
M. Miftachul Munif
5.1K posts

M. Miftachul Munif
@mm_munif
miftachulmunif


Statement on behalf of the Supreme National Security Council of the Islamic Republic of Iran:










SAIFUL MUJANI: JANGAN HARAP PRABOWO BERUBAH Saiful Mujani sampaikan kritik tajam terhadap kepemimpinan Prabowo Subianto. Ia menilai tidak ada harapan bagi perubahan dari dalam pemerintahan saat ini Saiful Mujani menegaskan bahwa upaya memberi masukan, kritik atau nasihat kepada prabowo tidak akan efektif. Menurutnya, jalur formal seperti impeachment juga sulit diharapkan karena bergantung pada lembaga politik yang tidak responsif. Ia kemudian menyebut bahwa satu-satunya jalan yang realistis adalah melalui kekuatan dan konsolidasi rakyat, sebagaimana pernah terjadi dalam sejarah perubahan besar di Indonesia. Pernyataan ini memicu perhatian publik karena menyoroti langsung arah kepemimpinan nasional dan masa depan demokrasi.



Jagat media sosial gaduh oleh potongan video ceramah pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani. Dalam video yang diunggah akun Instagram @leveenia, akademisi tersebut dituding melontarkan narasi inkonstitusional karena mengajak publik menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto. Akun tersebut menyayangkan bahasa yang keluar dari mulut seorang profesor. Dalam potongan video itu, Saiful memang bicara blak-blakan. Ia menilai prosedur formal seperti pemakzulan (impeachment) tidak akan berjalan efektif menghadapi Prabowo. Ia melanjutkan, menjatuhkan presiden adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan negara. Tudingan makar pun langsung dialamatkan kepada Saiful. inilah.com/beredar-video-…





Faktanya, menurut Policy Research Center (PRC) 88,5% manfaat dari Program MBG dinilai mengalir ke elite dan pejabat politik (44,5%) serta mitra dan pengelola SPPG (44,0%). Bukan kepada anak-anak yang menjadi penerima utama (hanya 6,5%) apalah lagi para guru yg 'hanya' kecipratan repotnya saja. Obrolan yg saya curi dengar dari para mitra/pengelola SPPG di acaranya Badan Gizi Nasional di Bekasi kemarin juga topik fokusnya ke mereka. Mereka yg denial juga adalah bagian dari 88,5% 'penerima manfaat'.














