Ramlan Efendi Hsb.
5K posts

Ramlan Efendi Hsb.
@RamlanHsb
A Husband, and a Father | Tukang Retweet | Belajar Syukur+Ikhtiar+Sabar+Ikhlas=BAHAGIA, Insya Allah :)
Tapsel||Riau||Jakarta||Tangsel Katılım Ekim 2009
525 Takip Edilen504 Takipçiler
Ramlan Efendi Hsb. retweetledi
Ramlan Efendi Hsb. retweetledi
Ramlan Efendi Hsb. retweetledi

@JobStreetcom Jobstreet mengecewakan!
Dua bulan terakhir saya sudah posting 2 iklan. Pertama pending hingga 3 hari baru aktif, waktu ditanya katanya di luar jam kerja & hari kerja. Kedua, saya posting hari ini pukul 09.00, hingga 13.28 belum aktif!
Dulu hanya hitungan menit langsung aktif!

Indonesia

Mau cari kerja apa nih? Yuk lihat berbagai lowongan kerja sesuai passion dan industri favoritmu. Langsung lamar aja yuk di link ini!
Bakmi GM: id.jobstreet.com/id/companies/g…
Circle K: id.jobstreet.com/companies/circ…
Alam Sutera Realty: id.jobstreet.com/id/companies/a…
Midea: id.jobstreet.com/id/companies/m…

Indonesia
Ramlan Efendi Hsb. retweetledi

@ridwanhr @GubernurBANTEN @banten_pemprov memalukan ini Gubernur, apa tidak ada pembisik beliau yang mengerti atau menguasai komunikasi publik?
Indonesia
Ramlan Efendi Hsb. retweetledi
Ramlan Efendi Hsb. retweetledi
Ramlan Efendi Hsb. retweetledi
Ramlan Efendi Hsb. retweetledi

@fadlizon @prabowo @UN Setelah menyaksikan pidato President of Colombia, Gustavo Petro ini, Pidato Pak Prabowo hambar dan terkesan normatif!
Mungkin inilah konsekuensi menganut prinsip Non Blok, membuat keberanian dan ketegasan menyusut, sebaliknya dituntut utk senantiasa menjaga perasaan orang lain?
Indonesia

@sahouraxo Pak @prabowo should watch this speech, everything he stated is true!
No more fear in speaking the truth, no more double standards, no need for hypocrisy—say it all, and say it loud!
Next speech ya Pak @prabowo 😊
English

@ismailfahmi Apakah pidato beliau secara eksplisit menyebut rezim Jokowi atau Prabowo? 😊
Indonesia

