Ayu Purwarianti

432 posts

Ayu Purwarianti

Ayu Purwarianti

@AyuP_AI

Dosen IF ITB, Peneliti di Pusat AI ITB, KORIKA, Indonesia AI Institute, https://t.co/I0XY4mvwBE

Bandung Katılım Ağustos 2023
67 Takip Edilen4.1K Takipçiler
Ayu Purwarianti retweetledi
M. Rifqi Farhansyah
M. Rifqi Farhansyah@rifqifrhnsyah·
⚠️New Paper Alert⚠️ Introducing PingPong: A Natural Benchmark for Multi-Turn Code-Switching Dialogues Ever seen a 4-player ping-pong game with chaotic turn-taking? That’s a perfect analogy for multi-party polyglot in code-switching conversations. We introduce PingPong, a benchmark for natural multi-party code-switching dialogues covering five language-combination variations, some of which are trilingual and one that involves a different writing script.🏓🌍 📄Paper: arxiv.org/pdf/2601.17277 🤗Datasets: huggingface.co/code-switching Huge thanks to all of my collaborators: @hanifmz07, @faridlazuarda, @Shmuhammadd, Maryam**, @nedjmaou, @gentaiscool, @AyuP_AI, @AlhamFikri. Check this thread out! 🧵 #PingPongDataset #CodeSwitching #Multilinguality #Polyglot #NLP #LLM #Benchmark (1/n)
M. Rifqi Farhansyah tweet media
English
2
10
23
6K
Levi | still learning (and messing up)
Luar biasa sekali sesi Bu Ayu ini Menyampaikan sebuanyaaak ini dengan mudah, ramah, dan knowledge2nya daging semua Saran @idswdev: bikin sesi full day Bu Ayu donk hehe
Levi | still learning (and messing up) tweet media
Indonesia
10
11
186
5.3K
Zain Fathoni
Zain Fathoni@zainfathoni·
Serunya belajar lagi tentang NLP & LLM di #IDSW2025 dari Ibu-nya AI Indonesia, Bu @AyuP_AI. Beliau salah satu dosen favorit semasa kuliah, sekaligus dosen penguji saya waktu Tugas Akhir di ITB dulu. 😁🙏🏼
Zain Fathoni tweet mediaZain Fathoni tweet mediaZain Fathoni tweet mediaZain Fathoni tweet media
Indonesia
1
3
66
2.4K
Ayu Purwarianti
Ayu Purwarianti@AyuP_AI·
Buat teman-teman yang ingin ikut diskusi Women in AI: Breaking Barriers and Building Futures, di tgl 9 Des nanti, bisa gabung melalui link ini: bitly/MonashWomenAI Colek @iimfahima @aiinstituteid
Ayu Purwarianti tweet media
Indonesia
0
10
16
1.9K
Ayu Purwarianti retweetledi
Iim Fahima Jachja
Iim Fahima Jachja@iimfahima·
Sudah mulai bertebaran cerita orang tertipu via video call lalu mentransfer uang, padahal wajah dan suara yang mereka lihat hanyalah hasil rekayasa AI. Di media sosial, video penuh gosip dan fitnah muncul setiap hari, dan banyak di antaranya ternyata buatan AI. Sementara itu, di ruang belajar, anak-anak mulai kehilangan rasa percaya diri. Terlalu sering bergantung pada AI untuk menjawab, menulis, dan berpikir, hingga kemampuan dasar dan naluri kritisnya perlahan menumpul. Fenomena ini menunjukkan bahwa masalah AI bukan sekadar soal regulasi teknologi, tetapi krisis kemanusiaan. Karena itu, pedoman etika penggunaan AI tidak boleh hanya disusun oleh pemerintah dan pelaku industri, atau sekadar dibebankan kepada pengguna yang melek teknologi. Ia harus melibatkan kelompok publik yang paling rentan: pelajar, orang tua, pekerja informal, dan masyarakat yang terdampak