Simboke Sarah🐣

81.6K posts

Simboke Sarah🐣 banner
Simboke Sarah🐣

Simboke Sarah🐣

@SimbokeSarah

Bapakku tukang radio transistor

Indonesia Katılım Şubat 2021
18.7K Takip Edilen28.5K Takipçiler
Never
Never@neVerAl0nely___·
Kondisi saat ini Bapak Komarudin Hendra Simanjuntak SH. MH pengacara yang pernah menangani beberapa kasus populer di Indonesia diantaranya Wisma Atlet Hambalang dan kasus korupsi e-KTP, menjadi pengacara Muhammad Kece dalam kasus penistaan agama, dan menjadi pengacara keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat.
Indonesia
193
699
4.9K
793.1K
t'sireya
t'sireya@treezana·
Teknik kenapa jadi Rekayasa Teknik adalah teknik Rekayasa kan beda lagi
Setia Budi, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
1
0
1
77
Simboke Sarah🐣 retweetledi
Dosen Kesayanganmu
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen·
owalah, beras mahal karna stok di gudang bulog ga di rilis ke pasar. mentan sengaja tahan stok bulog, biar pas laporan ke presiden berasnya banyak terus. menteri dongo !!!
Indonesia
407
4.1K
13.8K
227.3K
Simboke Sarah🐣 retweetledi
ABRISAM J
ABRISAM J@PutraMataSatu·
Pesan Bang Hotman Paris kepada Presiden @prabowo tentang perkara Chromebook Nadiem Makarim.
Indonesia
153
2.4K
9.3K
236.2K
Fai Nomady
Fai Nomady@SumandoGaek·
Pidato terbaru Prabowo: kondisi Indonesia lebih baik dari Jepang & Eropa. Hhmmm... Jangan salahkan bapak ini kalau semakin aneh isi pidatonya. Kalau saya akan salahkan yang kasih mic. 🎤
Indonesia
1.2K
709
1.8K
130.6K
txtdrimedia
txtdrimedia@txtdrimedia·
bye-bye teknik 👋 Pemerintah melalui Kemdiktisaintek resmi menetapkan perubahan jurusan "Teknik" menjadi "Rekayasa"
txtdrimedia tweet media
Indonesia
578
215
1.4K
154.5K
Joko Santoso
Joko Santoso@JokoSan93964435·
Negara lain rebutan ilmuwan, kita malah jago bikin mereka rebutan materai sama fotokopi KK. 😭 Prestasi internasional: bongkar DNA pelaku Bom Bali. Prestasi dalam negeri: gagal lolos seleksi administrasi. Emang kadang di negeri ini, otak kelas dunia masih kalah sama stempel “tidak memenuhi syarat”. 🫡
Indonesia
7
26
253
9.4K
Rumail Abbas
Rumail Abbas@Stakof·
Pernah ketemu beliau untuk keperluan riset dan wawancara. Karena, Bu Hera pernah melakukan penelitian dengan Pak Michael Hammer. Ngobrol dulu, kan: "Kok, sudah gak di Eijkman, Bu?" Saya sotoy, karena habis baca WikiPedia dan masih mengira beliau kerja di sana. "Eijkman sudah ngga ada." Jawab beliau. Akhirnya nyari warta. Kaget, barang-barang Eijkman (yang pasti maaahal itu) diangkat-angkat ke kantor BRIN kayak ngangkat mesin cuci dan kulkas. 😅 Hampir sejam wawancara di kantornya, dan mendapati Bu Hera ini ilmuwan yang hangat. Kalau bicara kerap gonta-ganti bahasa, mixed lebih tepatnya. "Maksud gue gini. What if..." "...beyond semua ini, & gue harus bilang..." Paling syok dengan kata "gue", karena sepanjang pengalaman bertemu saintis biomolekular, semuanya pakai "saya". Kesempatan menyenangkan :)
Rumail Abbas tweet mediaRumail Abbas tweet media
Dravenwe@DravenweX

