Mamat Jumping

4.7K posts

Mamat Jumping banner
Mamat Jumping

Mamat Jumping

@yubdireja

Slacktivist KPKR (Komisi Pemberantasan Knalpot Racing)

Minggir, Indonesia Katılım Aralık 2020
229 Takip Edilen75 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Mamat Jumping
Mamat Jumping@yubdireja·
Sebage anak pertama, ada kebahagiaan tersendiri liat ortu kesenengan gendong cucu
Indonesia
0
0
0
1.5K
Mamat Jumping
Mamat Jumping@yubdireja·
Halo @KAI121 saya mau booking commuterline menggunakan KAIpay kok begini terus? Padahal sudah reset password, apakah ada opsi pembayaran selain fitur payment jelek ini?
Mamat Jumping tweet mediaMamat Jumping tweet media
Indonesia
11
0
0
428
Mamat Jumping retweetledi
Iman Zanatul Haeri
Iman Zanatul Haeri@zanatul_91·
Tau gak? Waktu guru-guru panik karena Draf RUU Sisdiknas 2022 menghilangkan pasal-pasal tunjangan profesi guru, dan dikejar-kejar 78 aplikasi, Maudy ada di Bali jadi jubir Education Working Group G-20, haha hihi merayakan digitalisasi pendidikan. Sudah menjadi nostalgia bagi saya, penderitaan guru disapu oleh influencer papan atas.
Iman Zanatul Haeri tweet mediaIman Zanatul Haeri tweet media
OPEN TUTOR SIMAK UI | Al Haitsam kawe@Feynman_Abal2

Sebaiknya memang jangan. Dalam klip video influencer2 pendidikan, sebut saja Jerome dan Maudy, narasi yg mereka bawa cuma seputaran bagaimana belajar dan kurikulum. Dari sana sudah jelas mereka buta ttng pendidikan.

Indonesia
32
1.1K
2.8K
171.9K
Mamat Jumping retweetledi
Rulie Maulana
Rulie Maulana@ruliemaulana·
LMAO Simplifying complex bureaucracy?? Itu guru-guru dipaksa meninggalkan tugas utama untuk mendidik karena dijejali administrasi di 78 aplikasi oleh 400 techbro muda harapan bangsa dengan mental lebih kolot dari boomer.
Elon Murz | SVP of Meme Engineering@ecommurz

Now I understand why the idea of GovTech Indo will never work. The old guard wont like the idea of simplifying complex bureaucracy. Btw, if im not mistaken, last year we heard about Indonesians working for the Singaporean GovTech. That might be an option!

Indonesia
15
253
1K
67.5K
Mamat Jumping retweetledi
Bagas
Bagas@VeritasFacti·
Gak cuma 2, tp puluhan Dirjen dan Direktur dicopot dr jabatan trs dijadiin Plt (Pelaksana Tugas) ! Tp 2 org itu (Dir. SD dan Dir. SMP) lebih krusial karena mereka anggota tim teknis dan menolak chromebook. Netizen mana tau fakta ini. Pokoknya Nadiem dikriminalisasi !
Yuki Prisma Anastasya 🦋@MorphoMenelausX

Dua aparatur dinon job kan karena menolak chromebook. Amazing gimana persepsi orang terhadap individu bisa menyebabkan yang bersangkutan membela atau enggak. Padahal faktanya jelas.