langsung. Mereka bukan sekadar penerima dampak, tapi penjaga nilai kemanusiaan di tengah percepatan teknologi. Begitulah concerns yang disampaikan para founder Indonesia AI Institute ke WaMen Komdigi bapak Nezar Patria yang disambut positif. Bapak Wamen juga sepakat bahwa AI literacy for all yang selama ini digerakkan Indonesia AI Institute @aiinstituteid yang menyasar guru, murid, perempuan dan korporasi -- dibutuhkan dan harus didukung sebagai sebuah gerakan bersama, menjadi kolaborasi lintas sektor.
Iim Fahima Jachja tweet mediaIim Fahima Jachja tweet mediaIim Fahima Jachja tweet mediaIim Fahima Jachja tweet media
Indonesia
1
29
103
10.5K
Ayu Purwarianti retweetledi
Iim Fahima Jachja
Iim Fahima Jachja@iimfahima·
Di acara Huawei Headquarters di Shenzhen, selain bicara tentang "AI and Entrepreneurships" -- saya juga nge lead workshop tentang "AI for Humanity". Dalam workshop itu, anak-anak muda terpilih dari puluhan negara, mencoba mencari ide bagaimana memanfaatkan AI untuk menyelesaikan isu kemanusiaan. Saya sebagai mentor, melempar isu yaitu: AI sekarang menjadi alat curhat banyak remaja karena banyak remaja ga dekat dengan ortu, temannya judgemental, society juga penuh pressure. Padahal AI ini mesin yang memanfaatkan algorithm untuk memprediksi pertanyaan dan jawaban dari milyaran data yang mereka punya. Dalam 1,5 jam mereka mencoba mencari solusi -- dan ketemu pesan yang cukup kuat: 1. Your true friends do not always agree with you 2. Even ChatGPT can't do simple math, how can you trust this machine to solve your personal problems? Pesan ini kemudian dieksekusi jadi beragam video AI Education yang disebar di Tiktok hingga roadshow goes to school.
Iim Fahima Jachja tweet mediaIim Fahima Jachja tweet mediaIim Fahima Jachja tweet mediaIim Fahima Jachja tweet media
Fukaya-shi, Saitama 🇯🇵 Indonesia
1
5
21
3.6K
Ayu Purwarianti retweetledi
Iim Fahima Jachja
Iim Fahima Jachja@iimfahima·
Bicara tentang AI dan Entrepreneurship di Huawei Headquarters di Shenzhen. Huawei punya program "Seed For The Future" yaitu program yang diikuti ribuan anak muda dari berbagai negara untuk submit ideas terkait teknologi dan social impact. Ratusan orang yang idenya lolos, mendapat kesempatan belajar teknologi dan entrepreneurship di China. Dalam kesempatan ini, saya mewakili @Queenrides Indonesia AI Institute @aiinstituteid dan Cexup - sharing beberapa hal: 1. Pentingnya paham literacy dan ethic sebelum memanfaatkan AI, supaya karya yang kita ciptakan memberikan dampak lebih luas 2. Skill yang perlu dibangun agar tidak tergilas dan terus melaju di era AI. 3.Bagaimana memanfaatkan AI untuk social impact 4. Strategi mendapatkan funding. 