Tesis Banalitas Otoritarianisme
"Kuliah" Cak Sukidi, intelektual Muhammadiyah, pemikir Kebhinekaan, di sebuah acara di Perpusnas minggu lalu ini viral, khususnya di kalangan mereka yang concern dengan kondisi Indonesia.
Lima argumen yang Cak Sukidi sampaikan, rasanya sudah terjadi semua. Cek list terjadinya otoritarianisme di sebuah negara. Apa saja kelima argumen itu?
Buat anda yang tidak sempat mengikuti 7 menit kuliahnya, ini saya rangkumkan.
Cak Sukidi menguraikan tesis banalitas otoritarianisme di Indonesia melalui lima mekanisme: instrumen pemilu, koalisi super mayoritas yang membuat parlemen disfungsional, persenjataan birokrasi untuk populisme menipu, persenjataan penegakan hukum, serta aliansi kotor dengan kekuatan uncivil Islam.
Disorot pelajaran sejarah kematian demokrasi melalui prosedur demokratis, dampak hilangnya check and balances, dan legitimasi resistensi politik non-kekerasan ketika kanal formal gagal.
Pembelajaran Utama
Banalitas otoritarianisme di Republik Indonesia sebagai tesis utama dengan lima argumen pendukung.
Argumen 1: Otoritarianisme bekerja melalui mekanisme pemilu; pemilu digunakan sebagai instrumen keberlangsungan otoritarianisme.
Bukti argumen 1: Institusi negara (terutama kepolisian) dipakai sebagai alat kekuasaan; aparatur negara dijadikan alat kepentingan elektoral; kebijakan negara dipakai sebagai senjata bagi kepentingan politik elektoral.
Pelajaran sejarah: Tahun 1933, Hitler terpilih secara sah dan konstitusional; empat pekan setelah berkuasa, ia membunuh demokrasi; menunjukkan demokrasi bisa mati di tangan presiden terpilih dan kekuatan pasisme/otoritarisme/komunisme/nazisme.
Argumen 2: Presiden otoriter-populis membangun koalisi super mayoritas di legislatif sehingga parlemen menjadi dysfunctional (meminjam istilah Budiman Tanurejo dalam memo BDM).
Konsekuensi argumen 2: Parlemen kehilangan fungsi check and balances dan menjadi stempel keberlangsungan otoritarianisme kompetitif; minimnya suara-suara kritis karena parlemen menjadi penghamba kekuasaan.
Argumen 3: Otoritarianisme bekerja melalui birokrasi eksekutif (weaponization of government bureaucracy menurut Stephen Levitsky dan Lucan Way/Conway dalam Foreign Affairs); birokrasi patrimonial dan korup mendukung kebijakan populis yang menipu (fraudulent populism ala William Shakespeare).
Inti argumen 3: Populisme tidak membawa kemajuan; hanya tipu daya demi kepentingan politik elektoral.
Argumen 4: The executive weaponization of law enforcement (Thomas Power); yudikatif dipakai sebagai persenjataan hukum untuk 3 tujuan: menghukum kompetitor politik; mengkonsolidasi kesetiaan; menjadikan pihak di dalam/luar kekuasaan sebagai sandera politik.
Argumen 5: Unholy alliance—aliansi kotor antara pemerintahan otoriter dengan kekuatan uncivil Islam yang meninggalkan fungsi civil Islam sebagai penopang demokrasi dan menjadi penyokong utama kekuasaan otoriter.
Quotes
"Hari ini hantu lain berkentayangan di Republik kita, hantu itu bernama otoritarianisme."-- Sukidi 《Pidato pembuka di Perustakaan Nasional》
"Sejarah memang tidak berulang, tapi sejarah memberikan pelajaran bagaimana demokrasi mati justru di tangan presiden yang terpilih melalui instrumen demokrasi."-- Sukidi (mengacu pada Timothy Snyder) 《Rujukan pemikiran Timothy Snyder dalam konteks pelajaran sejarah demokrasi》
"Populisme itu tidak akan membawa kita pada kemajuan apapun, tetapi hanya bentuk tipu daya kepada masyarakat."-- Sukidi 《Paparan argumen tentang fraudulent populism》
"Ini adalah resistensi politik terhadap kegagalan pemerintahan yang besar."-- Sukidi (mengacu pada Henry David Thoreau) 《Rujukan Henry David Thoreau tentang political resistance》
What do you think Lur?
Indonesia

@sayid__machmoed Semoga kita dijauhkan dari pemahaman jahil ulama dan ustadz2 wahabi..
Indonesia
Ramlan Efendi Hsb. retweetledi

Israel masuk ke PBB dengan mengenakan bintang kuning seolah-olah mereka adalah penyintas Auschwitz.
Mereka pikir dunia masih percaya pada sandiwara "kasihani kita", tapi tak seorang pun peduli lagi.
"two sides of the same coin"
#GazaHolocaust
Indonesia

Ini pernyataan apaan ?????
Demand masyarakat ????
Lama2 natkoba, prostitusi dan minuman keras serta lainnya juga dimaklumi krn demand masyarakat.
Ingat Nepal
Random Thread@randomable_
🤯
Indonesia

















