Rangga

7.7K posts

Rangga banner
Rangga

Rangga

@Ranggaaci

Katılım Mart 2023
160 Takip Edilen95 Takipçiler
Rangga
Rangga@Ranggaaci·
@SimbokeSarah Heran, kenapa ya orang orang cerdik pandai di 🇮🇩, klu sdh gabung ke lingkaran kekuasaan jadi tumpul ???
Indonesia
0
0
0
0
Rangga
Rangga@Ranggaaci·
@MalangTramway Di klayatan ke Utara bisa tembus ke mergan lori sampai raya langsep , saya dulu biasa menghadang lori pengangkut tebu di perempatan mergan sampai kebon agung 😀
Indonesia
0
0
0
5
Malang Tramway
Malang Tramway@MalangTramway·
Baru kurang dari lima tahun saja setelah jalur KA lori angkutan tebu di Jatiroto, Lumajang dinonaktifkan, bekas-bekasnya sudah tidak terlihat. Apalagi jejak jalur lori di Klayatan (Jl Supriyadi) Kota Malang yang sudah lebih dari empat puluh tahun tidak aktif.
Malang Tramway tweet media
Indonesia
2
1
3
99
Rangga
Rangga@Ranggaaci·
@WagimanDeep212_ Bib,jangan menyep elekan mereka berd ua, mas ih saudaranya Jendr al in i 🤣
Rangga tweet media
Indonesia
0
0
0
12
Habieb Selow
Habieb Selow@WagimanDeep212_·
Puyer Bintang Toedjoe saja Puyeng liat Bintang mreka berduwa...masak klean kgak?
Habieb Selow tweet media
Indonesia
127
54
188
8.2K
Joko Santoso
Joko Santoso@JokoSan93964435·
Negara lain rebutan ilmuwan, kita malah jago bikin mereka rebutan materai sama fotokopi KK. 😭 Prestasi internasional: bongkar DNA pelaku Bom Bali. Prestasi dalam negeri: gagal lolos seleksi administrasi. Emang kadang di negeri ini, otak kelas dunia masih kalah sama stempel “tidak memenuhi syarat”. 🫡
Indonesia
6
23
218
8.4K
Rumail Abbas
Rumail Abbas@Stakof·
Pernah ketemu beliau untuk keperluan riset dan wawancara. Karena, Bu Hera pernah melakukan penelitian dengan Pak Michael Hammer. Ngobrol dulu, kan: "Kok, sudah gak di Eijkman, Bu?" Saya sotoy, karena habis baca WikiPedia dan masih mengira beliau kerja di sana. "Eijkman sudah ngga ada." Jawab beliau. Akhirnya nyari warta. Kaget, barang-barang Eijkman (yang pasti maaahal itu) diangkat-angkat ke kantor BRIN kayak ngangkat mesin cuci dan kulkas. 😅 Hampir sejam wawancara di kantornya, dan mendapati Bu Hera ini ilmuwan yang hangat. Kalau bicara kerap gonta-ganti bahasa, mixed lebih tepatnya. "Maksud gue gini. What if..." "...beyond semua ini, & gue harus bilang..." Paling syok dengan kata "gue", karena sepanjang pengalaman bertemu saintis biomolekular, semuanya pakai "saya". Kesempatan menyenangkan :)
Rumail Abbas tweet mediaRumail Abbas tweet media
Dravenwe@DravenweX

Profesor Herawati Sudoyo, Pahlawan Bom Bali yang "dikalahkan" oleh tembok birokrasi negara sendiri. Lo bayangin, kepolisian dunia aja hormat sama beliau karena sukses bongkar identitas pelaku Bom Bali cuma dari serpihan DNA. Tapi pas di negaranya sendiri, nasib beliau dan timnya malah berakhir ngenes gara-gara urusan administratif. Namanya Prof. Herawati Sudoyo, salah satu otak paling cerdas di Lembaga Eijkman. Pas kejadian Bom Bali 2002, beliau dan timnya kerja gila-gilaan buat identifikasi pelaku lewat sisa-sisa DNA di lokasi ledakan. Berkat beliau, kasus-kasus terorisme besar bisa terungkap secara ilmiah. Di tangan beliau, Lembaga Eijkman jadi markas riset genetika paling bergengsi di dunia. Bukan kaleng-kaleng, ilmuwan luar negeri aja segan sama riset mereka. Tapi ya gitu, musuh terberat orang pinter di sini bukan virus, tapi birokrasi. Plot twist paling pahitnya terjadi awal 2022. Lembaga bersejarah ini dibubarin dan dilebur secara paksa ke instansi riset baru. Alhasil? Ratusan ilmuwan dan peneliti elit dipecat massal dalam semalam cuma karena mereka bukan PNS. Bayangin, orang-orang yang udah ngabdi puluhan tahun demi kemajuan sains Indonesia, disuruh angkat kaki cuma karena masalah dokumen status pegawai. Dr. Herawati dan timnya harus ninggalin laboratorium tempat mereka nyetak sejarah internasional. Ini jadi bukti nyata kalau di sini, "surat sakti" birokrasi kadang lebih berkuasa daripada otak jenius yang diakuin dunia. Padahal kita butuh lebih banyak orang kayak mereka, bukan malah bikin mereka "patah hati" sama negaranya sendiri. Respek buat Prof. Herawati dan para ilmuwan Eijkman. Mereka udah kasih yang terbaik buat Indonesia, meskipun akhirnya harus "menelan luka" gara-gara sistem yang kaku. Pahlawan sains yang sebenernya.🫡✨

