonesia.
IMF dan negara-negara asing makin tidak nyaman ketika Jokowi menyatakan bahwa, hilirisasi ini bukan hanya untuk nikel, karena beliau berencana akan melakukan hilirisasi pada tembaga, kobalt, bauksit dan bahan tambang lainnya
Semakin asing menekan, semakin keras Jokowi bersikap agar kekayaan alam benar-benar bisa dinikmati oleh Indonesia. Karena kengeyelan itu, maka muncullah boneka-boneka pihak asing, orang-orang lokal yang menyerang kebijakan hilirisasi Jokowi dengan berbagai fitnah. Seolah-olah apa yang dilakukan Jokowi itu tindakan yang salah.
Eksport Nikel mentah, nilai eksportnya 17 Trilliun, sedangkan Eksport Nikel bahan jadi, nilai eksportnya 510 trilliun. Dengan hilirisasi, nilainya melonjak 30 kali lipat dibandingkan tidak hilirisasi. Tentu aneh dan tidak normal jika ada pihak lokal yang menentang dan menyerang keputusan Jokowi terkait hilirisasi.
Bukankah hanya boneka yang mau melakukan hal-hal yang tidak normal tersebut?
TEDDY GUSNAIDI
Wakil Ketua Umum dan Juru Bicara Partai Garuda

Indonesia
Yogaadit25 retweetledi

Perahu bukan sembarang perahu. Menjelang Hari Kemerdekaan, kita luncurkan perahu bertenaga listrik di Cilacap. Jauh lebih hemat. Biasanya nelayan harus keluarkan Rp 200 ribu sekali melaut. Kini hanya Rp25-50 ribu saja untuk isi baterai.
Terimakasih untuk para insinyur terbaik bangsa yang merealisasikan perahu listrik ini. Kita terus sempurnakan inovasinya agar dapat dipergunakan dengan manfaat maksimal untuk seluruh nelayan.



Indonesia
Yogaadit25 retweetledi

Indonesia membutuhkan pemimpin yang berani untuk menjaga kebijakan-kebijakan yang telah dibuat untuk memajukan bangsa. Misalnya, kebijakan hilirisasi industri. Ini kebijakan berani oleh Indonesia yang menghadapi tantangan tidak mudah dan dapat berdampak terhadap ekonomi nasional.
Karena itulah, seperti tadi saya sampaikan dalam pertemuan dengan sejumlah pemimpin redaksi media nasional Jakarta, diperlukan konsistensi untuk mempertahankan kebijakan yang telah ada.
Jadi, ke depan saya kira bukan tentang siapa presidennya, melainkan kesanggupan sekaligus keberanian untuk konsisten terhadap apa yang sudah kita mulai.



Indonesia

@HelmiFelis_ Dan di yahun 2024 KAMPRET VS CEBONG akan bertarung lagi..yakin..KADRUN akan menang lawan CEBONG..hattrik kekalahn akan bikin kadrun bunuh diri massal..walaupn udah mengerahkan habib2 palsu sprti HRS dn BHR SMITT
Indonesia

@Naz_lira Pake norma hukum apapun klo menghina,mencaci apalagi menfitnah jls itu ttp SALAH.
Membela asal jgn sampe dungu dn goblok.
Indonesia

𝐑𝐎𝐂𝐊𝐘 𝐯𝐬 𝐃𝐀𝐘𝐀𝐊
Berkaitan dengan ramainya gembar-gembor kemarahan Suku Dayak dan ancaman terhadap Rocky Gerung, sebahagian pendukung Jokowi yang bermazhab Ganjaris mencoba mengelak dari tudingan sebagai otak pelaku politik identitas yang berpotensi mengadu domba dan memecah belah persatuan bangsa.
Akibat politik identitas ini, tak sedikit orang yang pada akhirnya benar-benar terjebak dalam muslihat adu domba, terpancing dan menempatkan Suku Daya sebagai subjek pertikaian Penghinaan versus Kritik “BADJINGAN TOLOL”. Orang terprovokasi dengan saling menebar hujatan dan makian antar Suku.
Para pelaku politik identitas ini boleh saja menampik tudingan bahwa mereka adalah pendukung Jokowi ex officio Ganjaris, tapi logika kepentingan politiknya berbicara begitu. Jadi cover suku Dayak, suku Papua atau suku apapun yang digunakan, orang langsung paham logika politiknya.
Modus politik identitas menggunakan isue kesukuan ini bukan barang baru, dari jaman si Pitung dulu pun, Belanda paling getol menggunakan modus semacam ini, kepentingannya jelas, mengobarkan siasat adu domba agar posisi bangsa Indonesia selalu terpecah belah dan lemah.
Ada juga yang berkelit bahwa kemarahan suku Dayak berkaitan dengan pernyataan RG karena Jokowi telah dinobatkan sebagai Raja Suku Dayak.
Ini cara kelitan bocah yang paling norak, karena suku Jawa saja yang darahnya mengalir dan sumsumnya sudah melekat ditulang Jokowi sejak lahir, tidak semuanya menjadi pendukung Jokowi, bahkan tak sedikit yang beroposisi dengan Jokowi, apalagi Suku Dayak yang secara simbolis budaya, baru kemarin setelah Jokowi jadi Presiden memberikan gelar “Raja Honoris Causa”.
Penyematan dan penobatan gelar Raja Suku atau Marga Suku kepada orang dari luar Suku itu adalah simbol budaya. Namun simbol budaya itu oleh penguasa seringkali dijadikan mainan politik untuk digunakan atau dijadikan representasi penerimaan 𝗺𝘂𝘁𝗹𝗮𝗸 satu Suku terhadap Sang Penguasa.
Ketika kemudian simbol budaya ini ditunggangi untuk kepentingan politik dan membentur-benturkan marwah kesukuan, efeknya memang sangat berbahaya sekali. Di negara-negara Afrika dan India politik adu domba seperti ini telah sering memicu pertikaian antar suku, perang saudara yang akhirnya menyebabkan pertumpahan darah dan ratusan ribu nyawa melayang.
Bangsa Indonesia telah memiliki konsensus untuk hidup ber-Bhineka Tunggal Ika. Persoalan politik dan demokrasi kebangsaan harus diletakan dalam bingkai NKRI, bukan antar suku dan kelompok.
Presiden itu jabatan politik hasil konsensus seluruh rakyat Indonesia. Ia dipilih setiap 5 tahun dan berganti paling lama dalam 10 tahun sekali. Persoalan apapun yang terjadi dengan Presiden adalah persoalan kebangsaan, bukan Suku, Agama dan Ras.
Hati-hati lah, bangsa Indonesia tak boleh termakan hasutan politik identitas seperti ini. Tak peduli atas nama kepentingan politik, kontestasi pemilihan Presiden, Gubernur atau apapun juga, politik identitas adalah kejahatan adu domba yang tak boleh dibiarkan terjadi dan diberi ruang sedikitpun di alam demokrasi Indonesia.
Salam cerdas dan akal sehat!.

Indonesia










