Poli

4.1K posts

Poli banner
Poli

Poli

@polikarpusivan

Wabi Sabi.

Katılım Eylül 2012
374 Takip Edilen422 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Poli
Poli@polikarpusivan·
Stay sane. Willpower through any circumstances and always have faith.
English
0
0
2
2.5K
Poli retweetledi
Ariel Heryanto
Ariel Heryanto@ariel_heryanto·
Sulit dicerna nalar mengapa orang Indonesia diasumsikan akan lebih siap atau hebat membangun negerinya jika sudah lulus pendidikan pascasarjana di Amerika, Eropa, dan Australia. arielheryanto.com/2026/04/19/stu…
Indonesia
4
100
390
13.7K
Poli retweetledi
Nova Ignis
Nova Ignis@NovaIgnis120159·
@aparatur_spill izin share, selain circle AusAID, jg banyak circle development lainnya seperti: World Bank, ADB, IMF, ERIA, Asean Secretariat, UNDP, JPAL-Sea, dll.
Indonesia
2
5
43
2.6K
Poli retweetledi
Anas
Anas@oianas_·
Networking itu ada pajaknya. Setiap kali lo masuk ke conference atau event industri, lo bayar. Ada tiket, transport, waktu, energi. Itu biaya juga. Tapi ada biaya lain yang lebih mahal dan jarang diperhitungkan: biaya sosial dari show up tanpa kredibilitas. Tanda-tandanya: - lo minta jabat tangan, orang balas dengan senyum sopan, lalu cari alasan pindah ke orang lain. - lo follow up lewat email, jarang yang reply. Dan itu sebenernya bukan karena mereka jahat, tapi karena lo belum punya alasan yang cukup untuk mereka investasikan waktu. Inilah networking tax yang sesungguhnya. Dan kalau lo bayar pajak ini terlalu awal, terlalu sering, efeknya bukan cuma buang duit. tapi juga kepercayaan diri yang pelan-pelan terkikis. Kenapa? karena networking bukan cuma aktivitas. Networking adalah output dari kredibilitas yang sudah ada. Orang connect dengan lo bukan karena lo hadir di tempat yang tepat, tapi karena lo seseorang yang worth dikenal. Dan "worth dikenal" itu butuh bukti. project yang pernah lo ship, pengalaman, hal menarik yang pernah lo lakukan, tempat lo kerja, atau tulisan2 yang pernah lo publish. Kredibilitas adalah mata uang networking. Kalau lo datang tanpa modal, nggak ada transaksi penting yang bisa terjadi. Ini bukan berarti lo harus terkenal dulu. tapi memang ada urutan yang lebih efektif: bikin satu proof of work yang nyata dulu sebelum lo invest serius di ruangan-ruangan mahal itu. Karena begitu ada sesuatu yang bisa ditunjukkan, lo bukan lagi stranger yang minta perhatian. Tapi seseorang dengan konteks. Dan orang jauh lebih mudah terkoneksi klo udah ada konteks. Event2 mahal itu punya tempatnya. tapi tempatnya bukan di chapter satu. Kecuali klo lo hanya ingin exposure.
Anas tweet media
Bardan - Digital Marketer@bardanslm

unpopular opinion about networking???

Indonesia
3
114
590
18.5K
Poli retweetledi
#KelanaRasa
#KelanaRasa@arieparikesit·
Dari sini kepopuleran soto Ambengan dimulai. Banyak yang mengira "Soto Ambengan" adalah genre soto ayam tersendiri asal Kota Surabaya. Sebenarnya nama tersebut populer dari sebuah depot soto di Jalan Ambengan Surabaya yg didirikan oleh Alm Pak Sadi pada tahun 1971. Asal dari soto seperti yg disajikan Pak Sadi dan banyak penjaja soto lainnya adalah dari Kota Lamongan, soto Ayam Lamongan. Pak Sadi memang asal Lamongan dan merantau ke Surabaya menjajakan soto ayam keliling dari kampung ke kampung. Baru pada tahun 1971 lah beliau "mangkal" dan membuka depot pertamanya di Jalan Ambengan, dari depot sederhana ini kepopuleran soto Ambengan tersebar ke seluruh Indonesia, bahkan pernah didapuk sebagai street food master of the year di tahun 2013 versi World Street Food Congress dan membawa sotonya ke ajang bergengsi festival tersebut di Singapura. Beri rekomendasi soto ayam khas Lamongan favoritmu, di kota mana saja, luar nagreg juga boleh😄 #KulinerSurabaya #KulinerLamongan
#KelanaRasa tweet media
Indonesia
46
57
282
40.3K
Poli retweetledi
CUMA AKUNTAN DOANG
CUMA AKUNTAN DOANG@AkuntanYeah·
makanya gak usah guys, for newly weds sewa apartemen aja, murah2 kok apartemen semi2 rusun gitu, kalo gak cocok tinggal pindah gak usah hoarding barang, itu kuncinya kenapa kok sewa apartemen bisa murah? nah untuk soal yang ini mesti summon admin lama yang udah banyak makan asam garam apartemen/rusun wkwkwkwk
Elon Murz | SVP of Meme Engineering@ecommurz