Indonesia
41
851
4.6K
201.7K
Rangga
Rangga@Ranggaaci·
@adanginyah Entah kenapa tenaga kependidikan dan nakes di negara kita kurang dihargai, padahal kerja pakai otak dan ketrampilan khusus 😭
Indonesia
0
0
0
2
Abyorrrr
Abyorrrr@adanginyah·
Kalo emang jadi dokter gajinya sekecil itu kok masih banyak yang minat ya. Apa gak sayang ngeluarin duit buat biaya pendidikan yang setinggi langit itu 😌
Indonesia
175
58
261
86.7K
Rangga
Rangga@Ranggaaci·
@Jelli_cent Jangan sampai rakyat dipaksa jadi anggota koperasi 😭
Indonesia
0
0
0
6
Jeni_Ly again
Jeni_Ly again@Jelli_cent·
Dah...gas gas.. sambil jogedin Ribuan KDMP sgr diresmikan.. Siap2 kita bakal lihat banyak tontonan Managager tp baru belajar Dibayar simpang siur tp maunya dibayar pake APBN Dilihat saja nanti Klo disumpahi dr skrg bakal ga berkembang & mangkrak - nanti dikira antek asing 🤪
Indonesia
17
49
73
3.1K
Rangga
Rangga@Ranggaaci·
@bangherwin saya pernah menanyakan pada guru PMP waktu 🇮🇩 dipimpin Simbah Har, katanya 🇮🇩 negeri demokrasi namun kenapa seperti demokrasi terpimpin ? guruku gak mau jawab, cuma pas istirahat beliau berbisik pada saya "pertanyaan jgn aneh2, klu t jelaskan saya bisa dipecat klu ada yg dengar"
Indonesia
0
0
1
25
herwin
herwin@bangherwin·
Bu guru ini ngerti pendidikan bukan cuma soal hafalan pasal & upacara. Film dokumenter PESTA BABI diputerin biar murid bisa lihat realita negeri sendiri, termasuk kondisi Papua, langsung dari sudut pandang manusianya.
Indonesia
7
69
273
3.8K
Miss Tweet |
Miss Tweet |@Heraloebss·
⚠️ TRIGGER WARNING ⚠️ Video ini berisi narasi sentitif! Seorang anak mengaku trauma karena sering dicabuli oleh Ayah kandungnya , ia meminta ayahnya digebukin di penjara hingga membusuk.
Indonesia
505
1.5K
8K
382.5K
ᶜⁱᶜᵃᵍ ᵈⁱ ᴰⁱⁿᵈⁱⁿᵍ
Yang pernah punya keluhan dengan BPN seperti ibu ini, atau pernah menghadapi petugasnya yg diem seribu bahasa karna ngga bisa jawab ky "ngemut inten" silahkan coret-coret dibawah 😂
Indonesia
43
361
935
25.8K
Rangga
Rangga@Ranggaaci·
@Ceysa_ku Ya Allah sampai begini keadaan rakyat bawah 🇮🇩, negara kita kaya harusnya gak ada kejadian seperti ini, sudah cari kerja sulit, upah rendah utk mencukupi kebutuhan sehari hari kurang. Uda pak sopir jangan diulangi lagi, semoga rejeki ibunya lancar...
Indonesia
0
0
0
24
Gea
Gea@Ceysa_ku·
Itu supir nggak ada otaknya, dijalan kita sama2 cari hidup, janganlah menyusahkan, kan malu sampe harus dikejar-kejar begitu. Aku yakin ibu itu pun kehilangan uang segitu sangat berarti bagi warungnya, bagi usahanya, apalagi aku dengar sampai ada ngambil rokok juga. 😬😬😬😬😬
Indonesia
46
134
500
65.5K
Dravenwe
Dravenwe@DravenweX·
Profesor Herawati Sudoyo, Pahlawan Bom Bali yang "dikalahkan" oleh tembok birokrasi negara sendiri. Lo bayangin, kepolisian dunia aja hormat sama beliau karena sukses bongkar identitas pelaku Bom Bali cuma dari serpihan DNA. Tapi pas di negaranya sendiri, nasib beliau dan timnya malah berakhir ngenes gara-gara urusan administratif. Namanya Prof. Herawati Sudoyo, salah satu otak paling cerdas di Lembaga Eijkman. Pas kejadian Bom Bali 2002, beliau dan timnya kerja gila-gilaan buat identifikasi pelaku lewat sisa-sisa DNA di lokasi ledakan. Berkat beliau, kasus-kasus terorisme besar bisa terungkap secara ilmiah. Di tangan beliau, Lembaga Eijkman jadi markas riset genetika paling bergengsi di dunia. Bukan kaleng-kaleng, ilmuwan luar negeri aja segan sama riset mereka. Tapi ya gitu, musuh terberat