Kispatelo Manalu

1.1K posts

Kispatelo Manalu banner
Kispatelo Manalu

Kispatelo Manalu

@maltreba

Cogito Ergo Sum

Newark, NJ Katılım Kasım 2008
285 Takip Edilen152 Takipçiler
Kispatelo Manalu
Kispatelo Manalu@maltreba·
@faizbaagil US menolak pakai Huawei, kenapa indonesia gak ikutan tolak Huawei? Logika yang aneh.
Indonesia
0
0
1
530
Faiz
Faiz@faizbaagil·
Soal kasus Nadiem, aku lebih sepakat dengan penjelasan Prof. Mahfud. Proyek Chromebook kabarnya sudah ditolak sejak era Prof. Muhadjir dan dianggap gagal di Malaysia, namun kenapa justru diloloskan di era Nadiem? Bahkan pembicaraan sudah dilakukan sebelum ia menjadi menteri.
TxtdariUGM@Txtdariiugm

Kasus nadiem efek dominonya besar banget loh. Akhirnya orang yg bener-bener punya kapasitas intelektual takut dan ogah buat terlibat dalam tata kelola pemerintahan Indonesia. Dampaknya pejabat kita ke depannya diisi sama orang-orang yg ga kompeten.

Indonesia
60
734
4.3K
321.2K
Kispatelo Manalu
Kispatelo Manalu@maltreba·
@faizbaagil Apa hubungannnya gojek pakai google maps dengan pengadaan chromebook kementerian? Komen anda ini jelas membuktikan anda gak ngerti bahkan membedakan objek yg sedang diadili.
Indonesia
1
0
0
109
Faiz
Faiz@faizbaagil·
@papa_piyo kalo hal ini bisa dibuktikan, bisa lebih berat itu tuntutan nya wkwk.
Indonesia
4
0
93
25.9K
Kispatelo Manalu
Kispatelo Manalu@maltreba·
@shda_agatha_ @digne001 Uhuk uhuk, bikin distro linux gampang. Bisa bikin seperti Google Workspace gak? Siap invest data center dan RnD? Punya data center sebiji aja kena ransomware wkwkwk
Indonesia
0
0
0
139
S Huda Agatha
S Huda Agatha@shda_agatha_·
Kita ga perlu bikin linux dari 0, linux kan open source. Kode sumbernya gratis. China, Rusia, Brasil, Jerman dll udah pakai distribusi linux buatan sendiri kalau ga salah, atau modifikasi utk pemerintah mereka sendiri. Indonesia juga kan udah punya BlankOn (dikembangkan YPLI) ,& berbagai inisiatif lokal. Cmiiw ya
Indonesia
3
0
1
477
S Huda Agatha
S Huda Agatha@shda_agatha_·
Kita kesampingkan Nadiem, iseng sorot google. Sy punya dugaan (semoga salah ya), bhw google ingin melakukan lock-in ekosistem di Indonesia (terutama para pelajar), & itu bukan sekadar strategi bisnis cari untung. Itu adalah bagian dari strategi hegemoni digital global. Indonesia punya populasi terbesar ke-4 di dunia dng struktur usia yg sangat muda (bonus demografi). Target jangka panjang mereka adalah, dng memasukkan chromebook & google workspace ke sekolah², google bukan hanya jual laptop hari ini, tp juga utk yg lebih luas kelak. Mereka sdng membentuk kebiasaan (habit formation) ratusan jt calon konsumen, pekerja, & pemilih masa depan. Merka ingin menciptakan siklus ketergantungan alami. Cmiiw.
Widodo Oi@widodo_oi

@shda_agatha_ klo diambil dari logika dasar itukan untuk dunia pendidikan kenapa hanya digiring kesalah satu saja itu aja udah aneh🙏klo omong oes itu harusnya bener² disiapkan dulu infrastructurenya kan kita ada daerah 3t.