Menurut data Numbeo, PIR atau ratio between house price and average annual salary in Jakarta is 21. Artinya, bahkan jika rumah tangga menabung 100% dari pendapatannya, butuh sekitar 21 tahun untuk membeli rumah. kompas.id/artikel/rumah-… kompas.id/artikel/en-gaj… regional.kompas.com/read/2022/07/0… numbeo.com/quality-of-lif…

Indonesia
7
161
1.2K
126.9K
Poli retweetledi
IG @burhanuddinmuhtadi
IG @burhanuddinmuhtadi@BurhanMuhtadi·
Bisa jadi. Saya pribadi merasa Maudy Ayunda misalnya, tak layak menerima beasiswa LPDP. Saya kira banyak anak Indonesia yg pintar tapi karena akses info atau IELTS/TOEFL yg kurang lalu gagal dapat beasiswa LPDP. Lebih baik mereka diterima dulu, lalu LPDP meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka dulu sblum berangkat. Kayak beasiswa AAS atau ADS yg buat skema pre departure training.
Radja Thaher@radjathaher

Jangan2 seperti MBG, diskursus LPDP begitu2 terus juga krn diwarnai oleh psikologis masyarakat yg sama terkait perasaan apakah awardee layak atau tidak, dan mengapa kebijakan yg harusnya merit-based dianggap harusnya jadi needs-based