5. Pro's and Con's external funding dan bootstrapping. Anak-anak muda adalah generasi yang akan mewarnai masa depan. Mereka tidak hanya ditantang untuk menciptakan innovation for profit, tapi juga innovation for impact. Saya tekankan bahwa AI bukan sekadar tools, tapi ekosistem nilai. Tanpa literasi dan etika, AI bisa memperlebar kesenjangan. Tapi dengan pemahaman yang tepat, AI bisa jadi katalisator kemajuan, membuka akses pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan publik. Selain itu, entrepreneurship di era AI bukan hanya soal mencetak unicorn, tetapi membangun solutions yang relevan, scalable, dan berkelanjutan. Kunci untuk itu: 1. Agility dalam menghadapi perubahan teknologi yang cepat, 2. Collaboration lintas sektor/disiplin ilmu 3. Resilience untuk bertahan meski menghadapi keterbatasan. Di akhir sesi, saya ingatkan: 1. Funding is not the destination, impact is. 2. External capital bisa mempercepat, tapi jangan pernah menggadaikan misi. 3. Bootstrapping memang lebih lambat, tapi seringkali melahirkan entrepreneur yang lebih tahan banting. Karena pada akhirnya, entrepreneur sejati adalah mereka yang mampu menciptakan karya yang bernilai, bukan hanya valuasi.
Iim Fahima Jachja tweet mediaIim Fahima Jachja tweet mediaIim Fahima Jachja tweet mediaIim Fahima Jachja tweet media
North District, Hong Kong 🇭🇰 Indonesia
0
5
26
3.9K
Ayu Purwarianti retweetledi
Iim Fahima Jachja
Iim Fahima Jachja@iimfahima·
Di era AI, yang wajib dipelajari bukan bagaimana bikin prompt, melainkan literasi yang baik: kemampuan berpikir kritis, kemampuan memilah informasi dll. Karena kalo literasinya buruk, yang bodoh justru akan makin bodoh
Iim Fahima Jachja tweet mediaIim Fahima Jachja tweet mediaIim Fahima Jachja tweet mediaIim Fahima Jachja tweet media
Indonesia
1
102
248
11.1K
Ayu Purwarianti retweetledi
Iim Fahima Jachja
Iim Fahima Jachja@iimfahima·
Yang sering curhat ke ChatGPT, hati-hati ya, keseringan divalidasi mesin bikin ga sadar bahwa kadang kita butuh ditampar dengan beragam fakta supaya tumbuh. Salah satu syarat untuk tumbuh adalah kemauan menerima tamparan kenyataan, lalu bergerak memperbaiki keadaan.
Iim Fahima Jachja tweet mediaIim Fahima Jachja tweet mediaIim Fahima Jachja tweet mediaIim Fahima Jachja tweet media
Indonesia
12
225
503
49.9K
Ayu Purwarianti retweetledi
Iim Fahima Jachja
Iim Fahima Jachja@iimfahima·
Honestly ikutan puyeng pas kemarin liat tweet bersliweran tentang menurunnya kualitas pendidikan di Indonesia. Kemampuan membaca menurun. Kemampuan math menurun. Ini belum lagi dihajar dengan kehadiran AI dimana mayoritas user ga punya literasi yang baik, alias menelan mentah-mentah apa kata AI. Karena literacy gap + tech dependency = kognitif yang makin tumpul. Yang tadinya gak bisa mikir, makin gak bisa mikir. Yang belum bisa baca data, makin bergantung pada ilusi seolah "AI tahu segalanya." Padahal hasil AI kalo ga hati-hati, juga banyak salahnya, banyak bias-nya. Situasi ini seharusnya jadi national urgency, Pak @prabowo Kalau pemerintah cuma gembar-gembor soal AI tanpa membenahi kualitas literasi publik, kita bukan sedang membangun masa depan. Justru kita sedang menciptakan generasi yang diperbudak mesin tanpa sadar. Mempopulerkan AI itu bagus. Tapi harus dimulai dengan literasi yang matang. Bukan cuma bisa pakai, tapi ngerti apa yang sedang dipakai, kenapa, dan apa dampaknya. @AyuP_AI
Iim Fahima Jachja@iimfahima