Indonesia
22
496
1.5K
98K
Mamat Jumping retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
guys lu pada tau gk ini berita paling lawak sih hari ini ada cerita pembangunan jembatan di Karanganyar hasil gotong royong gabungan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Harusnya kabar bagus dong. Tapi yang bikin warga geleng-geleng justru pas momen peresmiannya. Katanya warga sampai nyeletuk: “ini biaya bangun jembatannya jangan-jangan lebih murah daripada biaya seremoni peresmiannya.” Karena peresmiannya disebut ramai banget: ada potong pita, acara formal, penyambutan, konsumsi, perlengkapan acara, sampai urusan akomodasi tamu. Belum lagi kalau yang datang banyak pejabat atau rombongan: transportasi, pengamanan, dokumentasi, konsumsi, dan kebutuhan teknis lainnya. Dan ini yang sering bikin rakyat sensitif. Bukan karena gak mau ada apresiasi. Tapi kadang yang dibutuhkan warga itu jembatannya berfungsi dengan baik… selesai. Bukan seremoni berlebihan yang kesannya lebih mahal dari manfaat simboliknya. Rakyat tuh simpel: jalannya bagus → senang jembatan jadi → senang akses lancar → senang Yang bikin kesel itu kalau substansi kecil, pencitraan besar. Kalau memang proyeknya untuk rakyat, fokusnya harus di hasil yang benar-benar dipakai warga tiap hari. Bukan bikin acara megah cuma buat foto lalu upload caption “demi masyarakat.” Warga sekarang makin kritis. Mereka bisa bedain mana pembangunan beneran, mana yang terlalu sibuk sama seremoni.
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
1.2K
1.9K
9.1K
778K
Mamat Jumping retweetledi
Koala Tales
Koala Tales@KoalaTales·
Sebenarnya ada satu lagi Program Pemerintah yg ngabisin anggaran selain MBG tapi netizen belum tau Namanya KOMCAD 😎
Koala Tales tweet media
Indonesia
110
1.2K
4.5K
204.6K
Mamat Jumping retweetledi
飞 #1312
飞 #1312@itsquaileggs·
Saking fairnya tes CPNS era full CAT sampe gabisa diakalin pake ordal mau titipan siapapun itu. Lalu aturannya diakalin dengan mau bikin CPNS jalur giveaway jalur peralihan status dari tenaga kontrak menjadi CPNS secara lansung tanpa tes. Ini ada titipan siapa yg sedang diperjuangkan jadi CPNS tanpa tes yh
Nakes Puskesmas@NakesPuskesmas

Perasaan Program Prioritas Presiden di bidang Kesehatan itu Cek Kesehatan Gratis (CKG) deh yang notabene ujung tombak pelaksanaannya ada di Puskesmas. Lah ini program prioritas mana yg dijadikan alasan buat alih status otomatis jadi CPNS? Itu kasian para Nakes di Puskesmas jalanin banyak program Kemenkes tapi soal kesejahteraan selalu gak diprioritasin 🥲

Indonesia
91
1.4K
4.7K
326.9K
Mamat Jumping retweetledi
Rizky Banyualam Permana
Rizky Banyualam Permana@rbpermana·
Sepanjang sistem perekrutan ASN dari Indonesia merdeka udah ada pernah nanya belum: Apa relevansi baris-berbaris dengan pelayanan? Semakin barisnya semakin baik? Kalau ada sebab-akibatnya, maka harusnya instansi seperti Polri & Bea Cukai pelayanannya 100% terbaik se-Indonesia
Nda ! 🧳@Naandaa27

Disuruh baris aja males. Harus diteriakin dulu kyk ke anak TK ! Gmna melayani masyarakat ?? Apa semua ASN seperti ini ? . . ----- Clara Shinta Sananta Wasit #TimnasDay Hubner

Indonesia
87
1K
3.3K
481K
Mamat Jumping retweetledi
Langit Amaravati
Langit Amaravati@eLAmaravati·
Kota paling intoleran karena masyarakatnya cenderung homogen. Tidak punya kultur merantau sehingga masyarakatnya tidak punya daya juang tinggi dan tidak terbiasa dengan perbedaan. Upah rendah. Transportasi umum bangke. Hutan kota dibabat jadi kafe atau hotel. Daerah resapan air jadi vila siga nu teu barutuh cai wae. Macet. Polusi. Kotor dan banyak sampah. Dst.
ØTöNGKØiL@0tk0il

tell me yor opinion about bandung yang membuatmu berada di ujung goresan belati tajam

