santi
3.2K posts

santi
@your_alphaqueen
mom of two alpha kids • books 📚, movies 🎬, musics 🎶, & coffee ☕ lover
Mojokerto, Jawa Timur Katılım Ekim 2017
77 Takip Edilen44 Takipçiler

The Scarecrow sisa 4 episode dan lumayan juga yang belum dibahas (kalau mengacu cerita aslinya):
1. Kasus ke 9 dan 10 (sama +2 yang dia tulis)
2. Kasus yang bikin Gi Hwan tertangkap
3. Seok Man yang akhirnya bebas
4. Pengakuan Gi Hwan dan persidangan
5. Keadaaan Sun Yeong dan Ji Won sekarang
6. Apa yang dilakukan Tae Ju baik setelah kasusnya selesai maupun di masa sekarang
Kalau lihat style penulis dan sutradaranya sih, bakalan pakai alur maju mundur kayak sekarang. Cuman curiganya episode 9 sama 10 bahas poin satu dan dua, sisanya bisa di episode 11 sama 12.
Setelah emosi dibakar habis-habisan di episode 8, kayaknya sisa rada sedih, nyesek dan sesak yang belum diperlihatkan sama pidinim 🥲

Indonesia

Saya daftar Haji tahun 2024
Estimasi berangkat 2052.
Jadi waktu tunggu sekitar 28 Tahun dari tahun daftar, atau dari sekarang 26 Tahun lagi baru berangkat.
Kalau ada duit mending daftar lebih awal lebih baik😭

BaraJiwa 🌋@Pyroncalanyala
Di Malaysia antri an Haji sampe 100 Tahun lebih😭😭 Di Indonesia aja yang 20 - 30an tahun banyak yg ga jadi berangkat.
Indonesia
santi retweetledi
santi retweetledi

🚨#BREAKING: Watch Former Marine Sgt. Brian McGuinness stood up in Congress to say that we don’t want to fight a war with Iran for Israel while being removed by the Capitol police
📌#Washington | #DC
Watch As Former Marine Sgt. Brian McGuinness stood up during a Senate Armed Services subcommittee hearing to voice opposition to a potential war with Iran, saying many Americans do not want the United States drawn into another conflict. Moments later, U.S. Capitol Police moved in and forcibly removed him from the chamber as the disruption unfolded. During the removal, McGuinness claims his arm was broken. Senator Tim Sheehy of Montana was also seen assisting as officers escorted the anti-war protester out of the hearing. McGuinness, an activist and Green Party candidate running for U.S. Senate in North Carolina, has been outspoken against the possibility of a broader conflict in the Middle East. The incident is now gaining significant attention online as veterans and anti-war activists react to the confrontation at the Capitol.
English
santi retweetledi

@xtelmarine @jogja_base aku tau muka isterinya, dan beda banget itu mukanya.
Indonesia

@triindonesia
kuota special buat 3 hari, tapi sampe tinggal 1 hari masih ga bisa kepake.
yang berkurang malah kuota reguler.

Indonesia

@hariprasetia_ @Stakof tadi disebutkan ada penerapan zonasi, coba baca kembali 🙏
Indonesia

@Stakof jadi skema pembagian 50:50 itu tidak mengurangi 8400 orang untuk pergi haji, tapi hanya menggeser kuotanya dari haji regular ke haji khusus. jadi masalah keselamatan itu bukan alasan yg pas karena secara jumlah dan tempat ibadah haji dilaksanakan itu sama.
Indonesia