orang pinter di sini bukan virus, tapi birokrasi. Plot twist paling pahitnya terjadi awal 2022. Lembaga bersejarah ini dibubarin dan dilebur secara paksa ke instansi riset baru. Alhasil? Ratusan ilmuwan dan peneliti elit dipecat massal dalam semalam cuma karena mereka bukan PNS. Bayangin, orang-orang yang udah ngabdi puluhan tahun demi kemajuan sains Indonesia, disuruh angkat kaki cuma karena masalah dokumen status pegawai. Dr. Herawati dan timnya harus ninggalin laboratorium tempat mereka nyetak sejarah internasional. Ini jadi bukti nyata kalau di sini, "surat sakti" birokrasi kadang lebih berkuasa daripada otak jenius yang diakuin dunia. Padahal kita butuh lebih banyak orang kayak mereka, bukan malah bikin mereka "patah hati" sama negaranya sendiri. Respek buat Prof. Herawati dan para ilmuwan Eijkman. Mereka udah kasih yang terbaik buat Indonesia, meskipun akhirnya harus "menelan luka" gara-gara sistem yang kaku. Pahlawan sains yang sebenernya.🫡✨
Dravenwe tweet mediaDravenwe tweet media
Indonesia
258
6.7K
17.3K
923K
Rangga
Rangga@Ranggaaci·
@MindaXtv Kalau rakyat biasa apa bisa dapat keistimewaan seperti ini ?
Indonesia
0
0
0
9
Rangga
Rangga@Ranggaaci·
@suzumeow12 Sementara di gedung @DPR_RI , para anggotanya berpesta pora tunjangan seabrek...
Indonesia
0
0
0
4
suzu
suzu@suzumeow12·
Masyallah ❤️
suzu tweet media
Indonesia
3
161
388
4.2K
Ike Aremanita
Ike Aremanita@ike_hw71·
Indonesia darurat orang gila 😩😩😩
Ike Aremanita tweet media
Indonesia
1.3K
1.8K
6.2K
299.5K
Rangga
Rangga@Ranggaaci·
@tempodotco Ya Allah, lindungi kami rakyat 🇮🇩 dari kepunahan ...
Indonesia
0
0
0
1
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
BGN Wajibkan SPPG Tambah Penerima Manfaat Kelompok 3B (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita)
tempo.co tweet mediatempo.co tweet media
Indonesia
954
420
2.9K
560.1K
Rangga
Rangga@Ranggaaci·
@orangulandtrust @BorneoCan Sepertinya kepunahan orang utan hanya tinggal menunggu waktu saja, mereka disediakan konservasi, namun dilain pihak kebijakan pemerintah 🇮🇩 berpihak pada korporasi membuka hutan,menghabiskan hutan diambil kekayaan dan manfaatnya dengan menjadikannya hutan sawit.
Indonesia
0
0
1
23
Rangga
Rangga@Ranggaaci·
@Bambangmulyonoo Ada penyakit baru, namanya "Sidangolomania" , klu mendengar kata akan dipanggil ke persidangan badan akan panas dingin tak karuan, kaki dan tangan bisa membeku, lidah jadi kelu.
Indonesia
0
0
0
10
Demokrasi Rasa Nepotisme
Demokrasi Rasa Nepotisme@Bambangmulyonoo·
Alhamdulillah udah sehat.... Jadi tidak alasan lagi klu di panggil ke pengadilan.....
Demokrasi Rasa Nepotisme tweet media
Indonesia
212
211
620
17.6K
Aida Greenbury
Aida Greenbury@AidaGreenbury·
Today’s handover increased Agrinas Palma’s total land management to approximately 4.12 million hectares, nearly the size of Switzerland. This solidifies its position as the world’s largest palm oil grower by land bank size. theedgemalaysia.com/node/803394
Aida Greenbury tweet media
English
1
18
23
727
Rangga
Rangga@Ranggaaci·
@165Hati Lha ? harusnya tunjangan anggota @DPR_RI yg fantastis juga harus dipangkas !
Indonesia
0
0
0
4
🄳🄴🄽 🄱🄰🄶🄾🄴🅂
Cicilan & bunga utang sudah makan 45% pendapatan negara. Harris Turino kasih saran telak: Targetkan anggaran tepat sasaran, terutama buat daerah 3T, bukan Jakarta! 📉 Menurut kalian, anggaran apa lagi yang harusnya dipangkas biar negara nggak makin boncos? 🤔💬 #HutangLuarNegri
Indonesia
1
1
2
59