Profesor Herawati Sudoyo, Pahlawan Bom Bali yang "dikalahkan" oleh tembok birokrasi negara sendiri. Lo bayangin, kepolisian dunia aja hormat sama beliau karena sukses bongkar identitas pelaku Bom Bali cuma dari serpihan DNA. Tapi pas di negaranya sendiri, nasib beliau dan timnya malah berakhir ngenes gara-gara urusan administratif. Namanya Prof. Herawati Sudoyo, salah satu otak paling cerdas di Lembaga Eijkman. Pas kejadian Bom Bali 2002, beliau dan timnya kerja gila-gilaan buat identifikasi pelaku lewat sisa-sisa DNA di lokasi ledakan. Berkat beliau, kasus-kasus terorisme besar bisa terungkap secara ilmiah. Di tangan beliau, Lembaga Eijkman jadi markas riset genetika paling bergengsi di dunia. Bukan kaleng-kaleng, ilmuwan luar negeri aja segan sama riset mereka. Tapi ya gitu, musuh terberat orang pinter di sini bukan virus, tapi birokrasi. Plot twist paling pahitnya terjadi awal 2022. Lembaga bersejarah ini dibubarin dan dilebur secara paksa ke instansi riset baru. Alhasil? Ratusan ilmuwan dan peneliti elit dipecat massal dalam semalam cuma karena mereka bukan PNS. Bayangin, orang-orang yang udah ngabdi puluhan tahun demi kemajuan sains Indonesia, disuruh angkat kaki cuma karena masalah dokumen status pegawai. Dr. Herawati dan timnya harus ninggalin laboratorium tempat mereka nyetak sejarah internasional. Ini jadi bukti nyata kalau di sini, "surat sakti" birokrasi kadang lebih berkuasa daripada otak jenius yang diakuin dunia. Padahal kita butuh lebih banyak orang kayak mereka, bukan malah bikin mereka "patah hati" sama negaranya sendiri. Respek buat Prof. Herawati dan para ilmuwan Eijkman. Mereka udah kasih yang terbaik buat Indonesia, meskipun akhirnya harus "menelan luka" gara-gara sistem yang kaku. Pahlawan sains yang sebenernya.🫡✨

Indonesia
42
894
4.9K
217.2K
Johnkecops
Johnkecops@johnkecops·
@Stakof Sewaktu ilmuwan kampus & lemlit dipanggil hearing di DPR pas penyusunan RUU Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan & Teknologi, semua kasih masukan: BRIN harus jadi lembaga kordinasi riset, bukan sentralisasi. Tapi ada tuh parpol yg ngotot harus sentralisasi, dan mereka berhasil 😆😆
Indonesia
3
2
42
4.7K
Simboke Sarah🐣
Simboke Sarah🐣@SimbokeSarah·
Oalah..akademisi & ilmuwan vs parpol tah! Pantesan ...became messy
Johnkecops@johnkecops

@Stakof Sewaktu ilmuwan kampus & lemlit dipanggil hearing di DPR pas penyusunan RUU Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan & Teknologi, semua kasih masukan: BRIN harus jadi lembaga kordinasi riset, bukan sentralisasi. Tapi ada tuh parpol yg ngotot harus sentralisasi, dan mereka berhasil 😆😆

