Dimas Prasetyo

42.1K posts

Dimas Prasetyo banner
Dimas Prasetyo

Dimas Prasetyo

@DimsPrastyo

Doctor | Seek first to understand, then to be understood

Pempek - Gudeg Katılım Haziran 2009
554 Takip Edilen1.4K Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Dimas Prasetyo
Dimas Prasetyo@DimsPrastyo·
You dont have to compete with people in terms of having luxurious items. Yea, those are nice to have, but please do not let those things define you. Focus on being kind to people and let people respect you for your personality, not for the things you own.
Mantrijeron, Indonesia 🇮🇩 English
3
30
79
0
Dimas Prasetyo retweetledi
Tubagus Siswadi W
Tubagus Siswadi W@tb_siswadi·
Sebenarnya sudah ada penjelasannya, tapi sering kurang tersampaikan dengan sederhana . 1. Vaksin itu tidak 100% Walau sudah 2 dosis (±97% efektif), tetap ada 3% yang bisa tetap tertular 2. Paparan virusnya “besar banget” Di RS, nakes bisa kena: - Kontak berulang - Viral load tinggi Ini bisa “menembus” perlindungan vaksin 3. Tidak semua imun sama Walau sama-sama vaksin: Ada yang antibodinya tinggi Ada yang lebih rendah (faktor tubuh, kelelahan, dll) 4. Bisa “modified measles” Pada yang sudah vaksin: Tetap kena, tapi biasanya lebih ringan & jarang komplikasi Jadi kesimpulannya: Bukan karena vaksin gagal, tapi karena perlindungan tidak absolut + paparan tinggi + faktor individu. Justru tanpa vaksin, risikonya bisa jauh lebih besar.
الأبوية@about_ftp

Sampai saat ini belum satupun dokter yang menjelaskan kenapa dokter vaksin lengkap bisa kena campak yang ada vaksinnya Coba renungkan

Indonesia
10
360
704
29.9K
Dimas Prasetyo retweetledi
Catholic 𐕣
Catholic 𐕣@myshawti·
Penyelam handal kanda lilbah
Catholic 𐕣 tweet media
Indonesia
26
366
1.7K
48.5K
Dimas Prasetyo retweetledi
Bilal Fahrur Rozie
Bilal Fahrur Rozie@BilalFahrur·
Fun fact... Islam adalah agama yang banyak menggunakan air. Wudhu, mandi besar, bersuci itu membutuhkan air. Maka... umat Islam seharusnya peduli dengan kelestarian air bersih. Jangan dikit² buang sampah di sungai.
Indonesia
82
9K
33.1K
258.9K
Dimas Prasetyo retweetledi
goma
goma@soigomaa·
A riddle from 1688 goes: "If a man born blind can feel the differences between shapes such as spheres and cubes,if given the ability, could he distinguish those objects by sight alone?" In 2003, the riddle was solved when five people had their sight restored through surgery. They could not.
lyrify@lyrverse

Hit me with some creepy facts.

English
204
2.1K
62.6K
4.7M
Dimas Prasetyo retweetledi
n x d
n x d@nxd1979·
Back in 2014 I was on a walking tour of Dresden and our guide kept referring to the firebombing destroying this or that building until an American girl in her 20s raised her hand to ask "sorry, who firebombed Dresden?" and the group fell so silent you could hear a pin drop
Matthew Yglesias@mattyglesias

Dresden was rebuilt surprisingly recently

English
164
479
26K
2.6M
Dimas Prasetyo retweetledi
BrokenHeartedDemon
BrokenHeartedDemon@AgniParasthra·
Baca baik² tanpa emosi. Ini adalah fakta karena presiden Indonesia itu egomaniak. Terobsesi ingin dianggap pahlawan, halo effect, anti kritik, self appraising delusion. Kinerja makin buruk dari semua lini pemerintahan akibat bad leadership akan menghancurkan negara ini.
MBG Jelek@menuembegejelek

Setelah dipikir-pikir, nalar dan pola pikir para pemangku negara memang membikin kita beristigfar berkali-kali, ya. Misalnya, 1. Negara punya visi ingin memberantas stunting; diciptakanlah embege. Tetapi implementasi awal bukan pada bumil dan busui, melainkan pada anak-anak sekolah. Setelah berjalan beberapa bulan, mulailah untuk menjangkau bumil dan busui. Tapi sajiannya? Jangankan untuk mengatasi stunting, untuk bisa jadi sajian umum untuk bumil dan busui saja amat sangat tidak pantas. Semua masukan pakar dan ahli diberangus, saran dan kritiknya difitnah sebagai bentuk hinaan dan cacian. 2. Negara ingin (dianggap) hadir dalam meningkatkan mutu pendidikan. Tetapi alih-alih membuat alur koordinasi yang ciamik antar kementerian dengan daerah untuk memperbaiki sistem rekrutmen guru, menaikkan upah dan taraf hidup guru, memperbaiki bangunan dan sarpras sekolah yang sudah ada, membangun perpustakaan sederhana di setiap kecamatan, negara malah membangun sekolah rakyat. Mengabaikan sekolah negeri dan kurikulum yang sudah ada, menciptakan GAP di antara pekerja pendidikan dan guru. 3. Negara ingin menciptakan banyak lapangan kerja untuk mengatasi pengangguran. Namun alih-alih menaruh perhatian lebih pada sekolah-sekolah vokasi, memperbaiki kinerja menristekdikti, membungihanguskan praktik nepotisme pada jabatan lembaga dalam negeri, memperbaiki sistem antar perguruan tinggi dan perusahaan yang pro dengan lulusan diploma, sarjana, hingga magister, memperbaiki upah dan taraf hidup dosen, negara malah keukeuh melestarikan praktik nepotisme, polisi dan TNI diberi pekerjaan yang bukan tupoksinya, menciptakan cara instan nan cacat lewat program SPPI, membangun banyak SPPG dan KOPDES, mengabaikan pembludakan lulusan perguruan tinggi dan rendahnya serapan perusahaan. Yang dipikirin langgengnya kekuasaan terus? Tiap dikritik keras nanti jawabnya, "percaya dengan kepemimpinan saya." Terus habistu nyebar teror, para pejabatnya melakukan komunikasi publik yang jelek, aktivis-aktivis direpresi, dijadikan korban rencana pembunuhan. Pakar, ahli, dan 'orang pintar' dimusuhi lewat pidato-pidato. Mau percaya gimana kalo baru setahun setengah jalan aja udah banyak kejanggalan gini?