Membaca dan berhitung ga bisa dipisahkan. Banyak anak terlihat ‘lemah matematika’, padahal bisa jadi akar masalahnya: rendahnya kemampuan membaca. Di usia dini, numerasi bisa berkembang sendiri. Hitungan sedehana, jago. Tapi begitu SD, tanpa literasi yang kuat, anak akan kesulitan memahami instruksi, soal cerita, dan konsep abstrak matematika.

Indonesia
2
9
56
4.5K
Ayu Purwarianti retweetledi
aiinstitute.id
aiinstitute.id@aiinstituteid·
Dalam pengembangan teknologi AI, explainability memegang peran penting. Setiap keputusan yang dihasilkan oleh sistem AI harus dapat dijelaskan secara logis dan dimengerti oleh manusia. Tonton penjelasan dari Dr. Ayu Purwarianti, Founder & Advisor IAII, di video berikut ini.
aiinstitute.id tweet media
Indonesia
0
3
6
1.1K
Ayu Purwarianti retweetledi
aiinstitute.id
aiinstitute.id@aiinstituteid·
Apa Saja Strategi Pemerintah Indonesia dalam Mewujudkan Ekosistem AI yang Inklusif dan Berkelanjutan? Simak penjelasan lengkap dari Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia.
aiinstitute.id tweet mediaaiinstitute.id tweet mediaaiinstitute.id tweet mediaaiinstitute.id tweet media
Indonesia
0
2
2
1.3K
Ayu Purwarianti retweetledi
Genta Winata
Genta Winata@gentaiscool·
⭐️We're thrilled to share that our paper WorldCuisines has been selected for the Best Theme Paper Award at NAACL 2025 @naaclmeeting! 🎉 A huge thank you to the reviewers and area chair for this incredible recognition — we’re truly honored. Massive gratitude to all our amazing co-authors for the countless hours, late nights, and deep discussions that went into creating this high-quality dataset. 2025.naacl.org/blog/best-pape… We can't wait to present next week at NAACL! Catch us at our poster session (Wednesday, April 30) and Best Paper Award Session (Friday, May 2) for our oral presentation. Check out the paper and project here: 🌐 worldcuisines.github.io Contributors: @fredyhudi, @patrickamadeus_, @davidanugraha, @rifkiaputri, @zzeet, @ubaidalih, @auliaadilaa, @adamnohejl, @JunhoMyung00211, @aliceoh, @AnarSnowball, @faridlazuarda, @jcblaisecruz, @nedjmaou, @jodieyzhou, @AboladeDaud, @prajdabre1, @holylovenia, @SCahyawijaya, @bryanwilie92, @mrpeerat, @farizikhwantri, @gkuwanto, @llamagrp, @mv_zhukova, @EmmanueleChers1, @AlhamFikri, @davlanade, @tarowatanabe, @OptionsGod_lgd,@AyuP_AI, and many others who are not on X. Acknowledgments: @nayeon7lee, @Wenliang_Dai, @pascalefung who helped and provided us insightful suggestions. #nlproc #naacl2025 #worldcuisines
English
9
15
121
17.4K
Ayu Purwarianti
Ayu Purwarianti@AyuP_AI·
Dari beberapa negara ASEAN ini (Malaysia, Thailand, Philippine, dan Vietnam) hanya Vietnam yang memiliki risk serupa Indonesia terkait AI.
Ayu Purwarianti tweet mediaAyu Purwarianti tweet mediaAyu Purwarianti tweet mediaAyu Purwarianti tweet media
Indonesia
0
0
0
366
Ayu Purwarianti retweetledi
aiinstitute.id
aiinstitute.id@aiinstituteid·
AI memang memudahkan, tapi juga menantang. Di dunia pendidikan, siswa sering copy-paste jawaban dari AI tanpa memahami materi. Nah, ini jadi PR besar bagi pendidik! Lalu, bagaimana cara kita beradaptasi? Simak penjelasan dari Ibu Dr. Ayu Purwarianti youtube.com/watch?v=wVQKtw…
YouTube video
YouTube
aiinstitute.id tweet media
Indonesia
1
6
4
1.8K
Ayu Purwarianti
Ayu Purwarianti@AyuP_AI·
@KNRNIsntHere Penikmat seni tentunya tidak akan meminta hasil dalam hitungan menit :) Saya rasa seperti makanan, akan ada industri makanan seperti ayam KFC, atau warteg, atau resto kelas mahal. Semua dengan plus minusnya, dan masyarakat saat ini sedang bergerak dalam proses penyesuaian.
Indonesia
0
0
1
138
k-n-r-n
k-n-r-n@KNRNIsntHere·
Tbh dr kacamata produktivitas manusia gak akan pernah bisa ngalahin genAI. Mau karyanya udah soulful godlike, udah upskill kek gimana, gak akan bisa bikin karya yang bagus dalam hitungan menit. Reskill? Kalo in the end semua seniman pindah job what good would it be? No more art.
Ayu Purwarianti@AyuP_AI

Pembatasan itu kemungkinan karena besarnya tentangan dari masyarakat, sehingga pihak Pengembang AI mengendalikan diri. Selanjutnya, bagaimana dengan creator? Saran saya adalah: terus lah mengasah diri dan berkarya sehingga AI tidak bisa mengalahkanmu.

Indonesia
2
0
0
169
Ayu Purwarianti
Ayu Purwarianti@AyuP_AI·
Salah satu isu kontroversi terbesar dalam AI adalah Hak Cipta (HC). Isu ini marak kembali di publik ketika ChatGPT mengeluarkan fitur Ghibli Style. Kebetulan hari ini Media Indonesia juga mengangkat isu ini, saya coba menuliskan kembali pendapat saya di twitter.
Ayu Purwarianti tweet media
Indonesia
2
41
106
13K