Indonesia
0
1
1
66
andres8
andres8@sapukorek·
@Stakof 2022 🤣, ilmuwan sejati bagi mrk adalah abu janda, ade armando , grace natalies, qodari, budi arie, krn jelas jauh lebih bermanfaat dan "berguna" 😁😎
Indonesia
2
10
100
7.3K
Simboke Sarah🐣 retweetledi
M. Ridha Intifadha
M. Ridha Intifadha@RidhaIntifadha·
Kemarin, @TheEconomist mempublikasikan dua artikel soal Indonesia Judul artikel pertama: Presiden Indonesia sedang membahayakan ekonomi dan demokrasi Subjudulnya: Prabowo Subianto terlalu boros dan terlalu otoriter Perlu diketahui, Spendthrift artinya orang yang menghamburkan uang secara tidak bijak. Diksi ini lebih keras dari sekadar “boros”. Dalam konteks negara, ada kesan ceroboh dan tidak bertanggung jawab secara fiskal. ======== Judul artikel kedua: Indonesia, negara mayoritas Muslim terbesar, sedang menempuh jalur yang berisiko Subjudulnya: Prabowo Subianto sedang menggerogoti keuangan negara—dan demokrasinya. Di artikel ini, pemilihan diksi “Eroding” rasanya memperkuat artikel lainnya. Jeopardising (membahayakan) masih bicara soal risiko ke depan. Eroding (menggerogoti) berarti prosesnya sudah berlangsung. Rasanya pelan, diam-diam, tapi nyata. Bagaikan batu yang berlubang oleh tetesan air.
M. Ridha Intifadha tweet mediaM. Ridha Intifadha tweet media
Indonesia
293
16.9K
31.6K
417.5K
Ary
Ary@J_a2y0·
@SimbokeSarah @txtdaritaxpayer @satunusa185593 Ooo ternyata hanya mau nyari duit gratisan buat nyumbang negara. Peringatan buat pengusaha, jangan sekali sekali sok baik mau jadi menteri. Bakal habis kalian.
Indonesia
1
0
1
9
Ike Aremanita
Ike Aremanita@ike_hw71·
Indonesia darurat orang gila 😩😩😩
Ike Aremanita tweet media
Indonesia
1.3K
1.9K
6.5K
319.8K
Simboke Sarah🐣
Simboke Sarah🐣@SimbokeSarah·
@DravenweX @purnomowardoyo Eikjmann dijadikan BRIN Dan BRIN (LIPI) "reorganisasi" Oalah.. Indonesia jalan mundur, dunia penelitian dan akademik kena efisiensi besar untuk embegeh
Indonesia
0
0
8
309
Dravenwe
Dravenwe@DravenweX·
Profesor Herawati Sudoyo, Pahlawan Bom Bali yang "dikalahkan" oleh tembok birokrasi negara sendiri. Lo bayangin, kepolisian dunia aja hormat sama beliau karena sukses bongkar identitas pelaku Bom Bali cuma dari serpihan DNA. Tapi pas di negaranya sendiri, nasib beliau dan timnya malah berakhir ngenes gara-gara urusan administratif. Namanya Prof. Herawati Sudoyo, salah satu otak paling cerdas di Lembaga Eijkman. Pas kejadian Bom Bali 2002, beliau dan timnya kerja gila-gilaan buat identifikasi pelaku lewat sisa-sisa DNA di lokasi ledakan. Berkat beliau, kasus-kasus terorisme besar bisa terungkap secara ilmiah. Di tangan beliau, Lembaga Eijkman jadi markas riset genetika paling bergengsi di dunia. Bukan kaleng-kaleng, ilmuwan luar negeri aja segan sama riset mereka. Tapi ya gitu, musuh terberat orang pinter di sini bukan virus, tapi birokrasi. Plot twist paling pahitnya terjadi awal 2022. Lembaga bersejarah ini dibubarin dan dilebur secara paksa ke instansi riset baru. Alhasil? Ratusan ilmuwan dan peneliti elit dipecat massal dalam semalam cuma karena mereka bukan PNS. Bayangin, orang-orang yang udah ngabdi puluhan tahun demi kemajuan sains Indonesia, disuruh angkat kaki cuma karena masalah dokumen status pegawai. Dr. Herawati dan timnya harus ninggalin laboratorium tempat mereka nyetak sejarah internasional. Ini jadi bukti nyata kalau di sini, "surat sakti" birokrasi kadang lebih berkuasa daripada otak jenius yang diakuin dunia. Padahal kita butuh lebih banyak orang kayak mereka, bukan malah bikin mereka "patah hati" sama negaranya sendiri. Respek buat Prof. Herawati dan para ilmuwan Eijkman. Mereka udah kasih yang terbaik buat Indonesia, meskipun akhirnya harus "menelan luka" gara-gara sistem yang kaku. Pahlawan sains yang sebenernya.🫡✨
Dravenwe tweet mediaDravenwe tweet media
Indonesia
273
7.2K
18.7K
1M
Simboke Sarah🐣
Simboke Sarah🐣@SimbokeSarah·
Menengok salah satu Sejarah kelam negeri ini di bidang Sains
Dravenwe@DravenweX

Profesor Herawati Sudoyo, Pahlawan Bom Bali yang "dikalahkan" oleh tembok birokrasi negara sendiri. Lo bayangin, kepolisian dunia aja hormat sama beliau karena sukses bongkar identitas pelaku Bom Bali cuma dari serpihan DNA. Tapi pas di negaranya sendiri, nasib beliau dan timnya malah berakhir ngenes gara-gara urusan administratif. Namanya Prof. Herawati Sudoyo, salah satu otak paling cerdas di Lembaga Eijkman. Pas kejadian Bom Bali 2002, beliau dan timnya kerja gila-gilaan buat identifikasi pelaku lewat sisa-sisa DNA di lokasi ledakan. Berkat beliau, kasus-kasus terorisme besar bisa terungkap secara ilmiah. Di tangan beliau, Lembaga Eijkman jadi markas riset genetika paling bergengsi di dunia. Bukan kaleng-kaleng, ilmuwan luar negeri aja segan sama riset mereka. Tapi ya gitu, musuh terberat orang pinter di sini bukan virus, tapi birokrasi. Plot twist paling pahitnya terjadi awal 2022. Lembaga bersejarah ini dibubarin dan dilebur secara paksa ke instansi riset baru. Alhasil? Ratusan ilmuwan dan peneliti elit dipecat massal dalam semalam cuma karena mereka bukan PNS. Bayangin, orang-orang yang udah ngabdi puluhan tahun demi kemajuan sains Indonesia, disuruh angkat kaki cuma karena masalah dokumen status pegawai. Dr. Herawati dan timnya harus ninggalin laboratorium tempat mereka nyetak sejarah internasional. Ini jadi bukti nyata kalau di sini, "surat sakti" birokrasi kadang lebih berkuasa daripada otak jenius yang diakuin dunia. Padahal kita butuh lebih banyak orang kayak mereka, bukan malah bikin mereka "patah hati" sama negaranya sendiri. Respek buat Prof. Herawati dan para ilmuwan Eijkman. Mereka udah kasih yang terbaik buat Indonesia, meskipun akhirnya harus "menelan luka" gara-gara sistem yang kaku. Pahlawan sains yang sebenernya.🫡✨

Indonesia
0
1
6
197