Indonesia
36
45
183
15K
Kispatelo Manalu
Kispatelo Manalu@maltreba·
@Fahrihamzah Itu hanya konsep bos, realitanya jauh panggang dari api. Ini katanya aktifos 98? Dapat kursi langsung planga plongo
Indonesia
0
0
0
174
#AyoMoveOn2024
#AyoMoveOn2024@Fahrihamzah·
2. Konsolidasi "Indonesia Incorporated" Lewat Danantara. Pembentukan badan super holding seperti Danantara dikritik sebagai bentuk etatisme yang tidak efisien. Ketakutan ini bias. Prabowonomics melihat bahwa untuk melawan korporasi multinasional dan kartel global, instrumen negara tidak boleh terpecah-pecah. Danantara dibentuk dengan mengadopsi kesuksesan investasi negara seperti Temasek di Singapura atau Khazanah di Malaysia. Tujuannya adalah mengonsolidasikan aset-aset strategis nasional agar memiliki posisi tawar raksasa, mampu mendanai proyek strategis secara mandiri, dan melepaskan ketergantungan kronis pada utang luar negeri. Ini bukan membunuh swasta, melainkan menciptakan mitra domestik yang tangguh bagi sektor swasta. 3. Keberlanjutan Hilirisasi Berkeadilan. Jika The Economist menganggap nasionalisme sumber daya sebagai distorsi pasar yang berisiko memicu sanksi WTO, bagi Indonesia, hilirisasi adalah harga mati untuk kedaulatan. Prabowonomics memperluas hilirisasi ini tidak hanya pada nikel, tetapi ke komoditas pertanian, maritim, dan energi. Indonesia tidak lagi mau mendanai industrialisasi negara lain dengan mengorbankan masa depan ekologinya sendiri tanpa mendapatkan nilai tambah ekonomi dan lapangan kerja yang layak bagi rakyatnya. Stabilitas Politik sebagai Prasyarat Lompatan Ekonomi. Kritik paling tajam dari media Barat selalu menyasar pada aspek konsolidasi politik. Mereka merindukan demokrasi prosedural yang bising, di mana kabinet didera kebuntuan (deadlock) politik akibat fragmentasi parlemen yang tajam. Namun sejarah mencatat, tidak ada satu pun negara di Asia yang berhasil keluar dari middle-income trap—mulai dari Korea Selatan, Singapura, hingga China—tanpa adanya stabilitas politik yang kokoh dan kepemimpinan eksekutif yang kuat. Konsolidasi politik yang dibangun Presiden Prabowo bukanlah upaya membunuh demokrasi, melainkan menciptakan "persatuan nasional" (national consensus). Di tengah lanskap geopolitik global yang sedang membara dan penuh ketidakpastian, Indonesia membutuhkan kemudi yang stabil untuk mengeksekusi kebijakan makro secara cepat dan konsisten, bukan perdebatan kusir parlementer yang tak berujung. Kesimpulan: Menolak Didikte. Kritik The Economist pada akhirnya hanyalah pengulangan dari kecemasan lama kekuatan global mapan yang khawatir kehilangan kendali atas negara berkembang yang kaya sumber daya. Mereka menyukai Indonesia yang patuh, yang ekonominya tumbuh moderat 5% di zona nyaman, menyediakan bahan baku murah, dan menjadi pasar bagi produk mereka. Prabowonomics menolak status quo tersebut. Pilihan yang diambil pemerintah hari ini memang membawa risiko, namun itu adalah risiko dari sebuah bangsa yang berani berdaulat. Keluar dari middle-income trap membutuhkan jalan baru yang tidak ada dalam buku teks neoliberalisme Barat. Melalui Ekonomi Pasar Pancasila yang dipimpin dengan ketegasan negara, Indonesia sedang menulis ulang takdir ekonominya sendiri—menuju Indonesia Emas 2045 yang adil, makmur, dan berdaulat. Fahri Hamzah Sumbawa, 16 Mei 2026.
Indonesia
40
15
56
19.5K
#AyoMoveOn2024
#AyoMoveOn2024@Fahrihamzah·
PRABOWONOMICS Vs Neoliberal: Menjawab The Economist! Dalam dua tulisan terbarunya, majalah The Economist kembali mengayunkan gada kritik klasiknya terhadap Indonesia. Melalui artikel berjudul "Indonesia, the biggest Muslim-majority country, is on a risky path" dan "Indonesia’s president is jeopardising the economy and democracy", media benteng liberalisme barat ini menyuarakan kecemasan mendalam: Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto dianggap sedang melangkah ke jalur berbahaya karena memperkuat intervensi negara, mengaburkan batas disiplin fiskal, dan mengonsolidasikan kekuatan politik. Namun, jika kita menembus kabut kecemasan tersebut, kita akan mendapati sebuah bias lama yang usang. The Economist sedang melihat Indonesia menggunakan kacamata usang cetak biru Konsensus Washington (Neoliberalisme). Mereka gagal memahami satu hal mendasar: bagi Indonesia, terus berjalan di atas rel ekonomi liberal murni bukanlah sebuah pilihan keselamatan, melainkan sebuah jaminan untuk terjebak selamanya dalam kutukan negara pendapatan menengah (Middle-Income Trap). Prabonomomics hadir bukan untuk merusak ekonomi, melainkan sebagai tesis tandingan (counter-thesis) yang berani untuk menata ulang struktur ekonomi nasional demi keadilan sosial. Kekeliruan Paradigma Pasar Bebas: Belajar dari Sejarah. Selama puluhan tahun, resep neoliberal mendikte negara-negara berkembang untuk menjadi "murid yang patuh": buka pasar selebar-lebarnya, batasi peran negara hanya sebagai wasit, privatisasi sektor publik, dan biarkan modal global mendikte arah pembangunan. Hasilnya? Indonesia terjebak menjadi eksportir bahan mentah. Kita mengalami deindustrialisasi dini, di mana kontribusi manufaktur terhadap PDB terus menyusut. Kita kaya akan nikel, tembaga, dan bauksit, namun nilai tambah terbesar dari kekayaan alam tersebut dinikmati oleh negara-negara industri maju di Barat dan Asia Timur. Pasar bebas murni, dalam realitasnya, melanggengkan ketimpangan struktural dan menciptakan apa yang disebut para ekonom sebagai commodity curse (kutukan komoditas). Ketika Presiden Prabowo memilih untuk keluar dari jebakan ini, langkah tersebut tidak lahir dari ruang hampa ideologis. Ini adalah kalkulasi pragmatis yang berakar pada konstitusi Pasal 33 UUD 1945: bahwa bumi, air, dan kekayaan alam harus dikuasai oleh negara untuk kemakmuran rakyat. Tiga Pilar Prabowonomics: Melawan Skeptisism Barat. Kritik The Economist runtuh ketika dihadapkan pada logika pembangunan jangka panjang yang diusung oleh Prabowonomics, yang bertumpu pada tiga pilar utama: 1. Investasi Manusia (SDM) Bukan Pemborosan Fiskal. The Economist cemas terhadap program-program sosial masif seperti Makan Bergizi Gratis dan perumahan rakyat, menuduhnya sebagai ancaman bagi batasan defisit anggaran 3%. Ini adalah cara pandang akuntansi jangka pendek, bukan ekonomi pembangunan. Dalam Prabowonomics, memberi makan bergizi bagi anak-anak dan ibu hamil adalah investasi infrastruktur manusia terpenting untuk memotong rantai stunting. Bagaimana sebuah negara bisa melompat menjadi negara maju jika angkatan kerjanya mengalami malnutrisi kronis? Belanja ini adalah restrukturisasi modal manusia (human capital) yang akan menaikkan produktivitas nasional 10 hingga 20 tahun ke depan. Disiplin fiskal tetap dijaga, namun anggaran dikelola secara ekspansif-terukur, bukan hemat defensif yang mencekik pertumbuhan.
Indonesia
489
93
258
282.8K
street lawyers
street lawyers@streetlawyers85·
Jaksa bongkar fakta jejak digital nadiem & “shadow organization”, sdh ada perencanaan sejak lama. Orang pintar, korupsi pun harus dgn perencanaan matang. Untungnya Jaksa lebih cerdas bisa ketahui jejak digital yg tertinggal. Korupsi Berencana = Pembunuhan Berencana ?
Indonesia
3
9
11
1.6K
DM
DM@kerikill_13·
@RidhaIntifadha @TheEconomist Mrk itu bela2 in pemburu rente yg di lawan sm presiden prabowo..dukung presiden @prabowo yg lawan pengeruk & lintah dari sumber daya alam & koruptor.. program2 pro rakyat dibilang over spending, ya duit rakyat di kasih balik k rakyat..
Indonesia
23
0
1
3.4K
M. Ridha Intifadha
M. Ridha Intifadha@RidhaIntifadha·
Kemarin, @TheEconomist mempublikasikan dua artikel soal Indonesia Judul artikel pertama: Presiden Indonesia sedang membahayakan ekonomi dan demokrasi Subjudulnya: Prabowo Subianto terlalu boros dan terlalu otoriter Perlu diketahui, Spendthrift artinya orang yang menghamburkan uang secara tidak bijak. Diksi ini lebih keras dari sekadar “boros”. Dalam konteks negara, ada kesan ceroboh dan tidak bertanggung jawab secara fiskal. ======== Judul artikel kedua: Indonesia, negara mayoritas Muslim terbesar, sedang menempuh jalur yang berisiko Subjudulnya: Prabowo Subianto sedang menggerogoti keuangan negara—dan demokrasinya. Di artikel ini, pemilihan diksi “Eroding” rasanya memperkuat artikel lainnya. Jeopardising (membahayakan) masih bicara soal risiko ke depan. Eroding (menggerogoti) berarti prosesnya sudah berlangsung. Rasanya pelan, diam-diam, tapi nyata. Bagaikan batu yang berlubang oleh tetesan air.
M. Ridha Intifadha tweet mediaM. Ridha Intifadha tweet media
Indonesia
354
20.7K
39.3K
538.5K
Kispatelo Manalu
Kispatelo Manalu@maltreba·
@profesor_saham Secara substansi dan form kasus ini parah. Diperpaeah kalau gemoy ikutan intervensi jadi dewa penyelamat
Indonesia
0
0
0
3.6K
PROFESOR SAHAM
PROFESOR SAHAM@profesor_saham·
Ini nadiem masih belum final kan?? Masih ada kemungkinan kayak thomas lembong
Indonesia
119
51
2.4K
227.8K
Lubang Kelinci
Lubang Kelinci@TxtRabbitHole·
Lucu ya klo ada yang bilang "alah, kan Google udah punya data kita lewat Gmail." Plis deh, bedain dong data generik sama data spesifik yang ditambang lewat program Kemendikbud ini. Sesuai laporan HRW, yang terjadi itu "Penambangan Data Pendidikan Atas Restu Negara". Data yang diambil bukan cuma nama atau umur, tapi profil pendidikan sampai status sosio-ekonomi anak dan ortu. Secara psikologis, data sedalam ini bisa dipakai pengiklan buat memanipulasi perilaku konsumen secara nggak proporsional. Masalahnya, ini bukan pilihan bebas kayak kita bikin akun medsos, tapi kewajiban dari negara yang bikin warga nggak punya celah buat menghindar. Bayangin, data pribadi anak-anak kita dieksploitasi atas nama "EdTech" padahal itu jelas-jelas pelanggaran privasi. Klo negara sendiri yang "ngasih ijin" data rakyatnya ditambang demi kepentingan korporasi, kita mau berlindung ke siapa lagi?