Indonesia
0
494
1.2K
16.2K
Dimas Prasetyo retweetledi
Trystanto
Trystanto@Trystanto2·
Bayangin aja lu harus bayar IELTS sebesar 3.5 juta dan hanya berlaku 2 tahun terus lu sekelas sama seorang warga negara Eropa yang tidak perlu IELTS untuk kuliah dengan bahasa pengantar Bahasa Inggris tapi inggrisnya sangat amburadul Pengalaman pribadi
Zakky@zqhr

IELTS harus bayar 3,5 juta adalah akal-akalan barat.

Indonesia
74
4.5K
29.1K
413.4K
Dimas Prasetyo retweetledi
ADAM
ADAM@AdameMedia·
The Macedonians were led by Alexander the Great. The Arabs were led by Khalid ibn Walid. The Americans are led by Pete Hegseth. Iran will be fine.
ADAM tweet media
English
316
2.4K
20.5K
464.3K
Dimas Prasetyo retweetledi
Alo!
Alo!@mhuseinali·
Semua orang tau presiden Iran itu dokter bedah jantung. Tapi tau gak kalau Wapres Iran itu punya gelar PhD di bidang electrical and communication engineering? Thesisnya sampe dikenal dengan istilah "Aref Theory". Edan bener. When yh punya wapres dengan CV segunung gini....
Alo! tweet media
Mojtaba Arbelei 🇵🇸 ⚽@akunbolabola

@mhuseinali Tapi serius Iran ini keren banget masalah HDI, apa motivasinya ya 🤔

Indonesia
530
8.7K
29.7K
567.2K
Dimas Prasetyo retweetledi
kiv z
kiv z@triwul82·
Bocor Alus: Rumah Dinas BAIS di Melawai Raya ternyata jadi POSKO SATGAS S buat nyusun rencana nyerang Andrie Yunus. Kemenhan konfirmasi: Itu Barang Milik Negara (BMN) yang dikelola BAIS TNI. Pajak kita dipakai buat koordinasi nyiram air keras ke rakyat? Biadab. ​Gak cuma 4 orang, tapi 13 ORANG terlibat. Ada tim intai, tim kondisikan jalan, sampe eksekutor. Pake aset Kemenhan, pake plat nomor bodong. Ini bukan oknum, ini OPERASI TERSTRUKTUR. Sumber lengkap silahkan lihat : youtu.be/hyyvL-NGppI?si…
YouTube video
YouTube
Indonesia
343
9.5K
18K
429.1K
Dimas Prasetyo retweetledi
Kelvin O johnson
Kelvin O johnson@_OKJ__·
You know what this means? It means that the past, in a sense, still exists…if you’re in the right vantage point to observe it. To understand why this is possible, you have to recognize that everything you see depends on light. Objects are visible because they emit or reflect light. If something neither emits nor reflects any light, you wouldn’t see it at all ,you’d only perceive darkness or, at best, a silhouette. Now, the key point is that the speed of light is finite. Light travels at a specific speed…it doesn’t move instantaneously from one place to another. If that’s the case, then everything you see is actually seen as it was in the past. The amount of delay depends on the distance between you and the object you’re observing. When you look at your phone screen, you’re seeing it as it was a few microseconds ago….that’s how long it takes for the light to reach your eyes. When you look at the Sun, you’re seeing it as it was about 8 minutes ago, for the same reason. Now take this idea further….if an alien civilization were located 2,000 light-years away and had a sufficiently powerful telescope focused on Earth…especially around Nazareth or Bethlehem…it would catch Mary and Elizabeth, the mother of John the Baptist, planning on how to convince Joseph that the pregnancy was by the Holy Spirit…when in reality, she had a sexual encounter with a Roman soldier who later rejected responsibility for the pregnancy. 🥲
Curiosity@CuriosityonX

Did you know🚨: A civilization 2,000 light-years away looking at Earth today would see the Roman Empire.

English
232
458
4.1K
602.6K