Indonesia
521
2.3K
10.8K
1.2M
Mamat Jumping
Mamat Jumping@yubdireja·
Iya, iya, Idulfitri disambung, bukan Idul Fitri Iya, iya, Selamat Idulfitri aja, bukan Selamat Hari Raya Idulfitri
Indonesia
0
0
0
13
Mamat Jumping
Mamat Jumping@yubdireja·
Hai @grok di keadaan seperti sekarang, lebih baik invest ke emas, saham, atau patung Dono jadi Michael Jackson?
Indonesia
1
0
0
89
Mamat Jumping retweetledi
Dirk
Dirk@dhimdiim·
@PNS_Ababil Zaman sang dewi aman sejahtera karena di lindungi, skrg pelindungnya sudah hilang Tunkin belasan sampai puluhan juta tp tetep korupsi Nilai korupsi sampai milyaran bahkan ada emas sampai 1 kg Pantas dulu Gayus hanya golongan 3A tp sdh kaya raya
Indonesia
6
53
207
29K
Mamat Jumping retweetledi
zhil
zhil@zhil_arf·
Kematian Djuanda pada tahun 1963 adalah salah satu bencana terbesar yang pernah menimpa kepulauan Indonesia. Sebelum 1969, Indonesia sangat bergantung dengan eskpor karet, kayu bulat, migas, dll untuk sumber uang. Tanpa ekspor cash crop, Indonesia tidak punya uang untuk: - mengimpor beras - menggaji PNS - menggaji tentara. Impor beras sendiri sangat perlu mengingat kemampuan produksi beras Indonesia saat itu sangat kecil dan menyedihkan. Kita terlalu memprioritaskan cash crop. Ini memang by design oleh Belanda. Ekonomi kolonial memprioritaskan profit. Menurut Belanda, kalau rakyat Indonesia mati kelaparan, ya mati aja. Pasca kemerdekaan, Indonesia masih sangat miskin dan tertinggal. Kita tidak punya cukup akuntan, manajer, teknik perhutanan, teknik pertanian, dll untuk menjalankan perkebunan ekspor ataupun mengubah model ekonomi kolonial ini. Akibatnya, kita terpaksa membiarkan Belanda tetap menguasai dan menjalankan kebun-kebun yang mendominasi ekonomi Indonesia itu. Selama itu, kita harus berusaha membangun sekolah, cadangan modal, dll, sampai kita siap. Rezim demokrasi liberal yang ditugaskan untuk melakukan ini gagal total. Indonesia malah hampir roboh dalam pemberontakan PRRI/Permesta, yang berbarengan dengan jatuhnya harga ekspor cash crop dan munculnya gelombang kebencian anti-Belanda yang semakin ekstrem. Semua ini bermuara pada Nasionalisasi Perusahaan Asing akhir 1950an. Canon event. Nasionalisasi dilakukan secara acak-acakan. PRRI/Permesta, gerakan aksi massa komunis, dan Angkatan Darat asyik berlomba-lomba menduduki kebun, gudang, dan kantor. Mandor-mandor Belanda diusir. Yang berhasil menang besar di sini adalah Angkatan Darat. Apakah dari ketiga itu ada yang bisa menjalankan kebun dan operasi ekspor impornya? Jelas tidak hahahaha. Penanaman dilakukan asal-asalan. Pemanenan dilakukan asal-asalan. Keuangan dilakukan asal-asalan. Inventarisasi gudang dilakukan asal-asalan. Operasi ekspor dilakukan asal-asalan. Hasil panennya hilang. Uangnya hilang. Kas perusahaannya nya hilang. Aset perusahaannya hilang. Pagar di sekeliling perusahaannya hilang. Manajemen ekonomi paling kacau, hancur, menyedihkan, dan penuh wabah perampokan dan pemalakan terjadi di Jawa Tengah di bawah Pangdam IV/Diponegoro, Kolonel Soeharto. Kolonel Soeharto malah tertangkap basah sedang asyik menggelapkan hasil panen perkebunan tebu. Ia memakai truk-truk tentara untuk menyelundupkannya, agar orang takut dan tidak bertanya macam-macam. Tentu saja, produktivitas ekonomi Jawa Tengah semakin anjlok. Kemiskinan meluas. Kemudian Indonesia semakin tidak punya uang untuk mengimpor beras, menggaji PNS, atau menggaji tentara. Orang utama yang disuruh untuk mengcarry