Indonesia
56
527
2.2K
244.3K
Poli retweetledi
Strategi + Bisnis
Strategi + Bisnis@Strategi_Bisnis·
Ada sahabat yg ambil KPR, baru jalan dua tahun, kena PHK. Cicilannya macet total, dan akhirnya rumah disita. Punya KPR (mortgage) dengan durasi 15 thn adalah salah satu ujian kehidupan sesungguhnya :) Kalau kata komedian Chris Rock : mortgage bakal bikin hidup seseorang lebih tertib dan disiplin dalam bekerja. Sebab jika telanjur punya KPR, lalu tiba2 kena PHK, ya bakal wasalam, spt nasib teman kita tadi. Dampak punya KPR : - orang jadi dipaksa lebih tertib kelola keuangan agar mampu cicil selama puluhan tahun - orang jd kerja di kantornya lebih rapi dan rajin - tidak pernah mau neko-neko. Sebab sekali kinerjanya dianggap jelek, maka bisa kena putus kontrak kerja. - tapi pada sisi lain, akan bikin seseorang takut ambil risiko finansial. Dia pasti akan takut memulai usaha sendiri yg kemungkinan bisa rugi. Dia butuh pendapatan stabil yg aman demi cicilan KPR-nya. Namun pada sisi lain, tak mudah ambil KPR jika penghasilan mendang mending. Rumah ukuran 80M2 di Summarecon Bekasi harganya sd Rp 1,3 milyar. Summarecon Bekasi salah satu cluster bagus di kota Bekasi (semua perumahan sumarecon selalu bagus di tiap kota). Jika harga rumah Rp 1,3 milyar : - Uang DP 10% atau Rp 130 juta - Cicilan durasi 15 tahun Maka cicilan sekitar Rp 10 juta/bulan. Artinya hanya keluarga dengan penghasilan Rp 30 jutaan yg akan sanggup cicil. Asumsi cicilan maks 30% dari total penghasilan. Jika suami usia 30an bisa dapat gaji Rp 20 juta. Istri juga kerja dengan gaji Rp 15 juta. Maka mereka berdua baru anggup cicil rumah di Sumarecon Bekasi. Apakah bisa diusia mid 30 dapat gaji Rp 30 juta/bulan; dan istri juga kerja dengan gaji yg juga double digit? Kemungkinan bisa, asal lulus S1 dengan jurusan yg dibutuhkan pasar (dan saat fresh grad bisa kerja pertama kali di big company). Perusahaan pertama tempat kerja after wisuda adalah game changer yg akan menentukan masa depan. Jika setelah lulus, bisa kerja di company spt Mayora, Wings, Bank Mandiri, Nestle atau sekelasnya; maka punya penghasilan Rp 30 juta/bulan pd usia 30an adalah hal yang masih possible. Itupun harus doble income, maksudnya sang suami dan istri juga harus sama-sama kerja. Kalau hanya single income; mungkin akan lebih berat lagi untuk ambil KPR.
Strategi + Bisnis tweet media
Indonesia
82
449
1.7K
164K
Poli retweetledi
Txt Tata Kota - The Urbanist Zine
Unpopular kan? 1. Koridor Tunjungan itu koridor komersial yang paling bagus di antara kota-kota besar lainnya di Indonesia. Trotoar lebar, muka bangunan aktif, dan ragam fungsi bangunan, berpadu sama skyline Surabaya, bikin Tunjungan jadi vibrant. 2. Kalo kita bicara apa yang dibangun Belanda di Indonesia, Surabaya punya tata kota yang lebih baik daripada Batavia (Jakarta). Bahkan, di akhir abad ke-19, Surabaya bersaing dengan banyak kota global dan menjadi kota terbesar Hindia Belanda. Belanda juga mampu memanfaatkan sungai di Surabaya dengan lebih baik (dibandingkan Jakarta) yang membentuk tata kota Surabaya. Sehingga, ketika merdeka, Surabaya itu punya banyak modal untuk jadi kota yang lebih maju daripada Jakarta.
Txt Tata Kota - The Urbanist Zine tweet mediaTxt Tata Kota - The Urbanist Zine tweet media
Surabaya Worker Support@sby_workerspt

Unpopular opinion soal Kota Surabaya

Indonesia
56
596
3.6K
191.2K
Poli
Poli@polikarpusivan·
Hi @KAI121 Relasi KAI Progo - Pasar Senen menuju Lempuyangan pukul 23.20. Apa bisa naik dari st. Jatinegara?
Indonesia
1
0
0
185
Poli
Poli@polikarpusivan·
Rindu bersua sejawat kritikus film (re: dosen2 film). Semoga dipertemukan lagi suatu saat nanti
Indonesia
0
0
0
25
Poli
Poli@polikarpusivan·
Alangkah senangnya dipertemukan dengan senior yg tekun dan selalu bergairah mendiskusikan rantai film. Nafas segar dari hiruk-pikuk duniawi~
Poli tweet mediaPoli tweet media
Indonesia
3
0
1
0
Poli
Poli@polikarpusivan·
Merasa kecil diantara mereka, manusia-manusia pemerhati film.
Poli tweet media
Indonesia
3
0
3
0
Poli
Poli@polikarpusivan·
2026, akankah jadi tahun transformasi?
Indonesia
0
0
0
34
Poli
Poli@polikarpusivan·
Agak telat, tapi 2025 belajar banyak. Banyak keluar duit tapi juga network bertambah banyak + achieve jadi book chapter author. Terima kasih 👍🏽
Indonesia
0
0
0
29
Poli
Poli@polikarpusivan·
Belum juga tutup tahun, keluar duit lumayan lagi 🥲
Indonesia
1
0
0
45
Poli
Poli@polikarpusivan·
Rasanya tahun ini jadi tahun yang sibuk dan peluang baru terbuka 🙌
Indonesia
1
1
0
304
Poli retweetledi
Siddharth
Siddharth@DearthOfSid·
US: “It was a preemptive attack on Iran” Pentagon: “No sign that Iran was going to attack first” US: “No but if Israel attacked Iran, then Iran would have attacked us, so we preemptively attacked them first” 🤡 This is beyond satire.
English
1.7K
25.1K
132.7K
3.4M
Poli retweetledi
Dosen Pembimbing
Dosen Pembimbing@Dospemz·
Fakta 2025: total 4.295 awardee LPDP, Jakarta Selatan 154 orang (3,6%), disusul Jakarta Timur, Bandung, Tangsel. Mayoritas dari Jabodetabek & Jawa. Jawa Barat sendiri 650 orang (~15%). 'Merit-based' hanya di atas kertas, tapi yang terjadi sebenarnya adalah "privilege-based': ketimpangan regional & akses di Indonesia, yang dari tahun ke tahun semakin tajam. Anak daerah harus melawan jarak, biaya tes bahasa (bisa jutaan), kuota tes terbatas, & kualitas sekolah/universitas yang timpang, membuat mereka harus mengejar ketertinggalan karena kalah start dari awal. Respect buat yang lolos afirmasi dari luar Jawa, kalian adalah definisi dari perjuangan sesungguhnya.
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen

