muchlis a rofik@muchlis_ar
Sinai dan Lebanon Selatan
Banyak yang ngecam serangan Israel memburu Hizbullah di Lebanon Selatan, dan menganggapnya sebagai agresi dengan niat membangun greater Israel. Israel Raya.
Asumsinya: menguasai Gaza di selatan, dan Lebanon Selatan di utara.
Kecaman2 itu mengabaikan dua hal.
Pertama, pihak pengecam selalu mengabaikan fakta bahwa Israel masuk Gaza lagi karena serangan Hamas 7 Oktober.
Lalu Israel juga merengsek memburu Hizbullah karena Hizbullah mengirim rudal dulu paska kematian Khamenei.
Kedua, kecaman2 itu juga mengabaikan fakta sejarah.
Adalah fakta bahwa Israel memang sudah mundur dari Gaza tahun 2005, sebelum Gaza direbut Hamas dari Otoritas Palestina.
Sejarah yang lebih menarik adalah pengembalian Gurun Sinai ke Mesir tahun 1978.
Israel merebut Sinai setelah menang perang dengan Mesir pada 1967. Siapa yang mulai perang saat itu? Mesir.
Sinai dikembalikan ke Mesir setelah Mesir mau neken perjanjian damai. Dan itu terjadi saat Anwar Sadat jadi Presiden Mesir.
Kita tahu, setelah perjanjian damai ini Anwar Sadat ditembak mati tentaranya sendiri. Tentara yang gak mau damai.
Kasus Sinai penting untuk melihat kembali perang di Lebanon Selatan.
Lebanon Selatan faktanya memang dikuasai Hizbullah atas dukungan Iran. Dan Tentara resmi Pemerintah Lebanon maupun PBB gagal melucuti senjata dan rudal Hizbullah dan membiarkan mereka menyerang Israel.
Apakah serangan Israel ke Lebanon Selatan aksi agresi atau mempertahankan diri..
Bukti sejarahnya ada di Sinai.
~gambar peta Israel ketika masih menguasai Sinai dan setelah menyerahkannya kembali ke Mesir.