dan membereskan segala kekacauan dan krisis ini adalah birokrat Djuanda Kartawidjaja. Apa itu "inventarisasi gudang?" Apakah ada ilmunya, yang harus dipelajari di luar negeri? Itu urusan Djuanda. "Dari mana uangnya?" Urusan Djuanda. Ia diserahi jabatan Perdana Menteri. Kemudian Soekarno berubah pikiran dan menunjuk dirinya sendiri sebagai Perdana Menteri, untuk alasan aura farming. Tetapi tupoksinya tetap dikerjakan Djuanda, yang sekarang menjadi "Menteri Utama". Soekarno sendiri kembali sibuk berpesta hedon di 6 istana. Di tengah krisis pengelolaan ekonomi dan keuangan yang semakin pelik ini, Djuanda malah ditimpa beban ekstrem baru: Soekarno minta pinjam uang sebanyak-banyaknya untuk invasi Papua Barat. Setelah itu, Soekarno datang lagi dan minta pinjam uang sebanyak-banyaknya untuk membiayai berbagai Proyek Mercusuar yang borosnya ternyata sangat mengagetkan. Setelah itu, Soekarno datang lagi dan minta pinjam uang sebanyak-banyaknya untuk berperang melawan Malaysia dan Inggris. Kegilaan yang terakhir ini menyebabkan Indonesia sangat terisolasi di dunia. Akibatnya, Indonesia semakin kesulitan untuk... mengekspor cash crop. Kalau Indonesia kesulitan mengekspor cash crop, kesulitan berdagang, dan belum punya Dirjen Pajak yang bagus, uang APBN datang dari mana? Pertanyaan bagus. Djuanda berkerja sangat keras untuk memenuhi tuntutan bosnya yang sangat tidak masuk akal itu. Manajemen berusaha ia tata. Birokrasi keuangan berusaha ia tata. Ekspor dan impor berusaha ia tata. BUMN berusaha ia tata, yang sangat sulit mengingat berapa berbelitnya permainan orang yang setipe Kolonel Soeharto di situ. Djuanda terus bekerja dengan sangat keras sampai ia terkena serangan jantung lalu meninggal di usia 55, masih muda. Setelah Djuanda meninggal, posisinya malah tidak diganti dan dibiarkan kosong. Pemerintahan negara Indonesia pun dibiarkan liar seperti ayam tanpa kepala. Para menteri yang kebingungan pun mulai mengambil jalan pintas sederhana untuk membiayai halusinasi gila Soekarno, yaitu memprint uang. Dihadapkan pada kritik karena hiperinflasi yang semakin ekstrem hingga orang mulai bunuh diri karena seluruh tabungannya lenyap, Soekarno menjawab: "Bangsa yang besar harus terbiasa dengan angka-angka yang besar." Untungnya, perjuangan berat Djuanda selama 6 tahun menjabat itu tidak sia-sia. Orang, sistem, ilmu, talenta Indonesia yang ditemukan, dipasang, dan diberdayakan Djuanda dan timnya tidak akan bisa hilang begitu saja oleh kegilaan seorang chuunibyou lulusan ITB yang sangat gembira ketika pertama kali pergi ke Jepang. Setelah Orde Baru berkuasa, apa yang Djuanda bangun kemudian diteruskan oleh Hamengkubuwana IX selalu Menteri Ekonomi, bersama timnya. HB IX tidak mulai dari nol. Ada Djuanda yang sudah membangun fondasinya dengan literally mengorbankan nyawanya sendiri.
zhil tweet media
zhil@zhil_arf

Ahli Negara dari masa ke masa Era Soekarno: Djuanda Kartawidjaja Era Soeharto: Hamengkubuwana IX Era SBY: Kuntoro Mangkusubroto Era Jokowi: Luhut B. Pandjaitan Era Prabowo: Teddy Indra Wijaya

Indonesia
45
713
2.5K
309.1K
Mamat Jumping retweetledi
~BAS~
~BAS~@putrapetir_007·
@inganggita Boleh tanya dong, geothermal ditolak, PLTN ditolak karena resiko radiasi, bangun dam besar buat PLTA juga ditolak, mau dapat sumber listrik dari mana? Mau batu bara yang gak ramah? PLTS itu juga butuh lahan besar, juga bakal rusak lingkungan, PLSA belum bisa diandalkan.
Indonesia
4
2
12
2.8K