Semua bilang @LPDP_RI murni merit-based, tapi kok awardee nya ngumpul di jkt? LPDP merit-based, sampai ada yang bisa membuktikan sebaliknya. ya memang faktanya demikian, jabodetabek punya akses lebih baik utk pendidikan. terlepas banyak anak pejabat yang lolos, scr administrasi mereka memang lolos. apakah ada kong x kong? saya mau bilang,... " saya yakin ada....". tapi kan gak mugkin saya bilang begitu. fitnah itu namanya. 📹: @inganggita

Indonesia
21
174
623
47.1K
Poli retweetledi
mashen
mashen@cursskkied·
Setuju gak sih? Di kondisi ekonomi sekarang, punya orang tua yang mandiri secara finansial itu bukan hal biasa. Itu BLESSING level tinggi. Itu privilege. Karena anak gak harus jadi penopang dua arah. Gak harus jadi sandwich generation. Bahkan, saat anak lagi goyah, masih ada yang bisa bilang, “tenang nak, kamu butuh dibantu apa?” Dan itu jujur aja… kemewahan yang gak semua orang punya.
Indonesia
311
5.7K
16.2K
668.2K
Poli retweetledi
Adjie Santosoputro
Adjie Santosoputro@AdjieSanPutro·
Di Chinese new year ini, saya inget 1 quote yang bisa jadi reminder di hidup yang terlalu cepat ini adalah quote filsafat Cina, Taoisme, dari Lao Tzu, kurang lebih gini: “Alam enggak tergesa. Tapi semuanya tetap selesai accomplished pada waktunya.” Di tengah budaya hustle, lomba cepet-cepetan, ini ngingetin… Nggak perlu buru-buru, bukan berarti nggak bertumbuh. Nggak perlu memaksa, segala sesuatu yang dipaksakan seringkali nggak baik. Ada kebijaksanaan dalam ritme alami.
Indonesia
10
445
1.3K
43K
Poli retweetledi
100 Juta Pertama
100 Juta Pertama@txtfromkeuangan·
Di tahun sekarang, opsi beli rumah tuh kelihatannya makin banyak. Bisa beli rumah baru, KPR, rumah bekas, ato bangun dari awal dan beli tanahnya. Coba hari ini kita simulasiin buat lokasi Jakarta sebenernya paling worth it yang mana yes~ Kalo beli rumah bekas di Jakarta tahun 2026 sekitar 800 juta – 5 miliar untuk sebagian besar rumah yang umum dibeli, dengan harga rumah menengah sekitar 2,3 miliar (80% pasar) menurut analis properti. Kalau KPR dari developer, DP biasanya 10–20% dari harga rumah. Cicilan sisa pokok + bunga bisa berjalan 15–20 tahun. Dengan harga rumah 2,3 miliar, DP mulai 30–460 jt, cicilan bulanan bisa 10–15 jt tergantung tenor & bunga. Kalo bangun rumah di lahan sendiri, misal buat 80 m² bisa sekitar 240 juta – Rp 400 juta buat biaya bangunannya aja. Tapi tanahnya bisa jauh lebih mahal, tergantung lokasi di Jakarta. Makin pusat makin mahal. Kalo menurut warga, buat bangun rumah di tahun sekarang, paling masuk akal pake opsi yang mana?
Indonesia
2
10
96
13.4K