(Institutionalizing 🏛️) Harun STG
1.3K posts

(Institutionalizing 🏛️) Harun STG
@TheAaronSTG
Intern at Department of Spontaneous Order Planning

Twitter itu ekosistemnya egaliter dan demokratis. Elon Musk berusaha geser media sosial ini ke arah kanan aja gagal total. Pada akhirnya, di Twitter itu, mau sereceh apapun informasi, tetap dianggap informasi yang layak dibaca dan dibahas. Di sini, kekuatan ide diuji. Makanya kalau lu berharap jadi mesias atau tokoh yang dikultuskan di Twitter, lu gak bakal pernah berhasil. Di Twitter ini, lu bisa menemukan opini mentah yang keluar dari kepala orang sehari-hari dari pelbagai kalangan. Posisi Presiden, Perdana Menteri, bahkan Raja sekalipun itu setara di hadapan algoritma Twitter. Makanya kurang setuju kalau Twitter dibilang echo chamber... Lu bahas bakso enak aja, pasti ada yang gak setuju sama lu! Itulah sebabnya, Twitter adalah eksperimen demokrasi yang efektif, membuat kita belajar kalau ada milyaran kepala di dunia dengan isi yang unik. Membuat kita belajar, perbedaan pendapat itu sebuah keniscayaan.



Twitter itu ekosistemnya egaliter dan demokratis. Elon Musk berusaha geser media sosial ini ke arah kanan aja gagal total. Pada akhirnya, di Twitter itu, mau sereceh apapun informasi, tetap dianggap informasi yang layak dibaca dan dibahas. Di sini, kekuatan ide diuji. Makanya kalau lu berharap jadi mesias atau tokoh yang dikultuskan di Twitter, lu gak bakal pernah berhasil. Di Twitter ini, lu bisa menemukan opini mentah yang keluar dari kepala orang sehari-hari dari pelbagai kalangan. Posisi Presiden, Perdana Menteri, bahkan Raja sekalipun itu setara di hadapan algoritma Twitter. Makanya kurang setuju kalau Twitter dibilang echo chamber... Lu bahas bakso enak aja, pasti ada yang gak setuju sama lu! Itulah sebabnya, Twitter adalah eksperimen demokrasi yang efektif, membuat kita belajar kalau ada milyaran kepala di dunia dengan isi yang unik. Membuat kita belajar, perbedaan pendapat itu sebuah keniscayaan.

how long does it take y’all to read a 200–250 page book????

Unpopular opinion tentang Sejarah yang bisa bikin kamu kayak begini:

tan malaka itu leninisme, terlalu dikultuskan nga ada cacat karna nga menjabat sebagai pejabat negara aja.


the sensible moderate position: - regulated capitalism - modest welfare state - balanced immigration policy

Lviv right now ‼️


Unpopular opinion soal Indonesia

i do not "organize my files", i do not "put things in separate folders", i PUT EVERYTHING IN DOWNLOADS! and if i can't find it, i LOST IT!


It's common (?) knowledge that president Reagan cited Ibn Khaldun for his tax policies, but what I didn't know is that the NYTimes (2 Oct 1981 A26) contacted Franz Rosenthal and asked him if Reagan understood him correctly. Apparently Prof. Rosenthal confirmed that he did!


Hayek's fundamental argument about information economics implies that central planning is impossible because the information required for economic activity is only manifested in the practice of economic activity by the agents. Blocking private enterprise means blocking the process by which this information is manifested. It's not a problem of the central planner lacking computational power, or even a problem of providing incentives in order to extract the information (i.e., it's not a problem of mechanism design). His argument is that this information fundamentally does not exist in a form that can be articulated and communicated through, lets say, writing. Lets consider an example: can the average person write down their utility function in a piece of paper and give the paper to the government in such a way that the central planning computer can replicate that person's consumption patterns over a period of lets say, a year?

Coming back to Hayek’s argument, there was another aspect of it that has always bothered me. What if computational power of central planners improved tremendously? Would Hayek then be happy with central planning?

Paper recomendado y muy basado

Reconstruction of an Anglo-Saxon from the 400s. What do you think he’d think of England today?