Indonesia
8
44
75
11.5K
Iman Zanatul Haeri
Iman Zanatul Haeri@zanatul_91·
"Kebijakan itu disebut membuat Google menjadi satu-satunya penguasa pengadaan laptop pendidikan di ekosistem teknologi pendidikan nasional." Kalau temen-temen tidak memahami bahaya dari kalimat di atas, saya utaskan tulisan lama saya di Tempo, tahun 2022: -Utas-
Iman Zanatul Haeri tweet media
Indonesia
102
356
1K
483.9K
Kispatelo Manalu
Kispatelo Manalu@maltreba·
@zanatul_91 Gak usah ngimong data mining pendidikan bos, data pribadi aja udah open source. Emang kalau gak pakai CDM, mau ngembangin sendiri? Urusan daftar sekolah online aja gak beres.
Indonesia
0
0
0
51
Iman Zanatul Haeri
Iman Zanatul Haeri@zanatul_91·
Dengan begitu, Google menjadi satu satunya pemegang big data pendidikan nasional. Ia tidak hanya menyerap perilaku individu, namun manajemen dan tata kelola lembaga pendidikan berbagai tingkatan di Indonesia
Indonesia
5
6
24
10.9K
Prastowo Yustinus
Prastowo Yustinus@prastow·
Saya kenal secara pribadi Pak Luky Alfirman, bahkan sejak beliau eselon 3. Saya sangat percaya rekam jejak integritas dan kompetensinya. Beliau sangat berhati-hati dan cenderung konservatif. Jadi framing begini menurut saya cermin ketidaktahuan saja. Biar waktu yang membuktikan.
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, ada cerita di balik pencopotan dua pejabat tinggi Kemenkeu yang menurut gue jauh lebih menggelikan dan lebih mengerikan dari yang diakui secara resmi. Dan kuncinya ada di satu kalimat dari Purbaya sendiri ketika ditanya pers soal kenapa Dirjen Anggaran dicopot: "Mungkin Anda tebak saja sendiri." Kronologi yang perlu dipahami dulu: BGN Badan Gizi Nasional mau beli 25.644 unit motor listrik untuk kepala SPPG dapur MBG. Harganya Rp42 juta per unit. Totalnya sekitar Rp1 triliun lebih. Purbaya sudah menolak pengadaan ini. Eksplisit. Jelas. Ditolak. Tapi anggaran itu tetap lolos. Tetap masuk. Tetap dieksekusi. Dan sampai akhirnya 21.081 unit sudah terlanjur datang sebelum semuanya terbongkar. Caranya? Ada celah di software milik Ditjen Anggaran Kemenkeu. Dan lewat celah itulah pengadaan yang sudah ditolak Menkeu bisa tetap berjalan. Dua pejabat tinggi dicopot dan ini yang paling menggelikan: 21 April 2026, dua Dirjen Kemenkeu dicopot sekaligus. Luky Alfirman sebagai Dirjen Anggaran. Febrio Kacaribu sebagai Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal. Keduanya pejabat senior. Keduanya dicopot mendadak. Dan ketika pers tanya Purbaya apakah pencopotan itu berkaitan dengan lolosnya anggaran motor listrik jawabannya bukan iya, bukan tidak. "Tebak saja sendiri." Dari seorang Menteri Keuangan. Tentang kebijakan di kementeriannya sendiri. Tentang pencopotan pejabat yang berada di bawah otoritasnya. Yang paling miris dari seluruh cerita ini: Pertama — motornya sudah datang. 21.081 unit sudah terlanjur dikirim sebelum ada yang berani bilang stop. Uang sudah keluar. Barang sudah ada. Dan baru sekarang semua orang ribut. Kedua — motornya identik dengan produksi China, dirakit di Cikarang. Di saat pemerintah gencar kampanye beli produk dalam negeri dan bangga-banggain Maung buatan Indonesia sampai dibawa pakai Hercules ke KTT ASEAN motor untuk program unggulan presiden sendiri beli dari mana? Ketiga — ini bukan program kecil. MBG adalah program prioritas utama Prabowo. Anggarannya ratusan triliun. Dan di dalam program sebesar itu pengadaan senilai lebih dari Rp1 triliun bisa lolos tanpa sepengetahuan Menkeu hanya karena ada "celah di software." Software. Celah di software. Rp1 triliun lebih lolos karena celah di software. Yang perlu dipertanyakan: Kalau Purbaya sudah menolak siapa yang tetap menjalankannya? Celah software itu ditemukan secara tidak sengaja atau memang dimanfaatkan? Dan kalau memang dimanfaatkan siapa yang tahu celah itu ada dan siapa yang menggunakannya? Karena kalau jawabannya hanya "salah software" maka dua Dirjen senior itu bisa bertindah tanpa purbaya tahu di belakang? Tapi yang dicopot adalah dua Dirjen. Dan Purbaya bilang tebak saja sendiri. Gue sudah menebak. Dan tebakannya tidak menyenangkan. Program makan gratis untuk anak-anak Indonesia yang anggarannya dipotong dari berbagai pos termasuk pendidikan di dalamnya ada pengadaan motor listrik Rp1 triliun lebih yang ditolak Menkeu tapi tetap lolos. Motornya sudah datang. Dua pejabat dicopot. Dan penjelasan resminya adalah celah software. Ini bukan soal motor listrik. Ini soal seberapa dalam lubang yang ada di dalam sistem penganggaran negara ini dan seberapa banyak yang sudah lolos lewat lubang itu yang belum pernah ketahuan.