Setelah membaca ulasan Mbak Mellisa dan Mbak Anna Hasbi, maka bisa saya simpulkan bahwa...
...8.400 jamaah haji reguler yang gagal haji tahun 2024 merupakan "korban kebijakan" yang tidak bisa dihindari ketika Menag (Mas Yaqut) memutuskan rasio 50:50 untuk porsi kuota tambahan haji, sebagaimana tercantum dalam social card di bawah ini.
Tapi konteks kenapa 8.400 jamaah ini gagal berangkat haji, sepertinya sedikit yang mengulas. Pasalnya, 8.400 jamaah haji ini harus berada di Zona 3 dan Zona 4 di Mina yang sudah sangat overload (kuota asli+kuota tambahan).
Ibadah haji pernah punya sejarah buruk ketika 1.426 jamaah meninggal dunia di waktu yang sama dan di lokasi yang sama, yaitu: Mina.
Overload, terlalu crowded, sehingga chaos kecil bisa menjadi besar untuk membuat para jamaah terjatuh, tergeletak, dan meninggal terinjak-injak.
Mina, dari dulu hingga sekarang, hanya mampu menampung 3jt manusia, sementara Indonesia di tahun 2024 mengirimkan 200-an ribu orang ke sana. Di tahun yang sama, Saudi menerapkan sistem zonasi, dan Indonesia (berkat lobi-lobi Jokowi) berhasil menerima 20ribu kuota tambahan.
Ada enam Zona di Mina, dimana makin dekat jamarat makin mahal harganya. Jamaah Indonesia menempati Zona 3 dan Zona 4. Setelah dihitung (berdasarkan volume), ternyata kedua zona ini hanya cukup untuk menampung kuota asli.
Ruang masih tersedia hanya di Zona 2, namun memindahkan 20.000 (kuota tambahan) manusia ke sana jelas berisiko menghabiskan uang negara (subsidi) jika rasionya masih sama, yaitu: 98% haji reguler (18.400) dan 8% haji khusus (1.600).
Karena rasio ini tidak cukup untuk menopang Zona 2 dari segi finansial, akhirnya Menag memutuskan untuk mengubah rasio menjadi 50% untuk haji reguler (10.000) dan 50% untuk haji khusus (10.000).
Dari sinilah angka "8.400 jamaah haji gagal berangkat" itu muncul. Karena, 8.400 jamaah reguler yang semula berhak berangkat, akhirnya batal karena jatah reguler dipangkas dari 18.400 menjadi 10.000.
Akan tetapi, menurut penegasan Mbak Mellisa, haji khusus juga jamaah haji Indonesia yang juga menunggu. Maka, 8.400 jamaah khusus yang semula tidak kebagian kuota di tahun 2024, akhirnya jadi berangkat karena jatah khusus naik dari 1.600 menjadi 10.000.
Saya ulangi, 8.400 jamaah haji reguler yang gagal haji tahun 2024 merupakan "korban kebijakan" yang tidak bisa dihindari.
Apakah Gus Yaqut salah? Sejauh yang saya baca dari uraian Mbak Mellisa dan Mbak Anna: Gus Yaqut punya pertimbangan manusiawi dan finansial.
Tulisan ini hanya intisari singkat dari uraian juru bicara dan kuasa hukum Mas Yaqut saja. Sementara ulasan KPK, saya masih belum paham kecuali angka kasar kerugian 1 Triliun itu memang masuk akal dan bisa diaudit secara amatir.
Pertanyaannya: apakah Gus Yaqut menyalahi hukum? Bisa iya, bisa juga tidak. Tinggal persidangan nanti memutuskannya bakal seperti apa.

Indonesia

@andrii_q @O5Bravo statement haters jokowi yang selalu diulang ulang "10 tahun jokowi merusak indonesia." padahal semua tahu di belalang jokowi ada PDIP.
selama itu pula jokowi dikatain presiden boneka, plonga plongo. tapi begitu bahas kerusakan negara yang disalahin jokowi alih alih PDIP.
Indonesia

Kemenangan 02 di Pilpres 2024 itu gak bisa dijelaskan sesederhana parjo, parcok, bansos atau pemilih intelektual vs pemilih kurang berpendidikan.
Coba liat dapil luar negeri dimana semua faktor itu dihilangkan. Mana ada parjo, parcok atau bansos di luar negeri dan hasilnya memang 02 konsisten menang.
Kemenangan 02 itu dampak dari approval rating Jokowi yang sampai 75% di akhir jabatannya+suara loyalis Prabowo.

Angga PF@AnggaPutraF
Ada dua kelompok yang bikin pasti menang. Parcok dan parjo. Itu terjadi di 2 pemilu terakhir.
Indonesia
santi retweetledi

