erri argiansyah
4.4K posts








Keren banget intel warga. Ternyata kejadian tabrakan antara KRL arah Jakarta dan taksi tuh estimasinya sekitar jam 20.46 - 20.47. Sedangkan kejadian tabrakan antara KJJ dan KRL sekitar 20.52. Posisi KRL arah Cikarang masih distasiun, gabisa gerak karena insiden taksi didepannya. Posisi KJJ pukul 20.45.50 - 20.46.10 ngelewatin stasiun Cakung, KJJ ngelewatin stasiun Kranji pukul 20.49.10 - 20.49.30. Jadi disaat waktu kejadian tabrakan taksi terjadi, posisi KJJ ada diantara stasiun Cakung dan Kranji. Setelah gue hitung, disaat bersamaan terjadi tabrakan taksi, KJJ posisinya udah 0.75KM (20.46) atau 1.5KM (20.47) diluar stasiun Cakung. Total jarak antara KJJ ke stasiun Bekasi Timur ada 5.5KM. Tiap 1 KM ada blok sinyal. Total 5 blok sinyal. Tapi yang efektif cuma 3 blok sinyal terutama di stasiun Kranji karena kereta butuh jarak 1 KM kurang lebih buat ngerem aman. Jarak antara tiap blok sinyal cuma satu menit. Overall KAI cuma dikasih 3 menit yang efisien sejak detik pertama tabrakan taksi buat ngabarin KJJ. When it’s A RACE AGAINST TIME. Human often lot. Baca ini bikin gue ngeri banget sama yang namanya WAKTU, in a matter of minutes, dari menit ke 47 ke menit 52, 14 nyawa bertaruh 😭 YAALLAH




Setelah mendengar kesaksian asisten masinis KA Argo Bromo Anggrek soal kecelakaan yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026), persinyalan menjadi hal yang paling krusial untuk diinvestigasi. Asisten masinis KA Argo Bromo Anggrek menuturkan ada kemungkinan error pada lampu sinyal. Saat KA Argo Bromo Anggrek melintas Stasiun Bekasi, lampu sinyal menyala hijau. Namun lampu sinyal berikutnya menyala merah. Dalam sistem persinyalan blok terbuka, seharusnya lampu sinyal Stasiun Bekasi menyala kuning, jika lampu sinyal berikutnya menyala merah. Lampu sinyal kuning memberi indikator kepada masinis untuk menurunkan kecepatan kereta karena sinyal berikutnya menyala merah (indikator tidak aman). Lalu kenapa saat kejadian lampu sinyal di Stasiun Bekasi menyala hijau? Ini yang menjadi pertanyaan & membuat KA Argo Bromo Anggrek melaju dengan kecepatan tinggi (100 km/jam) saat melintasi Stasiun Bekasi ke arah Cikarang. Asisten masinis juga mengatakan sempat menghubungi PK (Pusat Kendali) namun tidak keburu untuk menerima informasi. Namun untuk mengungkap lebih jelas penyebab tabrakan KA Argo Bromo Anggrek & KRL di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, mari kita tunggu hasil investigasi dari KNKT.






@Fadhiil5112 Bkn masalah remnya, sinyal di stasiun bekasinya ijo itu yg buat masinis jalan terus, kenapa sinyalnya ijo? Wallahualam deh Yg jelas jgn mindahin gawang dgn menyalahkan 1 pihak, dsni ada pihak KAI yg salah besar juga sampe ada eror soal sinyal


Sekenceng apa KA Argo Bromo Anggrek? KA ini tuh paling kenceng se Indonesia dan berhenti cuma di Cirebon dan Semarang. Lewat stasiun kecil mostly full speed 110 km/jam. Jakarta - Jogja naik Argo lawu aja 6 jam, ini nambah 1 jam 45 menit udah sampai Surabaya!! (7 jam 45 menit)






Ini beneran masinis lalai karena tidak melihat sinyal berhenti? Info lain malah di persinyalannya Anw, ini statement dari Deddy Herlambang ketua forum transportasi masyarakat transportasi Indonesia.