Indonesia
50
208
790
100.9K
Kispatelo Manalu retweetledi
Wakil Kepala Program Maling Berkedok Gizi
Kronologi lengkap penyerangan warung Madura oleh anggota TNI. Part 1 : Parjo tidak mau membayar biaya layanan QRIS sampai terjadi pemukulan Part 2 : Parjo membawa gerombolannya melakukan pengrusakan warung Part 3 : Pemilik warung diciduk ke asrama TNI kuat mukulin rakyat!
Indonesia
394
2.2K
4K
140.7K
Kispatelo Manalu
Kispatelo Manalu@maltreba·
Pengalihan isu apa lagi ini. Fokus ke masalah penting, bukan ngurusin pasangan kadaluarsa.
Rumail Abbas@Stakof

Instagram Ahmad Dhani Sama seperti Raffi Ahmad dan Nagita Slavina (benar ya nulisnya?), saya tidak nonton pernikahan anak Ahmad Dhani dan Maia Estianty (dua idola saya di waktu kuliah). Tapi apa yang ditulis Dhani di Instagram-nya saya baca, dan langsung teringat dengan salinan putusan pengadilan agama Jaksel yang dulu pernah beredar di Twitter (masih bernama itu, belum X). Saya ulas di sini karena cukup mengernyitkan dahi ketika membaca tulisan Dhani itu. "Kok, beda dengan yang saya baca dulu?" Saya urai sejauh bacaan saya, apakah "pengakuan" Dhani ini sesuai dengan fakta hukum 2008 atau tidak? (Disclaimer: ini putusan tingkat pertama [PA], bukan putusan kasasi MA. Untuk amar di banding atau kasasi, saya belum pegang berkasnya) 1. "Maia ditalak 3" Talak satu bain sughra, bukan talak tiga. Dan ini bukan Dhani yang menjatuhkan, melainkan putusan pengadilan atas gugatan cerai Maia. Dhani justru menolak perceraian. 2. "Maia selingkuh dengan pemilik TV swasta, diakui tertulis dan ditandatangani" Tidak ada di dokumen. Majelis menyatakan tegas (kutipan langsung): "...tidak ada yang mengarah kepada terjadinya nusyuz Penggugat kepada Tergugat." 3. Narasi "suami selingkuh dengan orang ketiga" disebut drama palsu Maia Tamara Geraldine bersaksi di bawah sumpah mendengar langsung pengakuan perempuan yang mengaku dinikahi siri Dhani, di rumah Melly Goeslaw, sekitar 2006. Menurut kesaksian Tamara, Dhani pernah mengirim SMS ke perempuan itu mengakui "memang enak punya dua isteri". Setelah pengakuan itu, Tamara menerima teror dari Dhani. Majelis tidak memutus sah-tidaknya nikah siri, tapi mencatat isu ini nyata-nyata memicu kehancuran rumah tangga. 4. "Laporan KDRT palsu" Maia melapor ke Polda Metro Jaya 20 April 2007 (bukti P.22). Tiga saksi di bawah sumpah (ayah, ibu, pembantu Maia) menerangkan: barang Maia dikeluarkan dari rumah, pakaian dikirim ke Surabaya, kamar dibongkar, lemari dijebol, baju dirobek, sepatu dibuang. Banyak hal terjadi saat Maia umrah. Dhani tidak membantah peristiwanya. Pengakuannya sendiri: itu cara "memberi pelajaran" karena Maia tidak menuruti perintahnya. Tidak ada temuan majelis bahwa laporan itu palsu. 5. "MA hanya mengabulkan permohonan cerai saja, hak asuh tidak dikabulkan" Putusan PA Jaksel mengabulkan: cerai (talak satu bain sughra), hak asuh tiga anak ke Maia sampai dewasa, Dhani wajib serahkan anak, nafkah anak Rp 7.500.000 per anak per bulan, sita marital atas tujuh aset sah, harta bersama dibagi dua. NB: HAK ASUH Oiya, ini tidak ada di Instragam, tapi ada di PA (bahkan saya juga kaget karena dulu gak baca sampai sana): Maia dituduh memakai narkoba oleh saksi-saksi yang dihadirkan Dhani. Awalnya Maia menggugat agar tiga anaknya (Al, El, dan Dul) ditetapkan dalam asuhannya. Dhani menolak keras dan menghadirkan sembilan saksi yang menggambarkan Maia tidak layak mengasuh. Salah satunya: Maia adalah pemakai narkoba. Beberapa saksi yang dihadirkan Dhani bahkan mengaku ikut memakai narkoba bersama Maia. Kemudian, Maia mengajukan hasil tes lab dari RS Azra Bogor dan RS Marzoeki Mahdi Bogor, dan keduanya membuktikan bahwa Maia negatif narkoba. Majelis menerima bukti ini. Maia juga dituduh mengabaikan anak. Namun Maia mengajukan 14 rapor sekolah anak (2006-2008) yang ditandatangani sendiri sebagai bukti keterlibatan. Plus, ijazah S1 FISIP UI sebagai bukti kapasitas mendidik. Amar putusan: hak asuh tiga anak ke Maia sampai dewasa. Dan Dhani dihukum menyerahkan anak, dan wajib memberi nafkah anak Rp 7.500.000 per anak per bulan. Saya akan lampirkan berkasnya di reply, silakan baca sendiri. Dan sila koreksi jika ada kekeliruan.