Saya harus akui, jantung saya berdetak kencang, ingatan saya kembali menyergap tajam saat melihat berita bencana di Sumatera pekan ini.
Dulu, hampir dua dekade lalu, saya ada di sana. Bukan sebagai pengacara, melainkan penerbang sipil yang dipanggil negara, berdesakan di lambung pesawat tua. Ya, pesawat TNI AU uzur.
Kami terbang gila-gilaan, hampir tidak kenal pagi, siang, atau malam. Seringkali, kami sudah harus take off dari Halim sebelum subuh. Tujuannya: Banda Aceh.
Kami bawa Hercules C-130 yang sudah sepuh itu. Pesawat itu, Bapak-Ibu sekalian, adalah potret jujur bangsa ini: tua, berisik, kurang terawat, tapi untungnya sangat andal dan pekerja keras.
Di dalam perutnya yang gelap, kami duduk di jaring samping. Telinga berdengung raungan Allison T56.
Jika Anda mau tau, bau di dalam kabin itu adalah campuran unik: solar, minyak mesin yang bocor halus, keringat relawan yang tidak mandi tiga hari, dan aroma timpahan mi instan basi.
Intensitasnya? Luar biasa. Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) mendadak menjadi terminal paling sibuk di dunia. Ada Hercules TNI, ada C-17 Amerika, ada Ilyushin dari Rusia, semua berebut slot. Air Traffic Controller (ATC) kita seperti pesulap. Semua ingin cepat, semua jadi pahlawan tanpa berharap bintang.
Ironinya adalah pada sistem logistik kita.
Di satu sisi, kita punya Hercules TNI yang bertempur mati-matian, mengangkut puluhan ton barang. Di sisi lain, muncul pahlawan yang datang dari sektor yang paling tidak kita duga: Maskapai Sipil.
Ya, maskapai-maskapai besar seperti Lion Air dan Batavia Air ikut menyumbangkan free lift dari Jakarta. Mereka menggunakan pesawat komersial, kursi dilepas, diisi karung beras. Mereka bergerak karena kemanusiaan, mendahului banyak surat izin dan nota dinas yang mungkin masih diketik di kantor-kantor pusat.
Dan pahlawan sejati di udara adalah Susi Air. @susipudjiastuti Saat pesawat-pesawat besar TNI dan asing fokus ke Banda Aceh, Meulaboh dan Simeulue masih jadi titik buta. Landasan hancur, Susi dengan dua pesawat kecil Cessna Caravan-nya mengangkut obat-obatan dan susu bayi. Susi dan crew pilot asingnya terbang nekat, masuk ke landasan perintis. Mereka adalah antitesis dari birokrasi yang kaku. Contoh nyata bagaimana rule of law itu sejenak harus tunduk pada rule of need. Kebutuhan lebih dulu, baru administrasi.
Saya ingat, interaksi kami dengan crew Susi itu terasa sangat kontras. Di dekat Hercules yang penuh serdadu, mereka berdiri di samping Caravan kecil, mengenakan kaos, mengangkut sendiri kardus-kardus tanpa forklift mewah. Salah satu pilot asingnya pernah menyindir, "Saya pikir tugas saya hanya lobster, ternyata saya juga delivery harapan kemanusiaan." Tawa kami pecah. Tawa terdengar pahit tapi kejujurannya nyata hanya berharap pahala.
Saat ini, kita kembali menghadapi bencana di Sumatera. Apa yang berubah? Infrastruktur mungkin lebih baik. Teknologi komunikasi pasti lebih canggih. Namun, saya khawatir, jiwa gotong royong yang non-bureaucratic itu justru semakin menipis. yang jelas saya tidak dipanggil lagi menerbangkan pesawat, mungkin pilotnya sudah banyak. Mungkin juga karena memang tak ada landasan yang bisa didaratin fix wing. Mungkin juga kita makin terbiasa menunggu instruksi pusat, menunggu dana cair, menunggu SOP selesai dicetak.
Padahal, semangat yang dibutuhkan saat bencana adalah semangat Susi Air: bergerak cepat, tidak bertanya izin, dan langsung menuju titik yang paling terluka. Semangat yang harusnya diwarisi oleh setiap aparatur sipil dan militer.
Sudah saatnya kita belajar dari Hercules tua dan Cessna kecil.
Aset terbaik bangsa ini bukanlah pesawat baru atau regulasi yang tebal, melainkan keberanian mengambil risiko dan keikhlasan untuk bergerak tanpa menunggu tepuk tangan.
Jika tidak, setiap bencana hanya akan jadi pengulangan tragedi birokrasi yang mematikan.
#ethadisaputra #majalahforumkeadilan #tsunamiaceh #operasikemanusiaan #hercules #susiair #dahlaniskan #hukumdanlogistik #militersipil #bencanaindonesia

Cilandak, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
santi retweetledi

The Aftermath of a Father Digging a Grave for His 2-Year-Old Daughter:
In 2017, Zhang Liyong, from a rural village in Sichuan, learned that his two-year-old daughter was diagnosed with severe thalassemia. The treatment required a hematopoietic stem cell transplant, with total costs approaching nearly one million yuan RMB. To save their daughter, Zhang Liyong and his wife exhausted all their family savings but still couldn’t afford the subsequent medical expenses.
In despair, the father dug a grave with his own hands for his daughter, saying that if she were to leave this world one day, he hoped she could adapt to death sooner. Zhang Liyong stayed with his daughter, sleeping and playing in that earthen grave.
After the video spread online, it touched the hearts of people across the internet.
Thanks to the power of the internet, Chinese crowdfunding platforms stepped in to help the family, raising the full amount of treatment costs in less than a month. Even more heartening, following the doctor’s advice, the couple had another daughter, and the younger sister successfully saved her older sister using her own cord blood. Later, a compassionate entrepreneur also covered all the recovery expenses for the older sister.
After his eldest daughter was discharged from the hospital, Zhang Liyong filled the grave back with soil and scattered sunflower seeds over it.
Love can traverse the deepest despair, blooming with hope even in the most barren soil!

English




