Indonesia
0
0
0
86
🇲🇨 B. Prasetya 🇲🇨
🇲🇨 B. Prasetya 🇲🇨@BANGSAygSUJUD·
Kenapa akun2 yg menjatuhkan pemerintah kalo bikin hoaks mudah kali dipatahkan? Katanya Gudang beras kosong Buktinya: Gudang penuh beras Katanya stok pupuk urea langka & mahal pdhal malah kelebihan produksi, harga turun 20% Kelebihan kebutuhan dalam negeri jadi rebutan dunia
🇲🇨 B. Prasetya 🇲🇨 tweet media🇲🇨 B. Prasetya 🇲🇨 tweet media🇲🇨 B. Prasetya 🇲🇨 tweet media
Indonesia
38
25
62
2.6K
Rulie Maulana
Rulie Maulana@ruliemaulana·
@buruharloji Si ferry itu orang halu. Jadi gw ngga tertarik dengerin omongan dia.
Indonesia
3
0
2
3K
Rulie Maulana
Rulie Maulana@ruliemaulana·
Pahlawan di kasus ini ASN, bukan Ibam. Ibam itu bilang Chrome Device Management jadi requirement pengadaan. Bilang kalau pake chromebook itu satu paket. Bilang kalau pake windows jadi lebih mahal. Meski pake embel-embel perlu diuji dan segala basa basi lain, jelas itu mengarahkan ke chromebook. Bantu agenda bosnya. Bicara itu di rapat yang peserta tau sebelum ini chromebook sudah pernah dinyatakan tidak layak dan merasa janggal dan memutus merekam. Mau Ibam ngeles atau kelupaan tanda tangan, rekaman ini ada dan sudah jadi bukti persidangan. Pahlawan di sini ASN yang punya nyali dan inisiatif merekam agenda culas bos tertinggi dan gerombolannya. Bukan Ibam yang digaji 118jt entah oleh siapa untuk jadi bagian dari gerombolan itu.
Ghozy Ul-Haq@ghozyulhaq

Coba saya jelaskan dengan bahasa sederhana ya mas: - Ada orang-orang yg pengen Chromebook, mungkin mereka yg jelas2 nerima duit - Orang-orang ini nyari konsultan untuk dijadikan pembenaran - Mas Ibam TIDAK MEREKOMENDASIKAN chromebook - Orang-orang ini MEMALSUKAN statement mas Ibam. Mas Ibam tidak tanda-tangan ini sudah dibuktikan di persidangan jadi salah alamat jika mas Iman menyerang mas Ibam dalam hal ini

Indonesia
80
144
651
236.7K
Fabio Ricci 🇮🇹
Fabio Ricci 🇮🇹@cr_fabioricci·
@FoxNews Pope should stick to religious matters. War sucks every time, but sometimes is needed to stop evil and tragedy from happening. As Trump says, the world can't afford a Nucler Iran. NEVER!
English
5
0
14
2.4K
Fox News
Fox News@FoxNews·
REPORTER: "There was a group of bishops that did put out a statement saying the Pope isn't merely exercising his opinion, he's preaching the Gospel. What do you say to people that do this?" PRESIDENT TRUMP: "I want him to preach the Gospel. I'm all about the Gospel. But I also know that you cannot let a certain country, which is a very mean-spirited country, have a nuclear weapon." "If they did, they would use it. And I think they use it quickly and they would kill many millions of people." "The Pope could disagree with me on that, but certainly we're allowed to have that. I'm all about the Gospel. I'm about it as much as anybody can be."
English
396
1.1K
10.5K
872.4K
MANTO
MANTO@KangManto123·
Wkwkwk...
MANTO tweet media
Indonesia
641
138
3.7K
657.6K
Kispatelo Manalu
Kispatelo Manalu@maltreba·
Akhir tahun kemarin ada transaksi debet di beberapa rekan kantor saya. Salah satunya alamat emailnya berubah di data customer. Trus sekarang ada kasus 28 miliar di Sumut. Makanya tiap bulan saya kosongin rekening @BNI saya.
Indonesia
0
0
0
36
BingBong
BingBong@bingchillin489·
@ibamarief well terlepas ada aliran atau kagak logikanya lu bertangung jawab dong negara rugi Rp.2 trilliun. kenapa suami lu gak contra saat pengadaan chromebook? monyet aja bs mikir boss internet indonesia busuk dan suami elu setuju chromebook yang depend sama internet speed? kwkakakakak
Indonesia
96
2
7
15.6K
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Mengapa Negara Menzalimi Suami Saya, yang Tulus Berkorban Banyak Untuk Negara? Sebagai istri, sakit hati rasanya. Enam belas tahun aku kenal Ibam, dia ngga money oriented. Niatnya tulus. Kalau sudah mau bantu, dia akan benar-benar bantu. Ibam dituntut penjara 15 tahun dan harus bayar Rp16,9 miliar, kalau tidak maka pidananya ditambah 7,5 tahun. Berarti, Ibam dituntut 22,5 tahun penjara. Ibam, yang pernah menolak tawaran puluhan miliar karena merasa misi bantu negara lewat bangun teknologi masih belum selesai. Sekarang ironisnya dituduh korupsi. Padahal sampai 57 saksi diperiksa, tidak ada satu pun bukti Ibam memperkaya diri. Tidak ada konflik kepentingan untuk memperkaya orang lain. Dia hanya konsultan teknis, rela tolak tawaran asing, turun gaji demi negara, ngga punya jabatan dan kewenangan, selalu profesional dan netral dalam kasih masukan, tapi terjebak dalam pusaran para elite birokrasi. Masukan teknis Ibam yang sudah terdokumentasi baik, transparan akan kelebihan dan kekurangan, diceritakan sepotong-sepotong saja oleh pejabat pengadaan. Sehingga seakan-akan Ibam memaksa hanya Chromebook. Untungnya, Ibam punya banyak dokumentasi yang sudah jadi bukti di persidangan. Sudah terungkap di sidang bahwa: 1. Ibam bukan pejabat, tapi konsultan yayasan. Gaji Ibam sama sekali bukan dari APBN. 2. Ibam baru kenal Nadiem setelah dia jadi menteri. Ngga ada persekongkolan, dan ngga pernah ketemu personal. 3. Di banyak bukti chat & notulen rapat: Ibam tidak mengarahkan pengadaan, tidak buat kajian, bahkan Ibam minta kementerian untuk uji Chromebook dulu. 4. Pejabat Eselon I akhirnya mengakui: dia yang menolak masukan pengujian Ibam, dia yang memutuskan Chromebook lewat SK yang dia keluarkan. 5. Ahli IT telah menyatakan masukan Ibam sudah netral dan profesional, sesuai best practice keahlian, serta benar dalam menyerahkan keputusan ke kementerian. Puncaknya, nama Ibam dicatut ke dalam SK pengadaan yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Dalam pengesahan kajian Chromebook yang ditugaskan SK, tidak ada tanda tangan Ibam. Terungkap juga di sidang, belasan pejabat, termasuk yang berupaya ‘menyalahkan’ Ibam, mengakui telah menerima ratusan juta rupiah suap dari vendor. Namun mereka semua bebas, tidak ada yang jadi tersangka. Disaat mereka bebas, Ibam ditahan dan dituntut penjara. Bagiku perkara ini jelas. Suamiku bukan pelaku, tapi korban permainan elite birokrasi yang seenaknya melempar semua keputusan mereka pada Ibam. Sekarang, kami hampir sampai di ujung jalan. Ibam dituntut 22,5 tahun penjara. Dua terdakwa lain, pejabat Eselon II di Kemendikbud, yang mengatur pengadaan dan sudah mengakui ada aliran dana sampai miliaran rupiah, dituntut 6 tahun saja. Semakin kontras ketika surat tuntutan sendiri mengakui: tidak ada aliran dana ke Ibam. Tuntutan bilang di laporan SPT 2021, kekayaan Ibam naik Rp16,9 miliar. Ibam sudah tunjukkan bukti di persidangan kalau itu dari saham Bukalapak yang didapat jauh sebelum Ibam menjadi konsultan Kemendikbud, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Chromebook atau Gojek. Bukti itu ditolak JPU dalam tuntutannya. Mereka bilang karena Ibam sudah resign, sahamnya hangus. Mereka tidak paham kata-kata dalam surat pemberian saham, bahwa yang hangus hanya “saham yang belum diberikan”. Padahal, sebelum resign juga ada sebagian saham yang sudah diberikan. JPU menyatakan, karena mereka tolak bukti itu, Rp16,9 miliar Ibam diduga hasil korupsi, jadi mereka tuntut 15 tahun ditambah 7,5 tahun. Bagi kami, ini puncak dari kezaliman. Ibam yang tidak pernah, sekali lagi, TIDAK PERNAH ADA ALIRAN DANA SAMA SEKALI, dikriminalisasi atas prestasinya bantu negara, yang tidak ada hubungannya dengan perkara. Dua minggu lagi putusan Ibam akan dibacakan oleh Majelis Hakim, kami tetap berharap keadilan putusan bisa sesuai dengan fakta persidangan. Karena, ini bukan sekedar perkara hukum, ini menyangkut nasib seseorang, masa depan keluarga kami, anak-anak kami, serta kemerdekaan kami sekeluarga. Setahun terakhir ini adalah masa yang sangat berat bagi kami. Keluarga kami kehilangan penghasilan, kesehatan jantung Ibam kian memburuk, bahkan tabungan hidup kami terkuras habis untuk biaya medis dan biaya hukum. Namun, aku bersaksi bahwa Ibam adalah seorang perintis. Hidupnya penuh perjuangan dari kecil, insya Allah kami siap bangun dari nol lagi. Hanya saja, jika pengabdian untuk Indonesia harus dibayar semahal ini. Jika bukti persidangan sudah seterang ini, dan jika upaya mengkambinghitamkan Ibam sudah sekentara ini, dia tetap dipenjara puluhan tahun... Ini adalah ketidakadilan yang teramat pahit. Bukan hanya bagi Ibam, tapi bagi siapa pun yang pernah atau akan bantu bangsa ini dengan niat tulus. Apa memang berbakti bagi merah putih seberbahaya ini? Apa memang tidak ada keadilan bagi orang jujur yang sudah berkorban banyak bagi negara? Tolong bantu kami mencari keadilan untuk Ibam selagi masih ada waktu. Mohon bantu bagikan tulisan ini, pada rekan atau kerabat, konsultan atau pejabat, siapapun yang bisa bantu menyuarakan keadilan dan memberi perhatian. Agar tidak ada lagi profesional seperti Ibam yang jadi korban kriminalisasi. Jakarta, 16 April 2026 Ririe - Istri dari Ibrahim Arief (Ibam)
Ibrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet media
Indonesia
828
14.2K
20.4K
2.9M
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Menkeu Purbaya baru pulang dari pertemuan dengan deretan lembaga keuangan terbesar di dunia Goldman Sachs, Fidelity, IMF, World Bank, sampai rating agency S&P. Dan yang dia ceritakan cukup bikin gue angkat alis. Yang terjadi di pertemuan dengan investor besar: Purbaya ketemu 18 investor besar dalam satu sesi termasuk Goldman Sachs dan Fidelity. Pertanyaan utama mereka? Satu hal yang bikin mereka bingung sejak lama: Kenapa Indonesia bisa tumbuh lebih cepat tapi anggarannya tetap terkendali? Purbaya bilang dia jelaskan dengan detail dan investor senang dengan jawabannya. Bahkan sudah ada sinyal akan masuk ke pasar modal Indonesia dalam waktu tidak lama. Yang paling menarik percakapan dengan IMF: Purbaya tanya langsung ke Direktur IMF Kristalina Georgieva: apakah IMF punya kebijakan khusus untuk membantu negara-negara di tengah ketidakpastian global ini? Jawaban IMF: tidak punya otoritas untuk itu. Tapi menyediakan dana bantuan untuk negara yang membutuhkan. Dan Purbaya langsung menjawab dengan kalimat yang cukup keras untuk ukuran diplomasi keuangan: Indonesia tidak membutuhkan. Anggaran kita cukup baik dan kita masih punya bantalan 420 triliun. IMF yang biasa didatangi negara-negara dalam kondisi krisis untuk minta dana talangan kali ini bingung karena Indonesia datang bukan untuk minta bantuan, tapi untuk menjelaskan kenapa mereka aman. Respons IMF soal ketahanan Indonesia: Kristalina mengakui sempat bingung kenapa Indonesia bisa bertahan di tengah kondisi global yang berat seperti sekarang. Purbaya menjelaskan bahwa kebijakan sudah diubah sejak akhir tahun lalu dan dampaknya sudah kelihatan. Ekonomi sedang mengalami percepatan justru ketika ada tekanan global tambahan dari harga minyak yang tinggi. Kita bisa menyerap syok yang terjadi. Dan IMF mengakui akan memberitahukan ke seluruh dunia negara mana saja yang performanya bagus. Indonesia masuk dalam daftar itu. World Bank dan rating agency: Purbaya bilang keduanya amat puas dengan penjelasan strategi fiskal Indonesia. Keraguan tentang apakah kita bisa menjalankan kebijakan fiskal yang baik sekaligus menciptakan pertumbuhan sepertinya sudah hilang. World Bank bahkan menggali kemungkinan kerja sama lebih dalam yang saling menguntungkan. Yang perlu dicermati dari semua ini: Kalau pernyataan Purbaya akurat ini adalah pergeseran narasi yang signifikan. Indonesia biasanya datang ke forum seperti ini sebagai pihak yang menjelaskan diri dan meminta kepercayaan. Kali ini posisinya terbalik lembaga-lembaga globalnya yang bingung dan Indonesia yang menjelaskan. Bantalan fiskal 420 triliun yang disebut Purbaya itu angka yang konkret dan bisa diverifikasi. Kalau benar tersedia ini adalah buffer yang cukup besar untuk menghadapi gejolak global yang sedang berjalan. Tapi ada pertanyaan yang tetap perlu dijawab: a pakah pertumbuhan yang lebih cepat ini sudah terasa di level bawah? Di warung. Di petani. Di pekerja harian. Karena investor global yang senang tidak otomatis berarti rakyat sudah merasakannya. Purbaya membawa sinyal yang cukup kuat dari forum internasional Indonesia dipandang sebagai salah satu yang paling stabil di tengah ketidakpastian global. IMF bingung. Investor senang. World Bank mau kerja sama lebih dalam. Dan Indonesia yang ditawari dana talangan menolak karena tidak butuh. Itu bukan hal kecil kalau memang berjalan sesuai yang diceritakan.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
291
590
3.9K
407.6K
Kispatelo Manalu retweetledi
TxtdariHI
TxtdariHI@TxtdariHI·
BREAKING 🚨 Joint Statement kerja sama pertahanan dengan AS dimana Presiden Prabowo sedang melakukan kunjungan ke Rusia Kelassssss 👏
TxtdariHI tweet media
Indonesia
446
2.9K
11.2K
646.7K